stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-08
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 8: Penyusunan Memorandum/Proposal Kredit Konsumen
FEB UNDIP · Analisis Kredit dan Pembiayaan

Memorandum Kredit Konsumen

Pertemuan 8 · Penyusunan Memorandum/Proposal Kredit Konsumen

Bagaimana seorang Account Officer mengubah pengajuan kredit menjadi rekomendasi keputusan yang logis, terukur, dan bertanggung jawab — lengkap dengan analisis 5C, DBR, dan etika evaluasi.

RPS Minggu 9 · Sub-CPMK 3.1 & 5.2 · 2 × 50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun memorandum kredit konsumen dan menerapkan integritas-objektivitas dalam evaluasi (Sub-CPMK 3.1 & 5.2). Secara rinci:

Capaian 1 — Struktur
1
Memorandum Lengkap
Menyusun memorandum kredit konsumen lengkap dengan tujuh komponen wajib: identitas, tujuan, plafon-tenor-bunga, 5C, sumber bayar, rekomendasi, syarat.
Capaian 2 — Kapasitas
2
DBR & Plafon
Menghitung Debt Burden Ratio (DBR) dan plafon maksimum, lalu menguji terhadap batas wajar 30–40% tanpa kesalahan aritmetika.
Capaian 3 — Kelogisan
3
Analisis Kritis
Menilai kesesuaian data–analisis dan kelogisan argumentasi kelayakan dalam sebuah proposal kredit konsumen.
Capaian 4 — Etika
4
Integritas & Disclosure
Mengidentifikasi potensi bias evaluasi dan merumuskan disclosure yang sesuai Kode Etik Bankir (IBI).

Anda Seorang Account Officer — dan Tiga Map Ada di Meja Anda

Pagi ini di sebuah bank umum, tiga pengajuan kredit konsumen menunggu analisis dan rekomendasi Anda:

Map 1 — KPR
KPR
Kredit Pemilikan Rumah
Pegawai swasta, gaji Rp 15 juta/bulan, ingin KPR Rp 450 juta tenor 15 tahun. Sudah punya cicilan lain Rp 2 juta. Layak?
Map 2 — KKB
KKB
Kredit Kendaraan Bermotor
Pengusaha kecil ingin kredit mobil Rp 250 juta. Penghasilan fluktuatif, belum punya rekening koran resmi. Cukup bukti?
Map 3 — KTA
KTA
Kredit Tanpa Agunan
Nasabah lama, riwayat lancar, tapi atasan Anda menekan agar disetujui karena target bulan ini meleset. Apa sikap Anda?
Tiga map itu menuntut tiga hal: hitungan yang benar (Map 1), data yang sahih (Map 2), dan keberanian objektif (Map 3). Ketiganya adalah materi hari ini.
Bagian 1 dari 4
Mengapa Butuh Memorandum & 5C?
Memorandum kredit adalah "alat berpikir" yang mengubah pengajuan menjadi keputusan — dan 5C adalah kerangka analisisnya, bahkan untuk kredit konsumen.

Apa Itu Memorandum/Proposal Kredit (Nota Analisa Kredit/NAK)?

Memorandum kredit adalah dokumen analisis dan rekomendasi yang disusun analis (Account Officer) untuk meyakinkan pemutus/komite kredit bahwa suatu pengajuan layak atau tidak layak disetujui — beserta syarat-syaratnya.
Fungsi
NAK
Nota Analisa Kredit
  • Menerjemahkan data mentah pemohon menjadi argumen kelayakan yang dapat diaudit
  • Menjadi dasar keputusan komite kredit
  • Menjadi jejak akuntabilitas bila kredit bermasalah
Bukan Sekadar
DATA
lebih dari arsip
Bukan sekadar arsip data pemohon. Inti memorandum adalah analisis & kesimpulan, bukan tumpukan fotokopi dokumen — inilah yang membedakan analis dari juru arsip.
Di bank Indonesia dokumen ini lazim disebut Nota Analisa Kredit (NAK) atau memorandum analisa kredit — namanya beragam antarbank, strukturnya serupa.

Kredit Konsumen vs Kredit Produktif — Apa Bedanya untuk Analisis?

