‹ Daftar slidePertemuan 4: Anggaran Biaya Overhead Pabrik, Pemasaran, serta Umum dan Administrasi
Program Studi Manajemen · FEB UNDIP · Anggaran dan Perencanaan Bisnis
Anggaran Biaya Overhead & Biaya Operasi
Pertemuan 4 · BOP, Pemasaran, serta Umum & Administrasi
Menyusun anggaran untuk biaya yang paling "licin" — cara mengklasifikasi, memisahkan, dan membebankan overhead pabrik serta biaya operasi.
RPS Minggu 4 · Sub-CPMK 4 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan terampil menyusun anggaran biaya overhead dan biaya operasi (Sub-CPMK 4). Secara rinci:
Capaian 1 — Klasifikasi
1
Perilaku Biaya
Mengklasifikasikan biaya overhead pabrik menjadi tetap, variabel, dan semi-variabel untuk minimal tiga jenis biaya nyata.
Capaian 2 — Pisah
2
High-Low Method
Memisahkan biaya semi-variabel dengan metode titik tertinggi-terendah → persamaan y = a + bx tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 3 — Tarif BOP
3
Predetermined Rate
Menghitung tarif BOP ditentukan di muka dan membebankannya ke produksi untuk satu kasus konkret.
Capaian 4 — Operasi
4
Pemasaran & G&A
Menyusun anggaran biaya pemasaran dan G&A dengan memisahkan komponen variabel & tetap dalam format anggaran yang rapi.
Tiga Tagihan yang Membingungkan di Meja Manajer Pabrik
Anda manajer pabrik makanan ringan. Awal tahun, Anda harus menyusun anggaran. Tiga jenis biaya ini membuat Anda berhenti sejenak:
Tagihan 1 — Listrik PLN
Rp 16–22 jt
per bulan
Bulan ramai bayar Rp 22 juta, bulan sepi Rp 16 juta. Naik-turun, tapi tak pernah nol walau mesin libur. Berapa harus dianggarkan?
Tagihan 2 — Harga Pokok
?
per bungkus keripik
Akuntan bertanya: "Berapa biaya overhead yang menempel di satu bungkus keripik?" Padahal listrik & gaji mandor susah dibagi per bungkus.
Tagihan 3 — Komisi Sales
2% + tetap
dari omzet
Tim penjualan minta anggaran komisi 2% dari omzet plus gaji tetap. Mana yang variabel, mana yang tetap?
Ketiga tagihan ini persis topik kita hari ini: klasifikasi biaya, pemisahan semi-variabel, tarif BOP, dan anggaran biaya operasi.
Bagian 1 dari 4
Apa Itu BOP & Bagaimana Perilaku Biaya?
Mengenali biaya overhead pabrik sebagai "biaya produksi selain bahan & tenaga kerja langsung", lalu mengklasifikasikannya menurut perilaku: tetap, variabel, dan semi-variabel.
BOP = Biaya Produksi Selain Bahan & Tenaga Kerja Langsung
Biaya produksi terdiri dari tiga unsur. Dua unsur pertama mudah ditelusuri ke produk; unsur ketiga tidak — itulah BOP.
Definisi kunci: BOP adalah biaya produksi selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. BOP terjadi di dalam pabrik; biaya pemasaran & administrasi terjadi di luar pabrik (Bagian 4).
Tiga Pola Perilaku BOP
Sebelum menganggarkan, kelompokkan tiap BOP menurut bagaimana totalnya berubah saat produksi naik-turun.
Biaya Tetap (Fixed)
Flat
Tidak berubah
Total tidak berubah walau produksi naik-turun (dalam rentang relevan). Contoh: penyusutan mesin, sewa gedung pabrik, gaji mandor tetap.
Biaya Variabel (Variable)
Naik ∝
Sebanding produksi
Total naik sebanding dengan produksi; per unit tetap. Contoh: bahan penolong (bumbu), listrik mesin produksi, pelumas.
Biaya Semi-Variabel (Mixed)
a + bx
Tetap + Variabel
Punya bagian tetap + bagian variabel sekaligus. Contoh: listrik PLN (abonemen + pemakaian), pemeliharaan, telepon.
