‹ Daftar slidePertemuan 5: Anggaran Variabel (Flexible Budget)
FEB UNDIP · Anggaran dan Perencanaan Bisnis
Anggaran dan Perencanaan Bisnis
Pertemuan 5 · Anggaran Variabel (Flexible Budget)
Mengapa anggaran yang dibuat sekali di awal tahun bisa menyesatkan — dan bagaimana menyusun anggaran yang menyesuaikan diri dengan aktivitas aktual.
RPS Minggu 5 · Sub-CPMK 5 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu (terampil) menghitung anggaran variabel (Sub-CPMK 5). Secara rinci:
Capaian 1 — Pisah Biaya
FC+VC
High-Low Method
Memisahkan biaya tetap dan biaya variabel per unit dari data biaya campuran menggunakan metode titik tertinggi–terendah tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 2 — Susun
3 Level
Flexible Budget
Menyusun anggaran fleksibel pada 3 tingkat aktivitas menggunakan formula: Total Biaya = Biaya Tetap + (VC/unit × Volume).
Capaian 3 — Selisih
F / U
Variance Analysis
Memecah selisih total menjadi selisih volume aktivitas dan flexible-budget variance dengan label Favorable / Unfavorable.
Capaian 4 — Tafsir
Adil
Responsibility Accounting
Menjelaskan mengapa anggaran statis menyesatkan untuk evaluasi kinerja pada satu kasus konkret.
Manajer yang Tampak "Boros" — Padahal Tidak
Seorang manajer produksi dipanggil direktur karena biayanya "jebol". Tapi benarkah ia boros? Uji intuisi Anda.
Yang Dilihat Direktur
Rp 5,5 jt
Selisih "Boros"
Anggaran (statis) dibuat untuk 10.000 unit = Rp 70 juta. Realisasi biaya Rp 75,5 juta. Selisih Rp 5,5 juta → direktur menyimpulkan: "Boros!"
Yang Dilewatkan
11.000
Unit Diproduksi
Permintaan melonjak, pabrik produksi 11.000 unit (bukan 10.000). Wajar biayanya lebih tinggi — apakah adil dibandingkan ke anggaran 10.000 unit?
Membandingkan biaya 11.000 unit ke anggaran 10.000 unit = membandingkan apel dengan jeruk. Hari ini kita belajar cara membandingkan yang adil.
Bagian 1 dari 4
Masalah Anggaran Statis
Apa itu anggaran statis, mengapa berguna untuk perencanaan, tetapi berbahaya untuk evaluasi kinerja.
StatisSatu LevelMenyesatkan
Anggaran Statis (Static Budget) — Satu Tingkat Aktivitas
Anggaran statis adalah anggaran yang disusun untuk satu tingkat aktivitas tunggal (mis. target penjualan 10.000 unit) dan tidak diubah meski realisasi berbeda.
Gunanya (Perencanaan)
Target
Satu Angka Jelas
Memberi satu target jelas untuk koordinasi, alokasi sumber daya, dan komunikasi sasaran ke seluruh divisi. Untuk merencanakan, anggaran statis sudah tepat.
Bahayanya (Evaluasi)
Jebakan
Volume Berbeda
Saat dipakai menilai kinerja, ia membandingkan biaya pada volume aktual dengan anggaran pada volume rencana — dua hal berbeda yang tidak bisa dibandingkan langsung.
Aturan kunci: anggaran statis bagus untuk merencanakan, buruk untuk mengevaluasi kalau volume aktual ≠ volume rencana.
Jebakan: Membandingkan Apel dengan Jeruk
Perhatikan laporan kinerja "naif" di bawah. Apa yang salah dengan kolom selisihnya?
Item
Anggaran Statis (10.000 unit)
Aktual (11.000 unit)
Selisih
Biaya variabel
Rp 40.000.000
Rp 45.500.000
Rp 5.500.000 "U"?
Biaya tetap
Rp 30.000.000
Rp 30.000.000
Rp 0
Total biaya
Rp 70.000.000
Rp 75.500.000
Rp 5.500.000 "U"?
