Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Algoritma dan Pemrograman
Pertemuan 1 — Konsep Dasar Algoritma dan Python Cara berpikir terstruktur untuk memecahkan masalah, flowchart, pseudocode, dan langkah pertama menulis kode Python.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Selamat datang di mata kuliah Algoritma dan Pemrograman. Saya tahu sebagian besar dari Anda belum pernah menulis satu baris kode pun, dan itu wajar — hari ini kita mulai betul-betul dari nol, tanpa asumsi apa pun. Bayangkan Anda admin toko online di Tokopedia yang setiap hari harus menghitung diskon, mengecek stok, dan membalas pesan pelanggan secara manual; algoritma dan pemrograman adalah cara membuat komputer melakukan pekerjaan berulang itu untuk Anda, cepat dan tanpa salah hitung. Selama satu semester ke depan kita akan belajar Python, bahasa pemrograman yang dipakai banyak startup dan perusahaan analitik data di Indonesia, mulai dari GoTo sampai unit fintech BCA. Hari ini fokus kita hanya tiga hal: apa itu algoritma, bagaimana menuliskannya dengan flowchart dan pseudocode, dan bagaimana Python pertama kali dipasang lalu dijalankan di komputer Anda. Tujuan Pembelajaran Hari Ini Sesuai Sub-CPMK minggu 1, di akhir sesi Anda mampu:
Konsep
01
Definisi & ciri algoritma
Menjelaskan apa itu algoritma dan mengapa urutan langkah yang benar sangat menentukan hasil.
Notasi
02
Flowchart & pseudocode
Menuliskan langkah penyelesaian masalah sederhana dalam bentuk flowchart dan pseudocode.
Alat
03
Instalasi & IDE
Mengenal Python dan IDE (lingkungan kerja untuk menulis & menjalankan kode) yang dipakai sekelas.
Praktik
04
Program pertama
Menjalankan program Python pertama: mencetak teks dan melakukan operasi aritmetika sederhana.
Empat tujuan ini adalah fondasi seluruh semester, jadi luangkan waktu benar-benar memahaminya hari ini. Pertama, Anda akan paham apa itu algoritma secara konsep, bukan sekadar istilah teknis. Kedua, Anda akan bisa menuliskan langkah berpikir itu dalam bentuk gambar (flowchart) dan bentuk teks terstruktur (pseudocode) sebelum menyentuh kode sungguhan. Ketiga dan keempat, kita akan langsung praktik: memasang Python di komputer Anda dan menjalankan program pertama, sekecil apa pun itu, karena rasa "berhasil menjalankan kode" adalah motivasi terbesar di pertemuan pertama. Bagian 1 dari 4
Apa Itu Algoritma?
Cara berpikir terstruktur sebelum menulis satu baris kode pun.
Bagian pertama ini murni tentang cara berpikir, belum tentang komputer sama sekali. Saya ingin Anda memahami bahwa algoritma sebetulnya sudah Anda pakai setiap hari tanpa sadar — mulai dari resep masakan sampai prosedur transfer uang lewat mobile banking. Setelah bagian ini, Anda akan bisa mengenali pola berpikir algoritmik di sekitar Anda dan mulai menuangkannya secara tertulis. Ini penting karena kesalahan paling umum pemula bukan salah sintaks Python, melainkan belum jelas urutan langkah penyelesaiannya. Definisi Algoritma Algoritma adalah urutan langkah logis dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah, yang bila diikuti dengan benar pasti menghasilkan jawaban yang diinginkan.
Masalah → Algoritma (langkah-langkah) → Solusi
Analogi: resep nasi goreng adalah algoritma — bahan (input), langkah memasak berurutan (proses), nasi goreng jadi (output). Salah urutan (garam ditabur sebelum nasi masuk wajan) → hasil bisa gagal.
