stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-14
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 14: Penjatahan Modal (Capital Rationing) & Integrasi Bisnis Plan
Program Studi Manajemen • FEB UNDIP

Anggaran dan Perencanaan Bisnis

Pertemuan 14 — Penjatahan Modal (Capital Rationing) & Integrasi Bisnis Plan

Ketika dana terbatas dan proyek mengantre — cara ilmiah memilih kombinasi terbaik dan menyusun bisnis plan yang siap diajukan ke bank atau OJK.

RPS MINGGU 15 • SUB-CPMK 15 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu melakukan penjatahan investasi dalam anggaran terbatas (Sub-CPMK 15). Secara rinci:

CAPAIAN 1
DEFINISI
Mendefinisikan capital rationing (penjatahan modal) & membedakan hard rationing dari soft rationing dengan contoh konteks perusahaan Indonesia.
CAPAIAN 2
KLASIFIKASI
Mengklasifikasikan proyek ke dalam kategori independent, mutually exclusive (saling mengecualikan), dan dependent/contingent (bergantung).
CAPAIAN 3
HITUNG PI
Menghitung PI (Profitability Index — indeks profitabilitas), menyusun ranking, dan memilih kombinasi optimal dalam batas anggaran tanpa kesalahan aritmetika.
CAPAIAN 4
INTEGRASI
Mengintegrasikan empat aspek bisnis plan (pasar, teknis, manajemen, keuangan) menjadi kesimpulan kelayakan komprehensif sesuai format OJK/BKPM.

Masalah Nyata: Dana Rp 1 Miliar, 5 Proyek Mengantri

PT Arjuna Nusantara punya anggaran investasi Rp 1.000 juta tahun ini. Ada 5 proyek yang semuanya NPV-positif. Mana yang dipilih?

ProyekInvestasi (Rp juta)NPV (Rp juta)
A400120
B300105
C25090
D20060
E15030
TOTAL1.300405
Masalah: Total investasi semua proyek = Rp 1.300 juta > Rp 1.000 juta anggaran. Tidak bisa ambil semua! — Pilih A+B+C? Atau A+C+D+E? Atau cara lain?
Blok 1 dari 4
Capital Rationing:
Mengapa Anggaran Selalu Terbatas
Definisi · Hard vs Soft Rationing · Implikasi untuk Pengambilan Keputusan

Definisi Capital Rationing: Pilih Terbaik dari yang Terbatas

Capital rationing (penjatahan modal) — situasi di mana perusahaan tidak dapat atau tidak mau mendanai semua proyek NPV-positif karena anggaran investasi dibatasi pada jumlah tertentu.

Dunia Ideal (Pasar Modal Sempurna)
  • Pinjam dana sebanyak apapun, biaya tetap
  • Ambil semua proyek dengan NPV > 0
  • Tidak ada keterbatasan modal
  • ✓ Tidak ada capital rationing
Dunia Nyata (Indonesia)
  • Biaya utang naik saat leverage (rasio utang) terlalu tinggi
  • Bank/kreditur menolak pinjaman baru
  • Pemilik membatasi anggaran demi kontrol
  • ✗ Capital rationing terjadi

Hard vs Soft Rationing: Bedanya Krusial

DimensiHard RationingSoft Rationing
SumberPasar modal eksternalKebijakan manajemen internal
Bisa dinegosiasi?Tidak — pasar menolakYa — bisa diajukan ke direksi
Penyebab umumKrisis kredit, peringkat utang rendah, UMKM tanpa agunanTarget leverage, budget tahunan, kehati-hatian manajemen
Contoh IndonesiaUMKM ditolak bank karena tanpa agunan memadaiHolding BUMN batasi CAPEX (pengeluaran modal) anak usaha per PMK
Respons optimalPilih kombinasi PI tertinggi dalam batas mutlakOptimalkan dulu, lalu ajukan case untuk tambah anggaran

Anchor Indonesia: Holding BUMN & Perusahaan Keluarga Menjelang IPO

Kasus 1 — MIND ID (Soft Rationing)
  • MIND ID (holding pertambangan BUMN: ANTAM, PTBA, Freeport Indonesia) menetapkan CAPEX konsolidasi tahunan via PMK
  • Anak usaha bersaing mengajukan proyek; total proposal selalu melebihi anggaran induk
  • Mekanisme: anak usaha ranking proyek dengan PI → holding pilih kombinasi tertinggi
  • Soft rationing — bisa diajukan ke holding
Kasus 2 — Perusahaan Keluarga & IPO di BEI
  • Sebelum IPO (Initial Public Offering — penawaran saham perdana): akses modal terbatas → hard rationing ketat
  • Menjelang/setelah IPO di BEI (Bursa Efek Indonesia): akses rights issue + obligasi korporat → soft rationing
  • Dilema: ekspansi agresif vs kontrol keluarga (hindari dilusi — penurunan persentase kepemilikan)
Blok 2 dari 4
Tiga Kategori Proyek:
Independent · Mutually Exclusive · Dependent
Kategori menentukan cara memilih — pastikan Anda mengklasifikasi dengan benar sebelum menghitung

