Mengubah jejak klik pengunjung menjadi bukti terukur: di mana mereka masuk, di mana mereka berhenti, dan siapa yang benar-benar bertahan.
RPS MINGGU 9 • 2X50 MENIT
Agenda & Tujuan Pembelajaran
Setelah pertemuan ini, Anda mampu menjelaskan dan menghitung tiga alat analitik perilaku digital berikut:
TOPIK 1
Data Clickstream
Memahami jejak event digital — dari kunjungan halaman sampai transaksi.
TOPIK 2
Funnel Konversi
Mengukur berapa persen pengunjung yang bertahan di tiap tahap keputusan.
TOPIK 3
Analisis Kohort
Melacak siapa yang benar-benar kembali menggunakan produk dari waktu ke waktu.
Sub-CPMK Minggu 9: mahasiswa mampu menganalisis data clickstream, menyusun funnel konversi, dan menginterpretasi analisis kohort untuk pengambilan keputusan bisnis digital.
Mengapa "Perilaku" Harus Diukur, Bukan Ditebak?
Setiap kali seseorang membuka aplikasi Tokopedia atau situs BBCA mobile banking, ratusan jejak digital tercipta dalam hitungan detik — jauh lebih rinci daripada survei atau wawancara.
TANPA ANALITIK PERILAKU
Keputusan berdasarkan asumsi tim internal, bukan bukti.
Masalah baru diketahui setelah keluhan menumpuk di media sosial.
Sulit tahu tahap mana yang membuat calon pembeli berhenti.
DENGAN ANALITIK PERILAKU
Setiap klik, scroll, dan transaksi tercatat sebagai data objektif.
Titik kebocoran pelanggan dapat dilacak sampai ke halaman spesifik.
Keputusan produk dapat diuji dan diverifikasi dengan angka.
Bagian 1 dari 3
Data Clickstream
Jejak mentah setiap interaksi pengguna — fondasi dari semua analisis perilaku digital yang akan kita bahas hari ini.
EventSesiJourney
Apa Itu Data Clickstream?
Clickstream adalah rekaman berurutan setiap interaksi pengguna dengan situs atau aplikasi digital — setiap klik, ketukan, dan scroll tercatat sebagai satu baris data (event).
SATU EVENT BERISI
Siapa — ID pengguna atau perangkat (anonim/terautentikasi).
Apa — jenis aksi (page_view, click, add_to_cart).
Kapan — stempel waktu (timestamp) presisi detik.
Di mana — halaman atau layar tempat aksi terjadi.
SUMBER DATA UMUM
Google Analytics, Mixpanel, atau log internal aplikasi — semuanya menghasilkan tabel event mentah yang menjadi bahan baku funnel dan kohort.
Anatomi Event: Contoh Perjalanan Satu Pengguna
Berikut cuplikan clickstream seorang pengguna di aplikasi belanja — perhatikan bagaimana satu sesi tersusun dari rangkaian event berurutan.
CUPLIKAN LOG EVENT (SATU SESI)
Waktu
Jenis Event
Halaman / Aksi
09:14:02
page_view
Beranda aplikasi
09:14:20
search
Kata kunci: "sepatu lari"
09:14:35
page_view
Daftar hasil pencarian
09:15:10
click
Buka detail produk
09:16:02
add_to_cart
Tambahkan ke keranjang
09:18:40
purchase
Pembayaran berhasil
Dari Klik ke Customer Journey
Rangkaian event yang sama, jika dikelompokkan per tahap, membentuk peta perjalanan konsumen (customer journey) yang bisa dianalisis lebih lanjut.
Satu baris clickstream = satu titik pada peta ini. Funnel konversi, yang akan kita bahas berikutnya, mengukur berapa persen pengguna yang berhasil melewati setiap panah.
Hitung dari Nol: Metrik Dasar Clickstream
Sebuah situs e-commerce mencatat 5.000 sesi dalam sehari, dengan 1.100 sesi hanya membuka satu halaman lalu pergi (bounce), dan total durasi seluruh sesi 45.000 menit.
DARI LOG MENTAH KE METRIK RINGKAS
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Total sesi tercatat
diberikan tim analitik
5.000 sesi
2. Sesi bounce (1 halaman saja)
diberikan tim analitik
1.100 sesi
3. Bounce rate
1.100 ÷ 5.000 × 100
22%
4. Total durasi seluruh sesi
diberikan tim analitik
45.000 menit
5. Rata-rata durasi per sesi
45.000 ÷ 5.000
9,0 menit
6. Sesi non-bounce (interaksi lanjut)
5.000 − 1.100
3.900 sesi (78%)
Bagian 2 dari 3
Funnel Konversi
Merangkum ribuan event clickstream menjadi tahapan keputusan pembelian, lengkap dengan angka konversi di tiap tahap.
TahapanConversion RateDrop-off
Apa Itu Funnel Konversi?
Funnel konversi adalah rangkaian tahap berurutan yang harus dilalui pengguna sebelum mencapai tujuan akhir (biasanya pembelian) — jumlah pengguna makin menyusut di setiap tahap, membentuk bentuk corong.
MENGAPA DISEBUT "FUNNEL"
Seperti corong nyata: lebar di atas (banyak pengunjung masuk), menyempit di bawah (sedikit yang benar-benar membeli). Setiap penyempitan berarti sebagian orang "gugur".
METRIK UTAMA: CONVERSION RATE
Persentase pengguna yang lanjut ke tahap berikutnya. Dihitung dari jumlah tahap berikutnya dibagi jumlah tahap sebelumnya, dikali 100.
Conversion Rate = (Tahap Berikutnya ÷ Tahap Sebelumnya) × 100%
Tahapan Funnel E-Commerce Khas
Contoh funnel umum: dari kunjungan halaman produk sampai transaksi selesai.
Semakin ke bawah corong, semakin sedikit populasi — tugas analis adalah mencari tahu tahap mana yang kehilangan orang paling banyak.
Hitung dari Nol: Conversion Rate per Tahap
Toko daring mencatat 10.000 pengunjung halaman produk, 2.500 menambah ke keranjang, 900 memulai checkout, dan 450 menyelesaikan pembayaran.
MENGHITUNG CONVERSION RATE SETIAP TAHAP
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kunjungi halaman produk (baseline)
diberikan tim analitik
10.000 (100%)
2. Tambah ke keranjang
2.500 ÷ 10.000 × 100
2.500 (25%)
3. Mulai checkout
900 ÷ 2.500 × 100
900 (36%)
4. Pembayaran selesai (purchase)
450 ÷ 900 × 100
450 (50%)
5. Conversion rate keseluruhan
450 ÷ 10.000 × 100
4,5%
6. Drop-off terbesar (keranjang→checkout)
(2.500−900) ÷ 2.500 × 100
64% hilang
Coba Sendiri: Hitung Conversion Rate Funnel Anda Sendiri
Masukkan jumlah pengguna di tiap tahap funnel e-commerce lain, lalu lihat langsung conversion rate per tahap dan titik drop-off terbesarnya.
Mendiagnosis Kebocoran Funnel
Angka drop-off saja belum cukup — analis harus menggali mengapa pengguna berhenti di tahap tertentu.
CONTOH PENYEBAB UMUM KEBOCORAN DI TAHAP "KERANJANG → CHECKOUT"
Kemungkinan Penyebab
Cara Mengecek
Ongkos kirim baru muncul saat checkout
Bandingkan drop-off sebelum & sesudah info ongkir ditampilkan lebih awal
Metode pembayaran tidak sesuai preferensi
Tinjau data event payment_method_selected
Formulir checkout terlalu panjang
Hitung jumlah kolom & waktu rata-rata di halaman checkout
Halaman lambat dimuat di perangkat murah
Segmentasi drop-off berdasarkan jenis perangkat
Latihan Kelompok: Temukan Titik Bocor
Kerjakan dalam kelompok kecil (3–4 orang), waktu 10 menit.
DATA FUNNEL APLIKASI PEMESANAN MAKANAN
Tahap
Jumlah Pengguna
Buka menu restoran
8.000
Pilih menu & tambah ke keranjang
3.200
Isi alamat pengantaran
2.900
Konfirmasi & bayar
1.450
Hitung conversion rate tiap tahap dan conversion rate keseluruhan.
Tentukan tahap dengan drop-off terbesar (dalam persen).
Ajukan satu hipotesis penyebab, lengkap dengan cara mengeceknya.
Bagian 3 dari 3
Analisis Kohort
Funnel menjawab "di mana orang berhenti dalam satu perjalanan" — kohort menjawab "siapa yang bertahan dari waktu ke waktu".
RetensiKohort AkuisisiHeatmap
Apa Itu Analisis Kohort?
Kohort adalah kelompok pengguna yang memiliki karakteristik awal sama (biasanya waktu bergabung yang sama), lalu diamati perilakunya secara bersama-sama seiring waktu.
KOHORT AKUISISI
Dikelompokkan berdasarkan kapan pengguna pertama kali mendaftar. Contoh: "kohort minggu ke-1 Juni" vs "kohort minggu ke-2 Juni".
KOHORT PERILAKU
Dikelompokkan berdasarkan aksi pertama yang sama, misalnya semua pengguna yang pertama kali membeli kategori "elektronik".
Metrik utama: retention rate — persentase anggota kohort yang masih aktif pada periode pengamatan berikutnya, dibanding ukuran kohort awal.
Hitung dari Nol: Tabel Retensi Kohort
Sebuah aplikasi mencatat 1.000 pengguna baru mendaftar di Minggu 0. Berikut jumlah yang masih aktif tiap minggu berikutnya.
RETENSI KOHORT "PENGGUNA BARU MINGGU 0"
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Ukuran kohort awal (Minggu 0)
diberikan tim analitik
1.000 (100%)
2. Aktif di Minggu 1
420 ÷ 1.000 × 100
420 (42%)
3. Aktif di Minggu 2
260 ÷ 1.000 × 100
260 (26%)
4. Aktif di Minggu 4
150 ÷ 1.000 × 100
150 (15%)
5. Churn kumulatif hingga Minggu 4
1.000 − 150
850 (85%)
Coba Sendiri: Hitung Retensi Kohort D1/D7/D30
Masukkan jumlah pengguna aktif pada hari ke-1, ke-7, dan ke-30 setelah pendaftaran, lalu lihat langsung kurva retensi dan tingkat churn kumulatifnya.
Membaca Heatmap Kohort
Dashboard analitik biasanya menampilkan retensi banyak kohort sekaligus sebagai heatmap — warna lebih gelap berarti retensi lebih tinggi.
Perhatikan pola diagonal: kohort yang lebih baru (Minggu 2) belum punya data M3–M4 karena waktunya belum sampai — ini normal, bukan data hilang.
Menggabungkan Ketiganya & Kesalahan Umum
STUDI KASUS SINGKAT
Tim Tokopedia melihat penjualan turun → clickstream menunjukkan trafik stabil → funnel menunjukkan drop-off tinggi di checkout → kohort menunjukkan retensi pembeli baru juga turun. Kesimpulan: masalah ada di pengalaman checkout, bukan di akuisisi trafik.
JEBAKAN VANITY METRICS
Jumlah pengunjung tinggi tapi conversion rate rendah tetap dirayakan sebagai "sukses".
Retensi dihitung tanpa membandingkan kohort mana yang diukur.
Bounce rate dibaca terpisah, tanpa dikaitkan ke funnel & kohort.
Prinsip inti: ketiga alat ini harus dibaca bersama-sama, bukan sendiri-sendiri — satu metrik saja mudah menyesatkan.
Ringkasan Pertemuan 8
CLICKSTREAM
Bahan Baku Mentah
Setiap klik, scroll, dan transaksi tercatat sebagai event dengan siapa, apa, kapan, dan di mana.
FUNNEL KONVERSI
Perjalanan dalam Satu Sesi
Mengukur berapa persen pengguna yang bertahan di setiap tahap keputusan pembelian.
ANALISIS KOHORT
Perilaku Sepanjang Waktu
Melacak siapa yang benar-benar kembali menggunakan produk dari minggu ke minggu.
Minggu depan (Pertemuan 9): kita akan menggunakan data ini sebagai dasar merancang eksperimen A/B testing untuk menguji perbaikan yang Anda usulkan hari ini.