‹ Daftar slidePertemuan 10: Anggaran Fleksibel, Biaya Standar, dan Analisis Varians
Program Studi Manajemen • FEB
Akuntansi Manajemen
Pertemuan 10 — Anggaran Fleksibel, Biaya Standar, dan Analisis Varians
Bagaimana manajer menilai kinerja secara adil ketika volume produksi aktual berbeda dari rencana — dan bagaimana menelusuri selisih biaya sampai ke akar penyebabnya.
RPS MINGGU 11 • 2 × 50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Pertemuan ini melanjutkan pembahasan Master Budgeting minggu lalu, masuk ke tahap evaluasi kinerja setelah anggaran dijalankan. Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu:
Kemampuan Teknis
Menyusun anggaran fleksibel pada volume aktivitas aktual
Menyusun kartu biaya standar (standard cost card) per unit produk
Menghitung varians bahan baku dan tenaga kerja langkah demi langkah
Kemampuan Interpretasi
Membedakan Sales Volume Variance dari Flexible Budget Variance
Menafsirkan varians sebagai favorable (F) atau unfavorable (U)
Mengaitkan tiap varians ke manajer yang bertanggung jawab
Bagian 1
Anggaran Fleksibel — Tolok Ukur yang Adil
Menyesuaikan anggaran ke volume aktual sebelum membandingkannya dengan realisasi.
Masalah Anggaran Statis: Membandingkan yang Tidak Setara
PT Mebel Jati Makmur menyusun anggaran statis (static budget) — anggaran yang disusun untuk satu volume rencana di awal periode — untuk produksi 10.000 unit kursi kayu bulan ini. Realisasinya ternyata berbeda.
Anggaran Statis (Rencana Awal)
Volume rencana: 10.000 unit
Disusun di awal periode, tidak berubah berapa pun realisasinya
Cocok untuk perencanaan kas & target penjualan (Pertemuan 9)
Realisasi Aktual
Volume aktual: 12.000 unit — lebih tinggi dari rencana
Biaya total aktual pasti ikut lebih besar hanya karena volume naik
Membandingkan langsung ke anggaran statis membuat manajer produksi terlihat "boros" padahal wajar
Kalau Anda membandingkan biaya aktual pada 12.000 unit langsung dengan anggaran pada 10.000 unit, selisihnya sebagian besar hanya mencerminkan perbedaan volume — bukan efisiensi kerja yang sesungguhnya.
Anggaran Fleksibel: Disesuaikan ke Volume Aktual
Anggaran fleksibel (flexible budget) memakai tarif/harga standar yang sama seperti anggaran statis, tapi dihitung ulang pada volume aktual — sehingga jadi pembanding yang setara dengan realisasi.
Total Anggaran Fleksibel = Biaya Tetap + (Biaya Variabel per Unit × Volume Aktual)
Rumus ini adalah aplikasi langsung dari kerangka biaya tetap & variabel yang sudah Anda pelajari di Pertemuan 3–4, dan konsep margin kontribusi dari analisis CVP di Pertemuan 6.
Biaya tetap tidak berubah berapa pun volumenya; biaya variabel ikut naik-turun proporsional terhadap volume aktual.
Hitung dari Nol #1: Anggaran Fleksibel pada Volume Aktual
PT Mebel Jati Makmur: biaya tetap Rp150.000.000/bulan, biaya variabel Rp45.000/unit. Volume aktual bulan ini 12.000 unit (rencana awal hanya 10.000 unit).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Biaya variabel pada volume aktual (Rp45.000/unit × 12.000 unit)
45.000 × 12.000
Rp540.000.000
Biaya tetap (tidak berubah oleh volume)
tetap
Rp150.000.000
Total anggaran fleksibel pada volume aktual
540.000.000 + 150.000.000
Rp690.000.000
Anggaran Fleksibel — 12.000 Unit
Rp690 Jt
Rp540.000.000 variabel + Rp150.000.000 tetap
Coba Sendiri: Geser Volume, Bandingkan Anggaran Statis vs Fleksibel
Ubah volume aktual dari rencana awal, lalu amati mengapa anggaran fleksibel selalu jadi pembanding yang lebih adil daripada anggaran statis.
Kerangka Tiga Kolom: Statis, Fleksibel, Aktual
Dengan tiga angka ini berdampingan, kita bisa memecah total selisih menjadi dua varians yang punya makna berbeda.