Independent: Pilih Semua yang NPV > 0 (kalau ada dana)

Proyek independent — proyek-proyek yang tidak saling mempengaruhi. Keputusan memilih proyek A tidak mempengaruhi manfaat atau biaya proyek B, dan keduanya bisa dijalankan bersamaan.

Aturan Seleksi
  • Tanpa capital rationing: Terima SEMUA proyek dengan NPV > 0 (atau IRR > hurdle rate — tingkat hambatan minimum)
  • Dengan capital rationing: Ranking dengan PI → pilih kombinasi dalam batas anggaran
Contoh: PT Indofood — Ekspansi Independen
  • Pabrik mie baru di Semarang
  • Pabrik bumbu di Surabaya
  • Gudang distribusi di Medan
  • Ketiganya bisa berjalan bersamaan — satu tidak membatalkan yang lain
Proyek AProyek BProyek CNPV>0 ✓ TerimaNPV<0 ✗ Tolak

Mutually Exclusive: Hanya Satu yang Bisa Dipilih

Proyek mutually exclusive (saling mengecualikan) — proyek-proyek yang bersaing untuk fungsi yang sama; memilih satu secara otomatis menolak yang lain.

Aturan Seleksi
  • Skala sama → pilih NPV tertinggi
  • Skala berbeda → potensi konflik NPV vs PI → analisis incremental (perbandingan arus kas tambahan)
  • PI bukan kriteria utama untuk mutually exclusive
Contoh Indonesia
  • PT Semen Indonesia: kiln konvensional vs kiln efisiensi tinggi — hanya satu di pabrik yang sama
  • Distributor: gudang lokasi A vs lokasi B di kota yang sama
  • BBCA (Bank BCA): sistem core banking A vs B — pilih satu platform
ProyekNPV (Rp juta)Keputusan
X200✓ Pilih X
Y150✗ Tolak

Dependent/Contingent: Proyek A Mensyaratkan Proyek B

Proyek dependent/contingent (bergantung) — Proyek A hanya bisa dijalankan jika proyek B juga dijalankan; ada syarat ketergantungan teknis atau operasional.

Dua Sub-Tipe
  • Complementary (saling melengkapi): A dan B harus dipilih bersama, tidak bisa salah satu saja
  • Contingent (bersyarat): A boleh dipilih sendiri, tetapi B hanya bisa dipilih jika A sudah dipilih terlebih dahulu
Contoh Industri Indonesia
  • PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di pabrik Karawang → mensyaratkan upgrade jaringan listrik internal sebagai prasyarat
  • Platform e-commerce → mensyaratkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) sebagai fondasi
Proyek A(prasyarat)Proyek B(contingent)Pilih B tanpa A = tidak valid
Implikasi: Saat evaluasi, paketkan proyek yang dependent dan hitung NPV gabungan — baru bandingkan dengan proyek lain sebagai satu unit.
Blok 3 dari 4
Profitability Index &
Optimasi Kombinasi Proyek
Rumus PI · Ranking · Pemilihan kombinasi terbaik dalam batas anggaran · Masalah multi-periode

Profitability Index (PI): Ranking dalam Keterbatasan

PI = PV Arus Kas Masuk / ICF = (NPV + ICF) / ICF = NPV / ICF + 1
Jembatan konsep: Dari Pertemuan 13: NPV = PV arus kas masuk − ICF. Maka PV arus kas masuk = NPV + ICF. Itulah mengapa ketiga bentuk PI menghasilkan angka yang sama persis. ICF = Initial Cash Flow (investasi awal — nilai absolut); PV = Present Value (nilai kini).
PI > 1
LAYAK
ekuivalen NPV > 0
PI = 1
BEP
Break-even (NPV = 0)
PI < 1
TOLAK
NPV negatif
Interpretasi: PI = 1,30 → setiap Rp 1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp 1,30 nilai sekarang — keuntungan bersih Rp 0,30 per rupiah investasi. Dalam capital rationing: ranking dari PI tertinggi ke terendah → pilih dari atas hingga anggaran habis.