Kredit Konsumen
KPR/KKB/KTA
Kebutuhan pribadi
Untuk kebutuhan pribadi (rumah/KPR, kendaraan/KKB, multiguna, KTA). Sumber bayar = penghasilan tetap pemohon, bukan dari obyek yang dibiayai.
Kredit Produktif
Modal
Kebutuhan usaha
Untuk usaha (modal kerja, investasi). Sumber bayar = arus kas usaha yang dibiayai kredit itu sendiri.
AspekKonsumenProduktif
Sumber pengembalianGaji/penghasilan tetapLaba/arus kas usaha
Fokus utama analisisStabilitas penghasilan & DBRKelayakan proyek/usaha
Dokumen kunciSlip gaji, SK kerja, SLIKLaporan keuangan, proyeksi

Prinsip 5C — Diterjemahkan untuk Debitur Konsumen

5C tetap kerangkanya, tetapi maknanya disesuaikan untuk debitur orang pribadi.

CMaknaBukti untuk Konsumen
CharacterWatak & kemauan bayarRiwayat SLIK, reputasi, lama bekerja
CapacityKemampuan bayarPenghasilan, DBR, slip gaji
CapitalModal/dana sendiriUang muka (DP), aset/tabungan
CollateralAgunanRumah (KPR), kendaraan (KKB), atau tanpa agunan (KTA)
ConditionKondisi eksternalStabilitas industri tempat bekerja, kondisi ekonomi
Untuk konsumen, Character dan Capacity paling menentukan — watak (lihat SLIK) dan kapasitas (lihat DBR). Itu fokus utama hari ini.
Bagian 2 dari 4
Kapasitas Bayar: DBR, SLIK, dan Plafon
Inti kuantitatif kredit konsumen — mengukur berapa beban cicilan yang sanggup ditanggung penghasilan, dan menerjemahkannya menjadi plafon maksimum.
DBR = Total Angsuran ÷ Penghasilan Bersih

Debt Burden Ratio (DBR) — Mengukur Beban Cicilan

DBR mengukur berapa besar penghasilan bersih bulanan yang "terkunci" untuk membayar semua cicilan.

DBR = (Total Angsuran Bulanan) ÷ (Penghasilan Bersih Bulanan)

Total angsuran = cicilan existing + angsuran kredit baru yang diajukan.

Aman
≤30%
Beban ringan
Kapasitas masih longgar; risiko rendah.
Batas Wajar
30–40%
Perlu cermat
Masih dapat diterima; analisis perlu lebih teliti.
Berlebih
>40%
Berisiko
Beban berat; umumnya ditolak/dikurangi.
Batas 30–40% adalah pedoman lazim industri, bukan angka tunggal yang seragam — tiap bank punya kebijakan internal sendiri.

SLIK OJK — Memverifikasi Kewajiban yang Sudah Ada

Agar DBR akurat, total angsuran existing tidak boleh hanya mengandalkan pengakuan calon debitur — verifikasi lewat SLIK.

Apa Itu SLIK
SLIK
Sistem Layanan Informasi Keuangan
Sistem Layanan Informasi Keuangan — dikelola OJK, pengganti BI Checking. Memuat data fasilitas kredit & riwayat pembayaran seseorang di seluruh lembaga keuangan terdaftar.
Fungsi dalam Analisis
Verifikasi
2 peran sekaligus
Mengungkap cicilan tersembunyi (kredit di bank lain, paylater, KTA) yang menambah DBR; serta riwayat tunggakan (kolektibilitas) untuk menilai Character.
KolStatusIndikasi
1LancarBayar tepat waktu
2Dalam Perhatian KhususTunggakan 1–90 hari
3–5Kurang Lancar – MacetTunggakan > 90 hari

Hitung dari Nol — HDN-1: DBR Calon Debitur KPR

Calon debitur KPR: penghasilan bersih Rp 15 juta/bln, angsuran existing Rp 2 juta, angsuran KPR baru yang diajukan Rp 4,5 juta. Hitung DBR total dan uji terhadap batas 30–40%.

LangkahPerhitunganNilai
1 IdentifikasiPenghasilan bersih = Rp 15.000.000; existing = Rp 2.000.000; KPR baru = Rp 4.500.000
2 Total angsuranRp 2.000.000 + Rp 4.500.000Rp 6.500.000
3 DBR total6.500.000 ÷ 15.000.00043,33%
4 DBR existing (bandingan)2.000.000 ÷ 15.000.00013,33%
5 Uji terhadap batas43,33% vs batas ≤ 40%MELEBIHI
DBR 43,33% > 40% → ditolak pada plafon yang diajukan. Kredit hanya bisa lanjut bila angsuran diturunkan (plafon dikurangi atau tenor diperpanjang) sampai DBR ≤ 40%.

Hitung dari Nol — HDN-2: Plafon KPR Maksimum dari Kapasitas

Karena DBR debitur tadi terlampaui, berapa plafon KPR maksimum yang aman? Pakai batas DBR 40%, tenor 15 tahun, bunga 9% p.a.

