stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-05
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 5: Machine Learning 1: Analisis Prediktif

Machine Learning 1:
Analisis Prediktif

Menerapkan konsep dasar machine learning untuk peramalan dan pengambilan keputusan bisnis

Kecerdasan Buatan Pertemuan 5 dari 14 CPL2 · CPL4 · CPL6

Agenda Pertemuan 5

Teori & Konsep
  • Apa itu machine learning: cara kerja tanpa pemrograman eksplisit
  • Supervised vs. unsupervised learning
  • Regresi linear & logistik sebagai alat peramalan
  • Pemilihan variabel: relevansi vs. noise
Aplikasi & Praktik
  • Kasus peramalan bisnis di Indonesia (BCA, Tokopedia, Telkom)
  • Metrik evaluasi: MAE, RMSE, R², Accuracy, AUC
  • Overfitting vs. underfitting: bahaya model yang terlalu hafal
  • Latihan interpretasi output regresi
Fokus Utama: Sub-CPMK 5 (C3) — Menerapkan konsep dasar analisis prediktif menggunakan machine learning untuk peramalan bisnis.

Tujuan Pembelajaran

Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:

Kognitif (C3 — Menerapkan)
  • Menjelaskan cara kerja machine learning kepada stakeholder non-teknis
  • Menerapkan logika regresi untuk menjawab pertanyaan peramalan bisnis
  • Memilih variabel prediktor yang relevan untuk masalah spesifik
  • Menginterpretasi metrik evaluasi model (R², MAE, AUC)
Aplikatif
  • Membedakan supervised dan unsupervised learning berdasarkan kasus bisnis
  • Mengidentifikasi risiko overfitting dalam model prediktif
  • Mengevaluasi apakah model ML cukup andal untuk dipakai sebagai dasar keputusan
  • Mengkomunikasikan hasil ML kepada pimpinan non-teknis
Sub-CPMK 5 CPMK-3 CPL2 · CPL4 · CPL6

Topik 1

Machine Learning untuk Manajer

Cara kerja, jenis, dan relevansi bisnis

Apa itu Machine Learning?

Pemrograman Tradisional

Manusia menulis aturan secara eksplisit:

Jika saldo < 0 DAN usia akun < 6 bulan
→ tolak kredit
  • Aturan ditulis programmer satu per satu
  • Tidak bisa menangani pola kompleks
  • Harus diupdate manual kalau pola berubah
Machine Learning

Komputer belajar aturan dari data:

Beri aku 10 juta data nasabah + label
(bayar/gagal bayar) → aku temukan polanya
  • Pola ditemukan otomatis dari data
  • Bisa menangani ribuan variabel sekaligus
  • Model memperbarui diri dengan data baru
Definisi Kerja: Machine learning adalah kemampuan komputer untuk belajar dari data tanpa diprogram secara eksplisit untuk setiap aturan — menemukan pola yang tersembunyi di dalam data untuk membuat prediksi atau keputusan.

Dua Paradigma ML yang Wajib Dikenal Manajer

Supervised Learning — "Belajar dengan Jawaban"

Data latih punya label (jawaban yang benar)

Input (X)Label (Y)
Riwayat transaksi nasabahGagal bayar / Tidak
Klik pengguna TokopediaBeli / Tidak beli
Data penjualan 3 tahunPenjualan bulan depan

Digunakan untuk: prediksi nilai (regresi) atau prediksi kategori (klasifikasi)

Unsupervised Learning — "Belajar Tanpa Jawaban"

Data latih tidak punya label; model mencari struktur

Input (X)Output
Perilaku belanja 5 juta pelangganSegmen pelanggan (klaster)
Pola transaksi keuanganTransaksi anomali
Klik artikel beritaTopik yang diminati

Digunakan untuk: segmentasi, deteksi anomali, eksplorasi pola

Pertemuan ini fokus pada Supervised Learning — khususnya regresi untuk peramalan bisnis. Unsupervised (clustering, anomaly detection) dibahas di Pertemuan 6.

Bagaimana Model ML Dibuat: Workflow Manajerial

🎯
1. Define Problem
Apa yang ingin diprediksi? Metrik sukses apa?
📊
2. Collect Data
Data historis + label yang relevan
🧹
3. Prepare Data
Bersihkan, transformasi, pilih fitur
🏋️
4. Train Model
Algoritma belajar dari data latih
📐
5. Evaluate
Uji akurasi di data baru (test set)
🚀
6. Deploy
Integrasikan ke sistem bisnis
Peran Manajer: Step 1 (define problem), 5 (approve evaluation), dan 6 (keputusan deploy). Tim data science handle step 2-4. Manajer yang tidak bisa membaca step 5 tidak bisa melindungi bisnis dari model yang buruk.
Train / Test Split: Data dibagi — ~80% untuk training (model belajar), ~20% untuk testing (model diuji di data yang belum pernah dilihat). Ini mencegah model "hafal" data latih tapi gagal di dunia nyata.

