stdsquare²
Kelas
stdsquare / Kelas / Anggaran dan Perencanaan Bisnis / Pertemuan 9: Evaluasi Aspek Teknik dan …
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
FEB UNDIP · Anggaran dan Perencanaan Bisnis

Anggaran dan Perencanaan Bisnis

Pertemuan 9 · Evaluasi Aspek Teknik dan Teknologi

Setelah tahu berapa yang bisa dijual, kini kita jawab: di mana, seberapa besar, dan dengan apa memproduksinya — lalu hitung berapa modal aktiva tetap yang dibutuhkan.

RPS Minggu 10 · Sub-CPMK 10 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu mengevaluasi aspek teknik & teknologi dan mengestimasi kebutuhan investasi aktiva tetap (Sub-CPMK 10). Secara rinci:

Capaian 1 — Lokasi
📍
Scoring Berbobot
Memilih lokasi usaha terbaik dengan metode scoring berbobot atas beberapa faktor & alternatif secara objektif.
Capaian 2 — Kapasitas
⚙️
Terpasang vs Efektif
Membedakan kapasitas terpasang vs efektif dan menentukan kapasitas dari target penjualan.
Capaian 3 — Investasi
🏗️
Capital Outlay
Menyusun daftar kebutuhan investasi aktiva tetap dan menghitung total nilainya dengan lengkap.
Capaian 4 — Penyusutan
📉
Garis Lurus
Menghitung penyusutan tahunan metode garis lurus — konsekuensi finansial kepemilikan aktiva tetap.

Tiga Pertanyaan Teknik yang Menentukan Berapa Modal Anda

Bayangkan Anda hendak mendirikan pabrik keripik di Jawa Tengah. Sebelum bicara untung-rugi, tiga keputusan teknik ini sudah mengunci sebagian besar modal Anda:

Keputusan 1
DI MANA?
Lokasi
Pabrik di KIK Kendal (infrastruktur lengkap, lahan mahal) atau pinggiran (lahan murah, akses sulit)? — keputusan lokasi.
Keputusan 2
BERAPA?
Kapasitas
Bangun untuk 180.000 unit/tahun atau langsung 400.000 unit? Terlalu kecil = kehilangan pasar; terlalu besar = mesin menganggur.
Keputusan 3
DENGAN APA?
Teknologi
Mesin impor otomatis (mahal, hemat tenaga kerja) atau semi-manual (murah, padat karya)? — keputusan teknologi.
Ketiga jawaban inilah yang akan kita ubah menjadi angka rupiah investasi di akhir pertemuan — angka yang menjadi modal awal proyek.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Aspek Teknik Penting & Memilih Lokasi
Tujuan analisis aspek teknik dalam studi kelayakan, faktor-faktor penentu lokasi, dan metode menilai lokasi secara objektif.
Tujuan Faktor Lokasi Scoring

Apa yang Dinilai dalam Analisis Aspek Teknik?

Analisis aspek teknik/operasi memastikan bisnis bisa diproduksi secara teknis dan menghitung sumber daya fisik yang dibutuhkan. Sasarannya:

Tujuan Analisis
  • Menentukan lokasi usaha yang paling menguntungkan
  • Menentukan skala/kapasitas produksi yang optimal
  • Memilih teknologi, mesin & peralatan yang tepat
  • Merancang tata letak (layout) fasilitas yang efisien
  • Mengestimasi kebutuhan investasi aktiva tetap
Pertanyaan Kunci
  • Di mana sebaiknya didirikan?
  • Seberapa besar harus dibangun?
  • Teknologi apa yang dipakai?
  • Bagaimana fasilitas ditata?
  • Berapa rupiah aktiva yang dibutuhkan?
Output akhir aspek teknik = angka total investasi aktiva tetap, yang menjadi initial investment untuk analisis kelayakan finansial.