LangkahPerhitunganNilai
1 Kapasitas angsuran (batas 40%)40% × Rp 15.000.000Rp 6.000.000
2 (−) Angsuran existingRp 6.000.000 − Rp 2.000.000Rp 4.000.000/bln (ruang KPR)
3 Suku bunga per bulan9% ÷ 120,75%/bln = 0,0075
4 Jumlah periode (n)15 × 12180 bulan
5 Faktor PVIFA[1 − (1,0075)⁻¹⁸⁰] ÷ 0,007598,593409
6 Plafon maksimumRp 4.000.000 × 98,593409≈ Rp 394.373.635
Plafon aman ≈ Rp 394,4 juta, bukan Rp 450 juta yang diajukan. Rekomendasi AO: setujui maksimal ~Rp 394 juta, atau perpanjang tenor agar angsuran turun.

Coba Sendiri: Geser Penghasilan & Cicilan, Amati DBR

Ubah penghasilan bersih, cicilan existing, dan angsuran yang diajukan untuk melihat DBR dan plafon maksimum berubah seketika.

Pendalaman: Jangan Tertipu "Bunga Flat" (Kredit Kendaraan)

Banyak KKB & KTA memasang bunga flat, yang terdengar lebih murah dari bunga efektif — padahal sebaliknya.

Bunga Flat 6%/thn
6%
tampak murah
Bunga dihitung dari pokok awal sepanjang tenor. Contoh: pokok Rp 100 jt, flat 6%/thn, 3 thn → bunga = Rp 18 jt; angsuran = 118 jt ÷ 36 ≈ Rp 3.278.000/bln.
Bunga Efektif Setara
±11%
biaya sebenarnya
Angsuran flat di atas, jika dicari bunga efektifnya (pokok menyusut), setara ±11% efektif p.a. (EAR ±11,7%) — hampir dua kali angka flat-nya.
Pelajaran integritas data: saat menghitung DBR dan kelayakan, gunakan angsuran riil, dan saat menjelaskan ke debitur, sebut bunga efektif, bukan sekadar "flat". Menyembunyikan ini = melanggar transparansi (lihat Bagian 4).

Coba Sendiri: Bunga Flat 6% Ternyata Setara Berapa Efektif?

Geser tarif flat dan tenor untuk melihat bunga efektif setaranya bergerak — biasanya hampir dua kali angka flat-nya.

Bagian 3 dari 4
Anatomi & Penyusunan Memorandum
Tujuh komponen wajib, sumber pengembalian, dan cara merangkai data menjadi argumentasi kelayakan yang logis.

Tujuh Komponen Wajib Memorandum Kredit Konsumen

#KomponenIsi Inti
1Identitas pemohonNama, pekerjaan, penghasilan, status, kontak
2Tujuan kreditUntuk apa (beli rumah/mobil), jelas & sah
3Plafon, tenor, suku bungaJumlah, jangka waktu, bunga, jenis angsuran
4Hasil analisis 5CRingkasan Character–Capacity–Capital–Collateral–Condition
5Sumber pengembalianRepayment source: penghasilan tetap (+ DBR)
6RekomendasiSetuju/tolak + alasan logis berdasarkan data
7Syarat kreditCovenant: agunan, asuransi, syarat pencairan
Tujuh komponen ini adalah kerangka wajib — sebuah memorandum yang kehilangan salah satunya akan dikembalikan oleh komite kredit.

Sumber Pengembalian — Pertanyaan Terpenting dalam Memorandum

Setiap kredit harus punya jawaban jelas: "Dari mana ini akan dibayar?" Ada dua lapis.

Jalur Utama
1st Way Out
First Way Out
Penghasilan tetap debitur — gaji bulanan. Inilah sumber pengembalian normal kredit konsumen, diuji lewat DBR. Harus cukup, stabil, dan terverifikasi.
Jalur Cadangan
2nd Way Out
Second Way Out
Agunan — rumah (KPR) atau kendaraan (KKB) yang dapat dieksekusi bila debitur gagal bayar. Jaring pengaman, bukan alasan utama meloloskan kredit.
Prinsip kunci: kredit diberikan karena kapasitas bayar (first way out), BUKAN karena agunannya bagus. Mengandalkan agunan untuk meloloskan debitur tak mampu = praktik berbahaya yang menanam kredit macet.

Studi Kasus: Draf Memorandum KKB (1/3) — Identitas & Tujuan

Skenario: Pak Budi, karyawan tetap, mengajukan kredit mobil Rp 250 juta. Mari susun memorandumnya komponen demi komponen.