Topik 2

Regresi untuk Peramalan Bisnis

Linear, logistik, dan interpretasi output untuk manajer

Regresi Linear: Meramalkan Angka

Pertanyaan Bisnis yang Dijawab
  • Berapa penjualan toko bulan depan jika iklan dinaikkan 20%?
  • Berapa revenue Tokopedia jika jumlah seller naik 10.000?
  • Berapa biaya operasional BRImo jika transaksi meningkat 2×?
Formula Dasar

$\hat{Y} = \beta_0 + \beta_1 X_1 + \beta_2 X_2 + \ldots + \varepsilon$

  • $\hat{Y}$ = nilai yang diprediksi (mis. penjualan)
  • $\beta_0$ = intercept (nilai Y saat semua X = 0)
  • $\beta_1, \beta_2$ = koefisien (bobot pengaruh setiap variabel)
  • $X_1, X_2$ = variabel prediktor (mis. iklan, harga)
  • $\varepsilon$ = error (apa yang tidak bisa dijelaskan model)
Iklan (juta Rp) vs Penjualan (juta Rp)010020030040010203040Anggaran Iklan (juta Rp)Penjualan (juta Rp)Garis Regresi

Setiap titik = satu observasi historis; garis = prediksi model

Coba Sendiri: Geser Slope Regresi Linear

Geser slider intercept (β0) dan koefisien (β1) untuk melihat bagaimana garis regresi berubah dan seberapa dekat garis itu dengan titik data iklan-penjualan.

Regresi Logistik: Meramalkan Kategori/Probabilitas

Pertanyaan Bisnis yang Dijawab
  • Apakah nasabah ini akan gagal bayar? (BCA, BRI)
  • Apakah pengguna ini akan churn bulan depan? (Telkom)
  • Apakah transaksi ini terindikasi fraud? (GoPay)
Output: Probabilitas (0–1)

Model tidak menjawab "ya/tidak" langsung, tapi memberikan probabilitas:

Nasabah A: P(gagal bayar) = 0.82 → Tolak
Nasabah B: P(gagal bayar) = 0.23 → Setujui
Threshold keputusan ditentukan manajer (mis. >0.5 → tolak)

Keputusan threshold adalah keputusan bisnis — lebih ketat (0.3) = tolak lebih banyak tapi lebih aman; lebih longgar (0.7) = setujui lebih banyak tapi risiko lebih tinggi.

Kurva Sigmoid — Regresi Logistik00.250.500.751.000.5Tidak churnChurnThresholdSkor Risiko NasabahP(Churn)

Kurva S: semakin tinggi skor risiko → semakin besar probabilitas churn

Coba Sendiri: Geser Threshold Regresi Logistik

Geser slider threshold pada kurva sigmoid dan amati bagaimana keputusan "tolak/setujui" berubah untuk nasabah dengan probabilitas berbeda.

Topik 3

Pemilihan Variabel Relevan

Feature selection: lebih sedikit bisa lebih baik

Pemilihan Variabel: Mengapa Penting?

Masalah: Terlalu Banyak Variabel
  • Curse of dimensionality: model sulit menemukan pola ketika terlalu banyak variabel
  • Multikolinearitas: variabel yang saling berkorelasi membingungkan model
  • Overfitting: model "hafal" noise, bukan pola sebenarnya
  • Biaya: data banyak variabel mahal dikumpulkan dan diproses
  • Interpretasi: model dengan 200 variabel sulit dijelaskan ke Direksi
Tiga Pendekatan Feature Selection
MetodeCara Kerja
Domain knowledgePilih variabel yang masuk akal secara bisnis — paling penting!
StatistikalKorelasi, p-value, VIF untuk multikolinearitas
Model-basedBiarkan model (Lasso, Random Forest) pilih variabel otomatis
Peran Manajer dalam Feature Selection: Domain knowledge Anda — pengetahuan tentang industri dan bisnis — adalah input terpenting. Data scientist tahu statistik, tapi Anda tahu: variabel ini masuk akal secara bisnis atau tidak? Apakah variabel X benar-benar bisa mempengaruhi Y, atau hanya kebetulan berkorelasi?

Studi Kasus: Memilih Variabel untuk Prediksi Penjualan

Tokopedia ingin memprediksi penjualan mingguan per kategori produk. Tim data science mengumpulkan 80 variabel potensial.

