stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-07
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 7: Revolusi Generative AI: Model Bisnis & Inovasi

Revolusi Generative AI: Model Bisnis & Inovasi

Mengevaluasi bagaimana GenAI menciptakan peluang model bisnis baru dan memacu inovasi produk di era digital

Kecerdasan Buatan Pertemuan 7 dari 14 CPL2 · CPL4 · CPL6

Agenda Pertemuan 7

Teori & Konsep
  • Apa itu Generative AI: LLM, Diffusion, Multimodal
  • Taksonomi model GenAI untuk manajer
  • Proposisi nilai bisnis berbasis GenAI
  • Lanskap kompetitif dan pemain global vs. lokal
Aplikasi & Workshop
  • Dampak GenAI per industri di Indonesia
  • Pola model bisnis berbasis GenAI
  • Workshop: Business Model Canvas berbasis GenAI
  • Evaluasi peluang dan risiko
Fokus Utama: Mengevaluasi bagaimana Generative AI menciptakan peluang untuk model bisnis dan inovasi produk baru (Sub-CPMK 7, C4).

Tujuan Pembelajaran

Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:

Kognitif (C4 — Mengevaluasi)
  • Membedakan tipe GenAI (LLM, Diffusion, Multimodal) dan aplikasinya
  • Mengevaluasi proposisi nilai bisnis dari implementasi GenAI
  • Menganalisis pola model bisnis baru yang dimungkinkan oleh GenAI
Aplikatif
  • Merancang Business Model Canvas berbasis GenAI untuk konteks Indonesia
  • Mengidentifikasi peluang inovasi produk berbasis GenAI di industri sendiri
  • Mempertimbangkan trade-off antara peluang dan risiko GenAI
Sub-CPMK 7 CPMK-3 · CPMK-4 CPL2 · CPL4 · CPL6

Topik 1

Apa Itu Generative AI?

LLM, Diffusion, Multimodal — Taksonomi untuk Manajer

Taksonomi Generative AI untuk Manajer

AI
LLM

Large Language Model. Menghasilkan teks, kode, analisis. Contoh: GPT-4, Gemini, Claude.

Output: Teks
Diffusion

Menghasilkan gambar, video, audio dari noise secara bertahap. Contoh: Stable Diffusion, DALL-E, Sora.

Output: Gambar/Video
MULTI
Multimodal

Menggabungkan teks, gambar, audio, video dalam satu model. Contoh: GPT-4o, Gemini 1.5 Pro.

Output: Campuran
TipeCara Kerja (Ringkas)Aplikasi Bisnis UtamaContoh Produk
LLMPrediksi token berikutnya dari miliaran teks trainingChatbot, summarization, code gen, analisis dokumenChatGPT, Copilot, BRImo Chat
DiffusionMenghilangkan noise secara bertahap dari distribusi dataDesain produk, iklan visual, prototypingMidjourney, DALL-E, Adobe Firefly
MultimodalCross-modal encoding: gambar + teks + audio diproses bersamaAnalisis laporan bergambar, video captioning, voice assistantGPT-4o, Gemini 1.5, Claude 3.5

GenAI vs. AI Konvensional: Perbedaan Fundamental

AI Konvensional (Discriminative)

"Mengklasifikasi apa yang sudah ada"

  • Input → output yang sudah terdefinisi
  • Contoh: email spam/bukan spam, fraud/bukan fraud
  • Butuh data berlabel (supervised learning)
  • Output deterministik: satu jawaban tepat
  • Dilatih untuk satu tugas spesifik
Cocok: klasifikasi, deteksi, prediksi
Generative AI

"Menciptakan konten baru yang belum pernah ada"

  • Input prompt → output kreatif yang bervariasi
  • Contoh: tulis laporan, buat ilustrasi, generate kode
  • Pre-trained pada data masif, bisa zero-shot
  • Output probabilistik: banyak jawaban valid
  • General purpose: bisa banyak tugas sekaligus
Cocok: kreasi, generasi, conversational
Implikasi Bisnis: AI konvensional mengotomasi tugas berulang dengan output tetap. GenAI mengotomasi kreasi — konten, kode, desain, analisis — yang sebelumnya butuh keahlian manusia. Ini membuka model bisnis yang sama sekali baru.

