stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-01
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 1: Lanskap Bisnis Berbasis AI & Imperatif Strategis

Lanskap Bisnis Berbasis AI & Imperatif Strategis

Memahami evolusi AI sebagai pendorong transformasi strategis dalam bisnis digital kontemporer

Kecerdasan Buatan Pertemuan 1 dari 14 CPL2 · CPL4 · CPL6

Agenda Pertemuan 1

Teori & Konsep
  • Evolusi AI: dari Turing Test hingga Generative AI
  • Terminologi kunci untuk manajer (ML, DL, NLP, GenAI)
  • AI sebagai pendorong transformasi strategis
Aplikasi & Praktik
  • Studi kasus AI di perusahaan Indonesia
  • Identifikasi tipe AI dalam konteks bisnis
  • Business Model Canvas berbasis AI
💡 Fokus Utama: Membingkai peluang dan masalah bisnis strategis yang dapat diatasi dengan pendekatan AI, serta mengartikulasikan proposisi nilainya (CPMK-1).

Tujuan Pembelajaran

Setelah pertemuan ini, mahasiswa mampu:

Kognitif (C2)
  • Menjelaskan evolusi AI dari era simbolik hingga generatif
  • Membedakan tipe-tipe AI secara konseptual
  • Mengartikulasikan urgensi adopsi AI dalam bisnis
Aplikatif
  • Mengidentifikasi area bisnis yang dapat diperkuat AI
  • Menganalisis studi kasus implementasi AI di Indonesia
  • Merumuskan proposisi nilai AI untuk sebuah bisnis
Sub-CPMK 1 CPMK-1 CPL2 · CPL4

Topik 1

Evolusi AI: Dari Mimpi Abadi ke Realitas Bisnis

Evolusi AI: Empat Gelombang

1950–1970: Era Simbolik
Turing Test (1950), Logic Theorist (1956). AI didefinisikan sebagai "mesin yang bisa berpikir." Fokus pada aturan logika dan simbolik.
1980–1990: Era Expert Systems
Sistem pakar untuk diagnosa medis dan konfigurasi. Keterbatasan: tidak bisa belajar dari data baru, maintenance mahal.
2000–2012: Era Machine Learning
Shift dari aturan ke data. Support Vector Machines, Random Forest. Data menjadi bahan bakar utama.
2012–Sekarang: Era Deep Learning & Generative AI
AlexNet (2012), Transformer (2017), GPT (2018), ChatGPT (2022). AI tidak hanya mengenali pola, tapi menciptakan konten.

Mengapa AI Meledak Sekarang?

📊
Data Melimpah

90% data dunia diciptakan dalam 2 tahun terakhir. Big Data + Cloud = bahan bakar AI.

Kekuatan Komputasi

GPU & TPU membuat training model jutaan parameter menjadi feasible dalam hitungan hari.

🔧
Algoritma Matang

Transformer (2017), Diffusion Models, RLHF. Arsitektur yang scalable dan generalizable.

🎯 Konvergensi Tiga Faktor: AI tidak baru, tetapi konvergensi data, komputasi, dan algoritma pada tahun 2020-an menciptakan "inflection point" untuk adopsi massal.

Studi Kasus: AI di Indonesia

🏦 BRI — BRILiaN

Chatbot AI melayani jutaan nasabah setiap bulan. Mengurangi beban call center manusia dan meningkatkan resolusi first-contact.

Tipe AI: NLP · Conversational AI
🚗 Gojek — Dynamic Pricing

Algoritma ML mengoptimalkan harga berdasarkan demand real-time, cuaca, dan event lokal. Meningkatkan efisiensi penugasan driver.

Tipe AI: Machine Learning · Predictive Analytics
🛒 Tokopedia — Rekomendasi

Sistem rekomendasi berbasis collaborative filtering dan deep learning. Meningkatkan conversion rate dan basket size.

Tipe AI: Deep Learning · Recommender System
🌾 eFishery — IoT & AI

Sensor IoT + AI mengoptimalkan pemberian pakan ikan. Mengurangi waste dan meningkatkan yield petani ikan.

Tipe AI: IoT + Predictive Analytics

Topik 2

Terminologi Kunci untuk Manajer Digital

Terminologi AI: Hierarki Konsep

🧠 Artificial Intelligence (AI)

Bidang luas: membuat mesin meniru kecerdasan manusia—belajar, bernalar, memecahkan masalah, memahami bahasa.

📈 Machine Learning (ML)

Subset AI di mana mesin belajar dari data tanpa diprogram eksplisit. Fokus: pola, prediksi, klasifikasi.