VariabelRelevan?Alasan
Jumlah kunjungan halaman kategori (7 hari lalu)YaIndikator demand langsung — tinggi relevansi
Rata-rata harga produk di kategoriYaHarga mempengaruhi konversi secara langsung
Jumlah seller aktif di kategoriYaSupply side — lebih banyak seller → lebih banyak pilihan
Anggaran iklan kategori (GoAds)YaIklan mendorong traffic dan penjualan
Hari libur nasional minggu iniYaPola musiman jelas — Lebaran, Natal, Harbolnas
Jumlah ulasan produk (total akumulasi)Hati-hatiBisa berkorelasi dengan usia platform, bukan demand aktual
Rata-rata rating bintang sellerHati-hatiBerkorelasi tinggi dengan variabel lain (multikolinearitas)
Nama kecamatan seller (kategorikal)TidakProxy diskriminasi geografis; bukan faktor kausal penjualan
ID internal sellerTidakIdentifier, bukan fitur prediktif

Topik 4

Metrik Evaluasi Model

Bagaimana menilai apakah model ML cukup baik?

Metrik Evaluasi: Model Regresi (Prediksi Angka)

📏
MAE

Mean Absolute Error

$\text{MAE} = \frac{1}{n}\sum|Y_i - \hat{Y}_i|$

Rata-rata selisih absolut prediksi vs aktual. Mudah diinterpretasi: "rata-rata model meleset Rp 5 juta."

📐
RMSE

Root Mean Squared Error

$\text{RMSE} = \sqrt{\frac{1}{n}\sum(Y_i - \hat{Y}_i)^2}$

Memberikan bobot lebih besar pada error besar. Cocok jika kesalahan besar sangat merugikan bisnis.

📊

R-Squared (Koefisien Determinasi)

$R^2 \in [0, 1]$

Proporsi variansi Y yang dijelaskan model. R² = 0.82 artinya model menjelaskan 82% variasi penjualan.

Panduan Interpretasi R²: Tidak ada threshold universal. R² = 0.7 mungkin luar biasa untuk prediksi harga saham (pasar sangat noise), tapi mengecewakan untuk prediksi konsumsi energi (pola reguler). Selalu tanyakan: "R² ini dibandingkan dengan baseline apa?"

Coba Sendiri: Amati Perubahan R-Squared

Geser sebaran titik data mendekati atau menjauhi garis regresi dan amati bagaimana nilai R-squared naik-turun secara real time.

Metrik Evaluasi: Model Klasifikasi (Prediksi Kategori)

Confusion Matrix — Dasar Semua Metrik
Prediksi: PositifPrediksi: Negatif
Aktual: PositifTP (True Positive)FN (False Negative) — Bahaya!
Aktual: NegatifFP (False Positive) — Biaya!TN (True Negative)

Contoh fraud detection: FN = fraud lolos terdeteksi (risiko); FP = transaksi sah diblokir (biaya kerugian kepuasan pelanggan)

Metrik Turunan
MetrikFormulaArtinya
Accuracy(TP+TN)/Total% prediksi benar secara keseluruhan
PrecisionTP/(TP+FP)Dari yang diprediksi positif, berapa % benar?
RecallTP/(TP+FN)Dari yang aktual positif, berapa % terdeteksi?
F1-Score2×P×R/(P+R)Harmonic mean precision & recall
AUC-ROC: Metrik Favorit Perbankan & Insurtech

Area Under the Curve — mengukur kemampuan model membedakan kelas tanpa tergantung threshold.

AUCInterpretasi
~1.00Model sempurna (curigai overfitting)
0.90–0.99Sangat baik (produksi layak)
0.80–0.89Baik (acceptable untuk banyak kasus bisnis)
0.70–0.79Fair (gunakan dengan monitoring ketat)
<0.70Lemah (review ulang variabel dan data)
Kasus BCA: Model credit scoring dengan AUC 0.85 artinya 85% dari waktu, model bisa membedakan nasabah yang akan gagal bayar vs tidak.

Coba Sendiri: Hitung Precision, Recall, F1

Isi angka TP/TN/FP/FN pada confusion matrix dan amati bagaimana precision, recall, dan F1-score berubah seketika.

Overfitting vs. Underfitting: Dua Bahaya Model ML

📉
Underfitting

"Model terlalu sederhana untuk menangkap pola"

Training error: Tinggi

Test error: Tinggi

Contoh: model regresi linear untuk data yang jelas non-linear

Solusi: tambah variabel, model lebih kompleks
🎯
Good Fit

"Model menangkap pola tanpa hafal noise"

Training error: Rendah

Test error: Rendah

Model bisa generalisasi ke data baru

Target yang dicari!
🚨
Overfitting

"Model hafal data latih, tapi gagal di data nyata"

Training error: Sangat rendah

Test error: Tinggi

Contoh: model dengan 200 variabel untuk 500 data poin

Solusi: kurangi variabel, regularisasi, data lebih banyak
Tanda Peringatan Overfitting: Tim data science bilang "akurasi model 99% di training" tapi saat dicoba di data production turun ke 65% — itu overfitting klasik. Selalu tanya: "Berapa akurasi di test set yang belum pernah dilihat model?"