Nota Analisa Kredit — KKB (Draft)

1 IDENTITAS PEMOHON

Nama: Budi S.  |  Pekerjaan: Staf tetap PT XYZ (masa kerja 6 tahun)  |  Penghasilan bersih: Rp 12.000.000/bln  |  Status: Menikah, 2 tanggungan

2 TUJUAN KREDIT

Pembelian 1 unit mobil baru untuk keperluan keluarga (kredit konsumen, bukan untuk usaha).

3 PLAFON – TENOR – BUNGA

Plafon diajukan: Rp 250 juta  |  DP 20% (Rp 50 jt) → pembiayaan bank Rp 200 juta  |  Tenor: 5 tahun (60 bln)  |  Bunga efektif: 11% p.a.

Komponen 1–3 menetapkan fakta dasar. Belum ada analisis — itu di slide berikutnya. Perhatikan: tujuan jelas, jenis kredit terklasifikasi benar (konsumen).

Studi Kasus: Draf Memorandum KKB (2/3) — Analisis 5C & DBR

Nota Analisa Kredit — KKB (lanjutan)

4 ANALISIS 5C (ringkas)

Character — SLIK Kol 1 (lancar), tak ada tunggakan  |  Capacity — lihat DBR di bawah  |  Capital — DP 20% (komitmen dana sendiri baik)  |  Collateral — BPKB mobil (agunan utama KKB)  |  Condition — industri tempat bekerja stabil

5 SUMBER PENGEMBALIAN & DBR

ItemNilai
Penghasilan bersihRp 12.000.000
Angsuran existingRp 2.000.000
Angsuran KKB baru (200 jt, 11%, 5 thn)*± Rp 4.349.000
Total angsuranRp 6.349.000
DBR total52,9% → > 40%, BERLEBIH
*Angsuran KKB dihitung dari anuitas (PVIFA = 45,993034; Rp 200 jt ÷ 45,993034 ≈ Rp 4.349.000). DBR 52,9% jauh melewati batas — temuan ini menentukan rekomendasi di slide berikutnya.

Studi Kasus: Draf Memorandum KKB (3/3) — Rekomendasi & Syarat

Nota Analisa Kredit — KKB (penutup)

6 REKOMENDASI

Tidak disetujui pada struktur diajukan (DBR 52,9% > 40%). Direkomendasikan dengan restrukturisasi: turunkan pembiayaan atau perpanjang tenor agar DBR ≤ 40% — mis. total angsuran ≤ Rp 4,8 juta (40% × 12 jt), sehingga ruang KKB ≤ Rp 2,8 juta → plafon bank ≤ ± Rp 128,8 juta.

7 SYARAT KREDIT (jika disetujui versi restruktur)

(a) BPKB diserahkan sebagai agunan & diblokir  |  (b) Asuransi kendaraan (all-risk) sepanjang tenor  |  (c) Angsuran auto-debet rekening  |  (d) Re-cek SLIK sebelum pencairan

Rekomendasi yang baik tidak harus "ya": menolak atau merestrukturisasi dengan alasan terukur justru menunjukkan analis yang kompeten dan objektif.

Menilai Kelogisan Argumentasi Kelayakan

Memorandum yang lengkap belum tentu logis. Inilah daftar uji kelogisan sebuah proposal kredit:

Data ↔ Kesimpulan
  • Apakah angka mendukung rekomendasi?
  • Contoh: DBR > 40% tapi direkomendasi "setuju penuh" → tidak logis
Konsistensi Internal
  • Apakah penghasilan di identitas sama dengan yang dipakai di hitungan DBR?
  • Apakah plafon konsisten di seluruh dokumen?
Verifikasi Sumber
  • Apakah penghasilan & kewajiban diverifikasi (slip gaji, SLIK)?
  • Bukan sekadar pengakuan lisan debitur
Asumsi Wajar
  • Apakah asumsi (stabilitas kerja, bunga) realistis?
  • Bukan optimistis berlebihan
Uji emas: seorang pembaca independen, dengan data yang sama, harus bisa sampai pada kesimpulan yang sama. Bila tidak, argumentasinya cacat.
Bagian 4 dari 4
Integritas & Objektivitas dalam Evaluasi
Memorandum yang benar secara teknis bisa tetap menyesatkan bila analisnya tidak jujur. Inilah sisi etika yang membedakan profesi bankir.
Kompeten ≠ cukup. Harus juga Berintegritas & Objektif.