🗣️ Natural Language Processing (NLP)

Subset AI untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia. Chatbot, terjemahan, analisis sentimen.

🧬 Deep Learning (DL)

Subset ML dengan neural network banyak lapisan. Mampu menangkap pola kompleks dalam gambar, suara, teks.

✨ Generative AI (GenAI)

Subset DL yang menciptakan konten baru: teks, gambar, kode, musik. GPT, DALL-E, Midjourney.

Dua Paradigma AI untuk Manajer

🔍 Discriminative AI

"Mengenali dan membedakan"

  • Klasifikasi: spam vs. bukan spam
  • Prediksi: churn, harga, demand
  • Segmentasi: clustering pelanggan
  • Contoh: credit scoring, fraud detection
Fokus: Keputusan berbasis data
🎨 Generative AI

"Menciptakan sesuatu yang baru"

  • Generasi teks: draft email, laporan
  • Generasi kode: programming assistant
  • Generasi gambar: marketing asset
  • Contoh: ChatGPT, Copilot, DALL-E
Fokus: Produktivitas & inovasi
💡 Insight: Perusahaan tidak harus memilih salah satu. Discriminative AI untuk optimasi dan pengambilan keputusan; Generative AI untuk produktivitas karyawan dan inovasi produk.

Latihan: Identifikasi Tipe AI

🎯 Soal: Klasifikasikan Aplikasi Berikut

Tentukan apakah aplikasi berbasis AI berikut termasuk Discriminative atau Generative:

NoAplikasiTipe AIAlasan Singkat
1Sistem deteksi penipuan transaksi di bank??
2Chatbot yang membuat draft email balasan pelanggan??
3Algoritma rekomendasi film di Netflix??
4AI yang menghasilkan desain logo dari deskripsi teks??
5Model prediksi churn pelanggan telekomunikasi??
⏱️ Waktu: 5 menit diskusi berpasangan. Setelah itu kita bahas bersama.

Topik 3

AI sebagai Pendorong Transformasi Strategis

AI Value Chain: Di Mana AI Menambah Nilai?

📥
Data Collection

Sensor, transaksi, log, perilaku pengguna

🧹
Data Preparation

Cleaning, labeling, feature engineering

🧠
Model Training

ML, DL, fine-tuning pada data bisnis

⚙️
Deployment

API, cloud, edge computing, integrasi sistem

📊
Decision Support

Insight, prediksi, rekomendasi untuk manajer

💰
Business Impact

Revenue ↑, cost ↓, risk ↓, innovation ↑

🔑 Kunci: Nilai AI tidak dihasilkan oleh model itu sendiri, tetapi oleh integrasi model ke dalam proses bisnis yang sudah ada.

Mengubah Business Model dengan AI

Value Proposition
  • Personalization at scale (1-to-1 marketing)
  • Produk yang self-improving (continuous learning)
  • Pengalaman pelanggan prediktif (anticipate needs)
Customer Segments
  • Micro-segmentation (ribuan segmen, bukan 4-5)
  • Dynamic targeting berbasis perilaku real-time
Key Activities
  • Automasi proses operasional (RPA + AI)
  • Pengambilan keputusan berbasis data (augmented)
  • Inovasi produk dengan generative AI
Cost Structure
  • Shift dari fixed cost (manusia) ke variable cost (API)
  • Investasi data infrastructure dan talent

Perbandingan: AI-Native vs. AI-Augmented

DimensiAI-Native CompanyAI-Augmented CompanyTraditional Company
StrategiAI adalah core business modelAI mengoptimasi existing businessAI belum diadopsi
ContohTesla, Netflix, TikTokBRI, Gojek, TokopediaPerusahaan konvensional
DataData as primary assetData as supporting assetData underutilized
TalentaAI engineers + domain expertsDomain experts + AI toolsDomain experts only
DecisionAlgorithmic-firstHuman-in-the-loopIntuition/experience
SkalabilitasNear-zero marginal costImproved efficiencyLinear cost growth
RisikoTech obsolescence, regulationIntegration failure, biasCompetitive irrelevance
🎯 Pertanyaan Strategis: Perusahaan tempat Anda bekerja (atau yang Anda rancang) ingin menjadi AI-native, AI-augmented, atau tetap traditional? Implikasinya berbeda untuk struktur organisasi, talenta, dan investasi.