Sales Volume Variance = selisih akibat volume berbeda dari rencana. Flexible Budget Variance = selisih akibat harga/biaya berbeda dari standar — pada volume yang sama.
Hitung dari Nol #2: Sales Volume & Flexible Budget Variance
Harga jual standar Rp100.000/unit. Aktual: 12.000 unit terjual @ Rp98.000, dengan total biaya aktual Rp710.000.000 — sehingga laba aktual = Rp1.176.000.000 − Rp710.000.000 = Rp466.000.000.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Laba anggaran statis (10.000 unit × Rp100.000 − Rp600.000.000 biaya)
1.000.000.000 − 600.000.000
Rp400.000.000
Laba anggaran fleksibel (12.000 unit × Rp100.000 − Rp690.000.000 biaya)
1.200.000.000 − 690.000.000
Rp510.000.000
Sales Volume Variance (selisih akibat volume)
510.000.000 − 400.000.000
Rp110.000.000 F
Flexible Budget Variance (laba aktual Rp466.000.000 − laba fleksibel)
466.000.000 − 510.000.000
−Rp44.000.000 U
Total Varians Laba
Rp66 Jt F
110.000.000 F − 44.000.000 U
Bagian 2
Biaya Standar — Tolok Ukur Efisiensi
Menetapkan berapa seharusnya biaya bahan baku dan tenaga kerja per unit produk.
Biaya Standar: Standar Harga × Standar Kuantitas
Biaya standar (standard cost) adalah biaya yang seharusnya terjadi untuk memproduksi satu unit, dalam kondisi operasi normal — ditetapkan di muka sebagai patokan, bukan dihitung setelah kejadian.
Bahan Baku
Harga × Kuantitas
Standar harga per kg/liter × standar kuantitas bahan per unit produk
Tenaga Kerja
Tarif × Jam
Standar tarif upah per jam × standar jam kerja langsung per unit
Overhead
Tarif × Basis Alokasi
Standar tarif overhead × basis alokasi (biasanya jam tenaga kerja)
Dari Mana Angka Standar Ditetapkan?
Standar bukan angka sembarangan — ada proses formal di baliknya, biasanya melibatkan bagian teknik, pembelian, dan sumber daya manusia bersama-sama.
Standar Harga/Tarif
Negosiasi kontrak dengan pemasok bahan baku (bagian pembelian)
Kesepakatan upah dengan serikat pekerja/skala gaji perusahaan (bagian SDM)
Tren harga pasar & perkiraan inflasi untuk periode berjalan
Standar Kuantitas/Waktu
Studi teknik (engineering study) — spesifikasi desain produk
Studi gerak dan waktu (time-and-motion study) di lini produksi
Rata-rata pemakaian historis, disesuaikan target efisiensi baru
Hitung dari Nol #3: Kartu Biaya Standar Kursi Kayu
PT Mebel Jati Makmur menetapkan standar berikut untuk satu unit kursi kayu jati.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Bahan baku standar (3 kg kayu × Rp25.000/kg)
3 × 25.000
Rp75.000
Tenaga kerja langsung standar (2 jam × Rp30.000/jam)
2 × 30.000
Rp60.000
Overhead variabel standar (2 jam × Rp10.000/jam)
2 × 10.000
Rp20.000
Total biaya standar per unit
75.000 + 60.000 + 20.000
Rp155.000
Biaya Standar per Unit Kursi
Rp155.000
Bahan baku + tenaga kerja + overhead variabel
Bagian 3
Analisis Varians Bahan Baku & Tenaga Kerja
Memecah selisih biaya menjadi varians harga/tarif dan varians kuantitas/efisiensi.
Kerangka Varians Bahan Baku
Total varians bahan baku dipecah menjadi dua penyebab yang independen — harga beli dan efisiensi pemakaian.