Coba bayangkan Anda menjelaskan ke adik Anda cara membuat mi instan lewat telepon, tanpa bisa menunjuk apa pun — Anda pasti akan menyebutkan langkah-langkah berurutan: didihkan air, masukkan mi, tunggu tiga menit, tiriskan, campur bumbu. Itulah algoritma: bukan sekadar daftar tugas, tapi urutan langkah logis yang kalau diikuti persis akan selalu menghasilkan output yang sama. Di dunia bisnis digital, algoritma inilah yang dipakai marketplace seperti Tokopedia untuk menentukan produk apa yang muncul lebih dulu di halaman pencarian Anda, atau bagaimana Gojek menghitung estimasi tarif sebelum Anda pesan. Ingat baik-baik: algoritma harus punya titik akhir yang jelas — kalau langkahnya bisa berputar tanpa henti, itu bukan algoritma yang baik. Lima Ciri Algoritma yang Baik Finiteness — berhenti setelah langkah terbatas, tidak berputar selamanya.Definiteness — tiap langkah jelas, tidak ambigu, tidak bisa ditafsirkan ganda.Input — punya nol atau lebih data masukan yang jelas.Output — menghasilkan minimal satu keluaran yang bisa diverifikasi.Effectiveness — tiap langkah cukup sederhana untuk benar-benar bisa dikerjakan (oleh manusia atau mesin).Lima ciri ini adalah standar akademik yang dipakai untuk menilai apakah sesuatu layak disebut algoritma, bukan sekadar catatan sembarang. Finiteness artinya harus ada ujungnya — bayangkan admin UMKM yang diminta "terus periksa stok sampai habis", itu ambigu karena tidak jelas kapan berhenti. Definiteness berarti setiap orang yang membaca langkah itu akan memahaminya dengan cara yang sama persis, tidak ada ruang tafsir ganda seperti instruksi "masukkan data secukupnya". Input dan output menegaskan bahwa algoritma mengubah sesuatu menjadi sesuatu — misalnya daftar harga barang menjadi total belanja setelah diskon. Effectiveness mengingatkan kita bahwa tiap langkah harus benar-benar bisa dikerjakan, bukan langkah abstrak seperti "pikirkan solusi terbaik". Coba Sendiri: Uji Lima Ciri Algoritma Pilih satu kandidat "algoritma" lalu centang ciri mana yang benar-benar dipenuhi — ada kandidat yang lolos semua, ada yang gagal di finiteness atau definiteness.
Alat ini menghidupkan lima ciri yang baru saja kita bahas. Minta mahasiswa memilih kandidat pertama, menebak dahulu ciri mana yang gagal, baru mencentang lima kotaknya satu per satu — diskusikan mengapa instruksi seperti "periksa stok sampai habis" gagal di finiteness sementara "masukkan data secukupnya" gagal di definiteness. Tekankan bahwa lima ciri ini bukan hafalan: ia adalah alat audit untuk menilai prosedur bisnis sehari-hari, dari SOP gudang sampai skrip layanan pelanggan. Setelah semua kandidat diuji, kelas siap masuk ke contoh algoritma nyata di slide berikutnya. Algoritma dalam Kehidupan Bisnis Digital Sebelum masuk ke kode, kenali dulu algoritma yang sudah Anda temui setiap hari:
E-commerce
1
Hitung total belanja
Jumlahkan harga tiap barang di keranjang, lalu kurangi voucher diskon sebelum tampilkan total bayar.
Perbankan
2
Verifikasi transfer
Cek saldo cukup, cek nomor rekening valid, baru proses — kalau salah satu gagal, transfer dibatalkan.
Logistik
3
Rute pengantaran
Kurir memilih urutan alamat terdekat dahulu supaya total jarak tempuh paling singkat.
Tiga contoh ini sengaja saya ambil dari dunia bisnis digital karena itulah konteks program studi Anda. Saat Anda checkout di Shopee atau Tokopedia, di balik layar berjalan algoritma yang menjumlahkan harga, mengecek validitas kode voucher, dan menghitung ongkos kirim — semua terjadi dalam hitungan milidetik. Saat Anda transfer lewat BCA mobile, ada algoritma verifikasi berlapis yang mengecek saldo dan validitas rekening tujuan sebelum uang benar-benar berpindah; kalau salah satu syarat gagal, sistem berhenti dan menampilkan pesan error, bukan tetap memaksa transaksi jalan. Kurir Gojek atau JNE juga memakai algoritma optimasi rute supaya paket sampai lebih cepat dengan bahan bakar lebih hemat. Semester ini, Anda akan belajar membangun logika seperti ini sendiri, dimulai dari yang paling sederhana. Bagian 2 dari 4
Menuliskan Algoritma: Flowchart & Pseudocode
Dua cara menuangkan logika sebelum menulis kode sungguhan.