HDN-1: Lima Proyek Independent — Pilih Kombinasi Optimal (Rp 1 M)

Anggaran tersedia: Rp 1.000 juta

LangkahPerhitunganNilai PI
1a · Proyek A (ICF 400, NPV 120)PI = 120/400 + 1 = 0,3000 + 11,3000
1b · Proyek B (ICF 300, NPV 105)PI = 105/300 + 1 = 0,3500 + 11,3500
1c · Proyek C (ICF 250, NPV 90)PI = 90/250 + 1 = 0,3600 + 11,3600 ▲
1d · Proyek D (ICF 200, NPV 60)PI = 60/200 + 1 = 0,3000 + 11,3000
1e · Proyek E (ICF 150, NPV 30)PI = 30/150 + 1 = 0,2000 + 11,2000
Ranking: C > B > A ≥ D > EPilih C (sisa 750) → B (sisa 450) → A (sisa 50)D=200 tdk muat
Kombinasi optimal C + B + A: Total investasi = 250 + 300 + 400 = Rp 950 juta (sisa Rp 50 juta) — Total NPV = 90 + 105 + 120 = Rp 315 juta
Bandingkan C+B+D+E = 900 juta → NPV hanya Rp 285 juta (lebih rendah Rp 30 juta).

Analisis HDN-1: Mengapa Kombinasi PI-Ranked Lebih Baik?

Intuisi fundamental: PI mengukur "NPV yang dihasilkan per rupiah yang diinvestasikan" — alat ukur efisiensi modal. Dalam capital rationing, kita mengalokasikan sumber daya langka.
Strategi SeleksiProyek DipilihTotal InvestasiTotal NPV
Pilih NPV absolut terbesarA (400) + B (300) + C (250)Rp 950 jtRp 315 jt
Pilih PI tertinggi (benar)C (250) + B (300) + A (400)Rp 950 jtRp 315 jt
Pilih terbanyak (kecil dulu)E+D+C+B = 4 proyekRp 900 jtRp 285 jt
Limitasi PI: Ada sisa anggaran Rp 50 juta yang tidak terpakai. Optimasi sempurna membutuhkan integer programming (pemrograman bilangan bulat — metode optimasi matematika dengan variabel biner 0/1). Dalam praktik, Excel Solver atau LINGO dipakai untuk skala besar.

Coba Sendiri: Ranking PI & Kombinasi Proyek Optimal

Ubah batas dana yang tersedia dan lihat kombinasi proyek pilihan (ranking PI) berubah otomatis, lengkap dengan sisa anggaran yang tak terpakai.

HDN-2: Tiga Proyek Mutually Exclusive — Konflik NPV vs PI

PT Bintang Perkasa harus memilih SATU mesin produksi dari tiga pilihan (fungsi sama).

LangkahPerhitunganNilai
Mesin A — ICF Rp 500 jt, NPV Rp 200 jtPI = 200/500 + 1 = 0,400 + 1PI = 1,400 ▲ (PI tertinggi)
Mesin B — ICF Rp 800 jt, NPV Rp 280 jtPI = 280/800 + 1 = 0,350 + 1PI = 1,350
Mesin C — ICF Rp 1.200 jt, NPV Rp 360 jtPI = 360/1.200 + 1 = 0,300 + 1PI = 1,300
Ranking NPV: C (360) > B (280) > A (200)NPV menunjuk Mesin C✓ Pilih C
Analisis incremental C vs A: ΔI = 700, ΔNPV = 160PI incremental = 160/700 + 1 = 1,2291,229 > 1 ✓
Analisis incremental C vs B: ΔI = 400, ΔNPV = 80PI incremental = 80/400 + 1 = 1,2001,200 > 1 ✓
KONFLIK: PI menunjuk A (1,400), NPV menunjuk C (Rp 360 jt). Untuk proyek mutually exclusive → NPV absolut tertinggi = kriteria utama. Pilih Mesin C. Analisis incremental mengonfirmasi: tambahan investasi di C worthwhile di kedua perbandingan.

Resolusi Konflik NPV vs PI: Kapan Gunakan Apa?

SituasiAlat UtamaAlasan
Independent, anggaran tak terbatasNPVTerima semua NPV > 0
Independent, capital rationingPI (ranking)Efisiensi modal per rupiah
Mutually exclusive, skala samaNPV tertinggiPilih yang paling menambah nilai absolut
Mutually exclusive, skala berbedaNPV tertinggi + cek incrementalPI bisa menyesatkan di sini
Dependent/contingentNPV gabungan paketTidak bisa dipisah
Jangan salah: PI < NPV bukan berarti proyek lebih jelek secara absolut. PI mengukur efisiensi; NPV mengukur nilai total. Analogi: PI = "miles per liter" (efisiensi BBM); NPV = kapasitas angkut kargo. Untuk memilih satu kendaraan angkut barang besar → kapasitas angkut (NPV) yang menentukan.

