Bagaimana perusahaan menerjemahkan strategi menjadi satu peta angka terpadu — anggaran induk yang menghubungkan penjualan, produksi, biaya, kas, hingga laporan laba rugi yang direncanakan.
RPS minggu 10 · 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Anggaran Induk: Peta Rencana Keuangan Perusahaan
Apa itu master budget, mengapa disusun, dan bagaimana strukturnya saling terhubung sebelum kita menghitung satu per satu.
Apa Itu Master Budget?
Master budget (anggaran induk) adalah rencana keuangan komprehensif untuk periode tertentu — biasanya satu tahun, dipecah per triwulan atau bulan — yang merangkum seluruh rencana operasi dan keuangan perusahaan dalam satu paket angka yang saling terhubung.
FUNGSI PERENCANAAN
ARAH & KOORDINASI
Memaksa tiap divisi — penjualan, produksi, keuangan — menyepakati satu rencana yang sama sebelum tahun berjalan dimulai.
FUNGSI PENGENDALIAN
TOLOK UKUR KINERJA
Angka anggaran jadi patokan untuk dibandingkan dengan realisasi — dasar analisis varians di Pertemuan 10.
Anggaran yang baik disusun dari bawah ke atas maupun atas ke bawah (partisipatif): manajer lini memberi estimasi realistis, manajemen puncak menyelaraskan dengan target strategis perusahaan.
Dua Komponen Utama Anggaran Induk
Master budget terdiri atas dua kelompok besar anggaran yang saling mengalir: anggaran operasional menghasilkan proyeksi laba rugi, lalu bermuara ke anggaran keuangan yang menghasilkan proyeksi kas dan neraca.
Alur Penyusunan: Semua Berawal dari Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan adalah titik awal seluruh rangkaian — kesalahan estimasi di sini akan menjalar ke seluruh anggaran berikutnya, seperti efek domino.
Karena semua anggaran turunan bergantung pada anggaran penjualan, estimasi permintaan pasar — misalnya berbasis riset pasar atau data historis penjualan seperti yang dilakukan Tokopedia untuk merchant-nya — harus dikerjakan paling hati-hati.
Coba Sendiri: Ikuti Efek Domino dari Anggaran Penjualan
Ubah estimasi unit terjual di titik awal, lalu amati bagaimana angka menjalar ke anggaran produksi, HPP, laba rugi, hingga kas.
Responsibility Accounting: Siapa Bertanggung Jawab atas Angka Apa?
Akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting) membagi organisasi menjadi pusat pertanggungjawaban (responsibility center) agar tiap manajer hanya dinilai dari angka yang benar-benar bisa ia kendalikan.
PUSAT BIAYA
COST CENTER
Manajer bertanggung jawab atas biaya saja — mis. bagian produksi pabrik mebel.
PUSAT PENDAPATAN
REVENUE CENTER
Manajer bertanggung jawab atas penjualan — mis. tim sales regional.
PUSAT LABA
PROFIT CENTER
Manajer bertanggung jawab atas pendapatan & biaya — mis. kepala cabang toko.
PUSAT INVESTASI
INVESTMENT CENTER
Manajer bertanggung jawab atas laba & aset yang dipakai — mis. direktur divisi.
Kasus PT Mebel Jati Makmur: dari anggaran penjualan sampai anggaran laba rugi — kita hitung dari nol.
Anggaran Penjualan (Sales Budget): Titik Awal Segalanya
Anggaran penjualan memproyeksikan unit yang akan terjual dan pendapatan yang dihasilkan, berdasarkan riset pasar, tren historis, dan kapasitas produksi.
Anggaran Penjualan (Rp) = Unit Terjual × Harga Jual per Unit
Kasus: PT Mebel Jati Makmur memperkirakan menjual 500 unit meja jati pada triwulan pertama dengan harga jual Rp 1.200.000/unit. Mari hitung nilai anggaran penjualannya di slide berikutnya.
Hitung dari Nol — HDN-1: Anggaran Penjualan
PT Mebel Jati Makmur memperkirakan menjual 500 unit meja jati pada triwulan pertama, dengan harga jual Rp 1.200.000/unit. Berapa nilai anggaran penjualannya?
LANGKAH DEMI LANGKAH
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
Unit = 500; Harga = Rp 1.200.000
—
Rumus
Unit × Harga Jual per Unit
—
Hitung
500 × 1.200.000
Rp 600.000.000
ANGGARAN PENJUALAN Q1
Rp 600 juta
500 unit × Rp 1.200.000
Angka ini menjadi input utama anggaran produksi di slide berikutnya — ingat baik-baik: 500 unit.
