‹ Daftar slidePertemuan 1: Fungsi dan Peran Anggaran dalam Perencanaan Bisnis
FEB UNDIP · Anggaran dan Perencanaan Bisnis
Anggaran dan Perencanaan Bisnis
Pertemuan 1 · Fungsi dan Peran Anggaran dalam Perencanaan Bisnis
Apa itu anggaran, lima fungsinya, bagaimana ia menerjemahkan strategi menjadi angka, dan mengapa perusahaan tanpa anggaran berjalan dalam gelap.
RPS Minggu 1 · Sub-CPMK 1 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan peran perencanaan bisnis dalam pengambilan keputusan dan memahami pentingnya anggaran operasional (Sub-CPMK 1). Secara rinci:
Capaian 1 — Definisi
1
Mendefinisikan anggaran dan membedakannya dari forecast dan proyeksi dengan kalimat sendiri yang benar.
Capaian 2 — Fungsi
2
Menjelaskan lima fungsi anggaran: perencanaan, koordinasi, komunikasi, motivasi, pengendalian — masing-masing dengan satu contoh konkret.
Capaian 3 — Hierarki
3
Menguraikan alur strategis → taktis → anggaran tahunan dan menyusun urutan komponen master budget tanpa kesalahan alur data.
Capaian 4 — Terapan
4
Mengklasifikasikan keputusan bisnis riil ke fungsi anggaran yang tepat dan memilih top-down vs bottom-up disertai justifikasi.
Dua Warung Makan, Nasib Berbeda
Keduanya sama-sama ramai dan untung di atas kertas. Tapi satu bertahan, satu tutup. Apa bedanya?
Warung A — Beranggaran
Bertahan
Setiap awal bulan menyusun target jual, belanja bahan, dan rencana kas. Saat ramai Ramadan, sudah siapkan tambahan bahan & modal. Bertahan & buka cabang.
Warung B — Tanpa Anggaran
Tutup
Untung, tapi uang masuk langsung dipakai. Saat sepi pasca-Lebaran, kas habis, gaji & sewa tak terbayar. Tutup dalam 8 bulan — padahal untung.
Keduanya untung. Bedanya: Warung A merencanakan kas dan kebutuhan ke depan; Warung B berjalan dalam gelap. Itulah peran anggaran — hari ini kita pelajari mengapa.
Bagian 1 dari 4
Apa Itu Anggaran?
Definisi anggaran sebagai rencana kuantitatif formal — dan mengapa ia berbeda dari forecast dan proyeksi yang sering dikira sama.
AnggaranForecastProyeksi
Anggaran (Budget): Rencana Kuantitatif yang Formal
Anggaran adalah rencana kerja yang dinyatakan dalam angka (umumnya satuan uang) untuk periode mendatang tertentu, yang disahkan/disetujui secara formal sebagai pedoman dan target.
Ciri 1
Kuantitatif
Dinyatakan dalam angka konkret (Rp, unit, jam kerja) — bukan niat samar seperti "ingin maju".
Ciri 2
Formal
Disetujui pimpinan — jadi komitmen resmi yang mengikat, bukan coretan pribadi.
Ciri 3
Ke Depan
Untuk periode mendatang, disusun sebelum periode berjalan — memandu tindakan.
Kata kunci pembeda dari sekadar ramalan: anggaran adalah komitmen/target yang disahkan, bukan perkiraan netral. Begitu disahkan, ia jadi tolok ukur kinerja.
Jangan Tertukar: Anggaran vs Forecast vs Proyeksi
Tabel Pembanding — Sering Keluar di Ujian
Aspek
Forecast (Ramalan)
Proyeksi
Anggaran (Budget)
Sifat
Perkiraan netral
Perkiraan bersyarat
Target yang disahkan
Pertanyaan
"Apa yang mungkin terjadi?"
"Apa yang terjadi jika X?"
"Apa yang harus kita capai?"
Komitmen
Tidak mengikat
Tidak mengikat
Mengikat (komitmen resmi)
Jadi tolok ukur?
Tidak
Tidak
Ya — dasar evaluasi kinerja
Hubungannya berurutan: forecast (ramal penjualan) → jadi dasar → anggaran (target yang disahkan). Forecast adalah bahan baku; anggaran adalah keputusannya.
Bagian 2 dari 4
Lima Fungsi & Hierarki Perencanaan
Mengapa anggaran bukan sekadar alat hemat — ia merencanakan, mengoordinasi, mengomunikasikan, memotivasi, dan mengendalikan; lalu di mana posisinya dalam hierarki perencanaan.
