‹ Daftar slidePertemuan 8: Evaluasi Aspek Pasar dan Pemasaran dalam Perencanaan Bisnis
FEB UNDIP · Anggaran dan Perencanaan Bisnis
Aspek Pasar & Pemasaran
Pertemuan 8 · Evaluasi Aspek Pasar dan Pemasaran dalam Perencanaan Bisnis
Dari menyusun anggaran ke menilai kelayakan bisnis: mengestimasi peluang pasar, merancang strategi pemasaran, dan memutuskan apakah sebuah ide layak dari sisi pasar.
RPS Minggu 9 · Sub-CPMK 9 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengestimasi peluang pasar, merancang strategi pemasaran, dan menilai kelayakan aspek pasar (Sub-CPMK 9). Rinciannya:
Capaian 1 — Estimasi Pasar
1
Potensi Penjualan
Mengestimasi potensi penjualan dari ukuran pasar total × pangsa pasar realistis, diproyeksikan 5 tahun ke depan.
Capaian 2 — Peramalan
2
Least-Square
Memproyeksikan permintaan pasar dengan metode tren least-square dari data historis minimal 5 titik.
Capaian 3 — Strategi
3
STP + 4P
Menyusun matriks STP dan bauran pemasaran 4P sebagai strategi memenangkan pangsa pasar.
Capaian 4 — Kelayakan
4
Putusan Layak/Tidak
Menyimpulkan layak/tidaknya aspek pasar dari gap permintaan–penawaran dan kriteria pangsa pasar.
Mengapa Begitu Banyak Bisnis Mati di Tahun Pertama?
Bukan karena produknya jelek. Sering kali karena salah membaca pasar sejak awal.
Salah Ukur Pasar
Gagal
Bisnis tutup dini
Pemilik yakin "semua orang akan beli", padahal segmen riil kecil dan pesaing sudah penuh. Penjualan jauh di bawah anggaran, kas habis.
Benar Ukur Pasar
Tumbuh
Bisnis berkembang
Pemilik mengukur permintaan, memilih segmen jelas, dan menetapkan pangsa realistis. Anggaran penjualan pijakannya kokoh.
Aspek pasar bukan formalitas proposal. Ia adalah uji nyawa sebuah ide bisnis — dan hari ini kita belajar mengujinya dengan angka, bukan harapan.
Bagian 1 dari 4
Dari Anggaran Operasional ke Studi Kelayakan
Di mana letak aspek pasar dalam peta perencanaan bisnis — dan mengapa ia selalu dievaluasi paling dahulu.
Jembatan: Anggaran Operasional → Business Plan
Anggaran menjawab bagaimana menjalankan; studi kelayakan menjawab apakah layak dimulai. Keduanya bertemu di satu angka: ramalan penjualan.
Salah di hulu (estimasi pasar) → seluruh hilir (anggaran & proyeksi keuangan) ikut salah. Itulah mengapa aspek pasar wajib akurat.
Studi Kelayakan Bisnis & Tujuh Aspek yang Dievaluasi
Studi kelayakan menilai sebuah ide dari banyak sisi. Lazimnya tujuh aspek, dievaluasi berurutan:
Aspek
1
Pasar & Pemasaran
Aspek
2
Teknis & Operasi
Aspek
3
Manajemen & SDM
Aspek
4
Hukum & Legalitas
Aspek
5
Lingkungan
Aspek
6
Sosial-Ekonomi
Aspek
7
Keuangan
Urutan bukan kebetulan: kalau aspek pasar (1) gagal, aspek lain tak perlu dilanjutkan — tidak ada gunanya menghitung pabrik untuk produk yang tak ada pembelinya.
Mengapa Aspek Pasar Menjadi Gerbang Pertama
Output-nya Dipakai Aspek Lain
Input
untuk seluruh aspek berikutnya
Ramalan penjualan dari aspek pasar adalah input untuk aspek teknis (berapa kapasitas pabrik?) dan keuangan (berapa pendapatan proyeksi?).
Risiko Terbesar Ada di Sini
Filter
penyaring paling awal
Kegagalan paling sering bukan teknis, tapi tidak ada permintaan. Menyaring di sini = menghemat semua biaya analisis berikutnya.
