stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Evaluasi Aspek Manajemen dan Organisasi
Program Studi Manajemen  ·  FEB UNDIP

Anggaran dan Perencanaan Bisnis

Pertemuan 10 — Evaluasi Aspek Manajemen dan Organisasi

Sebuah ide bisnis layak secara pasar dan teknis bisa tetap gagal jika tidak ada orang yang tepat untuk menjalankannya. Hari ini kita menilai kelayakan dari aspek manajemen dan organisasi — dari menjadwalkan pembangunan sampai menghitung biaya gaji.

RPS Minggu 11  ·  Sub-CPMK 11  ·  2 × 50 Menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menilai kelayakan bisnis dari aspek manajemen serta menyusun organisasi dan kebutuhan SDM-nya (Sub-CPMK 11). Secara rinci:

Capaian 1 — Proyek vs Operasi
Membedakan manajemen masa pembangunan dan masa operasi; menentukan jalur kritis jadwal proyek dengan metode PERT/CPM.
Capaian 2 — Badan Usaha
Memilih bentuk badan usaha (PT/CV/perseorangan/koperasi) dan memahami implikasi legal & perizinan OSS.
Capaian 3 — Organisasi & SDM
Menyusun bagan organisasi, job description, dan job specification untuk posisi kunci bisnis.
Capaian 4 — Biaya SDM & Kelayakan
Menghitung kebutuhan & biaya gaji sebagai input anggaran; menyimpulkan kelayakan aspek manajemen.

Produknya Bagus, Pasarnya Ada — Kok Bisa Bangkrut?

Banyak bisnis dengan produk hebat tetap tutup. Sering bukan karena pasar, tetapi karena manajemen dan orang.

Gejala yang Sering Terlihat
  • Pemilik merangkap semua peran
  • Tidak ada uraian tugas yang jelas
  • Proyek pembangunan molor berbulan-bulan
  • Gaji membengkak tak terkendali
  • Konflik peran antar-anggota tim
Akar Masalahnya
  • Struktur organisasi kabur — siapa bertanggung jawab atas apa?
  • Jadwal pembangunan tanpa jalur kritis
  • Kebutuhan & biaya SDM tak dihitung sejak awal
  • Aspek manajemen tidak direncanakan dengan serius
Studi kelayakan yang baik tidak berhenti di angka untung-rugi. Aspek manajemen menjawab pertanyaan paling dasar: apakah bisnis ini benar-benar bisa dijalankan oleh orang?
Bagian 1 dari 4
Dua Wajah Aspek Manajemen
Mengelola bisnis saat dibangun (manajemen proyek) berbeda dari saat beroperasi (manajemen operasional). Lalu: cara menjadwalkan pembangunan dan menemukan jalur kritis.
Proyek Operasi Jalur Kritis

Masa Pembangunan (Proyek) vs Masa Operasi (Operasional)

Satu bisnis menempuh dua fase manajemen yang berbeda tujuan dan ritmenya.

AspekMasa Pembangunan — Manajemen ProyekMasa Operasi — Manajemen Operasional
SifatSementara, ada awal–akhirRutin, berkelanjutan
TujuanSelesai tepat waktu, mutu, biayaJalan efisien & untung tiap hari
FokusJadwal, jalur kritis, kontraktorProduksi, layanan, kepegawaian
Risiko utamaMolor, cost overrunMutu turun, biaya operasi naik
Alat khasGantt chart, PERT/CPM, jaringan kerjaSOP, anggaran operasional, KPI
Aturan praktis: selama masih membangun, ukurannya 'selesai tepat waktu & sesuai anggaran'; setelah beroperasi, ukurannya 'efisien & menguntungkan'.

Menjadwalkan Pembangunan: Gantt Chart & Jaringan Kerja

Sebelum membangun, susun urutan pekerjaan dan berapa lama tiap pekerjaan. Dua alat saling melengkapi:

Gantt Chart (Batang Waktu)
Mgg:1234567PerizinanRenovasiPengadaanInstalasi
Tiap aktivitas = batang horizontal sepanjang durasinya. Mudah dibaca: menunjukkan kapan tiap pekerjaan berjalan & tumpang tindih.
Jaringan Kerja (Network)
ABCDEF
Aktivitas = simpul/anak panah dengan ketergantungan (mana selesai lebih dulu). Menjawab urutan & mencari jalur kritis.
Gantt menjawab 'kapan'; jaringan kerja menjawab 'urutan & mana yang menentukan total waktu'. Keduanya dipakai bersama.