Sebelum programmer profesional menulis kode, mereka hampir selalu merancang logikanya dulu di atas kertas atau papan tulis — itulah yang akan kita pelajari di bagian ini. Ada dua notasi standar: flowchart yang berbentuk diagram visual, dan pseudocode yang berbentuk teks semi-formal mirip bahasa manusia. Keduanya bertujuan sama: memastikan logika Anda benar sebelum berurusan dengan aturan ketat sintaks Python. Anggap ini seperti membuat sketsa sebelum melukis — lebih murah memperbaiki kesalahan di sketsa daripada di lukisan yang sudah jadi. Flowchart: Simbol Dasar Flowchart (diagram alir) menggambarkan algoritma memakai simbol standar yang dihubungkan garis panah alur proses.
Mulai/Selesai Proses Keputusan Input/Output Aturan: mulai dari simbol oval "Mulai", ikuti panah, dan wajib berakhir di simbol oval "Selesai" — tidak boleh menggantung.
Empat simbol ini adalah alfabet dasar flowchart yang harus Anda hafal karena akan terus dipakai sepanjang semester. Oval menandai titik mulai dan selesai, persegi panjang untuk proses atau perhitungan seperti "hitung total harga", belah ketupat untuk keputusan yang punya dua cabang seperti "apakah stok cukup?", dan jajar genjang untuk input atau output seperti "masukkan jumlah barang" atau "tampilkan struk belanja". Bayangkan Anda merancang flowchart untuk kasir toko online sederhana: mulai, input jumlah barang, proses hitung total, keputusan apakah ada diskon, output total bayar, selesai. Latihan menggambar flowchart ini akan sangat membantu ketika materi kita masuk ke percabangan dan perulangan di pertemuan ketiga. Coba Sendiri: Pasangkan Simbol Flowchart Ambil chip fungsi dari bank bawah dan tempatkan ke slot di sebelah tiap simbol, lalu klik Periksa — lihat apakah Anda hafal oval, persegi, belah ketupat, dan jajar genjang.
Empat simbol di slide sebelumnya hanya akan menempel kalau mahasiswa memakainya sendiri. Jalankan permainan ini bersama: satu mahasiswa menempatkan chip, yang lain menilai setuju atau tidak sebelum tombol Periksa ditekan. Kalau ada slot salah, jangan langsung dibetulkan — kembalikan ke definisi simbol di slide sebelumnya dan biarkan mereka menyimpulkan sendiri. Sebagai penutup, minta mereka menuliskan satu baris proses bisnis toko online, misalnya cek stok, lalu menunjuk simbol mana yang tepat untuk baris itu. Pseudocode: Bahasa Semi-Formal Pseudocode menuliskan algoritma memakai bahasa mendekati bahasa manusia, dengan struktur mirip kode, tapi tanpa terikat aturan sintaks bahasa pemrograman tertentu.
MULAI
BACA harga_barang, jumlah_barang
total ← harga_barang × jumlah_barang
JIKA total > 500000 MAKA
diskon ← total × 10%
SELESAI-JIKA
total_bayar ← total − diskon
TAMPILKAN total_bayar
SELESAI
Perhatikan bahwa pseudocode ini terbaca hampir seperti instruksi biasa dalam Bahasa Indonesia, tapi tetap punya struktur yang jelas: baca data, proses, ada keputusan, lalu tampilkan hasil. Ini menggambarkan toko online sederhana yang memberi diskon sepuluh persen kalau total belanja di atas lima ratus ribu rupiah — logika yang persis sama akan kita temui lagi saat belajar percabangan if-else di pertemuan ketiga. Keunggulan pseudocode dibanding langsung menulis Python adalah Anda bisa fokus dulu pada logikanya, tanpa pusing dengan tanda titik dua, indentasi, atau kesalahan ketik yang membuat Python error. Programmer profesional pun sering mencoret-coret pseudocode di kertas dulu sebelum membuka editor kode, terutama untuk masalah yang rumit. Hitung dari Nol: Menelusuri Algoritma Diskon Susi berbelanja di toko online: 3 kaos @Rp120.000. Telusuri algoritma pseudocode slide sebelumnya langkah demi langkah.