Lanskap Pemain GenAI: Global & Indonesia

Pemain Global (Foundation Model)
PerusahaanModel UnggulanKekuatan
OpenAIGPT-4o, o1LLM terkuat, ekosistem API terluas
GoogleGemini 1.5Multimodal, terintegrasi Search
AnthropicClaude 3.5Safety-focused, reasoning panjang
MetaLlama 3.1Open source, bisa di-deploy lokal
MistralMistral LargeEfisien, multilingual, European
Adopsi GenAI di Indonesia (~2025)
  • BRI: Sobat BRI (LLM chatbot layanan nasabah), AgenBRILink AI, fraud narrative generation
  • BCA: Halo BCA AI, dokumen analisis otomatis berbasis LLM
  • Telkom: TelkomSigma GenAI platform untuk enterprise, Bigbox AI
  • Tokopedia/TikTok Shop: AI-generated product descriptions, visual search
  • Gojek: GoAssist LLM, driver coaching berbasis AI
  • Startup: Bahasa.ai (NLP Bahasa Indonesia), Kata.ai (chatbot), DeepTech.id
Catatan: angka adopsi spesifik berubah cepat — verifikasi ke sumber terkini.
Tantangan Lokal: Model global belum optimal untuk Bahasa Indonesia, terutama bahasa daerah, konteks budaya, dan regulasi lokal (OJK, Kominfo). Peluang untuk pemain lokal yang spesifik konteks.

Topik 2

Dampak GenAI pada Industri

Inovasi Produk & Peluang Model Bisnis

Dampak GenAI per Industri di Indonesia

IndustriInovasi Produk Berbasis GenAIContoh LokalPotensi Dampak
Perbankan & FintechChatbot personal finance, laporan nasabah otomatis, fraud narrative generation, hyper-personalized offerSobat BRI, BCA AI, Jenius AIPengurangan biaya layanan nasabah ~30-50% (estimasi industri)
E-Commerce & RetailDeskripsi produk otomatis, visual try-on, rekomendasi percakapan, negosiasi harga AITokopedia AI, TikTok ShopKonversi +15-25% pada produk dengan AI description
PendidikanTutor AI personal, soal otomatis, feedback esai, adaptif learning pathZenius AI, Ruangguru AIAkses kualitas pendidikan ke daerah terpencil
Media & KreatifProduksi konten skala besar, dubbing otomatis, subtitle, lokalisasiKompas AI, Detik summarizerBiaya produksi konten turun ~40-60%
KesehatanRingkasan rekam medis, asisten dokter, diagnosa awal via fotoAlodokter AI, Halodoc assistantAkses konsultasi ke 17.000+ pulau
PemerintahLayanan publik chatbot, analisis regulasi, drafting dokumen, pengaduan wargaBot LAPOR!, Perizinan Online AIEfisiensi administrasi birokrasi
Catatan: Angka dampak adalah estimasi dan proyeksi industri — bervariasi per konteks implementasi. Selalu verifikasi dengan data perusahaan spesifik.

Tiga Pola Inovasi Produk Berbasis GenAI

Augmentasi

GenAI memperkuat produk existing dengan kemampuan baru. Produk lama + fitur GenAI = value meningkat.

Risiko: Rendah

Contoh: BCA mobile app + AI chat support

Transformasi

Core product dirancang ulang dengan GenAI sebagai inti. Pengalaman pengguna berubah fundamental.

Risiko: Menengah

Contoh: Ruangguru → tutor AI personal

Penciptaan Baru

Produk/layanan yang sebelumnya tidak mungkin ada, kini bisa karena GenAI. Kategori pasar baru.

Risiko: Tinggi

Contoh: AI companion mental health 24/7

Strategi untuk Perusahaan Indonesia: Kebanyakan perusahaan incumbent sebaiknya mulai dari augmentasi (risiko rendah, ROI cepat), lalu bergerak ke transformasi. Penciptaan baru lebih cocok untuk startup atau spin-off unit inovasi.

Proposisi Nilai Bisnis Berbasis GenAI

1. Skalabilitas Tanpa Batas

GenAI melayani satu juta pengguna semurah melayani satu. Tidak ada batasan kapasitas manusia. Contoh: chatbot BRI menjawab 5 juta pertanyaan/hari tanpa tambah CS.