Jalur Kritis (PERT/CPM) — Logika ES, EF, LS, LF

Jalur kritis = rangkaian aktivitas terpanjang dari awal ke akhir. Ia menentukan durasi minimum proyek; molor di sini = seluruh proyek molor.

ES — Earliest Start
Paling cepat aktivitas bisa mulai (setelah semua pendahulunya selesai).
EF — Earliest Finish
ES + durasi. Paling cepat aktivitas bisa selesai.
LS — Latest Start
Paling lambat boleh mulai tanpa memundurkan proyek.
LF — Latest Finish
LS + durasi. Paling lambat boleh selesai.
Forward pass: EF = ES + dur  |  ES = max(EF semua pendahulu)
Backward pass: LS = LF − dur  |  LF = min(LS semua penerus)
Slack = LS − ES
Aktivitas dengan Slack = 0 berada di jalur kritis. Aktivitas dengan slack > 0 boleh molor sebatas slack tanpa menunda proyek.
ESDUREFLSSLACKLF

Hitung dari Nol — HDN-1: Jalur Kritis Pembangunan Kafe

Anda membangun sebuah kafe. Ada 7 aktivitas (durasi dalam minggu) dengan ketergantungan berikut. Tentukan jalur kritis & total durasi.

KodeAktivitasDurPendahulu
APerizinan (OSS/PBG)3
BRenovasi bangunan6A
CPengadaan peralatan4A
DInstalasi listrik & air3B
EPemasangan peralatan2C
FInterior & uji coba2D, E
GRekrut & latih staf2F
AktESEFLSLFSlackKritis?
A03030
B39390
C376103
D9129120
E7910123
F121412140
G141614160
Jalur kritis = A → B → D → F → G. Total durasi = 16 minggu.
Jalur A–C–E–F–G hanya 13 mgg; C & E punya slack 3 minggu.

Membaca Jalur Kritis: Slack & Strategi Percepatan

Guna Slack (Kelonggaran)
Aktivitas non-kritis (C: pengadaan, E: pemasangan) boleh molor sampai 3 minggu tanpa menunda pembukaan. Ini ruang gerak untuk menata sumber daya & arus kas.
Cara Mempercepat (Crashing)
Untuk mempercepat pembukaan, percepat aktivitas di jalur kritis — terutama B (renovasi, 6 mgg). Mempercepat C/E tidak mengubah tanggal selesai sama sekali.
Miskonsepsi mahal: 'semua keterlambatan menunda proyek'. Salah. Hanya keterlambatan di jalur kritis yang menunda. Prioritaskan pengawasan & sumber daya di jalur kritis.
Catatan biaya: Mempercepat (crashing) biasanya menambah biaya (lembur, kontraktor tambahan). Layak hanya jika manfaat buka lebih awal > tambahan biaya.

Coba Sendiri: Temukan Jalur Kritis & Slack-nya

Ubah durasi salah satu aktivitas dan lihat ES/EF/LS/LF, slack, serta jalur kritis di jaringan kerja terhitung ulang otomatis.

Bagian 2 dari 4
Badan Usaha & Legalitas
Memilih bentuk badan usaha — PT, CV, perseorangan, koperasi — dan memahami implikasi tanggung jawab, pajak, serta perizinan lewat OSS.
PerseoranganCVKomanditerPTPerseroan TerbatasKoperasiKoperasi

Memilih Bentuk Badan Usaha

KriteriaPerseoranganCVPTKoperasi
Badan hukum?BukanBukan (perdata)YaYa
Tanggung jawabTak terbatas (harta pribadi)Sekutu aktif tak terbatasTerbatas pada modal disetorTerbatas pada simpanan
PendirianPaling mudah/murahSedangAkta notaris + SK KemenkumhamRapat anggota + akta
Akses modalTerbatas (pemilik)SedangLuas (saham, bahkan IPO)Dari anggota
Cocok untukUsaha mikro/kecilUsaha kecil-menengahSkala menengah-besar, banyak mitraUsaha bersama anggota
Prinsip: semakin besar skala & semakin banyak modal/mitra, semakin condong ke PT. Tanggung jawab terbatas PT melindungi harta pribadi pemilik bila bisnis bangkrut.