Latihan: Baca Output Regresi Seperti Manajer

Tim data science BRImo menyajikan output model regresi prediksi nilai transaksi harian. Interpretasikan bersama.

Output Model (disederhanakan)
VariabelKoefisienSignifikansi
Intercept12.4***
Jumlah pengguna aktif harian+3.2***
Rata-rata saldo rekening+0.8***
Hari libur nasional (1/0)-15.7***
Promo cashback aktif (1/0)+22.1***
Hari Senin (1/0)+8.4**
Usia rata-rata pengguna+0.3ns

*** p<0.001 · ** p<0.01 · ns = tidak signifikan

R² = 0.79 | RMSE = Rp 4,2 miliar
Pertanyaan Diskusi (10 menit)
  1. Variabel mana yang paling berpengaruh pada nilai transaksi? Mengapa?
  2. Interpretasikan koefisien "Promo cashback": artinya apa secara bisnis?
  3. Mengapa "Hari libur nasional" koefisiennya negatif?
  4. Mengapa "Usia rata-rata pengguna" tidak signifikan? Apa implikasinya?
  5. R² = 0.79 dan RMSE = Rp 4,2 miliar — apakah model ini cukup baik untuk dipakai?
  6. Variabel apa yang menurut Anda perlu ditambahkan?

Rangkuman Pertemuan 5

Konsep Utama
  • ML = komputer belajar pola dari data, tanpa aturan eksplisit dari programmer
  • Supervised learning: ada label → prediksi angka (regresi) atau kategori (klasifikasi)
  • Regresi linear: prediksi nilai kontinu; regresi logistik: prediksi probabilitas biner
  • Feature selection: domain knowledge manajer + statistik; lebih sedikit variabel bisa lebih baik
  • Metrik regresi: MAE, RMSE, R²; metrik klasifikasi: Accuracy, Precision, Recall, AUC
  • Overfitting: model hafal noise — selalu bandingkan training vs test accuracy
Peran Manajer dalam Proyek ML
  1. Define masalah bisnis yang ingin dipecahkan (step 1 workflow)
  2. Validasi pemilihan variabel dengan domain knowledge
  3. Tentukan threshold keputusan berdasarkan risk appetite bisnis
  4. Evaluasi metrik di test set, bukan hanya training set
  5. Putuskan apakah model layak di-deploy ke production
  6. Monitor performa model setelah deployment — pola bisnis berubah
"All models are wrong, but some are useful."
— George E. P. Box, statistikawan. Tugas manajer: menilai apakah model cukup berguna untuk keputusan bisnis.

Tugas & Preview Pertemuan 6

Tugas Kelompok (Deadline: Pertemuan 7)

Analisis Prediktif Mini-Case:

  1. Pilih satu perusahaan Indonesia yang diketahui menggunakan ML (Gojek, BCA, Tokopedia, Telkom, dll.)
  2. Identifikasi satu kasus penggunaan ML yang mereka lakukan (credit scoring, churn prediction, demand forecasting, dll.)
  3. Buat daftar 5–8 variabel prediktor yang menurut Anda relevan + alasan bisnis
  4. Tentukan tipe model yang sesuai: regresi linear, logistik, atau lainnya — dan jelaskan mengapa
  5. Tentukan metrik evaluasi yang paling tepat untuk kasus ini dan jelaskan target threshold-nya
  6. Presentasi 10 menit, kelompok 3–4 orang. Format: slide (5–8 halaman)
Bobot: 10% | Kriteria: Rubrik Analisis ML
Preview Pertemuan 6: Machine Learning 2
  • Decision trees & Random Forest: ML yang bisa dijelaskan
  • Clustering (K-Means): segmentasi pelanggan tanpa label
  • Anomaly detection: mendeteksi pola tidak normal
  • Neural network: dasar deep learning untuk manajer
  • Sub-CPMK 6: (C3) Membandingkan teknik ML untuk berbagai masalah bisnis
Baca sebelum kuliah: Almeida (2024) Ch. 7–8 · Marr (2025) Ch. 4
Kecerdasan Buatan · PEBD6026 · Program Studi S1 Bisnis Digital
Fakultas Ekonomika dan Bisnis · Universitas Diponegoro

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.