Kunci: yang tetap & variabel langsung dianggarkan; yang semi-variabel harus dipisah dulu (Bagian 2).
Biaya Semi-Variabel & Persamaan Garis Biaya
Setiap biaya semi-variabel bisa ditulis sebagai persamaan garis lurus — ini fondasi semua perhitungan kita.
y = a + b · x
Simbol
Makna
y
Total biaya yang ingin dianggarkan
a
Biaya tetap — memotong sumbu Y saat x = 0
b
Biaya variabel per unit aktivitas (kemiringan garis)
x
Tingkat aktivitas (jam mesin / JKL / unit)
Tugas kita: dari beberapa pasang data biaya & aktivitas, temukan a dan b. Metode termudah & paling sering diajarkan: titik tertinggi-terendah (high-low).
Bagian 2 dari 4
Memisahkan Biaya Semi-Variabel
Metode titik tertinggi-terendah (high-low): pakai hanya dua titik data — aktivitas tertinggi dan terendah — untuk menemukan b lalu a.
b = (Biaya tertinggi − Biaya terendah) ÷ (Aktivitas tertinggi − Aktivitas terendah)
Metode Titik Tertinggi-Terendah (High-Low) — Tiga Langkah
Pilih dua titik (aktivitas tertinggi & terendah), cari b, lalu cari a. Selesai.
b = (Ytt − Ytr) ÷ (Xtt − Xtr) → a = Y − b·X (pakai salah satu titik, cek dengan titik lainnya)
Langkah
Apa yang Dilakukan
1 Pilih titik
Identifikasi titik aktivitas tertinggi & terendah — berdasar X (aktivitas), bukan nilai biaya Y.
y = 7.000.000 + 10.000 × 1.400 = Rp 21.000.000/bulan
Jam Mesin (x)
Biaya Tetap (a)
Biaya Variabel (b·x)
Total Anggaran (y)
1.000
Rp 7.000.000
Rp 10.000.000
Rp 17.000.000
1.400
Rp 7.000.000
Rp 14.000.000
Rp 21.000.000
1.600
Rp 7.000.000
Rp 16.000.000
Rp 23.000.000
Inilah kekuatan memisahkan biaya: satu persamaan bisa memproyeksikan biaya untuk level aktivitas apa pun — disebut anggaran fleksibel (flexible budget).
Bagian 3 dari 4
Tarif BOP Ditentukan di Muka
Bagaimana membebankan total BOP yang "tak langsung" ke tiap produk secara adil — lewat tarif yang dihitung di awal tahun dari angka anggaran.
Tarif BOP = Total Anggaran BOP ÷ Total Dasar Pembebanan (mis. JKL)
Mengapa Tarif Dihitung di Muka, Bukan di Akhir Tahun?
Masalah Kalau Menunggu
Terlambat
menunggu BOP aktual akhir tahun
Kalau menunggu BOP aktual akhir tahun, perusahaan tak bisa menghitung harga pokok sepanjang tahun — padahal pesanan datang & harga jual harus ditetapkan tiap hari.
Solusi: Tarif di Muka
Real-time
harga pokok bisa dihitung kapan saja
Hitung tarif dari anggaran di awal tahun. Begitu produk selesai, BOP langsung dibebankan = tarif × aktivitas. Harga pokok bisa dihitung kapan saja.
Selain itu, BOP aktual bulanan berfluktuasi (pemeliharaan besar di satu bulan, listrik melonjak di bulan ramai). Tarif anggaran meratakan fluktuasi musiman sehingga harga pokok per unit stabil sepanjang tahun.
Rumus Tarif BOP Ditentukan di Muka
Tarif BOP = Total Anggaran BOP ÷ Total Dasar Pembebanan Anggaran
Pembebanan ke produk: BOP dibebankan = Tarif BOP × Dasar aktual yang dipakai produk
Jika BOP banyak dipicu oleh…
Pakai Dasar Pembebanan
Cocok untuk
Kerja manual pekerja
Jam Kerja Langsung (JKL)
Pabrik padat karya
Operasi mesin (otomatis)
Jam Mesin
Pabrik padat mesin
Jumlah barang dihasilkan
Unit Produksi
Produk seragam
Prinsip: dasar pembebanan harus menjadi pemicu (cost driver) yang masuk akal bagi munculnya BOP, supaya pembebanan adil ke tiap produk.