Cacat fatal: kolom anggaran disusun untuk 10.000 unit, tetapi biaya aktual terjadi pada 11.000 unit. Wajar biaya variabel naik — bukan tanda boros! Selisih Rp 5,5 jt ini mencampur dua hal: efek volume + efek efisiensi. Harus dipisah dulu!
Solusinya — Anggaran Fleksibel (Flexible Budget)
Anggaran fleksibel = anggaran yang disesuaikan kembali ke tingkat aktivitas aktual. Pertanyaannya berubah jadi: "Berapa seharusnya biaya kita jika memang memproduksi 11.000 unit?"
Anggaran Statis
— Datar —
Satu Volume (10.000)
Dipatok pada satu volume (10.000). Tidak bergerak meski produksi aktual berbeda. Seperti garis horizontal datar yang tidak peduli volume naik atau turun.
Anggaran Fleksibel
↗ Naik
Volume Mana Pun
Dihitung ulang pada volume berapa pun (8.000 / 10.000 / 12.000…). Seperti garis menanjak mengikuti volume — makin banyak produksi, makin tinggi anggaran.
Dengan anggaran fleksibel, kita bisa bertanya adil: biaya aktual 11.000 unit dibanding anggaran untuk 11.000 unit — apel dengan apel.
Bagian 2 dari 4
Menyusun Anggaran Fleksibel
Pisahkan dulu biaya tetap dan variabel, lalu pakai satu formula untuk menyusun anggaran pada tingkat aktivitas mana pun.
Total tidak berubah dalam rentang relevan, berapa pun volume. Contoh: sewa pabrik Rp 5 jt, gaji satpam Rp 18 jt, depresiasi mesin Rp 7 jt. Per unit justru turun saat volume naik.
Biaya Variabel (Variable)
VC
Total Proporsional
Total naik-turun sebanding dengan volume. Contoh: bahan baku Rp 2.500, tenaga kerja Rp 800, utilitas variabel Rp 700 → total Rp 4.000/unit. Per unit konstan.
Biaya campuran (mis. tagihan listrik = abonemen tetap + pemakaian variabel) harus dipisah dulu menjadi komponen tetap dan variabel sebelum dianggarkan secara fleksibel. Teknik pemisahannya: metode titik tertinggi–terendah (slide berikutnya).
Formula Inti Anggaran Fleksibel
Hanya satu rumus untuk menyusun anggaran pada tingkat aktivitas mana pun:
Total Biaya = Biaya Tetap + (Biaya Variabel per Unit × Volume)
Biaya Tetap = konstan (intercept garis)·VC/unit = tarif per unit (kemiringan garis)·Volume = tingkat aktivitas aktual
Geometri: ini persamaan garis lurusy = a + bx. a = biaya tetap, b = VC/unit, x = volume. Untuk menyusun 3 level, cukup ganti x tiga kali sambil membiarkan a dan b tetap.
Ilustrasi cepat: FC = Rp 30 jt, VC/unit = Rp 4.000 → pada 10.000 unit: 30.000.000 + 4.000 × 10.000 = Rp 70.000.000
Hitung dari Nol — HDN-1a: Pisahkan Biaya (Metode High-Low)
PT Tirta Segar (produsen AMDK) mencatat biaya pada dua bulan: produksi 8.000 botol → biaya Rp 62 juta; produksi 12.000 botol → biaya Rp 78 juta. Pisahkan FC & VC/unit.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Ambil titik tertinggi & terendah
(12.000; Rp 78 jt) dan (8.000; Rp 62 jt)
—
VC/unit = ΔBiaya ÷ ΔVolume
(78.000.000 − 62.000.000) ÷ (12.000 − 8.000)
Rp 4.000/unit
FC (pakai titik tinggi)
78.000.000 − (4.000 × 12.000)
Rp 30.000.000
Cek (pakai titik rendah)
62.000.000 − (4.000 × 8.000)
Rp 30.000.000 ✓
Hasil: FC = Rp 30 juta/bulan; VC = Rp 4.000/unit. Kedua titik menghasilkan FC sama → pemisahan valid.
Hitung dari Nol — HDN-1b: Anggaran Fleksibel pada 3 Tingkat Aktivitas
Dari HDN-1a (FC = Rp 30 jt; VC = Rp 4.000/unit), susun anggaran pada 80% (8.000), 100% (10.000), 120% (12.000) kapasitas.