Langkah Perhitungan Nilai Baca input harga_barang = 120.000, jumlah_barang = 3 — Hitung total 120.000 × 3 360.000 Cek syarat diskon 360.000 > 500.000 ? SALAH Tentukan diskon syarat tidak terpenuhi → diskon 0 Hitung total_bayar 360.000 − 0 360.000
Total Bayar Susi
Rp360.000
Diskon tidak berlaku karena belanja di bawah Rp500.000
Mari kita telusuri algoritma ini persis seperti komputer akan mengeksekusinya, satu baris pseudocode setiap kali. Susi membeli tiga kaos seharga seratus dua puluh ribu rupiah per potong, jadi langkah pertama komputer membaca dua angka itu sebagai input. Langkah kedua, komputer mengalikan harga dengan jumlah untuk mendapat total tiga ratus enam puluh ribu rupiah. Langkah ketiga adalah titik keputusan: apakah tiga ratus enam puluh ribu lebih besar dari lima ratus ribu? Jawabannya salah, sehingga cabang diskon tidak dijalankan dan diskon tetap nol, lalu total bayar sama dengan total awal. Perhatikan bahwa algoritma tidak "menebak" — ia mengikuti urutan persis seperti yang ditulis, itulah sebabnya definiteness pada slide ciri-ciri algoritma tadi begitu penting. Coba Sendiri: Telusuri Pseudocode Langkah demi Langkah Pilih satu pseudocode, lalu tekan Langkah Berikutnya berkali-kali dan amati bagaimana nilai variabel berpindah antar baris sampai output muncul.
Alat ini memutar ulang pola Hitung dari Nol yang barusan kita kerjakan manual. Minta mahasiswa menekan Langkah Berikutnya pelan-pelan dan menebak isi variabel sebelum baris berikutnya dieksekusi — kebiasaan menebak-dulu-inilah yang membangun mental model eksekusi di kepala mereka. Tunjukkan juga bagaimana tanda panah penugasan mengisi wadah variabel dan bagaimana baris kondisi memilih cabang. Setelah dua pseudocode selesai ditelusuri, mahasiswa siap menulis pseudocode latihan kedai kopi di bagian akhir nanti tanpa merasa itu abstrak. Bagian 3 dari 4
Mengenal Python
Bahasa pemrograman yang akan menemani Anda sepanjang semester.
Setelah paham cara berpikir algoritmik, sekarang saatnya berkenalan dengan alat yang akan kita pakai untuk mewujudkannya: bahasa pemrograman Python. Bagian ini akan menjelaskan mengapa Python dipilih untuk program studi bisnis digital, bagaimana cara memasangnya di komputer Anda, dan pengenalan singkat editor kode yang akan kita pakai. Jangan khawatir kalau istilah-istilah ini masih asing; di akhir bagian ini Anda sudah akan tahu persis harus mengetik apa untuk memulai. Mengapa Python untuk Bisnis Digital? Sintaks mendekati Bahasa Inggris sehari-hari — ramah untuk pemula tanpa latar belakang coding. Satu bahasa untuk banyak kebutuhan: analisis data, otomasi, hingga aplikasi web. Dipakai tim data & analitik di GoTo, Tokopedia, dan banyak startup Indonesia. Pustaka siap pakai (NumPy, pandas) mendukung pengolahan data pelanggan & keuangan. Python adalah bahasa dengan aturan tanda baca paling sedikit di antara bahasa pemrograman populer — cocok untuk fondasi pertama Anda.
