‹ Daftar slidePertemuan 9: Analisis Du Pont (Dekomposisi ROE)
FEB UNDIP · Analisis Laporan Keuangan
Analisis Laporan Keuangan
Pertemuan 9 · Analisis Du Pont: Dekomposisi ROE
Membedah satu angka ROE menjadi tiga mesin — efisiensi laba, efisiensi aset, dan leverage — lalu menelusuri dari mana kekuatan (atau kelemahan) sebuah perusahaan berasal.
RPS Minggu 10 · Sub-CPMK 10 · 2 × 50 Menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan, menghitung, dan menganalisis kinerja dengan model Du Pont (Sub-CPMK 10). Secara rinci:
Capaian 1 — Konsep
C1
Konseptual
Menjelaskan tujuan Du Pont sebagai dekomposisi ROE menjadi tiga komponen: NPM, TATO, dan EM.
Capaian 2 — Hitung 3-Langkah
C2
Kuantitatif
Menghitung ROE = NPM × TATO × EM dari data laporan keuangan dan mencocokkannya dengan ROE langsung.
Membandingkan ROE antar-perusahaan/periode dan menyusun rekomendasi berbasis komponen terlemah.
Dua Perusahaan, ROE Sama 18% — Mana yang Lebih Sehat?
Hanya melihat ROE, keduanya tampak identik. Tapi cara mereka mencapai 18% bisa berbeda total.
Perusahaan A
18%
ROE
Diraih dari margin tebal & utang sedikit. Untung besar tiap rupiah penjualan, aset hampir tanpa utang. NPM tinggi, EM rendah.
Perusahaan B
18%
ROE
Diraih dari margin tipis & utang besar (leverage tinggi). Untung kecil per rupiah, tapi diperbesar oleh pinjaman. NPM rendah, EM tinggi.
Angka ROE-nya kembar, tetapi risikonya tidak. Hari ini Anda belajar membongkar "kembar palsu" ini lewat dekomposisi Du Pont — dari angka yang sama, temukan resep yang berbeda.
Blok 1 dari 4
Mengapa ROE Perlu Dibedah?
ROE adalah angka ringkasan paling diburu investor — tetapi ia menyembunyikan tiga mesin berbeda di dalamnya. Kita kupas dulu apa itu ROE dan ide inti Du Pont.
ProfitabilitasEfisiensiLeverage
ROE — Imbal Hasil bagi Pemilik Perusahaan
ROE menjawab pertanyaan pemegang saham: dari setiap Rp 100 yang saya tanam, berapa laba yang dihasilkan perusahaan setahun?
ROE = Laba Bersih ÷ Ekuitas Pemegang Saham
Contoh Angka
24%
ROE
Laba bersih Rp 240 M, ekuitas Rp 1.000 M → ROE = 240 ÷ 1.000 = 24%. Tiap Rp 100 ekuitas menghasilkan Rp 24 laba per tahun.
Mengapa Diburu
★
Tolok Ukur Investor
ROE adalah ukuran seberapa baik manajemen mengubah modal pemilik menjadi laba — fokus utama investor dan analis di BEI.
Tapi ROE tinggi belum tentu kabar baik. ROE bisa digenjot dengan menumpuk utang (memperkecil ekuitas) — risikonya tersembunyi. Itulah yang akan kita bongkar.
Ide Inti Du Pont: Kalikan Lalu Bedah
Trik Du Pont sangat sederhana: ambil ROE, lalu kalikan-bagi dengan penjualan dan total aset — angka yang saling mencoret, sehingga nilainya tak berubah, tapi ROE pecah jadi tiga rasio bermakna.
Karena yang ditambahkan hanya angka yang saling mencoret, nilai ROE tetap sama persis — Du Pont tidak mengubah hasil, ia hanya menerangi sumbernya. Ini identitas aljabar, bukan asumsi.
Blok 2 dari 4
Du Pont 3-Langkah: NPM × TATO × EM
Tiga komponen, tiga pertanyaan: seberapa untung per penjualan, seberapa rajin aset bekerja, dan seberapa besar leverage. Lalu kita hitung satu kasus dari nol.