2. Personalisasi Masif

Setiap pengguna mendapat pengalaman unik — bukan segmentasi, tapi truly 1-to-1. Contoh: Tokopedia generate deskripsi produk unik per profil pembeli.

3. Kreatifitas On-Demand

Konten, desain, kode dibuat dalam detik tanpa bottleneck tenaga kreatif. Contoh: UMKM generate foto produk profesional tanpa fotografer.

4. Aksesibilitas Keahlian

Keahlian level ahli (dokter, lawyer, akuntan) diakses oleh siapapun, kapanpun. Contoh: Alodokter AI memberikan panduan medis awal di daerah tanpa dokter.

5. Kecepatan Iterasi

Prototyping produk dari minggu ke jam. GenAI mengakselerasi R&D. Contoh: Gojek test fitur baru dengan AI-generated UI mock dalam 1 hari.

6. Pengolahan Unstructured Data

80% data dunia adalah unstructured (teks, gambar, suara). Hanya GenAI yang bisa mengolah ini menjadi insight actionable.

Topik 3

Model Bisnis Berbasis GenAI

Pola, Canvas, & Workshop

Pola Model Bisnis Berbasis GenAI

PolaMekanismeContoh GlobalPeluang di Indonesia
API-as-a-ServiceJual akses ke model GenAI via API, bayar per penggunaan (token/request)OpenAI API, Anthropic API, Google Gemini APITelkom/Indosat menjual LLM Bahasa Indonesia via API ke enterprise
SaaS + GenAI LayerProduk SaaS existing tambah fitur GenAI sebagai value-add, tingkatkan tier hargaNotion AI, Canva AI, Salesforce EinsteinMekari (akuntansi) tambah AI untuk rekomendasi pajak, analisis cashflow
Copilot ModelAI sebagai asisten dalam workflow profesional, bukan replacementGitHub Copilot, Microsoft 365 CopilotLegal AI untuk firma hukum Indonesia: draft kontrak, riset regulasi
Vertical GenAIGenAI yang dilatih khusus untuk industri/domain tertentu (fine-tuned)Harvey (legal), Abridge (medis)GenAI untuk UMKM batik/tenun: desain motif otomatis berbasis prompt
AI-Native ProductProduk yang hanya bisa ada karena GenAI — tidak ada versi non-AICharacter.ai, Runway, ElevenLabsAI dubbing konten Indonesia (180+ bahasa daerah → Bahasa Indonesia)
Data + GenAI FlywheelPlatform kumpulkan data dari user, latih model lebih baik, tarik lebih banyak userMidjourney, ChatGPTPlatform karya seni batik digital: seniman upload → model belajar → generasi lebih baik

Coba Sendiri: Hitung Biaya Operasional LLM

Pola "API-as-a-Service" tadi mengandalkan biaya per token. Ubah volume prompt, panjang token, dan tier harga model, lalu amati bagaimana biaya harian/bulanan berubah.

Business Model Canvas Berbasis GenAI

Mitra Kunci
  • Foundation model provider (OpenAI, Google)
  • Cloud provider (AWS, GCP, Azure)
  • Data partner
  • Regulator (OJK, Kominfo)

GenAI context: siapa yang sediakan model & infrastruktur?

Aktivitas Kunci
  • Prompt engineering & fine-tuning
  • Data curation & labeling
  • Model evaluation & safety
  • UX/UI chatbot & interface
Proposisi Nilai
  • Skalabilitas tanpa batas
  • Personalisasi 1-to-1
  • Aksesibilitas keahlian
  • Kecepatan & efisiensi
  • Kreativitas on-demand

Apa yang hanya bisa dilakukan dengan GenAI?