Anggaran Produksi (Production Budget): Berapa Unit Harus Diproduksi?
Unit yang diproduksi tidak selalu sama dengan unit yang dijual — perusahaan perlu mempertimbangkan persediaan akhir yang diinginkan dan persediaan awal yang sudah tersedia.
Unit Diproduksi = Unit Terjual + Persediaan Akhir Diinginkan − Persediaan Awal
Kasus: PT Mebel Jati Makmur ingin menyimpan persediaan akhir 60 unit (untuk mengantisipasi lonjakan permintaan triwulan berikutnya), dan saat ini punya persediaan awal 40 unit. Mari hitung kebutuhan produksinya.
Hitung dari Nol — HDN-2: Anggaran Produksi
Penjualan yang dianggarkan 500 unit, persediaan akhir yang diinginkan 60 unit, persediaan awal yang tersedia 40 unit. Berapa unit harus diproduksi?
LANGKAH DEMI LANGKAH
Langkah
Perhitungan
Nilai
Identifikasi
Jual 500; Persediaan akhir 60; Persediaan awal 40
—
Rumus
Jual + Persediaan Akhir − Persediaan Awal
—
Hitung
500 + 60 − 40
520 unit
UNIT DIPRODUKSI Q1
520 unit
500 + 60 − 40
520 unit inilah yang akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan bahan baku & tenaga kerja langsung.
Anggaran Bahan Baku & Tenaga Kerja Langsung
Dari 520 unit yang akan diproduksi, perusahaan menurunkan kebutuhan bahan baku langsung dan jam tenaga kerja langsung memakai standar konsumsi per unit.
WALKTHROUGH A — BAHAN BAKU LANGSUNG
Standar: 0,08 m³ kayu jati/unit × harga Rp 3.500.000/m³
Kebutuhan produksi: 520 unit × 0,08 m³ = 41,6 m³
Biaya bahan baku: 41,6 × Rp 3.500.000 ≈ Rp 145,6 juta
WALKTHROUGH B — TENAGA KERJA LANGSUNG
Standar: 3 jam kerja/unit × tarif Rp 35.000/jam
Kebutuhan jam: 520 unit × 3 jam = 1.560 jam
Biaya tenaga kerja: 1.560 × Rp 35.000 = Rp 54,6 juta
Anggaran Overhead Pabrik & Harga Pokok Penjualan (HPP)
Overhead pabrik (biaya tidak langsung produksi) digabung dengan bahan baku dan tenaga kerja langsung untuk membentuk anggaran harga pokok penjualan (HPP).
Overhead pabrik mencakup biaya tak-langsung seperti listrik mesin, penyusutan peralatan, dan gaji mandor — biasanya dianggarkan per unit atau per jam mesin, mirip perhitungan tarif overhead yang kita pelajari di Pertemuan 5 (ABC/ABM).
Anggaran Laba Rugi (Budgeted Income Statement)
Setelah HPP diketahui, tambahkan anggaran beban penjualan & administrasi untuk menyusun proyeksi laba rugi — muara dari seluruh anggaran operasional.
Pos
Sumber
Nilai
Penjualan
dari HDN-1
Rp 600,0 juta
Harga Pokok Penjualan (HPP)
dari Slide 13
(Rp 278,2 juta)
Laba Kotor
Penjualan − HPP
Rp 321,8 juta
Beban penjualan & administrasi
dianggarkan terpisah
(Rp 95,0 juta)
Laba Operasi (sebelum pajak)
Laba Kotor − Beban
Rp 226,8 juta
Ingat: PPh Badan berlaku ~22% dari laba sebelum pajak — laba bersih setelah pajak baru dihitung setelah pos ini, dan akan memengaruhi anggaran kas di Bagian 3.
Bagian 3 dari 3
Anggaran Keuangan: Kas dan Neraca yang Dianggarkan
Dari laba rugi ke arus kas riil — dan bagaimana semuanya bermuara pada satu potret posisi keuangan.
Anggaran Kas (Cash Budget): Laba Bukan Berarti Ada Uang di Bank
Anggaran kas memproyeksikan penerimaan dan pengeluaran kas riil per periode — berbeda dari laba rugi karena memperhitungkan waktu penerimaan piutang dan pembayaran utang, bukan hanya pengakuan pendapatan/beban.
PENERIMAAN KAS
SALDO AWAL + KOLEKSI
Saldo kas awal periode + penagihan piutang dari penjualan tunai & kredit sebelumnya.
PENGELUARAN KAS
BAHAN, GAJI, OVERHEAD
Pembayaran ke pemasok bahan baku, gaji, overhead tunai, pajak, & belanja modal.