ROE = NPM × TATO × EM
Tiga Komponen ROE — Apa yang Diukur Masing-Masing
Komponen 1 — NPM
NPM
Net Profit Margin
Rumus: Laba Bersih ÷ Penjualan
Mengukur efisiensi laba: berapa rupiah laba tersisa dari tiap rupiah penjualan. Tinggi = harga premium atau biaya terkendali.
Komponen 2 — TATO
TATO
Total Asset Turnover
Rumus: Penjualan ÷ Total Aset
Mengukur efisiensi aset: berapa rupiah penjualan dihasilkan tiap rupiah aset. Tinggi = aset bekerja keras, tidak menganggur.
Komponen 3 — EM
EM
Equity Multiplier
Rumus: Total Aset ÷ Ekuitas
Mengukur leverage: berapa kali aset melampaui ekuitas. EM = 1 berarti tanpa utang; makin tinggi makin besar utangnya.
Dua mesin pertama (NPM & TATO) mencerminkan kualitas operasi; mesin ketiga (EM) mencerminkan struktur pendanaan. ROA = NPM × TATO — gabungan dua mesin operasi sebelum pengaruh utang.
Identitas Du Pont 3-Langkah
Inilah persamaan jantung pertemuan ini. Perhatikan bagaimana ia tersusun dari tiga rasio yang baru kita kenal — dan bagaimana asal-usulnya menjamin ia selalu benar.
NPM = Laba/Penjualan · TATO = Penjualan/Aset · EM = Aset/Ekuitas · NPM × TATO = ROA
Pengecekan wajib: hasil NPM × TATO × EM harus sama persis dengan ROE langsung (Laba ÷ Ekuitas). Kalau beda, ada salah hitung — bukan salah teori.
Coba Sendiri: Bongkar-Pasang Tiga Komponen ROE
Geser slider margin, perputaran aset, dan leverage secara terpisah, lalu amati bagaimana ROE hasil kali ketiganya berubah.
Hitung dari Nol — HDN-1: Dekomposisi 3-Langkah
Diketahui laporan PT Maju (angka ilustratif, miliar Rp): Laba bersih 240, Penjualan 3.000, Total aset 2.000, Ekuitas 1.000. Bedah ROE-nya.
Langkah
Perhitungan
Nilai
NPM
240 ÷ 3.000
0,0800 = 8,00%
TATO
3.000 ÷ 2.000
1,5000 = 1,50×
EM
2.000 ÷ 1.000
2,0000 = 2,00×
ROE (Du Pont)
0,08 × 1,50 × 2,00
0,2400 = 24,00%
ROE (langsung, cek)
240 ÷ 1.000
0,2400 = 24,00% ✓
ROE = 24,00%, dan kedua cara cocok. Diagnosis cepat: ROA = NPM × TATO = 8% × 1,50 = 12%; sisanya digandakan leverage 2× menjadi 24%. Separuh ROE PT Maju berasal dari utang, separuh lagi dari operasi.
Membaca Dekomposisi: Dari Mana ROE Berasal?
Setelah angka keluar, tugas analis bukan berhenti — tetapi menafsirkan: mesin mana yang jadi sumber kekuatan, dan mana yang jadi titik lemah.
Profil Margin
NPM↑
TATO rendah
Tipikal barang premium / merek kuat (mis. farmasi, produk bermerek). Untung tebal tapi aset berat. ROE dari profitabilitas.
Profil Volume
TATO↑
NPM rendah
Tipikal ritel / distribusi. Untung tipis tapi barang berputar cepat. ROE dari efisiensi aset, bukan margin.
Profil Leverage
EM↑
ROA relatif rendah
Tipikal bank / properti / utilitas. ROE digenjot utang — imbal hasil besar, risiko besar.
Aturan analis: ROE dari margin & turnover lebih berkualitas daripada ROE dari leverage, karena leverage menambah risiko gagal bayar saat kondisi memburuk.
Blok 3 dari 4
Du Pont 5-Langkah & Banding Antar-Emiten
Kita bedah margin lebih dalam menjadi pengaruh pajak, bunga, dan operasi, lalu bandingkan dua perusahaan ber-ROE sama untuk membongkar sumber yang berbeda.
Memecah Margin: Pajak, Bunga, dan Operasi
NPM = Laba/Penjualan menyembunyikan tiga pengaruh. Kita bedah dengan menyisipkan laba sebelum pajak (EBT) dan laba operasi (EBIT).