Masalah Multi-Periode (Lorie-Savage) & Integer Programming

Lorie-Savage Problem (1955)
  • PI hanya optimal untuk satu periode dengan satu anggaran
  • Ketika anggaran ada di Tahun 1 dan Tahun 2 (multi-periode), ranking PI sederhana tidak cukup
  • Contoh: Anggaran Th-1 Rp 1 M & Th-2 Rp 800 jt; proyek punya profil pengeluaran berbeda tiap tahun
  • Dinamakan dari James Lorie & Leonard Savage ("Three Problems in Rationing Capital," Journal of Business, 1955)
Integer Programming — Solusi Formal
  • Variabel keputusan: xᵢ ∈ {0, 1} (ambil proyek i atau tidak)
  • Fungsi tujuan: Maksimumkan Σ NPVᵢ × xᵢ
  • Kendala: Σ ICFᵢ × xᵢ ≤ Anggaran (tiap periode)
  • Diselesaikan dengan Excel Solver, LINGO, atau Python scipy.optimize
  • Ranking PI tetap berguna sebagai aproksimasi cepat pertama
1 anggaran (T1)Ranking PIOK ✓|2 anggaran (T1+T2) → Lorie-Savage → Integer Prog.Excel Solver / LINGOvariabel biner 0/1 per proyek
Blok 4 dari 4
Integrasi Bisnis Plan
Komprehensif
Empat aspek kelayakan → satu kesimpulan terintegrasi → siap diajukan ke bank, OJK, atau BKPM

Empat Pilar Bisnis Plan yang Wajib Terintegrasi

Pilar 1
PASAR
Analisis permintaan, segmen target, proyeksi penjualan, kompetitor.
Output: proyeksi pendapatan yang realistis & defensible.
Pilar 2
TEKNIS
Kapasitas produksi, teknologi, lokasi, layout, BOM (Bill of Materials).
Output: biaya produksi & CAPEX (ICF) yang akurat.
Pilar 3
MANAJEMEN
Struktur organisasi, tim inti, kompetensi SDM, rencana rekrutmen.
Output: biaya SDM & keyakinan eksekusi.
Pilar 4
KEUANGAN
Proyeksi arus kas, laporan proforma, NPV/IRR/PI, sensitivitas.
Output: kesimpulan kelayakan finansial & rekomendasi.
Kunci konsistensi: Asumsi penjualan di Aspek Pasar harus persis sama dengan angka pendapatan di Aspek Keuangan. Jika ada perbedaan, dokumen tidak konsisten dan akan langsung dipertanyakan oleh analis kredit bank atau OJK.

Aspek Pasar & Teknis: Landasan Asumsi Keuangan

Aspek Pasar — Linkage ke Keuangan
  • Ukuran pasar (TAM/SAM/SOM — Total/Serviceable/Obtainable Addressable Market) → proyeksi unit terjual
  • Harga jual & elastisitas → proyeksi pendapatan
  • Pertumbuhan pasar (CAGR — Compound Annual Growth Rate) → growth rate arus kas
  • Analisis kompetitor → market share & pricing power
  • Sumber data kredibel: BPS (Badan Pusat Statistik), Nielsen, asosiasi industri, laporan OJK/BI
Aspek Teknis — Linkage ke Keuangan
  • Kapasitas mesin/pabrik → batas produksi (ceiling)
  • BOM (Bill of Materials — daftar rinci bahan baku per unit) → HPP per unit
  • CAPEX detail → ICF dalam NPV (jangan lupa biaya instalasi & commissioning)
  • Masa manfaat aset → periode depresiasi sesuai PSAK 16 (standar aset tetap)
Referensi harga mesin Indonesia: katalog distributor resmi, e-catalogue LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Depresiasi: PSAK 16 — masa manfaat berdasarkan estimasi ekonomis, bukan semata kebijakan pajak.