SALDO KAS SEMENTARA
SURPLUS / DEFISIT
Penerimaan − Pengeluaran; jika defisit, perlu pembiayaan (pinjaman jangka pendek).
PEMBIAYAAN
PINJAMAN / PELUNASAN
Jika saldo di bawah minimum kas, perusahaan menarik pinjaman bank — dan melunasi saat surplus.
Coba Sendiri: Kapan Kas Perlu Pinjaman Jangka Pendek?
Ubah pola penerimaan & pengeluaran kas per bulan, lalu amati kapan saldo kas jatuh di bawah minimum dan memicu kebutuhan pinjaman.
Neraca yang Dianggarkan (Budgeted Balance Sheet): Potret Akhir
Neraca yang dianggarkan adalah hasil akhir seluruh rangkaian anggaran — posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan yang diproyeksikan pada akhir periode anggaran.
DARI MANA ANGKANYA BERASAL?
Kas akhir ← dari anggaran kas (saldo akhir setelah pembiayaan)
Piutang usaha ← dari anggaran penjualan (bagian yang belum tertagih)
Persediaan ← dari anggaran produksi & HPP (60 unit persediaan akhir × biaya/unit)
Laba ditahan ← laba ditahan awal + laba bersih dari anggaran laba rugi − dividen
Inilah bukti bahwa master budget adalah satu sistem terpadu: ubah satu asumsi (misalnya target penjualan naik 10%), dan seluruh anggaran — sampai neraca — ikut berubah secara konsisten.
Menghubungkan Anggaran dengan Pusat Pertanggungjawaban
Setiap sub-anggaran yang kita susun sebenarnya "dimiliki" oleh manajer pusat pertanggungjawaban tertentu — inilah yang membuat anggaran bisa dipakai untuk evaluasi kinerja, bukan sekadar rencana di atas kertas.
Sub-Anggaran
Pusat Pertanggungjawaban
Contoh Manajer
Anggaran Penjualan
Revenue Center
Manajer Penjualan Regional
Anggaran Produksi & HPP
Cost Center
Manajer Pabrik / Produksi
Anggaran Laba Rugi (per cabang)
Profit Center
Kepala Cabang / Unit Bisnis
Neraca & Alokasi Modal
Investment Center
Direktur Divisi
Prinsip controllability (keterkendalian): manajer pabrik tidak boleh dinilai buruk karena penjualan turun akibat pasar lesu — itu di luar kendalinya. Ia hanya dinilai dari efisiensi biaya produksi yang ia kendalikan.
Latihan Kelas: Susun Anggaran Penjualan & Produksi
Kerjakan berkelompok (10 menit), lalu satu kelompok akan diminta presentasi hasilnya di depan kelas.
KASUS: TOKO KONVEKSI "BATIK NUSANTARA"
Perkiraan penjualan triwulan: 800 potong kemeja batik, harga jual Rp 250.000/potong.
Persediaan akhir yang diinginkan: 100 potong. Persediaan awal saat ini: 50 potong.
Pertanyaan 1: berapa nilai anggaran penjualan triwulan ini?
Pertanyaan 2: berapa unit yang harus diproduksi?
Pertanyaan 3: menurut kelompok Anda, pusat pertanggungjawaban apa yang cocok untuk pemilik toko sekaligus penjahit utama — cost, revenue, profit, atau investment center? Jelaskan alasannya.
Gunakan persis rumus yang sudah kita pakai di HDN-1 dan HDN-2 — jangan menghafal jawaban akhir, tunjukkan langkah perhitungannya.
Rangkuman Pertemuan 9 & Jembatan ke Pertemuan 10
YANG SUDAH KITA PELAJARI
Master budget = satu sistem terpadu, dimulai dari anggaran penjualan.
Dua komponen: anggaran operasional (→ laba rugi) & anggaran keuangan (→ kas & neraca).
Hitung dari nol: anggaran penjualan (Rp 600 juta) & produksi (520 unit).
MINGGU DEPAN: PERTEMUAN 10
Anggaran fleksibel & biaya standar — membandingkan anggaran dengan volume aktual.
Analisis varians bahan baku & tenaga kerja — angka realisasi PT Mebel Jati Makmur akan kita bandingkan dengan anggaran hari ini.
Pertanyaan kunci: varians ini favorable atau unfavorable, dan siapa yang bertanggung jawab?
Simpan angka-angka PT Mebel Jati Makmur hari ini (500 unit terjual, 520 unit diproduksi, HPP Rp 278,2 juta) — akan dipakai langsung sebagai baseline anggaran di Pertemuan 10.