Faktor-Faktor Penentu Lokasi Usaha

Tidak ada lokasi yang sempurna di semua faktor. Yang dicari adalah lokasi dengan kombinasi terbaik. Faktor utama:

FaktorPertanyaan Kunci
Dekat bahan bakuApakah pasokan dekat & murah diangkut?
Dekat pasarApakah dekat konsumen/saluran distribusi?
Tenaga kerjaApakah tersedia & upahnya wajar?
InfrastrukturListrik, air, jalan, pelabuhan memadai?
Biaya lahan/operasiHarga/sewa lahan & biaya operasi kompetitif?
Faktor lain yang sering dipertimbangkan: perizinan & insentif pemerintah (mis. kawasan industri/KEK), dampak lingkungan/pengelolaan limbah, keamanan, serta ruang perluasan di masa depan.

Coba Sendiri: Layak Disewa atau Dibeli? Hitung Trade-off Lokasi

Slide tadi menyebut biaya lahan sebagai faktor kunci. Tetapi keputusan sewa vs beli punya implikasi kas yang berbeda — coba hitung trade-off-nya.

Metode Scoring Berbobot — Memilih Lokasi Secara Objektif

Agar tidak memilih berdasarkan firasat, kita beri bobot pada tiap faktor (sesuai kepentingannya) dan skor pada tiap lokasi, lalu hitung skor tertimbang.

$\text{Skor Tertimbang} = \sum (\text{bobot faktor} \times \text{skor lokasi})$
1 Tentukan faktor penilaian (mis. 5 faktor utama).
2 Beri bobot tiap faktor; total bobot = 100% (atau 1,0).
3 Beri skor tiap lokasi per faktor (mis. skala 1–5; 5 = terbaik).
4 Kalikan bobot × skor, lalu jumlahkan per lokasi.
5 Pilih lokasi dengan skor tertimbang tertinggi.
Kunci kejujuran metode ini: bobot ditentukan dulu sebelum melihat skor, supaya tidak "disetel" agar lokasi favorit menang.

Hitung dari Nol — HDN-1: Memilih Lokasi Pabrik Keripik

Tiga alternatif lokasi di Jawa Tengah dinilai pada 5 faktor (skor 1–5; 5 = terbaik). Pilih lokasi terbaik.

Faktor (bobot)A: KIK KendalB: KIW SemarangC: Pinggiran/Boja
Dekat bahan baku (0,30)4 → 1,203 → 0,903 → 0,90
Dekat pasar (0,25)5 → 1,254 → 1,002 → 0,50
Tenaga kerja (0,15)4 → 0,604 → 0,605 → 0,75
Infrastruktur (0,15)5 → 0,754 → 0,602 → 0,30
Biaya lahan/operasi (0,15)2 → 0,303 → 0,455 → 0,75
SKOR TERTIMBANG4,103,553,20
Pemenang: Lokasi A (KIK Kendal), skor 4,10. Meski biaya lahannya termahal (skor terendah), keunggulan pasar & infrastruktur membuatnya unggul secara keseluruhan.

Coba Sendiri: Rakit Skor Tertimbang untuk Lokasi Anda

Slide sebelumnya menjelaskan metode scoring. Sekarang coba sendiri: beri bobot pada faktor, beri skor pada beberapa calon lokasi, dan lihat lokasi mana yang menang.

Bagian 2 dari 4
Skala Produksi, Teknologi & Tata Letak
Menentukan seberapa besar dibangun (kapasitas terpasang vs efektif), memilih teknologi & mesin yang tepat, dan menata fasilitas agar efisien.
Kapasitas Teknologi Layout

Kapasitas Terpasang vs Kapasitas Efektif

Spesifikasi mesin menyebut kapasitas maksimum teoretis. Kenyataannya, mesin tidak bisa jalan 100% terus-menerus. Bedakan keduanya:

Terpasang (Installed)
100%
Kemampuan teoretis maksimum
Kemampuan produksi maksimum teoretis mesin jika berjalan ideal tanpa henti. Angka di brosur/spesifikasi pabrik.
Efektif (Actual)
~80%
Terpasang × faktor efisiensi
Kemampuan produksi nyata setelah dikurangi perawatan, setup, ganti cetakan, dan downtime. Ini patokan yang benar.
Terpasang: 240.000 unit (100%)Efektif: 192.000 unit (80%)
Salah kaprah klasik: merencanakan produksi berdasarkan kapasitas terpasang. Yang benar: pakai kapasitas efektif sebagai patokan, karena itulah yang sungguh-sungguh bisa diproduksi.