Aspek Manajemen & Keuangan: Konvergensi ke Kelayakan

Aspek Manajemen
  • Struktur organisasi + jabatan kunci
  • CV singkat pendiri/tim inti (relevansi industri)
  • Kebutuhan SDM & rencana rekrutmen → biaya gaji (fixed cost)
  • Tata kelola & rencana suksesi → risiko operasional
  • Bank sangat memperhatikan track record tim — rencana bagus + tim lemah = ditolak
Aspek Keuangan — Komponen Wajib
  • Proyeksi FCF (Free Cash Flow — arus kas bebas) 5–10 tahun
  • Laporan L/R proforma (proyeksi) & neraca proforma
  • NPV positif, IRR > WACC (hurdle rate), PI > 1
  • DSCR ≥ 1,2× — standar minimum umum bank Indonesia (BRI/Mandiri/BNI)
  • Analisis sensitivitas: skenario pesimis–dasar–optimis
  • Struktur pembiayaan: ekuitas vs utang

Format OJK/BKPM: Studi Kelayakan untuk Pengajuan Kredit/Izin

TujuanDokumen UtamaAspek DitekankanPlatform
Kredit Bank (BRI/Mandiri/BNI)Studi Kelayakan + FS ProformaDSCR, agunan, arus kasPengajuan masing-masing bank
Izin PMDN/PMA (BKPM/OSS)Proposal Investasi + NIBNilai investasi, tenaga kerja, KBLIOSS (oss.go.id)
Pengawasan OJK (efek/fintech)Prospektus / Proposal PerizinanTata kelola, kepatuhan, modal minimumSPRINT (OJK)
Dana Pemerintah (BLU/PMN)Business Case + RKAPIRR, multiplier ekonomi, SDG linkageKemenkeu / Kementerian teknis
Glos: NIB = Nomor Induk Berusaha (identitas usaha via OSS — Online Single Submission); KBLI = Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (kode bidang usaha BPS/BKPM); SPRINT = Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi OJK.
Best practice: Sesuaikan kedalaman dan bahasa dengan audiens — banker bicara arus kas & agunan; regulator bicara kepatuhan; investor bicara imbal hasil & risiko.

Cheat Sheet: Capital Rationing — Panduan Keputusan

SituasiLangkah 1Langkah 2Keputusan
Independent, anggaran tak terbatasHitung NPVTerima semua NPV > 0
Independent, capital rationingHitung PI = NPV/ICF + 1Ranking PI; pilih dari atasKombinasi PI tertinggi dalam batas
Mutually exclusive, skala samaHitung NPVPilih NPV tertinggi
Mutually exclusive, skala berbedaHitung NPV + PICek analisis incrementalNPV tertinggi (dominan)
Dependent/contingentPaketkan A+BHitung NPV gabunganTerima/tolak sebagai satu paket
Multi-periode (Lorie-Savage)Identifikasi kendala tiap periodeInteger programming / SolverSolusi optimal matematis
Rumus wajib ingat:   PI = NPV/ICF + 1  |  PI > 1 → Layak  |  PI < 1 → Tolak  |  DSCR ≥ 1,2× → Syarat kredit bank Indonesia

Peta Besar Perkuliahan: Dari Anggaran ke Bisnis Plan Utuh

"Setiap pertemuan adalah satu batu bata — P14 adalah atapnya."

Fondasi (P1–P3)Tujuan Perusahaan · LingkunganKeuangan · Konsep AnggaranAnggaran Operasi (P4–P8)Penjualan → Produksi → BiayaSDM → KasAnggaran Keuangan (P9–P11)L/R Proforma → Neraca Proforma→ Arus Kas ProformaEvaluasi Proyek (P12–P13)Arus Kas Proyek · NPV / IRRMIRR / PIIntegrasi Akhir (P14)Capital RationingPI ranking · Kombinasi optimalHard vs Soft · ME vs DependentIntegrasi Bisnis PlanPasar · Teknis · Manajemen · KeuanganDSCR ≥ 1,2x · OJK/BKPMKeputusan InvestasiSiap bank / OJK / investor

Penutup & Refleksi Akhir Semester

Yang Sudah Anda Kuasai Semester Ini
  • Menyusun semua komponen anggaran (penjualan, produksi, biaya, kas, keuangan proforma)
  • Mengevaluasi proyek dengan NPV, IRR, MIRR, dan PI
  • Memilih kombinasi proyek terbaik dalam keterbatasan anggaran (capital rationing)
  • Mengintegrasikan aspek pasar, teknis, manajemen, dan keuangan menjadi bisnis plan komprehensif
Langkah Berikutnya
  • Ujian Akhir Semester: Kuasai HDN-1 (capital rationing + PI) dan HDN-2 (mutually exclusive + incremental analysis)
  • Dunia kerja: Kemampuan ini langsung aplikatif di posisi keuangan, analis bisnis, konsultan, atau wirausaha
  • DSCR ≥ 1,2× — ingat angka ini saat pertama kali Anda mengajukan kredit investasi
"Anggaran bukan sekadar tabel angka — ia adalah peta perjalanan bisnis yang Anda pilih."

📖 Baca juga: Npv Vs Irr — penjelasan mendalam dan contoh numerik.