Pertanyaan yang wajar muncul di kepala Anda adalah: kenapa harus Python, bukan bahasa lain? Jawaban pertama adalah keramahan sintaks — kode Python ditulis mendekati kalimat Bahasa Inggris biasa, sehingga Anda bisa membaca ulang kode dan cukup memahami maksudnya meski belum hafal semua aturan. Jawaban kedua adalah keluasan penggunaan: dengan satu bahasa yang sama, Anda bisa mengolah data penjualan, membuat laporan otomatis, sampai membangun dashboard sederhana. Di industri, tim data science dan analitik di perusahaan teknologi Indonesia seperti GoTo maupun startup fintech banyak memakai Python karena pustaka seperti pandas sangat memudahkan pengolahan data pelanggan dan transaksi dalam jumlah besar. Semester berikutnya, di mata kuliah Big Data Analysis dan Data Science, kemampuan Python dasar yang Anda bangun sekarang akan langsung terpakai. Instalasi Python dan IDE IDE (Integrated Development Environment) adalah aplikasi tempat Anda menulis, menjalankan, dan memeriksa kesalahan kode dalam satu tempat.
Langkah Yang Dilakukan Hasil 1. Unduh Python Buka python.org, unduh versi terbaru (≥3.11) sesuai sistem operasi File installer 2. Instal Jalankan installer, centang "Add Python to PATH" Python terpasang 3. Pasang IDE Unduh & pasang VS Code (Visual Studio Code) sebagai editor kode VS Code siap 4. Verifikasi Buka terminal, ketik python --version Versi Python tampil
Instalasi ini hanya perlu dilakukan sekali di awal semester, jadi ikuti pelan-pelan dan jangan buru-buru. Langkah pertama, unduh Python resmi dari python.org — pastikan Anda ambil versi tiga koma sebelas ke atas karena versi lama sering tidak kompatibel dengan pustaka terbaru. Langkah kedua yang sering terlewat pemula: saat instalasi, wajib mencentang kotak "Add Python to PATH", supaya komputer Anda tahu di mana mencari Python setiap kali dipanggil. Ketiga, kita akan memakai Visual Studio Code sebagai editor kode karena gratis, ringan, dan populer di industri. Terakhir, buka terminal atau command prompt, ketik "python spasi minus minus version", dan kalau muncul angka versi seperti "Python 3.12.1", berarti instalasi Anda berhasil — kalau muncul pesan error, jangan panik, kita akan bahas troubleshooting bersama di kelas. Program Python Pertama Anda Tradisi setiap programmer: program pertama yang mencetak sapaan ke layar.
# file: halo.py
print ("Halo, Bisnis Digital!" )
Jalankan lewat terminal VS Code: ketik python halo.py, lalu tekan Enter.
Output → Halo, Bisnis Digital!
Ini adalah momen penting: baris kode pertama yang benar-benar Anda jalankan di komputer sendiri. Fungsi print adalah perintah bawaan Python untuk menampilkan sesuatu ke layar — di sini kita memerintahkan Python mencetak teks "Halo, Bisnis Digital!" yang diapit tanda kutip karena itu adalah string, yaitu jenis data berupa teks yang akan kita bahas detail di pertemuan kedua. Simpan kode ini dengan nama file halo titik py, lalu di terminal VS Code ketik "python spasi halo titik py" dan tekan Enter — kalau berhasil, kalimat itu akan muncul persis di layar Anda. Rasakan momen ini baik-baik, karena setiap sistem rumit yang nanti Anda pelajari — dari kalkulator toko online sampai sistem antrian — dibangun dari fondasi sesederhana baris print ini. Python sebagai Kalkulator Python bisa langsung menghitung, mirip kalkulator, memakai operator matematika standar.