Latihan Terbimbing — Kapasitas dari Target Penjualan

Dari aspek pasar (Pertemuan 8), target penjualan tahun 1 = 180.000 unit. Mesin: 100 unit/jam, 8 jam/hari, 300 hari kerja/tahun, efisiensi 80%. Apakah satu lini cukup?

LangkahPerhitunganNilai
1. Kapasitas terpasang100 unit/jam × 8 jam × 300 hari240.000 unit/thn
2. Kapasitas efektif240.000 × 80%192.000 unit/thn
3. Bandingkan vs target192.000 vs 180.000Cukup ✓
4. Utilisasi180.000 ÷ 192.00093,75%
Satu lini cukup (efektif 192.000 ≥ target 180.000), beroperasi pada utilisasi ~93,75%. Jika target naik ke 250.000 unit → 192.000 tidak cukup → butuh 2 lini.

Coba Sendiri: Mana Bottleneck yang Mematikan Kapasitas Produksi?

Latihan kapasitas tadi mengasumsikan satu lini mulus. Di dunia nyata, satu mesin terlambat bisa mematikan seluruh lini. Coba identifikasi bottleneck-nya.

Memilih Teknologi & Mesin yang Tepat

Teknologi paling canggih belum tentu paling tepat. Pilih yang sesuai skala, modal, dan ketersediaan tenaga kerja.

Padat Modal (Otomatis)
🤖
Mesin otomatis/impor
Keunggulan: kualitas konsisten, kapasitas besar, hemat upah jangka panjang.

Kelemahan: investasi besar, butuh teknisi ahli, suku cadang impor (terpapar kurs).
Padat Karya (Semi-Manual)
👷
Banyak tenaga kerja manusia
Keunggulan: investasi kecil, menyerap lapangan kerja, fleksibel.

Kelemahan: kualitas kurang seragam, sulit menaikkan kapasitas cepat.
Kriteria pemilihan: (1) kesesuaian dengan kapasitas; (2) ketersediaan suku cadang & teknisi; (3) keandalan & purnajual; (4) harga & dampak kurs mesin impor; (5) kemudahan pengoperasian.

Tata Letak (Layout) Fasilitas yang Efisien

Penataan mesin, gudang, dan alur kerja menentukan kelancaran & biaya produksi. Tiga pola dasar:

Layout Proses
Fungsi
Per jenis mesin
Mesin dikelompokkan per jenis fungsi. Cocok produk beragam/volume kecil (bengkel, percetakan, jasa).
Layout Produk (Lini)
Alur
Urutan proses produksi
Mesin disusun mengikuti urutan proses. Cocok produk seragam/volume besar (pabrik keripik, perakitan).
Layout Posisi Tetap
Diam
Produk tidak bergerak
Produk diam, pekerja & alat datang ke produk. Cocok produk besar (kapal, gedung, pesawat).
Tujuan layout yang baik: meminimalkan jarak & waktu perpindahan bahan, mencegah arus bolak-balik, dan menjaga keselamatan kerja.
Bagian 3 dari 4
Mengestimasi Investasi Aktiva Tetap & Penyusutan
Menyusun daftar kebutuhan investasi (capital outlay), menjumlahkannya menjadi total investasi, lalu menghitung penyusutan tahunan metode garis lurus.
$\text{Penyusutan} = \frac{\text{Harga Perolehan} - \text{Nilai Sisa}}{\text{Umur}}$