Komponen
8.000 unit (80%)
10.000 unit (100%)
12.000 unit (120%)
Biaya variabel (Rp 4.000 × Q)
Rp 32.000.000
Rp 40.000.000
Rp 48.000.000
Biaya tetap
Rp 30.000.000
Rp 30.000.000
Rp 30.000.000
Total biaya
Rp 62.000.000
Rp 70.000.000
Rp 78.000.000
Biaya per unit
Rp 7.750
Rp 7.000
Rp 6.500
Perhatikan: total biaya naik seiring volume, tetapi biaya per unit turun (Rp 7.750 → 6.500) karena biaya tetap dibagi makin banyak unit — inilah skala ekonomi sederhana.
Cara Membaca & Memakai Tabel Anggaran Fleksibel
Tabel tadi bukan sekadar latihan — ia jadi "penggaris" untuk mengukur kinerja di tingkat aktivitas berapa pun.
Sebelum Periode (Perencanaan)
Pilih
Kolom Paling Realistis
Pilih kolom yang paling mungkin (mis. 100%) sebagai target utama. Tetap simpan kolom lain sebagai skenario cadangan bila permintaan lebih sepi atau ramai dari dugaan.
Setelah Periode (Evaluasi)
Setel
ke Volume Aktual
Lihat berapa unit benar-benar diproduksi, lalu pakai anggaran pada volume aktual itu — bukan volume rencana — untuk dibandingkan dengan biaya aktual.
Kunci: untuk volume aktual yang tidak ada di tabel (mis. 11.000), tinggal masukkan ke formula — 30 jt + 4.000 × 11.000 = Rp 74 juta. Tidak perlu tabel khusus.
Bagian 3 dari 4
Analisis Selisih (Variance Analysis)
Memecah selisih total menjadi dua bagian yang sumbernya berbeda: selisih volume aktivitas dan flexible-budget variance.
Tiga Angka Kunci dalam Analisis Selisih
Sebelum menghitung, kenali tiga kolom yang selalu kita bandingkan (semua pada kasus aktual 11.000 unit):
(1) Anggaran Statis
70 jt
Volume Rencana: 10.000 unit
Anggaran asli, disusun sebelum periode. Tidak disetel ulang. Dasar perbandingan awal — tetapi tidak adil untuk evaluasi.
(2) Anggaran Fleksibel
74 jt
Volume Aktual: 11.000 unit
Anggaran yang disetel ulang ke volume aktual. Ini angka "pahlawan" yang sebelumnya tidak ada. Formula: 30 jt + 4.000 × 11.000.
(3) Biaya Aktual
75,5 jt
Yang Benar-Benar Terjadi
Biaya yang benar-benar dikeluarkan saat memproduksi 11.000 unit. Ini angka dari laporan keuangan aktual.
Dua selisih lahir di antara tiga angka: (1)↔(2) = selisih volume aktivitas; (2)↔(3) = flexible-budget variance.
Dua Selisih: Volume Aktivitas & Flexible-Budget
Dari tiga angka tadi, lahir dua selisih dengan rumus sederhana:
Penjumlahan keduanya = selisih total terhadap statis: (Flex − Statis) + (Aktual − Flex) = Aktual − Statis. Angka "Flex" di tengah saling menghapus secara aljabar → dekomposisi selalu konsisten.
Selisih volume → bertanya: "anggaran berubah berapa karena volume?" (di luar kendali manajer biaya) | Flexible-budget variance → bertanya: "pada volume aktual, apakah kita boros atau hemat?" (dalam kendali manajer)
Hitung dari Nol — HDN-2: Memecah Selisih pada 11.000 Unit
PT Tirta Segar: anggaran statis (10.000 unit) = Rp 70 jt; produksi aktual 11.000 unit; biaya aktual Rp 75,5 juta. (FC Rp 30 jt; VC Rp 4.000/unit.) Pecah selisihnya.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Anggaran fleksibel (11.000 unit)
30.000.000 + (4.000 × 11.000)
Rp 74.000.000
Selisih total vs statis
75.500.000 − 70.000.000
Rp 5.500.000 (U)
(a) Selisih volume aktivitas
74.000.000 − 70.000.000
Rp 4.000.000 (U*)
(b) Flexible-budget variance
75.500.000 − 74.000.000
Rp 1.500.000 (U)
Cek: (a) + (b)
4.000.000 + 1.500.000
Rp 5.500.000 ✓
Dari Rp 5,5 jt "boros": hanya Rp 1,5 jt yang benar-benar soal pengendalian biaya (flexible-budget variance). Sisa Rp 4 jt murni karena memproduksi 1.000 unit lebih banyak (*U di sini = anggaran biaya wajar bertambah, bukan kesalahan manajer).