RencanaKoordinasiKomunikasiMotivasiKendali
Lima Fungsi Anggaran (1–3)
Fungsi 1 — Perencanaan
Rencana
Memaksa manajer berpikir ke depan dan menerjemahkan tujuan jadi angka. Contoh: sebelum tahun mulai, menetapkan target jual & biaya secara konkret.
Fungsi 2 — Koordinasi
Selaras
Menyelaraskan antar-bagian agar tidak jalan sendiri-sendiri. Contoh: anggaran penjualan menentukan anggaran produksi & pembelian bahan.
Fungsi 3 — Komunikasi
Bahasa
Menyampaikan harapan & rencana pimpinan ke seluruh tingkatan dalam bahasa angka. Contoh: tiap divisi tahu target & jatah biayanya.
Tiga fungsi pertama bekerja sebelum & selama periode: merancang arah, menyatukan langkah, menyamakan pemahaman.
Lima Fungsi Anggaran (4–5)
Fungsi 4 — Motivasi
Dorong
Target yang jelas & disepakati mendorong kinerja (mirip target nilai bagi Anda). Contoh: tim sales termotivasi mengejar target omzet yang dianggarkan.
Fungsi 5 — Pengendalian
Kendali
Membandingkan realisasi vs anggaran → muncul selisih (variance) → jadi dasar koreksi. Contoh: biaya bahan melebihi anggaran → ditelusuri penyebabnya.
Hati-hati efek samping motivasi: target yang terlalu tinggi justru mematahkan semangat; target terlalu rendah memboroskan potensi. Target ideal = menantang tapi tercapai (challenging but attainable).
Hierarki: Dari Strategi Jangka Panjang ke Anggaran Tahunan
Anggaran adalah ujung paling konkret dari perencanaan: tempat strategi besar akhirnya diterjemahkan menjadi rupiah dan unit. Tanpa anggaran, strategi hanya jadi slogan.
Anggaran Ada di Mana-Mana: dari Negara sampai Warung
Sektor Publik
APBN/APBD
APBN (Anggaran Pendapatan & Belanja Negara) & APBD (tingkat daerah) — disusun pemerintah, disahkan DPR/DPRD, jadi pedoman belanja & penerimaan satu tahun fiskal.
Sektor BUMN
RKAP
Rencana Kerja & Anggaran Perusahaan — anggaran tahunan BUMN seperti PT Telkom, PT Pertamina, disusun & disahkan RUPS sesuai ketentuan Kementerian BUMN.
Prinsip yang sama berlaku di semua skala: rencana kerja + angka + pengesahan formal. Yang berbeda hanya skala (triliunan vs jutaan) dan siapa yang mengesahkan (DPR/RUPS vs pemilik).
Bagian 3 dari 4
Master Budget: Menyusun dari Nol
Anatomi anggaran induk — operasional vs keuangan — dan cara menyusunnya bertahap, di mana output satu anggaran menjadi input anggaran berikutnya.
Penjualan → Produksi → Bahan/TKL/Overhead → HPP → L/R → Kas → Neraca
Anatomi Master Budget: Dua Kelompok Besar
Anggaran Operasional → menghasilkan L/R Anggaran
Anggaran Penjualan
Anggaran Produksi
Anggaran Bahan Baku
Anggaran Tenaga Kerja Langsung (TKL)
Anggaran Overhead Pabrik
Anggaran Beban Operasi (penjualan & administrasi)
→ Anggaran Laba Rugi
Anggaran Keuangan → menghasilkan Posisi Keuangan Anggaran
Anggaran Kas (kas masuk & keluar)
Anggaran Pengeluaran Modal (capex)
→ Neraca yang Dianggarkan
Menjawab: "Apakah kas & posisi keuangan memadai untuk menjalankan rencana?"
Operasional menjawab "berapa laba yang kita rencanakan?". Keuangan menjawab "apakah kas & posisi keuangan kita memadai?". Keduanya wajib — laba bagus tapi kas kering tetap berbahaya.
Aliran Data: Output Satu Anggaran = Input Anggaran Berikutnya
Penjualan adalah lokomotif. Salah meramal penjualan → seluruh anggaran di belakangnya ikut salah. Itu sebabnya anggaran penjualan disusun paling hati-hati.
Coba Sendiri: Susun Ulang Rantai Master Budget
Geser dan urutkan blok anggaran, lalu amati bagaimana output satu anggaran otomatis menjadi input anggaran berikutnya.
Hitung dari Nol — HDN-1: Master Budget UMKM "Sambal Bu Sri" (Semarang)
Target: jual 10.000 porsi @ Rp 25.000 bulan depan. Susun anggaran operasional bertahap — ikuti aliran datanya.