Tiga pertanyaan inti aspek pasar: (1) Ada permintaan? (2) Seberapa besar bagian yang bisa kita raih? (3) Dengan strategi apa kita meraihnya?
Bagian 2 dari 4
Mengestimasi Peluang Pasar
Tiga tingkat permintaan, analisis permintaan vs penawaran, dan cara menghitung potensi penjualan dari pangsa pasar yang realistis.
Potensi Penjualan = Pasar Total × Pangsa Pasar
Tiga Tingkat Permintaan — Jangan Sampai Tertukar
1 · Permintaan Total
Pasar Potensial
seluruh industri
Seluruh permintaan suatu kategori produk di wilayah tertentu — semua pemain digabung. Paling besar.
2 · Permintaan Sasaran
Pasar Sasaran
segmen yang kita bidik
Bagian total yang benar-benar relevan dengan segmen yang kita bidik. Lebih kecil dari total.
3 · Permintaan Perusahaan
Bagian Kita
dasar ramalan penjualan
Bagian yang realistis kita raih = pasar sasaran × pangsa pasar kita. Inilah dasar ramalan penjualan.
Kesalahan klasik: menjadikan permintaan total sebagai ramalan penjualan. Itu seolah satu warung menguasai seluruh kota — mustahil.
Analisis Permintaan vs Penawaran → Market Gap
Peluang sejati = bagian permintaan yang belum terlayani penawaran yang ada. Inilah celah yang kita kejar.
Rumus Gap
D − S
Permintaan − Penawaran existing
Gap > 0 → ada ruang masuk. Gap ≤ 0 (pasar jenuh) → sinyal hati-hati.
Gap besar ≠ otomatis layak; ia hanya pintu. Apakah kita bisa mengisinya tergantung pangsa realistis, modal, dan strategi (bagian 3).
Rumus Potensi Pasar — Pendekatan Top-Down
Mulai dari yang besar (jumlah penduduk target), saring ke bawah sampai potensi penjualan kita.
Pasar Total = Penduduk Target × Konsumsi/Orang/Tahun × Harga
Potensi Penjualan = Pasar Total × Pangsa Pasar (%)
Penduduk Target
Jumlah orang dalam segmen yang disasar (usia, kota, dll.)
Tingkat Konsumsi
Frekuensi/volume beli per orang per tahun
Pangsa Pasar
Bagian yang realistis kita kuasai (%)
Sumber data Indonesia: BPS (jumlah & struktur penduduk, konsumsi per kapita), survei sektor, laporan tahunan emiten consumer untuk benchmark pangsa.
Hitung dari Nol — HDN-1: Potensi Penjualan Kedai Kopi
Ide bisnis: kedai kopi specialty di Kota Semarang. Pangsa 3%, pertumbuhan unit 10%/tahun. (Angka ilustratif — dalam praktik, ambil dari data BPS riil.)
Langkah
Perhitungan
Nilai
Penduduk target (usia 18–45)
asumsi ilustratif
600.000 orang
Konsumsi per orang/tahun
~24 cangkir/orang
24
Harga rata-rata per cangkir
asumsi ilustratif
Rp 25.000
Pasar total (unit)
600.000 × 24
14.400.000 cangkir
Pasar total (Rp)
14.400.000 × Rp 25.000
Rp 360.000.000.000
Pangsa realistis
3%
0,03
Potensi unit Th-1
14.400.000 × 3%
432.000 cangkir
Potensi Rp Th-1
432.000 × Rp 25.000
Rp 10.800.000.000
Ramalan penjualan Th-1 ≈ Rp 10,8 miliar dari pasar total Rp 360 miliar. Angka inilah yang masuk ke anggaran penjualan — bukan Rp 360 miliar-nya.