Implikasi Legal & Perizinan via OSS

Setelah memilih bentuk, bisnis butuh legalitas untuk beroperasi sah. Pintu utamanya kini satu: OSS (Online Single Submission).

Identitas Usaha
NIB (Nomor Induk Berusaha) — nomor identitas berusaha, terbit otomatis lewat OSS. Wajib untuk hampir semua usaha di Indonesia.
Izin Berbasis Risiko
Sejak UU Cipta Kerja, izin mengikuti tingkat risiko usaha. Risiko rendah cukup NIB; makin tinggi risiko, makin banyak syarat tambahan.
Pajak & Kewajiban
NPWP, kewajiban PPh Badan 22% (untuk PT), serta PPN efektif 11% (PMK 131/2024) bila omzet melewati ambang PKP.
Alur ringkas: pilih bentuk → akta (PT/CV) → daftar OSS → terbit NIB → penuhi izin sesuai risiko → operasi sah.

UMKM Tumbuh Jadi PT: Kapan Saatnya "Naik Kelas"?

Banyak bisnis Indonesia lahir sebagai usaha perseorangan, lalu naik kelas menjadi PT saat tumbuh. Kapan momen yang tepat?

Tanda Saatnya Tetap Kecil Dulu
  • Omzet masih kecil & stabil
  • Pemilik tunggal, risiko hukum rendah
  • Tidak butuh modal dari luar
  • Biaya & rumitnya PT belum sebanding manfaatnya
Tanda Saatnya Naik Jadi PT
  • Butuh modal dari investor/mitra
  • Ingin melindungi harta pribadi dari risiko bisnis
  • Bermitra/tender dengan korporasi/pemerintah (sering syaratkan PT)
  • Berencana ekspansi besar atau IPO
Pola umum di Indonesia: warung makan kecil → berkembang jadi jaringan → didirikan PT agar bisa menerima investor, membuka cabang, & melindungi pemilik. Setiap perubahan bentuk punya biaya (notaris, kepatuhan) yang masuk anggaran.
Bagian 3 dari 4
Organisasi & Sumber Daya Manusia
Menggambar bagan organisasi, menyusun uraian tugas (job description) dan kualifikasi (job specification), lalu menghitung kebutuhan & biaya tenaga kerja sebagai input anggaran.
Rp ✓

Struktur & Bagan Organisasi (Organizational Chart)

Bagan organisasi memetakan jabatan, garis perintah, dan siapa melapor kepada siapa. Untuk bisnis baru, mulai dari yang ramping.

Pemilik / Manajer KafeSupervisorBaristaKokiPelayanKasirStafKebersihan
Rentang Kendali
Jumlah bawahan yang wajar diawasi satu atasan. Jangan terlalu lebar agar pengawasan efektif.
Kesatuan Perintah
Tiap orang punya satu atasan langsung agar tidak bingung menerima perintah ganda.
Ramping Dulu
Bisnis baru tidak perlu banyak lapisan. Tambah seiring pertumbuhan.

Analisis Jabatan: Job Description vs Job Specification

Untuk tiap kotak di bagan, susun dua dokumen kembar — hasil dari analisis jabatan (job analysis).

Job Description — Uraian Tugas
Menjawab "apa yang dikerjakan".

Isi: nama jabatan, tugas & tanggung jawab utama, kepada siapa melapor, wewenang, ukuran keberhasilan.

Fokus pada pekerjaan.
Job Specification — Spesifikasi Jabatan
Menjawab "siapa yang cocok mengisi".

Isi: pendidikan minimal, pengalaman, keterampilan, sertifikasi, sifat/kompetensi.

Fokus pada orang.
Jembatan ingatan: Description = pekerjaannya; Specification = orangnya.
Job spec dipakai saat merekrut & menyeleksi; job desc dipakai saat menilai kinerja.

Latihan: Job Desc + Job Spec untuk 3 Posisi Kunci Kafe

PosisiJob Description — Apa DikerjakanJob Specification — Syarat Orang
Manajer KafeMemimpin operasi harian, kelola anggaran & stok, awasi staf, jaga mutu & target penjualan; melapor ke PemilikS1 (manajemen/bisnis), pengalaman ≥2 thn, kepemimpinan, paham keuangan dasar
BaristaMenyeduh kopi sesuai standar, layani pelanggan, jaga kebersihan bar, kelola stok bahan; melapor ke SupervisorSMA/SMK, sertifikat/pengalaman barista, ramah, telaten, tahan berdiri lama
KasirCatat transaksi, terima pembayaran, buat laporan kas harian, jaga akurasi uang; melapor ke SupervisorSMA/SMK, teliti & jujur, mampu operasikan POS/kasir, cepat berhitung
Pola yang sama diterapkan ke semua posisi. Hasilnya: job spec → dasar pemasangan lowongan; job desc → dasar penilaian kinerja.