Hitung dari Nol — HDN-2: Tarif BOP & Pembebanan
Pabrik menganggarkan BOP setahun: biaya tetap Rp 480 juta + variabel Rp 6.000/JKL, pada 120.000 JKL anggaran. Hitung tarif & bebankan.
Langkah
Perhitungan
Nilai
BOP variabel total
Rp 6.000 × 120.000 JKL
Rp 720.000.000
Total anggaran BOP
480.000.000 + 720.000.000
Rp 1.200.000.000
Tarif BOP/JKL
1.200.000.000 ÷ 120.000
Rp 10.000/JKL
— terdiri dari
Tetap: 480jt÷120rb = Rp 4.000 + Variabel = Rp 6.000
Rp 10.000 ✓
Produk
JKL/unit
BOP dibebankan/unit
Produk A
2 JKL
10.000 × 2 = Rp 20.000
Produk B
3 JKL
10.000 × 3 = Rp 30.000
Tarif BOP = Rp 10.000/JKL. Produk A menyerap Rp 20.000 BOP; Produk B menyerap Rp 30.000 — karena B butuh lebih banyak jam kerja.
BOP Lebih/Kurang Dibebankan (Over/Under-applied)
Karena tarif dipakai angka anggaran, BOP yang dibebankan hampir pasti tak sama persis dengan BOP aktual. Selisihnya wajar & punya nama.
BOP Dibebankan
Rp 310 jt
= 10.000 × 31.000 JKL aktual
Berdasarkan tarif Rp 10.000/JKL dikali JKL aktual yang benar-benar dipakai triwulan ini (31.000 JKL).
BOP Aktual Terjadi
Rp 318 jt
biaya overhead riil
Total BOP yang benar-benar dikeluarkan selama triwulan berdasarkan faktur, daftar gaji, dll.
Selisih = Dibebankan − Aktual = 310 jt − 318 jt = −Rp 8.000.000
Karena dibebankan lebih kecil dari aktual → BOP kurang dibebankan (under-applied) Rp 8 juta. Bila sebaliknya → lebih dibebankan (over-applied). Selisih dikoreksi ke harga pokok penjualan di akhir periode.
Coba Sendiri: Kenapa Tarif BOP Selalu Meleset Sedikit?
Ubah jam kerja aktual dan BOP aktual, lihat kapan hasilnya menjadi kurang dibebankan atau justru lebih dibebankan.
Bagian 4 dari 4
Anggaran Biaya Operasi
Keluar dari pabrik: menyusun anggaran biaya pemasaran (selling expenses) dan biaya umum & administrasi (G&A) — memisahkan komponen variabel dan tetap seperti tadi.
Dua Kelompok Biaya Operasi
Biaya Pemasaran (Selling)
Sell
Jual & Distribusi
Biaya untuk menjual & mendistribusikan produk.
Gaji & komisi sales
Iklan & promosi
Ongkos kirim/distribusi
Gaji tim pemasaran
Biaya Umum & Administrasi (G&A)
Admin
Menjalankan Organisasi
Biaya untuk menjalankan organisasi secara umum.
Gaji direksi & staf kantor
Listrik & sewa kantor pusat
Alat tulis kantor (ATK)
Biaya audit & jasa profesional
Penyusutan peralatan kantor
Keduanya bukan biaya produksi (bukan BOP). Di laba rugi → Penjualan − HPP = Laba Kotor → Laba Kotor − (Beban Pemasaran + Beban G&A) = Laba Operasi.
Memisahkan Biaya Pemasaran: Variabel vs Tetap
Seperti BOP, biaya pemasaran pun ada yang ikut naik dengan penjualan (variabel) dan ada yang tetap.