HDN-1 (lanjutan) — Proyeksi Penjualan 5 Tahun
Dengan pertumbuhan unit 10%/tahun dan harga tetap Rp 25.000:
Tahun
Perhitungan Unit
Unit (cangkir)
Penjualan (Rp)
Tahun 1
432.000 (dasar)
432.000
Rp 10.800.000.000
Tahun 2
432.000 × 1,10
475.200
Rp 11.880.000.000
Tahun 3
432.000 × 1,10²
522.720
Rp 13.068.000.000
Tahun 4
432.000 × 1,10³
574.992
Rp 14.374.800.000
Tahun 5
432.000 × 1,10⁴
632.491
Rp 15.812.280.000
Penjualan Th-1
Rp 10,8 M
dari pasar Rp 360 M (pangsa 3%)
Penjualan Th-5
Rp 15,8 M
tumbuh +10%/tahun selama 5 tahun
Pangsa Pasar (Market Share) yang Realistis — Bukan Optimis
Pangsa pasar adalah angka paling rawan dimanipulasi dalam bisnis plan. Tetapkan dengan dasar, bukan harapan.
Dasar yang Sah
Valid
Kapasitas produksi/layanan
Jumlah & kekuatan pesaing
Anggaran pemasaran
Jaringan distribusi
Benchmark pemain serupa
Tanda Bahaya
!
Pangsa "30% tahun pertama" tanpa dasar
Mengabaikan pesaing besar
Pangsa naik mulus tanpa batas kapasitas
Aturan praktis pemula: untuk pasar yang sudah ada pesaing mapan, pangsa single-digit (1–5%) di tahun-tahun awal jauh lebih kredibel daripada angka dua digit.
Bagian 3 dari 4
Strategi: STP & Bauran Pemasaran
Setelah tahu peluangnya, bagaimana cara meraihnya — memilih segmen (STP) dan menyusun bauran pemasaran (4P/7P).
Segmentasi – Targeting – Positioning (STP)
S · Segmentasi
S
Membagi pasar
Membagi pasar jadi kelompok yang homogen — berdasar geografi (kota), demografi (usia, pendapatan), psikografi (gaya hidup), perilaku (frekuensi beli).
T · Targeting
T
Memilih segmen
Memilih satu/beberapa segmen yang paling menarik & cocok dengan kekuatan kita (besar, tumbuh, persaingan masih longgar).
P · Positioning
P
Menanam citra
Menanam citra khas di benak konsumen — apa yang membuat kita berbeda dan layak dipilih (mis. "kopi lokal premium harga terjangkau").
STP menjawab: siapa pelanggan kita dan mengapa mereka memilih kita — fondasi sebelum menyusun 4P.
Bauran Pemasaran (Marketing Mix): 4P → 7P
P
Inti
Contoh Keputusan (Kedai Kopi)
Product
Apa yang dijual
Menu kopi specialty, kualitas biji, kemasan
Price
Berapa harganya
Rp 25.000/cangkir, paket member, diskon jam sepi
Place
Di mana & bagaimana sampai
Lokasi dekat kampus, layanan antar (GoFood/GrabFood)
Promotion
Bagaimana dikenal
Konten media sosial, grand opening, kerja sama komunitas
+3P untuk Jasa
People
Barista ramah & terlatih
Process
Alur pesan cepat
Physical Evidence
Interior nyaman, foto-able
4P menerjemahkan strategi STP menjadi tindakan nyata — dan tiap keputusan 4P berdampak pada angka penjualan & biaya di anggaran.
Matriks STP + 4P: Kedai Kopi Specialty Semarang
Elemen
Isi untuk "Kedai Kopi Specialty Semarang"
Segmentasi
Geo: Kota Semarang · Demo: usia 18–45, kelas menengah · Psiko: pencinta kopi & ruang kerja santai
Targeting
Mahasiswa & pekerja muda dekat kampus/perkantoran
Positioning
"Kopi lokal premium, tempat nyaman untuk kerja & nongkrong, harga terjangkau"
Product
Single-origin lokal, menu non-kopi, area kerja + Wi-Fi
Price
Rp 25.000/cangkir (menengah); paket member hemat
Place
Dekat kampus + layanan antar daring (GoFood/GrabFood)
Promotion
Media sosial, promo grand opening, kerja sama komunitas
Matriks ini menjelaskan asal-usul asumsi HDN-1 (pangsa 3%, harga Rp 25.000) dan membuat ramalan penjualan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagian 4 dari 4
Peramalan Permintaan & Putusan Kelayakan
Meramal permintaan dengan metode tren, mengubahnya menjadi anggaran penjualan, lalu memutuskan: aspek pasar ini layak atau tidak?