Dari Bagan ke Daftar Kebutuhan Tenaga Kerja

Tiap kotak di bagan diterjemahkan menjadi berapa orang dibutuhkan. Daftar ini disebut manpower plan / staffing plan.

PosisiJumlah Orang
Manajer Kafe1
Supervisor1
Barista3
Koki2
Pelayan4
Kasir1
Staf Kebersihan1
Total13
Dasar Penentuan Jumlah
Jumlah ditentukan oleh beban kerja & jam operasi, bukan tebakan. Kafe buka panjang & ramai butuh lebih banyak barista/pelayan (sistem shift).
Total 13 orang ini menjadi dasar hitung biaya gaji di slide berikut — jembatan langsung ke anggaran.

Estimasi Biaya Tenaga Kerja

Dari daftar kebutuhan, hitung biaya gaji — komponen besar dalam anggaran operasional.

Biaya gaji/bulan = Σ (Jumlah orang ᵢ × Gaji per orang ᵢ)
Biaya gaji/tahun = Biaya gaji/bulan × 12  +  THR (≈ 1× gaji bulanan)  = × 13 bulan
Catatan Penting
  • Gaji acuan: UMK/UMP wilayah setempat sebagai dasar minimal yang sah; posisi terampil/manajerial di atasnya.
  • Jangan lupa beban di luar gaji pokok: THR (wajib, PP 36/2021), BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan, tunjangan, lembur.
  • Untuk latihan ini: fokus gaji pokok + THR; sebut komponen lain sebagai catatan.

Hitung dari Nol — HDN-2: Biaya Gaji Tahunan Kafe

Dari roster 13 orang, dengan gaji acuan kisaran UMK Jawa Tengah (estimasi), hitung total biaya gaji per bulan dan per tahun.

PosisiJmlGaji/bln (Rp)Subtotal/bln (Rp)
Manajer Kafe15.000.0005.000.000
Supervisor13.500.0003.500.000
Barista32.800.0008.400.000
Koki23.000.0006.000.000
Pelayan42.500.00010.000.000
Kasir12.600.0002.600.000
Staf Kebersihan12.400.0002.400.000
Total/bulan1337.900.000
LangkahPerhitunganNilai (Rp)
Per tahun (×12)37.900.000 × 12454.800.000
THR (≈ 1 bln)+ 37.900.00037.900.000
Total + THR (×13)37.900.000 × 13492.700.000
Biaya gaji ≈ Rp 454,8 juta/tahun (gaji pokok)
≈ Rp 492,7 juta/tahun bila THR diperhitungkan.
Angka ini masuk ke proyeksi laba-rugi & arus kas.
* Angka gaji = estimasi kisaran UMK Jawa Tengah. Sesuaikan kota & tahun saat dipakai.

Biaya Gaji sebagai Input Anggaran & Proyeksi Keuangan

Angka biaya SDM dari aspek manajemen mengalir ke laporan keuangan proyeksi. Inilah mengapa aspek manajemen tak boleh dipisah dari aspek keuangan.

Masuk ke Laba-Rugi
Biaya gaji menjadi beban operasi (sebagian beban penjualan/administrasi). Mengurangi laba sebelum pajak. Salah hitung gaji = salah proyeksi laba.
Masuk ke Arus Kas
Gaji dibayar tiap bulan (THR sekali setahun) → arus kas keluar rutin. Bisnis harus punya kas cukup tiap bulan, bukan hanya "untung di atas kertas".
Bagan OrganisasiKebutuhan SDMBiaya GajiRp 454,8 jt/thnLaba-RugiArus KasKelayakanFinansial
Aturan emas: aspek manajemen yang baik menghasilkan angka, bukan sekadar narasi. Bagan → SDM → biaya gaji → proyeksi → kelayakan finansial.
Bagian 4 dari 4
Kelayakan Aspek Manajemen & Penutup
Kriteria menyimpulkan layak/tidaknya bisnis dari sisi manajemen, rangkuman peta konsep, dan latihan kelas.