Integritas & Objektivitas — Kode Etik Bankir (IBI)

Integritas
Jujur
Konsisten dengan kebenaran
Bertindak jujur dan konsisten dengan kebenaran. Tidak memalsukan/menyembunyikan data, tidak menggelembungkan penghasilan, tidak menutupi kewajiban existing demi meloloskan kredit.
Objektivitas
Fakta
Bebas dari kepentingan
Menilai berdasarkan fakta, bebas dari kepentingan pribadi, tekanan, atau hubungan. Kesimpulan ditentukan data, bukan target penjualan atau kedekatan dengan pemohon.
Contoh pelanggaran nyata: menaikkan angka penghasilan di memo agar DBR "terlihat" aman; mengabaikan SLIK Kol-2; meloloskan kerabat tanpa analisis setara. Semua ini melanggar Kode Etik & berisiko kredit macet + sanksi.

Pendalaman: Mengenali & Men-disclose Potensi Bias

Bias bisa terjadi tanpa niat buruk. Tugas analis bukan menjadi sempurna, tetapi mengenali bias dan mengungkapkannya (disclosure).

Jenis BiasWujud di Evaluasi KreditDisclosure yang Tepat
Konflik kepentinganPemohon = kerabat/relasi AOUngkap hubungan; serahkan ke analis lain
Tekanan targetDidesak meloloskan demi kuotaCatat tekanan; pertahankan kriteria objektif
AnchoringTerpaku angka pertama (penghasilan kotor)Sebutkan dasar angka (bersih, terverifikasi)
OptimismeAsumsi penghasilan "pasti naik"Nyatakan asumsi; gunakan angka konservatif
Prinsip disclosure: apa pun yang dapat memengaruhi objektivitas — hubungan, tekanan, asumsi — wajib dicatat terbuka di memorandum, bukan disembunyikan.

Cheat Sheet — Memorandum Kredit Konsumen

HalInti yang Harus Diingat
Tujuan memoMengubah pengajuan → rekomendasi keputusan yang dapat diaudit
7 komponenIdentitas · Tujuan · Plafon-tenor-bunga · 5C · Sumber bayar · Rekomendasi · Syarat
5C konsumenCharacter & Capacity paling menentukan
DBR= Total angsuran ÷ penghasilan bersih; batas wajar 30–40%
SLIKVerifikasi kewajiban existing & Character (Kol 1–5)
Sumber bayarFirst way out = penghasilan; agunan hanya cadangan
EtikaIntegritas (jujur) + Objektivitas (berbasis fakta) + Disclosure bias
Memorandum hebat = lengkap (7 komponen) + logis (data ↔ kesimpulan) + jujur (integritas & disclosure).

Latihan Kelas: Susun Memo & Temukan Bias

Latihan 1 — Hitung & Putuskan (DBR)

Calon debitur: penghasilan bersih Rp 10 juta/bln, angsuran existing Rp 1,2 juta, mengajukan KKB dengan angsuran Rp 1,5 juta.

  • (a) Hitung DBR total
  • (b) Apakah masuk batas wajar?
  • (c) Bila batas bank 40%, berapa plafon KKB maksimum tenor 5 thn bunga 11% p.a.?

Petunjuk: jawaban (a) ada di Lampiran B. Gunakan PVIFA = 45,993034 untuk (c).

Latihan 2 — Memo + Bias

Susun draf memorandum kredit konsumen satu halaman (tujuh komponen wajib) untuk satu skenario pengajuan kredit kendaraan pilihan Anda sendiri.

  • Hitung & tampilkan DBR
  • Identifikasi minimal dua titik potensi bias
  • Tulis kalimat disclosure-nya

Rubrik: 40% kelengkapan 7 komponen · 20% kelogisan · 15% DBR · 25% bias + disclosure.

Latihan 1 melatih sisi kuantitatif; Latihan 2 melatih sisi penyusunan + etika. Kunci ada di Lampiran B.

Rangkuman & Persiapan Pertemuan Berikut

Yang Sudah Anda Kuasai
P8
Pencapaian hari ini
  • Menyusun memorandum kredit konsumen (7 komponen)
  • Menghitung DBR & plafon maksimum
  • Memverifikasi kewajiban via SLIK
  • Menjaga integritas, objektivitas, & disclosure bias
Persiapan Pertemuan Berikutnya
P9
Tugas sebelum kelas
  • Bawa kalkulator finansial
  • Baca ulang prinsip 5C & anuitas
  • Siapkan draf memo Latihan 2 untuk dibahas bersama
  • Pikirkan satu kasus bias di dunia nyata
Pertemuan ini menyatukan hitungan, struktur, dan etika — tiga hal yang akan terus menyertai Anda bila berkarier di analisis kredit. Analis kredit yang hebat bukan yang paling cepat bilang "ya", melainkan yang paling jujur menimbang.