Berapa bagian laba yang lolos dari pajak. Makin dekat 1 = pajak makin ringan. Dipengaruhi tarif & insentif fiskal.
Interest Burden
IB
EBT ÷ EBIT
Berapa bagian laba operasi yang lolos dari bunga. Makin dekat 1 = beban utang makin ringan.
Operating Margin
OM
EBIT ÷ Penjualan
Efisiensi operasi murni sebelum bunga & pajak. Mencerminkan kekuatan bisnis inti perusahaan.
NPM = Tax Burden × Interest Burden × Operating Margin. Tiga sub-mesin ini menggantikan satu kotak NPM di Du Pont 3-langkah.
Identitas Du Pont 5-Langkah
Gabungkan tiga sub-mesin margin dengan TATO dan EM, dan ROE kini pecah menjadi lima komponen yang masing-masing punya makna spesifik.
ROE = Tax Burden × Interest Burden × Operating Margin × TATO × EM
Komponen
Rumus
Mengukur
Tax Burden (TB)
NI ÷ EBT
Efisiensi pajak — proporsi laba yang lolos dari pajak
Interest Burden (IB)
EBT ÷ EBIT
Beban utang — proporsi laba operasi yang lolos dari bunga
Operating Margin (OM)
EBIT ÷ Penjualan
Efisiensi operasi murni sebelum bunga & pajak
TATO
Penjualan ÷ Aset
Efisiensi aset — perputaran seluruh aset menjadi penjualan
EM
Aset ÷ Ekuitas
Leverage — penggandaan modal pemilik oleh utang
Tiga komponen pertama menggantikan NPM 3-langkah. Cek: TB × IB × OM = NPM, sehingga 5-langkah selalu menghasilkan ROE yang sama dengan 3-langkah.
Hitung dari Nol — HDN-2: Dekomposisi 5-Langkah
Lanjutkan PT Maju (miliar Rp). Tambahan: EBIT 375, Beban bunga 75 → EBT 300, Pajak 60 (tarif efektif 20%). Penjualan 3.000, Aset 2.000, Ekuitas 1.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Tax Burden (TB)
240 ÷ 300
0,8000 (80% laba lolos pajak)
Interest Burden (IB)
300 ÷ 375
0,8000 (80% laba operasi lolos bunga)
Operating Margin (OM)
375 ÷ 3.000
0,1250 = 12,50%
TATO
3.000 ÷ 2.000
1,5000×
EM
2.000 ÷ 1.000
2,0000×
ROE (5-langkah)
0,80 × 0,80 × 0,125 × 1,5 × 2,0
0,2400 = 24,00% ✓
ROE = 24,00%, identik dengan HDN-1. Cek: TB × IB × OM = 0,80 × 0,80 × 0,125 = 0,0800 = NPM 8% ✓. Temuan: interest burden 0,80 = bunga menggerus 20% laba operasi — beban utang adalah penekan margin utama.
Hitung dari Nol — HDN-3: ROE Kembar, Resep Berbeda
Kembali ke teka-teki awal. Dua perusahaan, ROE sama 18%. Du Pont membongkar resepnya (angka ilustratif).
Komponen
Perusahaan A (margin)
Perusahaan B (leverage)
NPM
12,00%
4,00%
TATO
1,00×
0,75×
EM
1,50×
6,00×
ROE
0,12 × 1,0 × 1,5 = 18,00%
0,04 × 0,75 × 6,0 = 18,00%
ROA (NPM × TATO)
12,00%
3,00%
ROE kembar, tetapi ROA A = 12% vs B = 3% — operasi A empat kali lebih efisien. B menutupi operasi lemah dengan leverage 6×. Jika bunga naik atau penjualan turun, B jauh lebih rapuh — leverage memperbesar kerugian dengan kelipatan yang sama.
Konteks IDX: Mengapa Bank Punya EM Tinggi, Konsumer Punya Margin Tinggi
Profil A dan B di slide tadi bukan khayalan — ia mencerminkan dua jenis emiten nyata di Bursa Efek Indonesia.
Tipe Konsumer (mis. ICBP, UNVR)
Profil A
Margin & Merek
Mengandalkan margin & kekuatan merek. EM relatif rendah (utang kecil). ROE datang dari profitabilitas operasi yang kuat — bukan dari leverage.