Dampak AI Berdasarkan Industri

IndustriAplikasi AI UtamaPotensi DampakContoh Indonesia
PerbankanFraud detection, credit scoring, robo-advisoryRisk ↓ 30%, Cost ↓ 20%BRI, BCA, Jenius
E-CommerceRekomendasi, dynamic pricing, chatbotRevenue ↑ 15-25%Tokopedia, Shopee, Blibli
TelekomunikasiChurn prediction, network optimizationChurn ↓ 25%, Capex ↓Telkomsel, XL, Indosat
ManufakturPredictive maintenance, quality controlDowntime ↓ 40%Astra, Semen Indonesia
KesehatanDiagnosis imaging, drug discoveryAccuracy ↑, Time ↓Halodoc, Alodokter
PertanianPrecision farming, yield predictionYield ↑ 20%eFishery, HARA

Urgensi AI untuk Manajer: Mengapa Sekarang?

⏰ Jendela Waktu Menyempit

Perusahaan yang mengadopsi AI sekarang membangun data moat dan learning advantage yang sulit dikejar kompetitor nanti. AI bukan zero-sum, tapi winner-take-most.

📉 Cost of Inaction

Bukan cuma "kehilangan peluang", tapi biaya untuk tidak bertindak meningkat eksponensial. Talent AI langka, data infrastructure butuh waktu.

💡 Paradoks AI untuk Manajer

Manajer tidak perlu menjadi data scientist, tetapi harus menjadi AI-literate manager—mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, mengevaluasi proposal AI, dan mengarahkan tim untuk mengintegrasikan AI dalam strategi bisnis.

🎯 Tiga Pertanyaan untuk Manajer
  1. Data apa yang kita miliki, dan apakah data itu bisa diakses, bersih, dan berlabel?
  2. Proses bisnis mana yang paling repetitif, data-intensive, dan high-volume?
  3. Apa keputusan strategis yang saat ini masih bergantung pada intuisi, tapi bisa diperkuat data?

Rangkuman Pertemuan 1

📚 Konsep Utama
  • AI berevolusi 70 tahun: simbolik → ML → DL → Generative
  • Konvergensi data, komputasi, algoritma = inflection point
  • Hierarki: AI ⊃ ML ⊃ DL ⊃ Generative AI
  • Discriminative AI (membedakan) vs. Generative AI (menciptakan)
🏢 Aplikasi Bisnis
  • AI mengubah value proposition, segments, activities, cost
  • AI-native vs. AI-augmented vs. traditional—implikasi berbeda
  • Industri Indonesia sudah terdisrupsi: banking, e-commerce, agri
  • Manajer harus AI-literate, bukan AI-engineer
"AI is not a technology issue; it is a business strategy issue."
— Iansiti & Lakhani, Competing in the Age of AI

Tugas & Referensi

📝 Tugas Individu (Deadline: Pertemuan 2)

Analisis AI di Perusahaan Pilihan:

  1. Pilih satu perusahaan Indonesia (boleh BUMN, startup, atau korporasi)
  2. Identifikasi minimal 2 aplikasi AI yang digunakan
  3. Klasifikasikan: Discriminative atau Generative?
  4. Analisis: apakah AI tersebut AI-native atau AI-augmented?
  5. Rumuskan proposisi nilai AI untuk perusahaan tersebut (1 paragraf)
  6. Format: 1-2 halaman, PDF, font 12pt, Times New Roman
Bobot: 5% | Kriteria: Rubrik Analitik
📖 Referensi Wajib
  • Iansiti, M., & Lakhani, K. R. (2020). Competing in the Age of AI. HBR Press.
  • Almeida, I. (2024). AI Fundamentals for Business Leaders. Now Next Later.
  • HBR (2023). HBR Guide to AI Basics for Managers. HBR Press.
🔗 Referensi Pendukung
  • Davenport, T. H. (2018). The AI Advantage. MIT Press.
  • Marr, B. (2025). AI Strategy. Wiley.
  • Mollick, E. (2024). Co-Intelligence. Penguin.

Pertanyaan & Preview Pertemuan 2

💬
Q&A

Pertanyaan, diskusi, atau studi kasus tambahan?

🔮 Pertemuan 2: Data sebagai Aset Strategis
  • Data sebagai bahan bakar revolusi AI
  • Kualitas vs. kuantitas data
  • Strategi manajemen data untuk inisiatif AI
  • Sub-CPMK 2: (C4) Analisis data sebagai aset strategis
📚 Baca: Almeida (2024) Ch. 3-4 · Provost & Fawcett (2013) Ch. 1-2
Kecerdasan Buatan · PEBD6026 · Program Studi S1 Bisnis Digital
Fakultas Ekonomika dan Bisnis · Universitas Diponegoro