Y = a + bX
Dua Keluarga Metode Peramalan Permintaan
Time Series (Deret Waktu)
Historis
pola masa lalu → masa depan
Meramal dari pola data variabel itu sendiri. Contoh: tren least-square, rata-rata bergerak (moving average). Cocok bila pola masa lalu stabil.
Kausal (Sebab-Akibat)
Faktor
pemicu → permintaan
Meramal dari faktor penyebab. Contoh: penjualan = f(pendapatan, harga, populasi) → regresi. Cocok bila ada pemicu yang jelas & terukur.
Kualitatif (Pelengkap)
Pendapat ahli, survei niat beli, riset pasar — dipakai saat data historis minim (usaha baru). Bukan metode utama, tetapi penting sebagai pelengkap.
Untuk bisnis baru yang belum punya histori sendiri, gunakan data industri (BPS/asosiasi) sebagai proksi tren, lalu turunkan ke perusahaan via pangsa.
Tren Garis Lurus — Metode Kuadrat Terkecil (Least-Square)
Cari garis lurus Y = a + bX yang paling pas melalui titik-titik data. Trik mudah: kodekan X agar ΣX = 0.
Y = a + bX | a = ΣY / n | b = ΣXY / ΣX²
(Rumus a dan b di atas berlaku saat ΣX = 0)
Simbol
Arti
Cara menentukan
Y
Permintaan (yang diramalkan)
Dari data historis atau ramalan ke depan
X
Kode waktu (tahun)
Tahun tengah = 0; kiri: −1,−2; kanan: +1,+2
n
Jumlah data
Hitung titik data yang ada (min. 5)
a
Intercept — nilai Y saat X = 0
ΣY dibagi n (rata-rata Y)
b
Slope — kenaikan Y per tahun
ΣXY dibagi ΣX²
Mengapa ΣX = 0? Dengan mengkodekan tahun tengah sebagai 0, rumus menyederhana drastis — a = rata-rata Y, b langsung dihitung dari ΣXY/ΣX². Tidak perlu menyelesaikan dua persamaan normal.
Hitung dari Nol — HDN-2: Ramalan Permintaan Kopi
Data konsumsi kopi domestik 5 tahun (ilustratif, ribu ton). Ramalkan 2026, turunkan ke target perusahaan (pangsa 2%).
Tahun
Y (ribu ton)
X (kode)
XY
X²
2021
330
−2
−660
4
2022
350
−1
−350
1
2023
360
0
0
0
2024
375
+1
375
1
2025
395
+2
790
4
Σ
1.810
0 ✓
155
10
HDN-2 (lanjutan) — Menghitung a, b, dan Ramalan 2026
Langkah
Perhitungan
Nilai
a (intercept)
ΣY / n = 1.810 / 5
362
b (slope)
ΣXY / ΣX² = 155 / 10
15,5
Persamaan tren
Y = 362 + 15,5·X (X = 0 di tahun 2023)
—
Ramalan 2026
X = 3 → 362 + 15,5 × 3 = 362 + 46,5
408,5 ribu ton
Target perusahaan
408,5 × 2% (pangsa)
8,17 ribu ton ≈ 8.170 ton
Ramalan Nasional 2026
408,5
ribu ton
Tren naik ~15,5 ribu ton/tahun → pasar tumbuh, sinyal positif.
Target Perusahaan 2026
8.170
ton (pangsa 2%)
Dasar anggaran penjualan perusahaan untuk bisnis plan.
Coba Sendiri: Geser Titik Data, Amati Garis Tren Berubah
Geser titik data pada scatter plot dan lihat bagaimana nilai a (intercept) dan b (slope) garis tren ikut terhitung ulang secara langsung.
Output Aspek Pasar → Dasar Anggaran Penjualan
Ramalan penjualan dari aspek pasar adalah baris pertama master budget. Di sinilah aspek pasar menyatu kembali dengan penganggaran.
Agar bisa menjadi anggaran operasional
Ramalan penjualan harus dipecah per periode (bulan/triwulan/tahun) dan per produk/wilayah.
Tanpa angka aspek pasar yang kredibel, seluruh master budget hanyalah menara di atas pasir.
Kriteria: Kapan Aspek Pasar Dinyatakan Layak?