Tipe Bank (mis. BBCA, BBRI)
Profil B
Leverage Struktural
Secara model bisnis berbasis leverage — aset (kredit) jauh melampaui ekuitas, EM bisa 6–8×. ROE tinggi tetapi melekat pada risiko pendanaan.
Membandingkan ROE bank vs konsumer secara mentah menyesatkan. Du Pont memaksa kita bertanya: ROE ini dari mesin operasi atau dari mesin utang? (Angka EM bank bersifat struktural; nilai persis per emiten wajib diverifikasi di laporan keuangan IDX terkini — idx.co.id.)
Pisau Bermata Dua: Bahaya Equity Multiplier Tinggi
Leverage memperbesar ROE saat untung — tetapi memperbesar kerugian dengan kelipatan yang sama saat rugi. EM bukan "gratisan".
Saat Baik (ROA positif)
+18%
ROE
EM 6× pada ROA +3% → ROE = 3% × 6 = +18%. Leverage memperbesar imbal hasil pemilik.
Saat Buruk (ROA negatif)
−18%
ROE
Andai ROA jatuh ke −3%, EM 6× → ROE = −3% × 6 = −18%. Leverage memperbesar kerugian dengan kelipatan sama.
Equity multiplier tinggi = imbal hasil & risiko sama-sama digandakan. ROE "berkualitas" datang dari margin/turnover, bukan dari EM. Leverage berlebihan mendekatkan ke risiko gagal bayar (UU 37/2004 — Kepailitan & PKPU).
Blok 4 dari 4
Diagnosis & Rekomendasi
Dari angka ke tindakan: menelusuri akar ROE yang lemah, menyusun rekomendasi per komponen, membaca trend antar-periode, lalu merangkum.
Pohon Du Pont: Menelusuri ROE Lemah ke Akarnya
Pohon Du Pont menyusun semua komponen secara hierarkis, sehingga analis bisa "menelusuri turun" dari ROE rendah sampai ke akun spesifik yang bermasalah.
Cara baca: ROE turun? → cek ROA dan EM. ROA turun? → cek NPM dan TATO. Begitu seterusnya ke bawah sampai ketemu akun yang benar-benar memburuk — itulah target perbaikan.
Resep Perbaikan: Satu Komponen Lemah, Satu Tindakan
Setelah pohon menunjuk komponen terlemah, rekomendasi disusun spesifik per mesin — bukan saran umum yang mengambang.
Komponen Lemah
Akar Masalah Tipikal
Arah Rekomendasi
NPM / Operating Margin rendah
Harga rendah, biaya COGS / overhead bengkak
Naikkan harga/bauran produk; tekan beban operasi
TATO rendah
Aset menganggur, persediaan/piutang menumpuk
Percepat perputaran persediaan & penagihan piutang; lepas aset idle
Interest Burden rendah (bunga berat)
Utang mahal / berlebih, beban bunga tinggi
Restrukturisasi / refinancing utang; kurangi beban bunga
EM terlalu tinggi (risiko)
Leverage berlebih, mendekati batas keuangan
Kurangi utang / tambah ekuitas demi ketahanan jangka panjang
Prinsip: perbaiki ROE lewat margin & turnover (berkualitas), hindari sekadar menaikkan EM. ROE yang naik karena operasi membaik lebih berkelanjutan daripada ROE yang naik karena utang.
Membaca Trend: Dekomposisi Antar-Periode
ROE satu tahun bisu; ROE tiga tahun bercerita. Dekomposisi tiap tahun menunjukkan mesin mana yang berubah. (PT Maju, ilustratif.)
Komponen
2023
2024
2025
NPM
8,00%
7,00%
6,00% ↓
TATO
1,50×
1,55×
1,60× ↑
EM
2,00×
2,30×
2,60× ↑
ROE
24,00%
24,96%
24,96%
ROE "stabil" ~24–25% terlihat sehat. Tetapi dekomposisi membongkar kabar buruk tersembunyi: margin terus turun (8%→6%), dan ROE hanya ditopang oleh EM yang naik terus (2,0→2,6) — perusahaan menutupi operasi yang melemah dengan menambah utang. Kualitas ROE memburuk.
Lima Jebakan yang Sering Bikin Salah Tafsir
Jebakan 1
ROE↑?