Langkah (Anggaran)
Perhitungan
Nilai
① Penjualan
10.000 × Rp 25.000
Rp 250.000.000
② Produksi
persediaan awal = akhir → = penjualan
10.000 porsi
③ Bahan baku
10.000 × Rp 8.000
Rp 80.000.000
④ TKL (juru masak)
10.000 × Rp 4.000
Rp 40.000.000
⑤ Overhead (gas, kemasan, sewa dapur)
10.000 × Rp 3.000
Rp 30.000.000
⑥ HPP total
Rp 15.000/porsi × 10.000
Rp 150.000.000
Laba kotor
Rp 250 jt − Rp 150 jt
Rp 100.000.000 (40%)
⑧ Beban operasi (kasir, promosi)
—
Rp 30.000.000
⑦ Laba sebelum pajak
Rp 100 jt − Rp 30 jt
Rp 70.000.000
Di atas kertas, untung Rp 70 juta! Margin laba kotor 40%. Kelihatan sehat. Tapi tunggu — apakah kasnya juga aman? Itu HDN-2.
Hitung dari Nol — HDN-2: Anggaran Kas Bu Sri
Untung Rp 70 jt di kertas. Tapi 70% penjualan tunai, 30% kasbon/piutang baru tertagih bulan depan. Bahan & gaji harus dibayar sekarang.
Komponen
Perhitungan
Nilai
Saldo kas awal
—
Rp 15.000.000
(+) Kas masuk (70% × jual)
0,70 × Rp 250.000.000
Rp 175.000.000
(−) Bayar bahan baku
tunai
(Rp 80.000.000)
(−) Bayar TKL
tunai
(Rp 40.000.000)
(−) Bayar overhead
tunai
(Rp 30.000.000)
(−) Bayar beban operasi
tunai
(Rp 30.000.000)
Saldo kas akhir
15 jt + 175 jt − 180 jt
Rp 10.000.000
Kas minimum diinginkan
—
Rp 20.000.000
Saldo Rp 10 jt < minimum Rp 20 jt → DEFISIT Rp 10 juta! Padahal labanya Rp 70 jt. Solusi: anggaran kas mengungkap kebutuhan pinjaman jangka pendek Rp 10 jt — diketahui sebelum krisis terjadi.
Pelajaran Kunci: Laba di Kertas ≠ Kas di Tangan
LABA (Rp 70 jt) ≠ KAS (Rp 10 jt)
Mengapa Beda?
Akrual
Laba dihitung saat penjualan terjadi, walau uangnya belum diterima (piutang Rp 75 jt masih di tangan pelanggan). Kas hanya menghitung uang yang benar-benar masuk/keluar.
Peran Anggaran
Lengkap
Anggaran laba rugi menjaga profitabilitas; anggaran kas menjaga kelangsungan hidup. Banyak usaha untung tapi bangkrut karena kehabisan kas.
Inilah jawaban dari hook tadi: Warung B "untung" tapi tutup karena tak pernah menyusun anggaran kas. Anggaran yang lengkap menjaga keduanya — laba dan kas.
Bagian 4 dari 4
Proses, Perilaku, & Rangkuman
Bagaimana anggaran disusun (siklus & kalender), pendekatan top-down vs bottom-up, sisi gelap perilaku (slack & gaming), lalu kita rangkum semuanya.
SiklusTop-down / Bottom-upSlack
Siklus Penganggaran (Budgeting Cycle) — Berputar Tiap Tahun
Siapa yang Menyusun? Top-Down vs Bottom-Up
Top-Down (Dari Atas) ↓
Kontrol
+ Cepat, selaras strategi, kontrol kuat. − Bisa tak realistis; karyawan kurang ownership → motivasi turun.
Praktik terbaik = partisipatif (gabungan): pimpinan menetapkan arah & batas besar (top-down), bagian mengisi detail & usulan (bottom-up), lalu dinegosiasikan. Menyeimbangkan realisme dan kontrol.
Sisi Gelap Anggaran: Slack & Perilaku Disfungsional
Budgetary Slack (Padding)
Bantalan
Sengaja membuat target terlalu mudah — meremehkan pendapatan atau menggelembungkan biaya — agar realisasi pasti "melampaui anggaran" dan terlihat berprestasi.
Gaming & Spending Trap
Manipulasi
(a) "Habiskan atau hangus" — belanja sisa anggaran di akhir tahun agar jatah tak dipotong. (b) Manipulasi waktu transaksi agar angka terlihat bagus.
Anggaran bisa memicu perilaku menyimpang jika dipakai kaku & menghukum. Penangkalnya: target partisipatif & realistis, evaluasi yang adil (lihat penyebab, bukan sekadar angka), dan budaya jujur.