MPV = (Harga Aktual − Harga Standar) × Kuantitas Aktual
MQV = (Kuantitas Aktual − Kuantitas Standar) × Harga Standar
Hitung dari Nol #4: Varians Harga & Kuantitas Bahan Baku
Produksi aktual 12.000 unit. Bagian pembelian membeli kayu seharga Rp24.500/kg (standar Rp25.000/kg); bagian produksi memakai 37.500 kg kayu (standar 3 kg/unit).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Standar kuantitas untuk volume aktual (3 kg/unit × 12.000 unit)
3 × 12.000
36.000 kg
Varians harga bahan baku (MPV): (Rp24.500 − Rp25.000) × 37.500 kg
−500 × 37.500
Rp18.750.000 F
Varians kuantitas bahan baku (MQV): (37.500 − 36.000 kg) × Rp25.000
1.500 × 25.000
Rp37.500.000 U
Total varians bahan baku
37.500.000 U − 18.750.000 F
Rp18.750.000 U
Total Varians Bahan Baku
Rp18,75 Jt U
Harga hemat, tapi pemakaian boros
Kerangka Varians Tenaga Kerja
Pola pikirnya identik dengan varians bahan baku, hanya istilahnya berbeda: tarif upah dan efisiensi jam kerja.
LRV = (Tarif Aktual − Tarif Standar) × Jam Aktual
LEV = (Jam Aktual − Jam Standar) × Tarif Standar
Hitung dari Nol #5: Varians Tarif & Efisiensi Tenaga Kerja
Produksi aktual 12.000 unit. Tukang kayu dibayar Rp31.000/jam aktual (standar Rp30.000/jam), dengan total 23.000 jam kerja aktual (standar 2 jam/unit).
Langkah
Perhitungan
Nilai
Standar jam untuk volume aktual (2 jam/unit × 12.000 unit)
2 × 12.000
24.000 jam
Varians tarif tenaga kerja (LRV): (Rp31.000 − Rp30.000) × 23.000 jam
1.000 × 23.000
Rp23.000.000 U
Varians efisiensi tenaga kerja (LEV): (23.000 − 24.000 jam) × Rp30.000
−1.000 × 30.000
Rp30.000.000 F
Total varians tenaga kerja
30.000.000 F − 23.000.000 U
Rp7.000.000 F
Total Varians Tenaga Kerja
Rp7 Jt F
Tarif lebih mahal, tapi jam kerja lebih efisien
Coba Sendiri: Pisahkan Varians Harga dari Varians Efisiensi
Ubah tarif/harga aktual dan kuantitas/jam aktual, lalu amati bagaimana varians harga & efisiensi bisa saling menutup atau memperbesar total selisih.
Interpretasi Varians: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Angka varians hanya berguna kalau diarahkan ke pihak yang tepat — inilah jembatan menuju konsep responsibility accounting yang akan diperdalam di Pertemuan 11.
Favorable (F) — Tidak Selalu Kabar Baik
MPV favorable bisa berarti bahan baku murah tapi kualitas rendah
LEV favorable bisa berarti pekerja terburu-buru, kualitas produk turun
Selalu telusuri penyebab, bukan hanya arah tandanya
Peta Tanggung Jawab
Varians harga/tarif → manajer pembelian & SDM
Varians kuantitas/efisiensi → manajer/supervisor produksi
Latihan Kelompok: Kartu Biaya Standar & Varians UMKM
Kerjakan bersama kelompok Anda (4–5 orang) dalam 25 menit, lalu siapkan 2 menit untuk presentasi singkat ke kelas.
Instruksi
Pilih satu produk UMKM sederhana (contoh: roti, kue kering, kerajinan tangan)
Susun kartu biaya standar — tetapkan standar harga & kuantitas bahan baku serta tarif & jam tenaga kerja (kerangka Slide 12)
Buat skenario aktual (harga & kuantitas aktual berbeda dari standar)
Hitung varians harga & kuantitas bahan baku memakai rumus Slide 14–15
Simpulkan: varians favorable atau unfavorable, dan siapa yang bertanggung jawab?
Dosen akan berkeliling memantau — siapkan pertanyaan bila kelompok Anda buntu di tahap perhitungan varians.
Ringkasan & Menuju Pertemuan 11
Hari ini kita belajar dua alat pengendalian biaya inti akuntansi manajemen: anggaran fleksibel untuk evaluasi di level total, dan biaya standar untuk evaluasi di level per unit.
Yang Sudah Kita Kuasai
Anggaran fleksibel & kerangka tiga kolom (statis–fleksibel–aktual)
Kartu biaya standar bahan baku, tenaga kerja, overhead
Varians harga/kuantitas bahan baku & tarif/efisiensi tenaga kerja
Pertemuan 11: Penilaian Kinerja Terdesentralisasi
ROI, residual income, dan balanced scorecard
Memperluas peta tanggung jawab (Slide 18) ke seluruh pusat pertanggungjawaban perusahaan