ROE tinggi = perusahaan hebat. Keliru — cek dulu apakah dari margin/turnover (operasi) atau dari EM (leverage berisiko).
Jebakan 2
≠ Sektor
Membandingkan beda sektor. Bank vs konsumer punya struktur EM berbeda secara model bisnis; bandingkan dalam sektor sejenis.
Jebakan 3
Cek!
Lupa cek ROE langsung. Selalu cocokkan hasil dekomposisi dengan Laba÷Ekuitas — jika tak sama, ada salah hitung.
Jebakan 4
Def.
Salah definisi. Pastikan: laba bersih (bukan laba operasi), ekuitas pemegang saham (bukan total pendanaan).
Jebakan 5
Hanya satu tahun. ROE satu periode bisa menipu. Selalu baca trend & dekomposisi antar-periode untuk melihat apakah komponen bergerak searah atau berlawanan.
Cheat Sheet: Semua Rumus Du Pont dalam Satu Layar
Identitas
Rumus
Kapan Dipakai
ROE dasar
Laba ÷ Ekuitas
Titik awal & pengecekan wajib
ROA
Laba ÷ Aset = NPM × TATO
Mengukur efisiensi operasi (tanpa pengaruh utang)
Du Pont 3-langkah
NPM × TATO × EM
Diagnosis cepat sumber ROE (operasi vs leverage)
Du Pont 5-langkah
TaxB × IntB × OpMargin × TATO × EM
Bedah margin mendalam: pajak, bunga, operasi
Komponen NPM
NPM = Laba/Penjualan
Efisiensi laba bersih per penjualan
Komponen TATO
TATO = Penjualan/Aset
Seberapa rajin aset menghasilkan penjualan
Komponen EM
EM = Aset/Ekuitas
Penggandaan oleh utang; EM=1 = tanpa utang
Cek TB × IB × OM
= NPM (wajib sama)
Validasi dekomposisi 5-langkah terhadap NPM
Tiga langkah disiplin: (1) hitung tiap komponen, (2) kalikan jadi ROE, (3) cocokkan dengan Laba÷Ekuitas. Lalu tafsirkan: mesin mana kuat, mesin mana lemah.
Latihan & Diskusi Kelas
Latihan 1 — Dekomposisi 3-Langkah
L1
7 menit · individual
Sebuah emiten: Laba bersih Rp 150 M, Penjualan Rp 2.500 M, Total aset Rp 1.800 M, Ekuitas Rp 900 M.
Hitung NPM, TATO, EM, lalu ROE Du Pont. Cocokkan dengan ROE langsung. Tulis satu kalimat: dari mesin mana ROE itu berasal?
Latihan 2 — Banding & Saran
L2
7 menit · diskusi pasangan
Perusahaan X: NPM 10%, TATO 0,8×, EM 2,0×. Perusahaan Y: NPM 4%, TATO 1,0×, EM 5,0×.
Hitung ROE keduanya. Mana yang lebih berkualitas? Beri satu rekomendasi spesifik untuk yang lebih lemah operasinya.
Selalu cek ROE langsung dan tutup dengan satu kalimat tafsiran. Kunci jawaban ada di Lampiran B — akan dibahas bersama setelah latihan.
Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Hari ini Anda belajar membedah ROE dengan Du Pont — dari satu angka menjadi tiga (bahkan lima) mesin, lalu mendiagnosis & merekomendasi.
Intisari Hari Ini
ROE = NPM × TATO × EM (dekomposisi 3-langkah wajib)
5-langkah memecah margin jadi: pajak × bunga × operasi
ROE sama bisa beda sumber: margin vs leverage (kualitas berbeda)
ROE berkualitas datang dari operasi, bukan dari utang
Selalu cek ROE Du Pont vs ROE langsung (harus sama persis)
Tugas Mandiri
idx.co.id
Sebelum pertemuan berikutnya
Ambil satu emiten BEI pilihan Anda (mis. ICBP atau BBCA), unduh laporan keuangan terbaru, dan lakukan dekomposisi Du Pont 3-langkah sendiri. Tulis satu kalimat: dari mesin mana kekuatan ROE-nya? Bawa ke kelas.
Du Pont bukan sekadar rumus — ia cara berpikir analis: selalu bertanya "mengapa", bukan hanya "berapa". Sampai jumpa di pertemuan berikutnya.