Studi Kasus: Dua Dunia Penganggaran di Indonesia
Korporasi/BUMN — RKAP
Dokumen tebal, formal, disahkan RUPS
Disusun partisipatif lintas divisi & anak usaha
Master budget lengkap (operasional + keuangan)
Dievaluasi triwulanan, diawasi dewan komisaris
Contoh: PT Telkom, PT Pertamina, PT KAI
UMKM Semarang — Buku Kas
Sering hanya catatan kas masuk-keluar sederhana
Disusun & "disahkan" pemilik sendiri
Jarang ada anggaran formal ke depan
Risiko: kehabisan kas saat musim sepi (kasus Warung B)
Prinsip anggaran sama, formalitasnya beda. UMKM tak perlu RKAP setebal BUMN — tetapi minimal butuh anggaran kas sederhana. Naik kelas UMKM sering dimulai dari mulai beranggaran.
Latihan Kelas: Petakan Keputusan ke Fungsi Anggaran
Profil: UMKM kuliner "Sambal Bu Sri". Untuk tiap keputusan, tentukan fungsi anggaran yang paling relevan (Perencanaan / Koordinasi / Komunikasi / Pengendalian) dan pendekatan (top-down / bottom-up).
#
Keputusan Bu Sri
Fungsi?
Pendekatan?
1
Menetapkan target jual 10.000 porsi/bulan
?
?
2
Memastikan dapur tahu jumlah produksi dari target jual
?
?
3
Memberi tahu juru masak jatah biaya bahan per porsi
?
?
4
Menelusuri kenapa biaya gas bulan ini melebihi anggaran
?
?
5
Meminta usulan target tiap gerai dari kepala gerai
?
?
6
Pemilik langsung menetapkan plafon biaya promosi
?
?
Kerjakan 5 menit berpasangan. Petunjuk: satu keputusan bisa menyentuh >1 fungsi — pilih yang paling dominan & beri alasan. Kunci lengkap 12 butir ada di Lampiran B materi kuliah.
Lima Jebakan yang Sering Menjerat Penyusun Anggaran Pemula
1Menyamakan laba dengan kas — menyusun anggaran L/R tapi lupa anggaran kas (kasus Bu Sri & Warung B).
2Anggaran penjualan asal-asalan — karena ini lokomotif, ramalan ngawur merusak semua anggaran turunan.
3Top-down kaku tanpa dialog — target tak realistis → demotivasi & slack balasan dari bawah.
4Mengira anggaran = forecast — lupa anggaran adalah komitmen yang disahkan & jadi tolok ukur.
5Menganggap anggaran selesai saat disahkan — lupa tahap evaluasi (variance) yang menutup siklus.
Tiga cek sebelum selesai: ada anggaran kas? Dasar ramalan penjualan kuat? Rencana evaluasi ada?
Peta Konsep: Anggaran dalam Perencanaan Bisnis
Anggaran adalah jembatan dari strategi (mimpi) ke tindakan (angka). Pertemuan-pertemuan berikutnya akan memperdalam tiap sub-anggaran satu per satu.
Cheat Sheet — Inti Pertemuan 1
Konsep
Inti
Anggaran
Rencana kuantitatif, formal, disahkan untuk periode mendatang
Penjualan = lokomotif → produksi → biaya → HPP → L/R → Kas → Neraca
Laba vs Kas
Laba ≠ Kas — usaha untung bisa bangkrut karena kehabisan kas
Pendekatan
Top-down (kontrol) vs Bottom-up (realisme) → Partisipatif terbaik
Sisi gelap
Slack/padding, gaming → tangkal dengan target realistis & evaluasi adil
Kalau Anda bisa menjelaskan kesembilan baris ini dengan kalimat sendiri, Anda sudah menguasai Pertemuan 1. Foto slide ini untuk belajar.
Persiapan Pertemuan 2 — Anggaran Penjualan
Hari ini Anda memahami apa, mengapa, dan wujud anggaran. Pertemuan depan kita mulai menyusun anggaran pertama dan terpenting: anggaran penjualan, sang lokomotif.
Pertemuan 2 — Anggaran Penjualan
Metode meramalkan penjualan (tren, judgment, statistik sederhana)
Menyusun anggaran penjualan per produk/wilayah/periode
Mengapa ini fondasi seluruh master budget
Tugas Mandiri
2 Tugas
1 Selesaikan 12 butir latihan klasifikasi (Lampiran B materi).
2 Amati satu UMKM di sekitar Anda — apakah ia punya anggaran? Catat untuk diskusi minggu depan.
Kuasai definisi & lima fungsi malam ini. Sampai jumpa di Pertemuan 2 — Anggaran Penjualan, sang lokomotif.