Kriteria Kelayakan dari Aspek Manajemen

Aspek manajemen dinyatakan LAYAK bila bisnis bisa dikelola, distaf, dan dijadwalkan secara realistis. Checklist:

  • Struktur jelas — ada bagan organisasi dengan pembagian tugas & garis perintah yang masuk akal.
  • SDM tersedia & terjangkau — kebutuhan tenaga kerja realistis, kualifikasi bisa dipenuhi pasar tenaga kerja setempat, biaya gaji terjangkau dalam anggaran.
  • Badan usaha & legalitas sesuai — bentuk badan usaha cocok dengan skala & risiko; perizinan (NIB/OSS) bisa dipenuhi.
  • Jadwal pembangunan realistis — ada jaringan kerja & jalur kritis; durasi proyek wajar dan terkelola.
  • Tim/manajemen kompeten — ada (atau bisa direkrut) orang dengan kapasitas memimpin bisnis ini.
Verdict: bila sebagian besar kriteria terpenuhi → LAYAK dari aspek manajemen. Bila ada penghambat fatal (mis. tak ada SDM kunci, biaya gaji jauh melebihi kemampuan) → TIDAK LAYAK atau perlu revisi rencana.

Peta Konsep — Aspek Manajemen & Organisasi

Blok 1 — Dua Wajah ManajemenProyek (sementara)Gantt · Jaringan KerjaJalur Kritis (PERT/CPM)Operasi (rutin)SOP · Anggaran · KPIBlok 2 — Badan Usaha & LegalPerseorangan / CV / PT / KopTanggung jawab & pajakOSS → NIBIzin berbasis risikoPPh Badan 22% · PPN 11%Blok 3 — Organisasi & SDMBagan OrganisasiJob Desc + Job SpecManpower Plan (13 orang)Biaya Gaji Rp 454,8 jt/thn(+THR = Rp 492,7 jt/thn)Blok 4 — KelayakanChecklist 5 kriteriaLAYAKREVISITIDAK LAYAKBENANG MERAH:Bagan Organisasi → Kebutuhan SDM → Biaya Gaji → Proyeksi Keuangan → Kelayakan Finansial
Aspek manajemen selalu berujung pada angka: jadwal proyek dan biaya gaji yang masuk ke proyeksi keuangan.

Diskusi & Latihan Kelas

Latihan 1 — Jalur Kritis
Proyek punya 5 aktivitas:
P (2 mgg, awal) · Q (4 mgg, stlh P) · R (3 mgg, stlh P) · S (2 mgg, stlh Q) · T (2 mgg, stlh R & S)

Tentukan jalur kritis & total durasi.
Petunjuk: hitung maju ES/EF dulu; perhatikan T menunggu dua pendahulu.
Latihan 2 — Biaya SDM
Sebuah klinik butuh:
1 dokter (Rp 12 jt/bln) · 2 perawat (Rp 4 jt) · 1 admin (Rp 3,5 jt) · 1 kebersihan (Rp 2,5 jt)

Hitung biaya gaji per bulan & per tahun (+THR 1 bln).
Diskusi
Anda mendirikan startup teknologi bersama 3 teman, butuh modal investor. Bentuk badan usaha apa yang Anda pilih dan mengapa? Kaitkan dengan tanggung jawab, akses modal, dan legalitas.
Kerjakan Latihan 1 & 2 dengan tabel langkah (seperti HDN). Jawaban lengkap: Lampiran B materi kuliah.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya

Yang Sudah Anda Kuasai Hari Ini
  • Beda manajemen proyek vs operasi + jalur kritis (PERT/CPM)
  • Pilih bentuk badan usaha & legalitas OSS/NIB
  • Bagan organisasi + job description/specification
  • Hitung kebutuhan & biaya gaji tahunan (13 orang, Rp 454,8 jt–492,7 jt)
  • Kriteria kelayakan aspek manajemen
Persiapan Pertemuan Berikutnya
  • Bawa biaya gaji & biaya SDM yang sudah Anda hitung
  • Angka ini akan masuk ke proyeksi keuangan (laba-rugi & arus kas) di bahasan aspek keuangan
  • Siapkan satu ide bisnis Anda untuk dilatih bagan organisasinya
Pesan kunci: aspek manajemen menjawab "apakah bisnis ini bisa dijalankan oleh orang" — dan jawabannya selalu berujung pada angka (jadwal & biaya gaji) yang masuk ke anggaran.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.