Hub. Pelanggan
  • Self-service via app
  • AI-powered onboarding
  • Human escalation path
  • Community & feedback loop
Segmen Pelanggan
  • Enterprise (B2B): bank, retail, telco
  • SME/UMKM: butuh AI tapi tanpa tim tech
  • Pemerintah: layanan publik
  • Consumer: individu end-user
  • Developer: API consumer
Sumber Daya Kunci
  • Akses ke foundation model
  • Data proprietary (moat!)
  • Tim AI/ML engineer
  • GPU/compute budget
Saluran
  • Mobile app
  • API marketplace
  • WhatsApp/Telegram bot
  • Web platform
Struktur Biaya
Biaya Model: API calls (per token), fine-tuning compute
Biaya Data: Labeling, storage, curation
Biaya Engineering: Tim AI + DevOps + Safety

Perhatian: biaya compute GenAI bisa sangat tinggi di awal — butuh volume untuk break-even.

Aliran Pendapatan
Subscription: Bayar bulanan/tahunan per seat
Usage-based: Bayar per token/request
Freemium: Gratis terbatas, premium unlimited
Enterprise license: Custom pricing untuk deploy on-premise

Workshop: Business Model Canvas Berbasis GenAI

Instruksi Workshop (40 menit)

Kelompok: 4-5 orang. Pilih SATU skenario dari berikut (atau usulkan sendiri, minta persetujuan dosen):

  1. GenAI untuk UMKM Kuliner Indonesia: Bantu UMKM buat konten marketing, menu, dan deskripsi produk otomatis dalam Bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
  2. AI Tutor Bahasa Daerah: Preservasi bahasa Jawa/Sunda/Batak via AI tutor interaktif yang bisa mengajar percakapan sehari-hari.
  3. GenAI Copilot untuk Petani Indonesia: Asisten AI untuk petani kecil: rekomendasi tanam, identifikasi hama via foto, akses harga pasar via suara.
  4. AI Legal Assistant untuk Startup: Bantu startup Indonesia draft kontrak, cek regulasi, persiapkan dokumen perizinan secara mandiri.
  5. GenAI untuk Layanan Publik Pemda: Chatbot cerdas untuk pelayanan administrasi: KTP, IMB, perizinan usaha via WhatsApp.
Yang Harus Diisi
  1. 9 blok BMC (gunakan template di slide sebelumnya)
  2. Identifikasi tipe GenAI yang digunakan (LLM/Diffusion/Multimodal)
  3. Proposisi nilai unik yang HANYA bisa dilakukan GenAI
  4. Risiko utama (teknis, etika, regulasi) dan mitigasinya
Output: Presentasi 3 menit per kelompok. Satu slide BMC + satu slide risiko & mitigasi.
Gunakan sticky note fisik ATAU Miro/Figma/slide jika tersedia.

Topik 4

Evaluasi: Peluang vs. Risiko

Framework Keputusan untuk Manajer

Risiko GenAI yang Harus Dievaluasi Manajer

Risiko Teknis
  • Hallucination: GenAI "mengarang" fakta yang tidak ada. Berbahaya di konteks medis, legal, keuangan.
  • Prompt injection: Pengguna jahat bisa manipulasi model via input.
  • Ketergantungan vendor: API provider bisa ubah harga atau tutup layanan.
  • Biaya tidak terduga: Usage-based pricing bisa melonjak bila traffic tinggi.
Risiko Etika & Sosial
  • Bias model: GenAI mereproduksi bias dari data training (gender, ras, bahasa).
  • Deepfake & misinformasi: Konten sintetis sulit dibedakan dari asli.
  • Displacement tenaga kerja: Otomasi tugas kognitif → dampak ketenagakerjaan.
  • Hak cipta: Output GenAI berpotensi melanggar IP pemilik data training.
Risiko Regulasi Indonesia
  • UU PDP (No. 27/2022): Data pribadi pengguna yang diproses AI harus sesuai prinsip perlindungan data.
  • Regulasi OJK: Aplikasi GenAI di sektor keuangan tunduk regulasi POJK terkait inovasi keuangan digital.
  • Regulasi Kominfo: Konten AI wajib diidentifikasi sebagai AI-generated (dalam pembahasan, 2025).
  • Risiko reputasi: Kesalahan AI yang publik bisa rusak brand dalam hitungan jam.
Framework Mitigasi (4A)
  • Audit: Uji model secara berkala untuk bias dan akurasi.
  • Acknowledge: Label konten AI-generated secara transparan.
  • Accompany: Human-in-the-loop untuk keputusan high-stakes.
  • Adapt: Siapkan mekanisme koreksi cepat bila model error.