Variabel (Ikut Penjualan)
∝ Omzet
naik bila penjualan naik
Komisi penjualan (mis. 2% × omzet)
Ongkos kirim per unit/pengiriman
Bonus berbasis target penjualan
Tetap (Tak Ikut Penjualan)
Flat
tetap walau penjualan naik-turun
Gaji tetap tim pemasaran
Biaya iklan kontrak tahunan
Sewa kantor cabang
Penyusutan kendaraan operasional
Anggaran Pemasaran = (Tarif variabel × Penjualan) + Total biaya tetap
Komisi adalah contoh klasik biaya variabel pemasaran: 2% omzet berarti makin besar penjualan, makin besar komisi — sebanding.
Hitung dari Nol — HDN-3: Anggaran Biaya Pemasaran
Anggaran penjualan tahun depan Rp 5 miliar. Komisi sales 2%; gaji tim Rp 360 juta; iklan Rp 240 juta; distribusi tetap Rp 120 juta. Susun anggaran biaya pemasaran.
Komponen
Sifat
Perhitungan
Anggaran
Komisi penjualan
Variabel
2% × 5.000.000.000
Rp 100.000.000
Gaji tim pemasaran
Tetap
—
Rp 360.000.000
Iklan & promosi
Tetap
—
Rp 240.000.000
Biaya distribusi
Tetap
—
Rp 120.000.000
Total Biaya Pemasaran
100 jt + 720 jt
Rp 820.000.000
Anggaran biaya pemasaran = Rp 820 juta (Rp 100 jt variabel + Rp 720 jt tetap) ≈ 16,4% dari penjualan. Fungsi anggaran: y = 720.000.000 + 0,02 × Penjualan.
Menyusun Anggaran Biaya Umum & Administrasi (G&A)
G&A umumnya didominasi biaya tetap — gaji & sewa kantor relatif stabil tiap bulan. Karena itu anggarannya lebih mudah disusun.
Komponen
Sifat
Anggaran/Bulan
Gaji direksi & staf kantor
Tetap
Rp 150.000.000
Sewa & listrik kantor pusat
Tetap
Rp 40.000.000
Alat tulis & perlengkapan
Semi-variabel *
Rp 8.000.000
Biaya audit & jasa profesional
Tetap
Rp 12.000.000
Penyusutan peralatan kantor
Tetap
Rp 10.000.000
Total G&A
Rp 220.000.000
* Sebagian kecil G&A bisa semi-variabel (mis. ATK, telepon) — pisahkan dengan high-low bila datanya cukup berfluktuasi. Sisanya: anggarkan langsung sebagai tetap.
Konteks Nyata: Struktur Beban Emiten Manufaktur IDX
Di laporan laba rugi emiten manufaktur konsumen di Bursa Efek Indonesia (mis. ICBP, MYOR, UNVR), "beban penjualan" dan "beban umum & administrasi" muncul sebagai dua baris terpisah di bawah laba kotor.
Beban Penjualan
Besar
terutama pada emiten barang konsumen
Pada produsen makanan-minuman bermerek, beban penjualan (terutama iklan & promosi + distribusi) sering menjadi beban operasi terbesar. Itulah penjelasan akuntansinya mengapa Indomie & Roma gencar beriklan.
Beban G&A
Lebih Kecil
& stabil — skala ekonomi
Relatif lebih kecil & stabil — gaji kantor pusat, profesional, penyusutan. Proporsinya terhadap penjualan cenderung menurun saat perusahaan tumbuh (skala ekonomi).
Pelajaran: struktur biaya yang kita anggarkan hari ini benar-benar tampil di laporan keuangan emiten. Baca laporan keuangan resmi di idx.co.id untuk angka mutakhir — proporsi persisnya berbeda antar-perusahaan & tahun.
Lima Jebakan yang Sering Membuat Anggaran Biaya Salah
#
Jebakan
Cara Menghindari
1
Salah klasifikasi perilaku — menganggap biaya semi-variabel seluruhnya variabel (atau tetap)
Selalu tanya: "Apakah biaya ini punya komponen tetap walau aktivitas nol?" → Kalau ya, semi-variabel, pisahkan dulu.