Coba Sendiri: Manajer Boros, atau Sebenarnya Tidak?
Geser volume produksi aktual dan biaya aktual, lihat selisih total otomatis terpecah menjadi selisih volume dan selisih pengendalian biaya.
Memberi Label: Favorable (F) vs Unfavorable (U)
Favorable (F)
F
Menguntungkan
Untuk biaya: biaya aktual lebih kecil dari anggaran → hemat. Untuk pendapatan/laba: aktual lebih besar dari anggaran. Secara umum: kabar baik.
Unfavorable (U)
U
Merugikan (secara tanda)
Untuk biaya: biaya aktual lebih besar dari anggaran → tampak boros. Tetapi selalu periksa jenis selisihnya — "U" tidak selalu berarti buruk!
Hati-hati menafsir! "U" pada flexible-budget variance → sinyal boros, layak dicek. Tetapi "U" pada selisih volume sering kabar baik — anggaran biaya naik karena produksi/penjualan naik. Jangan otomatis anggap "U" = buruk.
Studi Kasus: AMDK Saat Musim Kemarau
Permintaan air minum dalam kemasan melonjak saat kemarau panjang. Bagaimana anggaran fleksibel menilai divisi produksi secara adil?
Rencana (Musim Normal)
Rp 70 jt
Anggaran statis: 10.000 unit/bulan
Anggaran statis disusun untuk kondisi normal — sepuluh ribu unit per bulan. Ini angka perencanaan awal tahun.
Realitas (Kemarau)
Rp 78 jt
Anggaran fleksibel: 12.000 unit
Permintaan melonjak → produksi 12.000 unit. Anggaran fleksibel adil = 30 jt + 4.000 × 12.000 = Rp 78 juta. Biaya aktual = Rp 79 juta.
Selisih
Perhitungan
Nilai
Makna
Total vs statis
79.000.000 − 70.000.000
Rp 9.000.000 (U)
Tampak "jebol" — tapi tunggu…
(a) Selisih volume
78.000.000 − 70.000.000
Rp 8.000.000 (U)
Karena produksi naik 2.000 unit — prestasi!
(b) Flex-budget variance
79.000.000 − 78.000.000
Rp 1.000.000 (U)
Ini yang perlu dicek → hanya 11% dari total
Studi Kasus: Biaya Maskapai vs Tingkat Hunian
Biaya operasi penerbangan punya komponen tetap (sewa pesawat, gaji kru, slot bandara) dan variabel per penumpang (katering, bagasi, asuransi). Anggaran fleksibel menyesuaikan ke tingkat hunian aktual.
Tingkat Hunian
Penumpang
Biaya Variabel (Rp 85.000×pax)
Anggaran Fleksibel
80% (sepi)
128
Rp 10.880.000
Rp 130.880.000
100% (penuh)
160
Rp 13.600.000
Rp 133.600.000
~112% (overbook)
180
Rp 15.300.000
Rp 135.300.000
FC penerbangan = Rp 120 juta · VC = Rp 85.000/penumpang · Kapasitas 160 kursi (angka ilustrasi)
Biaya total naik mengikuti penumpang, tetapi biaya tetap besar mendominasi → tambahan penumpang relatif murah. Inilah dasar strategi yield management: jual kursi terakhir murah, masih menguntungkan karena FC sudah tertutup.
Mengapa Selisih terhadap Anggaran Statis Menyesatkan
Alasan 1
Campur
Dua Sumber Berbeda
Mencampur efek volume (di luar kendali manajer biaya) dengan efek efisiensi (dalam kendali). Tidak bisa dipakai menilai siapa pun secara adil.