Investasi Aktiva Tetap — Tulang Punggung Modal Proyek

Aktiva tetap = harta berwujud berumur panjang (>1 tahun) yang dipakai untuk operasi, bukan untuk dijual. Enam kategori yang lazim dibutuhkan:

Tanah
Lokasi pabrik/usaha.
Tidak disusutkan — umur dianggap tak terbatas.
Bangunan
Pabrik, gudang, kantor.
Disusutkan selama umur ekonomisnya.
Mesin
Alat produksi utama.
Harga perolehan = harga beli + ongkos kirim + pemasangan.
Peralatan
Alat pendukung & utilitas (genset, pompa, forklift, dst).
Kendaraan
Operasional & distribusi (truk, pick-up, kendaraan dinas).
Teknologi
Sistem IT, ERP, perangkat lunak, lisensi jangka panjang.
Penting: tanah TIDAK disusutkan (umur dianggap tak terbatas); semua aktiva lain disusutkan karena nilainya menurun seiring pemakaian.

Menyusun Daftar Kebutuhan Investasi (Capital Outlay)

Daftar investasi disusun per jenis aktiva, dengan kuantitas, harga satuan, dan total. Template kolomnya:

Jenis AktivaKuantitasHarga SatuanTotalUmur (thn)Nilai Sisa
Tanah… m²Rp …/m²Rp …
Bangunan… m²Rp …/m²Rp …20Rp …
Mesin… unitRp …/unitRp …10Rp …
Peralatan… setRp …Rp …8Rp …
Kendaraan… unitRp …/unitRp …8Rp …
Teknologi… paketRp …Rp …5Rp …
TOTALRp …
Sertakan biaya pemasangan, ongkos kirim, & pelatihan ke dalam harga perolehan mesin — bukan hanya harga belinya. Tambahkan modal kerja awal secara terpisah saat menyusun initial investment.

Hitung dari Nol — HDN-2a: Total Investasi Aktiva Tetap

Pabrik keripik di KIK Kendal (hasil HDN-1). Susun daftar investasi & jumlahkan. (Semua angka ilustratif untuk pembelajaran.)

Jenis AktivaRincianTotal (Rp)
Tanah2.000 m² × Rp 1.500.000/m²3.000.000.000
Bangunan pabrik & gudang800 m²2.400.000.000
Mesin produksi impor2 unit1.800.000.000
Peralatan pendukung & utilitas1 set450.000.000
Kendaraan operasional2 unit600.000.000
Teknologi/sistem IT & perangkat lunak1 paket250.000.000
TOTAL INVESTASI AKTIVA TETAP8.500.000.000
Total investasi aktiva tetap = Rp 8.500.000.000 (Rp 8,5 miliar). Inilah komponen terbesar initial investment proyek — sebelum ditambah modal kerja awal.

Penyusutan (Depresiasi) — Metode Garis Lurus

Aktiva tetap (selain tanah) nilainya menurun seiring pemakaian. Penyusutan mengalokasikan penurunan itu sebagai biaya tiap tahun secara merata.

$\text{Penyusutan/tahun} = \frac{\text{Harga Perolehan} - \text{Nilai Sisa}}{\text{Umur Ekonomis}}$
Keterangan Variabel
  • Harga Perolehan: seluruh biaya sampai aktiva siap dipakai (harga beli + ongkos kirim + pemasangan)
  • Nilai Sisa: perkiraan nilai jual di akhir umur (salvage value)
  • Umur Ekonomis: lama aktiva dapat digunakan secara menguntungkan
Mini Contoh — Mesin
162 jt
per tahun
(Rp 1.800 jt − Rp 180 jt) ÷ 10 thn = Rp 162 jt/tahun
Disebut "garis lurus" karena beban penyusutan sama besar tiap tahun — kalau digambar, grafiknya garis lurus mendatar.