2
Salah pilih titik high-low — memilih berdasar nilai biaya, bukan tingkat aktivitas
Selalu pilih dari X (aktivitas): jam mesin tertinggi/terendah, bukan tagihan tertinggi/terendah.
3
Lupa cek a dengan titik kedua — satu titik saja tidak cukup untuk verifikasi
Hitung a dari dua titik; kalau beda → ada kesalahan aritmetika. Jadikan ritual wajib.
4
Salah dasar pembebanan BOP — memakai JKL padahal pabrik otomatis (mestinya jam mesin)
Pilih dasar yang menjadi pemicu (cost driver) BOP: padat karya → JKL; padat mesin → jam mesin.
BOP = di dalam pabrik saja. Pemasaran & G&A = biaya operasi di luar pabrik.
Sebelum menyerahkan anggaran: cek klasifikasi perilaku · cek titik high-low (dari X) · cek dasar pembebanan · cek batas pabrik vs non-pabrik.
Cheat Sheet — Rumus Inti Anggaran Biaya
Konsep
Rumus
Untuk
Garis biaya
y = a + b · x
Menyatakan biaya semi-variabel secara lengkap
High-low: b
(Ytt − Ytr) ÷ (Xtt − Xtr)
Biaya variabel per unit aktivitas (kemiringan)
High-low: a
Y − b · X (cek dua titik)
Biaya tetap (titik potong sumbu Y)
Tarif BOP
Total Anggaran BOP ÷ Total Dasar Anggaran
Tarif pembebanan di muka (per JKL / jam mesin)
BOP dibebankan
Tarif BOP × Aktivitas aktual
BOP yang menempel ke produk
Selisih BOP
Dibebankan − Aktual
Over (+) / Under (−) applied
Anggaran operasi
(Tarif variabel × Penjualan) + Tetap
Pemasaran & G&A
Satu ide menyatukan semuanya: pisahkan tetap & variabel, lalu proyeksikan ke level aktivitas yang dianggarkan.
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — High-Low
High-Low
Biaya pemeliharaan mesin
Titik tertinggi: 800 jam → Rp 7.000.000 Titik terendah: 500 jam → Rp 5.500.000
(a) Cari b & a (b) Susun persamaan y = a + bx (c) Proyeksikan pada 700 jam
Latihan 2 — Tarif BOP + Pemasaran
BOP + Sell
Gabungan dua keterampilan
Anggaran BOP Rp 900 juta, dasar 60.000 JKL. (a) Hitung tarif BOP/JKL (b) Bebankan ke pesanan yang butuh 250 JKL (c) Penjualan Rp 2 miliar, komisi 3%, gaji+iklan Rp 250 juta — hitung anggaran pemasaran.
Kerjakan ~7 menit. Untuk high-low: pilih titik dari aktivitas (X), hitung b dulu lalu a, cek dua titik. Untuk tarif: bagi anggaran dengan dasar. Lalu kita bahas bersama.
Rangkuman & Langkah Berikutnya
Hari ini Anda menyelesaikan anggaran biaya overhead pabrik dan biaya operasi — potongan terakhir sebelum anggaran induk menyatu menjadi laporan keuangan proforma.
Pemisahan biaya semi-variabel dengan metode high-low (y = a + bx)
Tarif BOP ditentukan di muka & pembebanan ke produk
BOP over/under-applied: arti & cara koreksi
Anggaran biaya pemasaran (variabel + tetap)
Anggaran biaya umum & administrasi (G&A)
Tugas Mandiri — Latih
Mandiri
untuk penguasaan penuh
Ulangi HDN-1 s.d. HDN-3 dengan angka Anda sendiri
Buka laporan laba rugi satu emiten manufaktur di idx.co.id — temukan baris "beban penjualan" & "beban umum & administrasi"
Dengan anggaran BOP & biaya operasi selesai, semua komponen anggaran biaya sudah lengkap — siap dirangkai menjadi anggaran laba rugi & kas di pertemuan berikut.