print (15000 + 25000) # jumlah
print (100000 - 22000) # kurang
print (5 * 3000) # kali
print (100000 / 4) # bagi
Operator Arti +penjumlahan -pengurangan *perkalian /pembagian
Selain mencetak teks, Python juga bisa dipakai sebagai kalkulator langsung — inilah yang akan mendasari perhitungan bisnis sederhana seperti total belanja atau margin keuntungan. Tanda plus untuk penjumlahan, minus untuk pengurangan, tanda bintang untuk perkalian karena tanda silang biasa tidak dipakai di pemrograman, dan garis miring untuk pembagian. Coba perhatikan baris kedua: seratus ribu dikurangi dua puluh dua ribu bisa Anda bayangkan sebagai simulasi menghitung PPh Badan dua puluh dua persen dari suatu nilai, meski di pertemuan ini kita belum masuk ke variabel dan rumus persentase secara formal — itu akan dibahas mendetail pertemuan kedua. Cobalah ketik sendiri baris-baris ini di file Python Anda dan jalankan, lalu bandingkan hasilnya dengan perhitungan manual Anda. Coba Sendiri: Jalankan Kode Python Anda Sendiri Ketik atau pilih potongan kode, klik Jalankan, dan lihat outputnya muncul baris demi baris — persis pengalaman memakai Python sungguhan.
Ini jembatan antara teori hari ini dan praktik di rumah: simulator REPL yang aman dari kesalahan instalasi. Mulai dari preset pertama, lalu minta mahasiswa mengubah angka 15000 dan 25000 menjadi harga dan qty dari toko mereka sendiri dan menjalankan ulang. Tantang mereka mereplikasi perhitungan PPN dari slide kalkulator toko online: 250000 lalu 250000 kali 0.11 lalu 250000 plus 27500 — output harus 277500. Tekankan bahwa simulator ini sederhana; pertemuan berikutnya kita pakai Python sungguhan di VS Code untuk kasus variabel dan tipe data. Hitung dari Nol: Simulasi Kalkulator Toko Online Sebuah UMKM menjual 1 tas seharga Rp250.000. Toko mengenakan PPN efektif 11% (PMK 131/2024). Telusuri seperti komputer akan menghitungnya.
Langkah Perhitungan Nilai Harga dasar input harga_barang 250.000 Hitung PPN 250.000 × 11% 27.500 Hitung total 250.000 + 27.500 277.500
Total Bayar Pelanggan
Rp277.500
Harga dasar Rp250.000 + PPN efektif 11% (PMK 131/2024)
Mari telusuri contoh kedua ini persis seperti komputer akan menjalankannya baris demi baris, karena pola "hitung dari nol" seperti ini akan terus kita pakai sepanjang semester untuk memverifikasi bahwa kode kita benar. UMKM ini menjual tas seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah, dan sesuai ketentuan PMK 131/2024, tarif PPN efektif untuk barang umum adalah sebelas persen, bukan dua belas persen penuh yang hanya berlaku untuk barang mewah. Langkah pertama komputer membaca harga dasar, langkah kedua mengalikan dengan sebelas persen untuk mendapat nilai pajak dua puluh tujuh ribu lima ratus rupiah, dan langkah ketiga menjumlahkan keduanya menjadi total dua ratus tujuh puluh tujuh ribu lima ratus rupiah yang harus dibayar pelanggan. Perhitungan seperti inilah yang nantinya akan kita otomatiskan penuh dengan variabel dan fungsi di pertemuan kedua dan keenam, sehingga UMKM tidak perlu menghitung manual setiap transaksi. Bagian 4 dari 4
Latihan & Rangkuman
Konsolidasi pemahaman sebelum masuk ke variabel & tipe data minggu depan.
Kita sudah menempuh perjalanan cukup jauh untuk pertemuan pertama: dari konsep algoritma, cara menuliskannya lewat flowchart dan pseudocode, sampai benar-benar menjalankan kode Python pertama Anda. Bagian penutup ini akan menguji pemahaman Anda lewat latihan singkat, merangkum poin-poin penting dalam satu tampilan, dan memberi gambaran apa yang akan kita pelajari minggu depan. Jangan khawatir kalau masih ada yang terasa membingungkan — pemrograman adalah keterampilan yang terbangun lewat pengulangan, bukan hafalan sekali jadi. Latihan: Susun Algoritma Anda Sendiri Kerjakan berpasangan (5 menit), lalu satu pasangan akan diminta presentasi singkat di depan kelas.