Alasan 2
Hukum
Bisa Menghukum Prestasi
Produksi/penjualan yang melonjak membuat biaya naik dan tampak "U" — padahal itu kabar baik. Manajer sukses malah disalahkan.
Alasan 3
Sembu
Bisa Menyembunyikan Masalah
Jika penjualan anjlok, biaya turun dan tampak "F" (hemat) — padahal kegagalan menjual adalah masalah serius yang tersamar di balik label baik.
Prinsip responsibility accounting: nilai seseorang hanya atas hal yang bisa ia kendalikan. Anggaran fleksibel memisahkan yang terkendali (flexible-budget variance) dari yang tidak (volume).
Lima Jebakan Saat Menyusun & Memakai Anggaran Fleksibel
1
Lupa memisahkan biaya — langsung pakai total biaya campuran tanpa memecah FC dan VC. Anggaran tidak bisa di-flex.
2
Kalikan biaya tetap dengan volume — biaya tetap tidak dikalikan volume; ia konstan di semua kolom.
3
Bandingkan ke volume rencana — biaya aktual harus dibanding anggaran pada volume aktual, bukan volume rencana. (Jebakan paling sering!)
4
Salah tafsir "U" — "U" pada selisih volume ≠ buruk; periksa jenis selisihnya dulu sebelum menyimpulkan.
5
Keluar dari rentang relevan — pada volume ekstrem, biaya tetap bisa "melompat" (tambah mesin/shift). Asumsi linear tidak berlaku di luar rentang relevan.
Sebelum menyimpulkan: cek pemisahan biaya, cek volume pembanding (aktual!), cek jenis selisih. Tiga pemeriksaan ini menutup mayoritas kesalahan.
Validasi — kalau tidak sama, ada kesalahan aritmetika
Semua rumus ini turunan dari satu ide: setel anggaran ke volume aktual dulu, baru bandingkan dengan biaya aktual.
Peta Konsep: Bagaimana Semua Terhubung
Anggaran fleksibel adalah jembatan antara perencanaan (anggaran induk) dan pengendalian (evaluasi kinerja) — ia membuat anggaran "hidup", menyesuaikan diri dengan kenyataan.
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — Susun Anggaran
FC + VC×Q
Bengkel Jasa
Sebuah bengkel punya biaya tetap Rp 40 juta/bulan dan biaya variabel Rp 6.000/unit jasa. Susun anggaran fleksibel pada 7.000 dan 9.000 unit jasa. (Petunjuk: FC + VC×Q)
Latihan 2 — Pecah Selisih
F/U Split
Analisis Variance
Anggaran statis untuk 8.000 unit. Aktual: produksi 9.500 unit, biaya aktual Rp 96 juta. (FC Rp 40 jt; VC Rp 6.000/unit.) Hitung selisih volume & flexible-budget variance + label F/U.
Langkah kerja: (1) hitung anggaran fleksibel di volume aktual, (2) pecah menjadi dua selisih, (3) cek penjumlahan = selisih total, (4) beri label F/U. Waktu: 7 menit. Petunjuk: flexible-budget variance pada Latihan 2 adalah Favorable.
Penutup & Persiapan Pertemuan Berikut
Hari ini Anda belajar menyusun dan memakai anggaran fleksibel untuk menilai kinerja secara adil. Inti yang harus melekat:
Tiga Hal yang Harus Melekat
1Pisahkan biaya — FC vs VC sebelum apa pun bisa dilakukan.
2Setel ke volume aktual — evaluasi harus ke anggaran fleksibel, bukan anggaran statis.
3Pecah selisih jadi volume + flexible-budget variance; tafsirkan label F/U dengan benar ("U" selisih volume sering kabar baik).
Tugas Mandiri — Latih
UMKM
Angka Nyata di Sekitar Anda
Ulangi HDN-1 & HDN-2 dengan angka usaha yang Anda kenal (UMKM sekitar Anda, koperasi, warung). Bawa kalkulator / spreadsheet ke kelas berikutnya.
Kuasai formula FC + VC×Q dan kerangka tiga angka malam ini. Anggaran fleksibel adalah alat manajer sungguhan — bukan teori di kertas. Sampai jumpa di Pertemuan 6!