Hitung dari Nol — HDN-2b: Penyusutan Tahunan Pabrik Keripik

Dari daftar HDN-2a, hitung penyusutan tiap aktiva (garis lurus) lalu jumlahkan. Ingat: tanah tidak disusutkan.

AktivaHP (jt)Sisa (jt)UmurPenyusutan/thn
Tanah3.000Tidak disusutkan
Bangunan2.40024020 thn(2.400−240)÷20 = Rp 108 jt
Mesin1.80018010 thn(1.800−180)÷10 = Rp 162 jt
Peralatan450458 thn(450−45)÷8 = Rp 50,625 jt
Kendaraan600608 thn(600−60)÷8 = Rp 67,5 jt
Teknologi25005 thn(250−0)÷5 = Rp 50 jt
TOTAL PENYUSUTAN/TAHUNRp 438,125 jt
Total penyusutan = Rp 438.125.000/tahun. Ini biaya non-tunai yang masuk laporan laba rugi & menjadi tax shield dalam analisis arus kas proyek.

Coba Sendiri: Hitung Harga Pokok Produk Sebelum Mengajukan Kredit Investasi

Penyusutan yang baru Anda hitung akan masuk ke harga pokok produk. Sebelum mengajukan kredit investasi ke bank, pastikan harga pokok per unit Anda sehat.

Output Aspek Teknik → Initial Investment Proyek

Inilah jembatan ke analisis kelayakan finansial. Angka dari aspek teknik mengalir menjadi modal awal proyek:

Aktiva Tetap(HDN-2a)Rp 8.500 jt+Modal Kerja Awal(kas, bahan, gaji awal)Rp … (estimasi terpisah)=INITIAL INVESTMENTModal Awal Proyek→ NPV, IRR, Payback PeriodAnalisis Kelayakan FinansialNPV · IRR · Payback PeriodPenyusutan (HDN-2b) = Rp 438,125 jt/thn→ masuk proyeksi arus kas tahunan (biaya non-tunai / add-back)
Penyusutan (Rp 438,125 jt/thn) masuk proyeksi arus kas tahunan sebagai biaya non-tunai yang ditambahkan kembali (add-back) saat menghitung arus kas bersih.

Studi Kasus: Memilih Kawasan Industri di Jawa Tengah

Sebuah UMKM naik kelas hendak pindah dari rumah produksi ke kawasan industri. Dua pertimbangan berhadapan:

Kawasan Industri Resmi
KIK / KIW
Lahan & sewa lebih mahal
Kelebihan:
Izin terpadu, listrik/air andal, pengolahan limbah terpusat, akses pelabuhan/tol, potensi insentif fiskal (tax allowance/holiday di KEK).
Lokasi Mandiri (Pinggiran)
HEMAT
Lahan jauh lebih murah
Risiko tersembunyi:
Urus izin sendiri, risiko listrik/air tidak andal, kelola limbah sendiri, akses logistik lebih jauh — semua itu menambah biaya operasi.
Pelajaran: "lahan murah" di pinggiran sering tertutup oleh biaya tersembunyi (limbah, listrik, logistik). Metode scoring berbobot (HDN-1) memaksa kita menimbang semua faktor ini — bukan hanya harga lahan.

Lima Jebakan yang Sering Membuat Salah Estimasi

1
Pilih lokasi karena lahan termurah — abaikan biaya tersembunyi (limbah, listrik, logistik). Pakai scoring berbobot.
2
Rencanakan produksi pada kapasitas terpasang — lupa faktor efisiensi. Pakai kapasitas efektif.
3
Menyusutkan tanah — keliru. Tanah tidak disusutkan (umur dianggap tak terbatas).
4
Hitung investasi hanya dari harga mesin — lupa tanah, bangunan, kendaraan, ongkos kirim & pemasangan. Susun tabel semua aktiva.
5
Lupa modal kerja awal — investasi awal ≠ aktiva tetap saja. Tambahkan modal kerja.
Sebelum mengunci angka investasi: cek semua kategori aktiva masuk, cek tanah tidak disusutkan, cek kapasitas pakai efektif, dan jangan lupa modal kerja awal.