Kriteria
Layak bila…
Ada permintaan nyata
Permintaan terukur & dapat diverifikasi (data/survei), bukan asumsi kosong
Market gap positif
Permintaan > penawaran existing → ada ruang masuk bagi usaha baru
Pangsa realistis tercapai
Pangsa yang dibutuhkan agar BEP masih masuk akal vs kapasitas & pesaing
Tren permintaan stabil/naik
Slope tren (b) ≥ 0; pasar tidak menyusut atau stagnasi panjang
Strategi pemasaran feasible
STP & 4P jelas, terjangkau anggaran, dan masuk akal secara operasional
Kesimpulan: LAYAK bila mayoritas kriteria terpenuhi & ramalan penjualan menutup titik impas. TIDAK LAYAK bila pasar jenuh/menyusut atau pangsa yang dibutuhkan tak masuk akal.
Putusan: Kedai Kopi Specialty Semarang — Layak atau Tidak?
Bukti Mendukung (✓)
Layak
Pasar total ~Rp 360 miliar (besar)
Tren konsumsi kopi naik ~15,5 ribu ton/tahun
Pangsa target hanya 3% (konservatif)
STP & 4P jelas dan terjangkau
Catatan Hati-Hati (!)
!
Persaingan kedai kopi padat di kota besar
Angka penduduk/konsumsi masih ilustratif
Wajib validasi data BPS & survei lapangan
Putusan sementara: LAYAK secara aspek pasar — permintaan nyata & tumbuh, gap positif, pangsa realistis. Syarat: validasi data lapangan + lanjut uji aspek teknis & keuangan.
Lima Jebakan yang Sering Membuat Estimasi Pasar Salah
1Pasar total = penjualan kita. Lupa menyaring ke pangsa realistis — ingat corong 3 tingkat.
2Pangsa terlalu optimis. "20–30% tahun pertama" tanpa dasar kapasitas/pesaing.
3Mengabaikan pesaing/penawaran. Hitung demand saja, lupa pasar mungkin sudah jenuh.
4Ekstrapolasi tren membabi buta. Menarik garis naik tanpa cek relevansi pola (pasca-pandemi, perubahan selera).
5Data karangan. Angka tanpa sumber; tidak memakai BPS/survei. Bisnis plan menjadi tidak kredibel di mata investor dan penguji.
Empat dari lima jebakan ini bisa dicegah dengan satu disiplin: selalu mulai dari data, selalu saring lewat pangsa realistis.
Peta Konsep Aspek Pasar — Cheat-Sheet Satu Layar
Konsep
Rumus / Inti
Pasar Total
Penduduk Target × Konsumsi/Orang/Tahun × Harga
Potensi Penjualan
Pasar Total × Pangsa Pasar (%)
Tren Least-Square
Y = a + bX | a = ΣY/n | b = ΣXY/ΣX² (saat ΣX = 0)
Market Gap
Permintaan − Penawaran existing → > 0 = ada peluang
Kelayakan Aspek Pasar
Permintaan nyata + gap positif + pangsa realistis + tren naik + strategi feasible
Aspek pasar mengubah "sepertinya laku" menjadi angka yang bisa dipertanggungjawabkan — fondasi seluruh bisnis plan.
Latihan & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Hari ini Anda belajar mengestimasi pasar, merancang strategi, dan menilai kelayakan aspek pasar. Berikutnya: aspek-aspek kelayakan lain + integrasi ke proyeksi keuangan.
Tugas Mandiri
Pilih satu ide bisnis Anda sendiri (UMKM Jawa Tengah)
Estimasi potensi penjualan top-down 5 tahun
Ramalan least-square dari ≥5 data industri (sumber: BPS)
Matriks STP + 4P untuk ide tersebut
Putusan layak/tidak + alasan berdasar 5 kriteria
Bawa ke Kelas Berikutnya
3 Item
Data BPS yang Anda pakai (sumber jelas)
Tabel hitungan (HDN-1 & HDN-2 versi sendiri)
Satu paragraf putusan kelayakan + alasan
Aspek pasar adalah hulu segalanya. Kuasai ini, dan seluruh studi kelayakan & anggaran Anda berpijak kokoh. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya.