‹ Daftar slidePertemuan 12: Analisis Sumber dan Penggunaan Kas
FEB UNDIP · Analisis Laporan Keuangan
Analisis Laporan Keuangan
Pertemuan 12 · Analisis Sumber dan Penggunaan Kas
Dari mana kas perusahaan berasal, dan ke mana ia mengalir? Cara membaca jejak uang lewat perbandingan dua neraca.
RPS Minggu 13 · Sub-CPMK 13 · 2 × 50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis sumber dan penggunaan kas untuk menilai kinerja keuangan (Sub-CPMK 13). Secara rinci:
Capaian 1 — Konsep
C1
Menjelaskan tujuan analisis sumber-penggunaan kas dan konsep dana = kas.
Capaian 2 — Aturan
C2
Menerapkan aturan klasifikasi sumber vs penggunaan dengan minimal empat aturan benar tanpa tertukar.
Capaian 3 — Menyusun
C3
Menyusun laporan sumber-penggunaan kas dari dua neraca dan memadankannya ke arus kas PSAK.
Capaian 4 — Menafsir
C4
Menilai kesehatan kas — apakah kas operasi membiayai investasi dan menentukan keberlanjutan.
Laba Naik 20%, Kok Saldo Kasnya Malah Turun?
Sebuah perusahaan mencatat laba bersih melonjak. Tapi rekening kasnya justru menipis. Bukan penipuan — ini hal biasa. Kenapa?
Yang Terlihat (Laba)
↑ 20%
Laba bersih naik
Laporan laba rugi: penjualan tumbuh, marjin terjaga. Manajemen tampak hebat. Laba akrual dicatat saat transaksi terjadi.
Yang Tersembunyi (Kas)
↓ Kas
Saldo kas menipis
Penjualan tumbuh → piutang membengkak (pelanggan belum bayar) & persediaan menumpuk. Kas riil malah keluar.
Laba dicatat saat transaksi terjadi (basis akrual), bukan saat uang masuk. Analisis sumber-penggunaan kas membongkar selisih antara "laba di kertas" dan "uang di rekening".
Bagian 1 dari 4
Mengapa Kas — dan Apa Itu "Dana"?
Mengapa kas lebih jujur daripada laba, dan dua arti kata "dana": kas murni vs modal kerja.
LikuiditasSolvabilitasKelangsungan
Kas adalah "Darah" Perusahaan
Laba boleh untung di kertas, tetapi yang membayar gaji, supplier, dan bunga utang hanyalah kas riil. Tiga alasan kas jadi pusat perhatian:
Alasan 1 — Kelangsungan
HIDUP
Perusahaan bisa rugi bertahun-tahun asal punya kas; tetapi kehabisan kas sekali saja bisa berakhir di PKPU/pailit (UU 37/2004).
Alasan 2 — Sulit Dimanipulasi
NYATA
Laba bisa "dirias" lewat pilihan metode akuntansi; kas yang masuk-keluar lebih sulit direkayasa. "Cash is king."
Alasan 3 — Keputusan Nyata
BAYAR
Bayar dividen, lunasi obligasi, investasi pabrik — semua butuh uang nyata di rekening, bukan laba di buku.
Banyak perusahaan bangkrut bukan karena rugi, tetapi karena kehabisan kas saat kewajiban jatuh tempo. Inilah "krisis likuiditas".
Dua Arti "Dana": Kas vs Modal Kerja
Analisis "perubahan dana" punya dua versi. Bedanya pada seberapa luas kita mendefinisikan "dana".
Dana = Modal Kerja
Luas
Yang dilacak: modal kerja neto = aset lancar − liabilitas lancar. Lebih luas; cocok melihat likuiditas jangka pendek secara umum. Versi klasik buku lama.
Dana = Kas (Fokus Kita)
Ketat
Yang dilacak: hanya kas & setara kas. Lebih ketat & lebih tajam — menjawab "uang tunai datang dari mana, pergi ke mana". Ini definisi RPS minggu 13.
Mengapa kita pilih "dana = kas"? Karena yang membayar tagihan adalah kas, bukan piutang atau persediaan. Definisi inilah yang dipakai laporan arus kas resmi (PSAK 207, eks PSAK 2).
Bagian 2 dari 4
Aturan Klasifikasi: Sumber vs Penggunaan
Empat aturan inti, dua penyesuaian penting, dan prosedur empat langkah — fondasi sebelum berhitung.
Δ Aset ↑ = pakai kas · Δ Liabilitas/Ekuitas ↑ = sumber kas
Aturan Emas: Apa yang Menambah & Menghabiskan Kas
Bayangkan neraca sebagai "kolam kas". Ada yang mengisi (sumber) dan ada yang menguras (penggunaan). Logikanya konsisten:
Perubahan Pos
Artinya
Klasifikasi
Aset turun (mis. piutang ↓, jual aset)
Aset jadi kas
SUMBER
Aset naik (mis. beli mesin, persediaan ↑)
Kas jadi aset
Penggunaan
Liabilitas naik (mis. tarik utang baru)
Dapat pinjaman = kas masuk
SUMBER
Liabilitas turun (mis. lunasi utang)
Bayar = kas keluar
Penggunaan
Ekuitas naik (mis. emisi saham, laba)
Setoran/laba = kas masuk
SUMBER
Ekuitas turun (mis. dividen, rugi)
Dibagikan = kas keluar
Penggunaan
Cara mengingat: kas mengalir berlawanan dengan aset, searah dengan liabilitas & ekuitas. Aset naik → kas turun; utang naik → kas naik.
Coba Sendiri: Klasifikasikan Perubahan Pos Neraca
Geser kenaikan/penurunan tiap pos neraca di widget ini dan lihat langsung apakah sistem menandainya SUMBER atau PENGGUNAAN kas.
Dua "Penyesuaian" yang Paling Sering Menjebak
Dua pos ini melanggar intuisi awal. Pahami sekarang agar laporan Anda seimbang nanti.
Jebakan 1 — Penyusutan = Sumber
+Balik
Penyusutan (depreciation) mengurangi laba tetapi TIDAK mengeluarkan kas — kasnya sudah keluar dulu saat beli aset. Karena sudah dikurangkan dari laba padahal bukan kas → ditambah balik sebagai SUMBER.
Jebakan 2 — Pecah Laba Ditahan
Pecah!
Jangan pakai perubahan laba ditahan mentah. Pecah jadi: laba bersih (SUMBER) −dividen (PENGGUNAAN). Δ laba ditahan = laba − dividen.
Jika penyusutan jadi sumber, maka aset tetap dipakai bruto (CapEx = penggunaan). Jangan dihitung dua kali: pilih bruto + penyusutan, BUKAN aset tetap neto.
Prosedur Empat Langkah Menyusun Laporan
Selalu kerjakan dengan urutan yang sama. Disiplin urutan ini mencegah kekacauan.
Uji kebenaran otomatis: total sumber − total penggunaan = perubahan saldo kas. Kalau tidak sama, ada kesalahan klasifikasi — telusuri ulang.
Bagian 3 dari 4
Menyusun Laporan dari Nol
Satu kasus utuh — PT Sentosa Makmur — dari dua neraca mentah sampai laporan seimbang, lalu dipadankan ke arus kas PSAK.
Studi Kasus: Neraca Perbandingan PT Sentosa Makmur
Dua neraca berurutan (Rp juta). Info tambahan: laba bersih 2025 = Rp 110 jt · penyusutan tahun berjalan = Rp 90 jt · dividen tunai dibayar = Rp 40 jt · tidak ada pelepasan aset tetap.
Pos (Rp juta)
2024
2025
Δ
Kas & setara kas
120
190
+70
Piutang usaha
200
260
+60
Persediaan
300
350
+50
Aset tetap (bruto)
600
850
+250
(Akumulasi penyusutan)
(200)
(290)
+90
Total aset (neto)
1.020
1.360
+340
Utang usaha
150
210
+60
Utang bank jk panjang
250
400
+150
Modal saham
500
560
+60
Laba ditahan
120
190
+70
Total liab. + ekuitas
1.020
1.360
+340
Perhatikan: kas justru naik Rp 70 jt. Tugas kita: jelaskan dari mana kenaikan itu dan ke mana kas lain mengalir.
Hitung dari Nol — HDN-1a: Klasifikasi Tiap Perubahan
Langkah 2–3: hitung Δ tiap pos lalu klasifikasikan. Ingat dua penyesuaian: penyusutan = sumber; laba ditahan dipecah jadi laba (sumber) − dividen (penggunaan).
Pos
Δ (Rp juta)
Logika
Klasifikasi
Laba bersih
+110
laba = kas masuk
Sumber 110
Penyusutan
+90
non-kas, tambah balik
Sumber 90
Piutang usaha
+60
aset naik → pakai kas
Penggunaan 60
Persediaan
+50
aset naik → pakai kas
Penggunaan 50
Aset tetap bruto
+250
beli aset (CapEx)
Penggunaan 250
Utang usaha
+60
liabilitas naik
Sumber 60
Utang bank jk pjg
+150
liabilitas naik
Sumber 150
Modal saham
+60
emisi saham
Sumber 60
Dividen
−40
ekuitas turun (bagi laba)
Penggunaan 40
Laba ditahan +70 tidak dipakai langsung — sudah terpecah jadi laba 110 (sumber) − dividen 40 (penggunaan). Akumulasi penyusutan +90 juga tidak dipakai lagi — sudah diwakili "penyusutan = sumber".
Hitung dari Nol — HDN-1b: Laporan Sumber & Penggunaan Kas
Langkah 4: kelompokkan ke dua kolom, jumlahkan, dan buktikan seimbang.
SUMBER KAS (Rp juta)
Laba bersih
110
Penyusutan
90
Kenaikan utang usaha
60
Kenaikan utang bank
150
Penerbitan saham baru
60
TOTAL SUMBER
470
PENGGUNAAN KAS (Rp juta)
Kenaikan piutang
60
Kenaikan persediaan
50
Pembelian aset tetap
250
Pembayaran dividen
40
TOTAL PENGGUNAAN
400
Selisih = 470 − 400 = +70 jt = kenaikan saldo kas (120 → 190). Laporan SEIMBANG ✓. Inilah bukti aritmetika bahwa klasifikasi kita benar.
Padanan Formal: Laporan Arus Kas PSAK 207 (eks PSAK 2)
Laporan tahunan emiten tidak menyebut "sumber-penggunaan kas", tetapi menyajikan informasi yang sama, dikelompokkan ke tiga aktivitas:
Aktivitas Operasi
O
Kas dari kegiatan inti: laba + penyusutan ± perubahan modal kerja (piutang, persediaan, utang usaha). Pertanyaan: apakah bisnis intinya menghasilkan kas?
Aktivitas Investasi
I
Kas untuk/dari aset jangka panjang: beli/jual aset tetap (CapEx), akuisisi. Biasanya negatif untuk perusahaan tumbuh.
Aktivitas Pendanaan
P
Kas dari/ke penyandang dana: tarik/lunasi utang, emisi saham, bayar dividen. Menunjukkan hubungan dengan investor & kreditor.
Tiga aktivitas ini hanya menata ulang pos-pos sumber-penggunaan kita ke dalam cerita yang lebih bermakna. Hasil akhir (perubahan kas) identik.
Hitung dari Nol — HDN-2a: Konversi Aturan Tanda
Sebelum mengisi tabel PSAK, satu langkah penting: ubah format dua-kolom (Slide 14) menjadi satu-baris bertanda aljabar.
Dari Slide 14
Ke Format PSAK
Kolom kiri = SUMBER
(+)
Kolom kanan = PENGGUNAAN
(−)
Contoh — Penggunaan → (−)
−60
Piutang naik +60 ada di kolom PENGGUNAAN (kanan, Slide 14) → di baris PSAK menjadi −60.
Contoh — Sumber → (+)
+60
Utang usaha naik +60 ada di kolom SUMBER (kiri, Slide 14) → di baris PSAK menjadi +60.
Aturan sederhana: SUMBER → (+) · PENGGUNAAN → (−). Tanda ini yang membuat angka-angka dalam tabel tiga aktivitas bisa dijumlahkan dalam satu kolom.
Hitung dari Nol — HDN-2b: PT Sentosa dalam Format PSAK
Pos yang sama, ditata ke tiga aktivitas (metode tidak langsung). Buktikan hasilnya tetap +70 jt.
Aktivitas
Komponen (Rp juta)
Subtotal
OPERASI
Laba bersih 110 + Penyusutan 90 − Piutang 60 − Persediaan 50 + Utang usaha 60
+150
INVESTASI
Pembelian aset tetap (250)
(250)
PENDANAAN
Emisi saham 60 + Utang bank 150 − Dividen 40
+170
Perubahan kas neto
150 − 250 + 170
+70
Kas awal (2024)
120
Kas akhir (2025)
120 + 70
190
Hasil identik: kas naik Rp 70 jt → saldo akhir Rp 190 jt — sama persis dengan laporan sumber-penggunaan kas (Slide 14) dan saldo kas di neraca. Dua metode, satu kebenaran.
Mengapa Kedua Metode Pasti Memberi Hasil Sama
Bukan kebetulan — ini konsekuensi matematis dari persamaan dasar akuntansi.
Aset = Liabilitas + Ekuitas → Δ Aset = Δ Liabilitas + Δ Ekuitas
Penurunan Logis — Tiga Langkah
1 Pisahkan kas dari aset lain: Δ Kas + Δ Aset non-kas = Δ Liabilitas + Δ Ekuitas
2 Pindahkan ruas: Δ Kas = (Δ Liabilitas + Δ Ekuitas) − Δ Aset non-kas
3 Ruas kanan itulah (Σ Sumber) − (Σ Penggunaan). Maka perubahan kas selalu = sumber − penggunaan.
Karena neraca selalu seimbang, laporan sumber-penggunaan kas selalu menutup ke perubahan kas. Jika tidak menutup → ada pos terlewat atau salah klasifikasi.
Bagian 4 dari 4
Menafsir Kesehatan Kas
Menyusun laporan baru separuh pekerjaan. Bagian terpenting: membaca ceritanya — sehat, atau lampu kuning?
● HIJAU — Sehat
● KUNING — Waspada
● MERAH — Lampu Bahaya
Tiga Pertanyaan untuk Menilai Kesehatan Kas
Pertanyaan 1 — Operasi
O > 0?
Apakah kas operasi positif? Bisnis inti harus menghasilkan kas. Operasi negatif terus-menerus = lampu merah.
Pertanyaan 2 — Investasi
O ≥ I?
Apakah kas operasi membiayai investasi (CapEx)? Idealnya pertumbuhan didanai dari kas yang dihasilkan sendiri.
Pertanyaan 3 — Pendanaan
P?
Kalau operasi tak cukup, siapa menutup kekurangan — utang baru atau emisi saham? Ketergantungan utang terus-menerus = risiko.
Pola sehat klasik: operasi (+), investasi (−) wajar, pendanaan (±) terkendali. Pola berbahaya: operasi (−) ditutup utang yang terus membengkak.
Diagnosis PT Sentosa: Sehat atau Lampu Kuning?
Terapkan tiga pertanyaan ke hasil HDN-2 (operasi +150, investasi −250, pendanaan +170).
Yang Sehat
+Rp 150 jt
Kas operasi positif
Bisnis inti benar-benar menghasilkan kas. Dividen tetap dibayar (Rp 40 jt). Ini sinyal baik — mesin bisnisnya bekerja.
Lampu Kuning
−Rp 100 jt
Kekurangan CapEx vs Operasi
CapEx Rp 250 jt > kas operasi Rp 150 jt. Kekurangan Rp 100 jt ditutup utang & saham baru (pendanaan +170). Ekspansi belum swadana.
Diagnosis: PT Sentosa sehat di operasi, tetapi ekspansinya (CapEx 250) belum bisa dibiayai sendiri — bergantung pendanaan luar. Wajar untuk fase tumbuh, tapi pantau agar utang tak terus membengkak.
Membaca Pola Arus Kas Emiten di Bursa Efek Indonesia
Tiga tanda arus kas (operasi/investasi/pendanaan) membentuk "sidik jari" fase hidup perusahaan. Pola — bukan angka pasti:
Operasi
Investasi
Pendanaan
Tafsir Tipikal
+
−
−
Matang & sehat: operasi danai investasi & bayar utang/dividen — banyak emiten blue-chip mapan.
+
−
+
Tumbuh: operasi positif tapi ekspansi besar → tarik utang/saham (mis. emiten ekspansif).
−
−
+
Rintisan/agresif: operasi belum positif, bakar kas, tergantung pendanaan (waspadai).
Di laporan tahunan emiten IDX, cari "Laporan Arus Kas" (PSAK 207). Baca tiga subtotalnya sebelum membaca laba — itu cara analis berpengalaman.
Pendalaman: Free Cash Flow & "Kualitas Laba"
Free Cash Flow (FCF)
−100
Rp juta (FCF PT Sentosa)
Kas yang benar-benar bebas dipakai setelah investasi wajib. Rumus sederhana: FCF ≈ Kas Operasi − CapEx. PT Sentosa: 150 − 250 = −Rp 100 jt (FCF negatif → ekspansi belum swadana).
Kualitas Laba
150 > 110
Kas operasi > laba bersih
Bandingkan kas operasi vs laba bersih. Kas operasi (150) > laba bersih (110) → laba "didukung kas" = kualitas baik. Kalau laba ≫ kas operasi → waspadai laba "di atas kertas".
FCF adalah fondasi penilaian perusahaan (valuasi DCF, Damodaran) — di MK lanjutan, nilai saham = nilai kini dari FCF masa depan. Hari ini cukup pahami arti-nya.
Coba Sendiri: Empat Rasio Berbasis Arus Kas Operasi
FCF dan kualitas laba tadi baru dua ukuran. Analis profesional juga memakai beberapa rasio baku berbasis arus kas operasi (CFO) untuk menilai kecukupan kas terhadap kewajiban dan belanja modal. Masukkan angka laporan arus kas emiten pilihan Anda dan lihat keempat rasio itu sekaligus.
Lima Jebakan yang Sering Membuat Laporan Tak Seimbang
Jebakan 1 — Arah Aset Terbalik
Mengira aset naik = sumber. Aset naik = penggunaan! Kas mengalir berlawanan dengan aset.
Jebakan 2 — Penyusutan Salah
Tidak ditambah balik sebagai sumber, atau dihitung dobel dengan aset tetap neto. Pakai aset bruto + penyusutan sumber.
Jebakan 3 — Laba Ditahan Mentah
Lupa memecah jadi laba (sumber) − dividen (penggunaan). Δ laba ditahan ≠ sumber langsung.
Jebakan 4 — Pos Terlewat
Ada akun neraca yang tidak diklasifikasikan → laporan tidak menutup. Periksa semua baris neraca satu per satu.
Jebakan 5 — Penghitungan Ganda
Campur aset tetap neto dengan penyusutan → dihitung dua kali. Pilih satu cara: bruto + penyusutan, ATAU neto saja (tanpa penyusutan).
Cek emas: total sumber = total penggunaan + Δ kas. Kalau tidak menutup, telusuri jebakan 1–5.
Cheat Sheet — Sumber & Penggunaan Kas
Aturan / Langkah
Inti
Aset ↓
SUMBER · Aset ↑ → PENGGUNAAN
Liab./Ekuitas ↑
SUMBER · Liab./Ekuitas ↓ → PENGGUNAAN
Penyusutan
SUMBER (non-kas, tambah balik; pakai aset bruto)
Laba ditahan
Pecah: laba (sumber) − dividen (penggunaan)
Prosedur
Bandingkan → Selisih → Klasifikasi → Seimbangkan
Cek benar
Σ Sumber − Σ Penggunaan = Δ Kas
Padanan PSAK
Operasi + Investasi + Pendanaan = Δ Kas
Satu kalimat untuk diingat: "Kas mengalir berlawanan dengan aset, searah dengan liabilitas & ekuitas — dan laporan selalu menutup ke perubahan kas."
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan — PT Maju Jaya
8 menit
Dari dua neraca (Rp juta): Kas 80→110 · Piutang 150→120 · Persediaan 200→240 · Aset tetap bruto 350→470 · Akum. penyusutan 150→200 · Utang usaha 100→90 · Utang bank 180→250 · Modal saham 300→300 · Laba ditahan 50→100. Info: laba bersih 80, dividen 30. Susun laporan sumber-penggunaan & diagnosis kesehatannya.
Diskusi Kelas
Analisis
"Sebuah emiten labanya naik tiap tahun tetapi kas operasinya selalu negatif. Apa yang Anda curigai? Apa yang Anda tanyakan ke manajemen?"
Petunjuk: pikirkan piutang, persediaan, dan kebijakan pengakuan pendapatan.
Kerjakan 8 menit. Langkah: selisih tiap pos → klasifikasi (ingat penyusutan & dividen) → seimbangkan → cek menutup ke Δ kas (+30). Piutang turun = sumber; utang usaha turun = penggunaan. Lalu kita bahas bersama.
Rangkuman & Penutup
Hari ini Anda belajar melacak jejak kas — dari mana ia berasal, ke mana ia mengalir, dan apa artinya bagi kesehatan perusahaan.
Yang Anda Kuasai Hari Ini
Konsep dana = kas (PSAK 207)
Aturan klasifikasi sumber vs penggunaan
Dua penyesuaian: penyusutan & laba ditahan
Prosedur 4 langkah & menyusun laporan seimbang
Padanan ke arus kas PSAK tiga aktivitas
Diagnosis kesehatan kas & free cash flow
Bawa Pulang
"Opini vs Fakta"
"Laba adalah opini, kas adalah fakta." Selalu tanya "ke mana uangnya?" — bukan hanya "berapa labanya?". Ambil laporan tahunan satu emiten IDX dan ulangi latihan hari ini.
Latih ulang HDN-1 & HDN-2 dengan laporan keuangan satu emiten IDX pilihan Anda. Kuasai tiga cek emas: arah aset · penyusutan · laba ditahan. Pertemuan 13: Analisis Rentabilitas & Kinerja Operasional.