Instruksi: Sebuah kedai kopi UMKM ingin menghitung total bayar pelanggan: harga kopi × jumlah pesanan, lalu tambahkan biaya kemasan Rp2.000 per gelas. Tuliskan algoritmanya dalam bentuk pseudocode (seperti contoh slide 9), lengkap dengan langkah MULAI dan SELESAI.
Wajib Ada
3
Elemen minimal
Input (harga, jumlah), Proses (hitung total), Output (tampilkan total bayar).
Waktu
5
Menit pengerjaan
Tulis di kertas atau catatan digital, siap dibacakan ke kelas.
Sekarang giliran Anda mempraktikkan langsung apa yang sudah kita bahas, bukan sekadar mendengarkan saya. Carilah pasangan di sebelah Anda, dan dalam lima menit ke depan, susun pseudocode untuk kasus kedai kopi ini — perhatikan bahwa ada biaya kemasan tetap dua ribu rupiah per gelas yang harus ditambahkan di luar harga kopi dikali jumlah pesanan. Ingat tiga elemen wajib yang kita bahas di slide definisi algoritma tadi: input yang jelas, proses yang runtut, dan output yang bisa diverifikasi. Setelah lima menit, saya akan menunjuk beberapa pasangan secara acak untuk membacakan hasilnya, dan kita akan mendiskusikan bersama apakah pseudocode itu sudah memenuhi lima ciri algoritma yang baik yang sudah kita pelajari. Rangkuman Pertemuan 1 Konsep Inti Algoritma Urutan langkah logis dan terbatas menuju solusi, dengan lima ciri: finite, definite, ada input, ada output, effective Flowchart Notasi visual dengan simbol oval (mulai/selesai), persegi (proses), belah ketupat (keputusan), jajar genjang (input/output) Pseudocode Notasi teks semi-formal untuk menuangkan logika sebelum menulis kode sungguhan Python Bahasa pemrograman ramah pemula, luas dipakai industri data & bisnis digital Indonesia print() & operator Perintah dasar mencetak teks dan menghitung aritmetika (+, -, *, /)
Mari kita rangkum perjalanan hari ini dalam satu tabel yang bisa Anda jadikan catatan ringkas untuk belajar ulang di rumah. Kita mulai dari pemahaman bahwa algoritma adalah urutan langkah logis dengan lima ciri yang harus dipenuhi, lalu belajar dua cara menuliskannya: flowchart secara visual dan pseudocode secara teks. Setelah itu kita berkenalan dengan Python sebagai bahasa pemrograman pilihan program studi ini, memasangnya di komputer, dan langsung mempraktikkan perintah print serta operator aritmetika dasar. Kelima baris pada tabel ini adalah fondasi yang akan terus dipakai dan dikembangkan di setiap pertemuan berikutnya, jadi pastikan Anda benar-benar nyaman dengan kelima konsep ini sebelum minggu depan. Sampai Jumpa Minggu Depan Variabel dan cara Python menyimpan data Tipe data: integer, float, string, boolean Sistem bilangan & operasi dasar lanjutan Tugas Sebelum Pertemuan 2
✎
Pastikan Python & VS Code terpasang
Jalankan ulang program halo.py di rumah, dan bawa hasil latihan pseudocode kedai kopi ke kelas berikutnya.
Sebelum kita tutup, pastikan dua hal ini sudah beres sebelum pertemuan kedua: Python dan VS Code terpasang dengan baik di laptop Anda, dan coba jalankan ulang program halo.py di rumah supaya Anda benar-benar terbiasa dengan alurnya. Minggu depan kita masuk ke topik variabel — cara Python menyimpan data seperti nama pelanggan, harga barang, atau status stok — beserta empat tipe data dasar yang akan sering Anda pakai. Bawa juga hasil latihan pseudocode kedai kopi tadi, karena kita akan mengonversinya langsung menjadi kode Python sungguhan di pertemuan kedua. Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini, dan sampai jumpa minggu depan.