Cheat Sheet — Alur & Rumus Inti Aspek Teknik

LangkahInti / RumusOutput
1 Pilih lokasiΣ (bobot × skor) → tertinggi menangLokasi terpilih
2 Tentukan kapasitasTerpasang × efisiensi = efektifKapasitas dibutuhkan
3 Pilih teknologi/mesinSesuai kapasitas, modal, tenaga kerjaSpesifikasi mesin
4 Rancang tata letakMinimalkan jarak & waktu perpindahanDenah fasilitas
5 Estimasi investasiΣ semua aktiva tetap (6 kategori)Total investasi (Rp)
6 Hitung penyusutan(HP − Nilai Sisa) ÷ Umur EkonomisPenyusutan/thn
Output akhir: total investasiinitial investment (+modal kerja); penyusutan/thn → masuk proyeksi arus kas. Semuanya bermuara ke analisis kelayakan finansial.

Peta Konsep: Bagaimana Semua Terhubung

Aspek Pasar(Pertemuan 8)target jualASPEK TEKNIK& TEKNOLOGIPertemuan 9Sub-CPMK 10Lokasi (Scoring Berbobot)Kapasitas(Terpasang / Efektif)Teknologi & LayoutInvestasi Aktiva Tetap→ Penyusutan (garis lurus)KelayakanFinansialmodal awal
Aspek teknik bukan topik berdiri sendiri — ia menerima angka dari aspek pasar (target jual) dan memasok angka ke aspek finansial (modal awal & penyusutan).

Latihan & Diskusi Kelas

Latihan 1 — Scoring Lokasi
Pilih X atau Y?
Dua lokasi dinilai pada 3 faktor:
Pasar (bobot 0,5), Biaya (0,3), Tenaga kerja (0,2).

Lokasi X: skor 4 / 2 / 5
Lokasi Y: skor 3 / 4 / 3

Hitung skor tertimbang masing-masing & pilih pemenangnya. (Petunjuk: Σ bobot × skor)
Latihan 2 — Investasi & Penyusutan
Rp 2.000 jt?
Mesin Rp 800 jt (sisa Rp 80 jt, umur 8 thn)
Bangunan Rp 1.200 jt (sisa Rp 120 jt, umur 20 thn)

Hitung:
1. Total investasi aktiva tetap
2. Total penyusutan/tahun (garis lurus)

Susun tabel dulu sebelum menghitung!
Kerjakan 7 menit. Susun tabel dulu, cek bobot total = 1,0, ingat tanah/aktiva tanpa sisa diperlakukan dengan benar. Lalu kita bahas bersama.

Persiapan Pertemuan Berikutnya

Hari ini Anda belajar mengubah keputusan teknik menjadi angka investasi & penyusutan. Pertemuan depan, angka ini kita pakai dalam proyeksi arus kas & kelayakan finansial.

Pertemuan Berikutnya — Aspek Finansial
  • Initial investment dari aspek teknik sebagai titik awal
  • Proyeksi arus kas (penyusutan sebagai add-back)
  • Alat kelayakan: NPV, IRR, Payback Period
  • Keputusan: layak atau tidak layak dijalankan?
Tugas Mandiri — Latih
HDN-1 & HDN-2
Versi kasus Anda sendiri
Ulangi HDN-1 dan HDN-2 dengan kasus usaha pilihan Anda sendiri (pilih lokasi, tentukan kapasitas, susun daftar aktiva). Bawa hasilnya ke kelas berikutnya.
Kuasai dua perhitungan inti malam ini: scoring lokasi & investasi + penyusutan. Sampai jumpa di pembahasan Aspek Finansial / Kelayakan Investasi.

📖 Baca juga: 4 Metode Penyusutan & NPV vs IRR — kaitan penyusutan dengan arus kas & kelayakan investasi.