Matriks Evaluasi: Kapan GenAI Tepat untuk Bisnis?

KriteriaGenAI Sangat TepatPerlu Pertimbangan MatangGenAI Berisiko Tinggi
Jenis OutputKonten kreatif, draft awal, summarizationRekomendasi dengan human reviewKeputusan final medis/legal/keuangan tanpa supervisi
Stakes KesalahanRendah: konten marketing, deskripsi produkMenengah: analisis data, laporan bisnisTinggi: diagnosis medis, keputusan kredit final
Kebutuhan KonsistensiVariasi diinginkan: kreativitas, brainstormingKonsistensi partial: chatbotKonsistensi mutlak: perhitungan keuangan, regulasi
Konteks BahasaBahasa Inggris, konten digital umumBahasa Indonesia formalBahasa daerah, terminologi hukum/medis lokal
RegulasiDomain tidak teregulasi ketatKeuangan dengan OJK oversightKesehatan, hukum tanpa human sign-off
Prinsip Evaluasi: GenAI paling kuat sebagai amplifier kemampuan manusia, bukan pengganti. Semakin tinggi stakes keputusan, semakin penting human-in-the-loop. Di Indonesia, pertimbangkan juga kesiapan infrastruktur, literasi digital pengguna, dan konteks bahasa lokal.

Rangkuman Pertemuan 7

Konsep Utama
  • GenAI (LLM, Diffusion, Multimodal) berbeda fundamental dari AI konvensional: menciptakan, bukan sekadar mengklasifikasi
  • Enam proposisi nilai bisnis: skalabilitas, personalisasi, kreativitas, aksesibilitas, kecepatan, unstructured data
  • Tiga pola inovasi: augmentasi → transformasi → penciptaan baru
  • Enam pola model bisnis: API-as-a-Service, SaaS+GenAI, Copilot, Vertical, AI-Native, Flywheel
Evaluasi Manajerial
  • BMC berbasis GenAI: proposisi nilai unik, biaya compute, revenue model usage-based
  • Risiko wajib dievaluasi: hallucination, bias, UU PDP, vendor lock-in
  • Framework 4A: Audit, Acknowledge, Accompany, Adapt
  • Matriks evaluasi: GenAI tepat jika stakes rendah-menengah; human-in-the-loop wajib untuk domain kritis
"AI will not replace managers. But managers who use AI will replace managers who don't."
— Adaptasi dari Iansiti & Lakhani, Competing in the Age of AI (2020)

Tugas & Preview Pertemuan 8

Tugas Kelompok (Deadline: Pertemuan 9)

Laporan Business Model Canvas GenAI:

  1. Kembangkan BMC workshop hari ini menjadi proposal lengkap (3-5 halaman)
  2. Tambahkan analisis kompetitor (siapa yang sudah main di space ini?)
  3. Hitung estimasi unit economics: biaya per user, revenue per user, break-even point
  4. Evaluasi risiko dan mitigasi dengan framework 4A
  5. Kesimpulan: apakah model bisnis ini viable di konteks Indonesia? Mengapa?
Bobot: 10% | Format: PDF + slide presentasi | Referensi: min. 5 sumber akademik/industri
Referensi Wajib Pertemuan 7
  • Farri, E., & Rosani, G. (2025). HBR Guide to Generative AI for Managers. HBR Press. Ch. 1-3.
  • Almeida, I. (2024). AI Fundamentals for Business Leaders. Now Next Later. Ch. 6-7.
  • Iansiti, M., & Lakhani, K. R. (2020). Competing in the Age of AI. HBR Press. Ch. 5.
Preview Pertemuan 8: AI Ethics & Responsible AI
  • Kerangka tata kelola AI bertanggung jawab
  • Bias, fairness, transparency dalam AI
  • Sub-CPMK 8: (C5) Merumuskan prinsip AI governance
Baca sebelum pertemuan: Mollick, E. (2024). Co-Intelligence. Ch. 7-8.
Kecerdasan Buatan · PEBD6026 · Program Studi S1 Bisnis Digital
Fakultas Ekonomika dan Bisnis · Universitas Diponegoro

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.