stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Penilaian Kinerja pada Organisasi Terdesentralisasi
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Akuntansi Bisnis

Pertemuan 11 — Penilaian Kinerja pada Organisasi Terdesentralisasi

Mengapa perusahaan besar dipecah jadi divisi-divisi, bagaimana tiap divisi dinilai kinerjanya secara adil, dan apa itu pusat pertanggungjawaban.

RPS MINGGU 12 • 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

TUJUAN 1 – 2
  • Menjelaskan alasan perusahaan memilih struktur desentralisasi dibanding sentralisasi.
  • Mengidentifikasi empat jenis pusat pertanggungjawaban (responsibility center) dan bedanya.
TUJUAN 3 – 4
  • Menyusun laporan kinerja segmen berjenjang dan menghitung margin kontribusi terkendali.
  • Membedakan biaya terkendali vs tak terkendali dalam menilai manajer secara adil.

Mengapa Perusahaan Besar "Memecah Diri"?

Bayangkan Anda CEO Gojek-Tokopedia (GoTo): ada lini ride-hailing, e-commerce, dan fintech GoPay. Bisakah satu orang mengambil semua keputusan harian di ketiganya?

SENTRALISASI
Keputusan terkumpul di pusat. Cocok untuk perusahaan kecil, tapi lambat & tidak responsif saat skala membesar dan pasar berbeda-beda.
DESENTRALISASI
Kewenangan didelegasikan ke manajer divisi/unit yang lebih dekat dengan pelanggan & operasi harian mereka.
Semakin besar dan beragam bisnis suatu perusahaan, semakin besar pula tekanan untuk mendesentralisasi pengambilan keputusan.
Risiko: kalau tiap divisi hanya mengejar target sendiri tanpa memperhatikan tujuan besar perusahaan, terjadi masalah goal congruence (keselarasan tujuan) yang buruk — itulah sebabnya sistem penilaian kinerja yang adil menjadi krusial.
Bagian 1 dari 3
Pusat Pertanggungjawaban
Empat jenis unit organisasi dan ukuran kinerja yang cocok untuk masing-masing.

Apa itu Pusat Pertanggungjawaban?

Pusat pertanggungjawaban (responsibility center) adalah unit organisasi yang manajernya bertanggung jawab atas serangkaian aktivitas tertentu dan diukur kinerjanya berdasarkan aktivitas itu.

Prinsip kunci: manajer HANYA dinilai dari hal-hal yang benar-benar berada dalam kendalinya (controllability principle).
Kesalahan paling umum dalam sistem penilaian kinerja: membebankan biaya di luar kendali manajer, lalu menyalahkan manajer atas hasil buruknya.

Empat Jenis Pusat Pertanggungjawaban

JenisDikendalikan ManajerContoh Nyata
Pusat Biaya (cost center)Hanya biaya (input)Departemen produksi pabrik Indofood
Pusat Pendapatan (revenue center)Hanya penjualan (output)Tim sales cabang Telkomsel
Pusat Laba (profit center)Pendapatan − biayaDivisi Tokopedia di dalam GoTo
Pusat Investasi (investment center)Laba & aset yang diinvestasikanDivisi alat berat Astra (United Tractors)
Bagian 2 dari 3
Laporan Kinerja Segmen
Menyusun laporan berjenjang: biaya variabel, margin kontribusi, dan biaya tetap terkendali vs tak terkendali.

Anatomi Laporan Kinerja Segmen

Laporan segmen menelusuri profitabilitas dari level terkecil (produk) ke level terbesar (perusahaan), memisahkan biaya variabel, tetap terkendali, dan tetap tak terkendali.

Penjualan − Biaya Variabel = Margin Kontribusi
Margin Kontribusi − Biaya Tetap Terkendali = Margin Segmen Terkendali
Margin Segmen Terkendali − Biaya Tetap Tak Terkendali = Margin Segmen

Biaya Terkendali vs Tak Terkendali

TERKENDALI
  • Gaji tim di bawah manajer segmen
  • Biaya iklan lokal yang diputuskan manajer
  • Biaya bahan baku pilihan supplier manajer
TAK TERKENDALI
  • Alokasi biaya sewa kantor pusat
  • Alokasi gaji direksi korporat
  • Beban bunga pinjaman korporat yang ditentukan pusat
Jebakan umum: kantor pusat sering mengalokasikan biaya bersama (IT korporat, gaji direksi) berdasarkan proporsi penjualan — divisi yang tumbuh cepat jadi "dihukum" alokasi lebih besar. Memasukkan biaya tak terkendali ke penilaian manajer membuat evaluasi tidak adil dan memicu demotivasi.

Hitung dari Nol: Laporan Kinerja Segmen

Divisi Fashion sebuah e-commerce: Penjualan Rp500 juta, biaya variabel Rp300 juta, biaya tetap terkendali Rp80 juta, biaya tetap tak terkendali (alokasi pusat) Rp60 juta.

LangkahPerhitunganNilai
Margin KontribusiRp500 juta − Rp300 jutaRp200 juta
Margin Segmen TerkendaliRp200 juta − Rp80 jutaRp120 juta
Margin Segmen (final)Rp120 juta − Rp60 jutaRp60 juta
KINERJA MANAJER DIVISI
Rp120 juta
Bukan Rp60 juta — manajer dinilai dari Margin Segmen Terkendali, bukan Margin Segmen final

Menaikkan Level: Divisi ke Perusahaan

Laporan segmen bisa disusun berjenjang: produk → lini produk → divisi → perusahaan. Tiap level menjumlahkan Margin Segmen dari level di bawahnya.

Produkjumlahkan Margin Segmen →Lini ProdukDivisiPerusahaan
Semakin tinggi levelnya, semakin banyak biaya tetap yang sebelumnya "tak terkendali" di level bawah menjadi terkendali di level atas.
Bagian 3 dari 3
Ukuran Kinerja Non-Finansial
Angka rupiah saja tidak cukup — Balanced Scorecard dan indikator kinerja kunci (KPI).

Kenapa Angka Rupiah Saja Tidak Cukup?

Manajer bisa "memoles" angka finansial jangka pendek dengan cara yang merugikan perusahaan jangka panjang.

CONTOH MANIPULASI JANGKA PENDEK
  • Memotong anggaran pelatihan karyawan demi laba tahun ini
  • Menunda perawatan mesin demi menekan biaya
  • Mengurangi anggaran riset produk baru
DAMPAK JANGKA PANJANG
  • Kualitas produk & layanan menurun perlahan
  • Karyawan kompeten keluar (turnover naik)
  • Perusahaan tertinggal dari kompetitor

Balanced Scorecard: Empat Perspektif

FINANSIAL
Laba, margin segmen, pertumbuhan penjualan
PELANGGAN
Kepuasan pelanggan, rating aplikasi, retensi pengguna
PROSES INTERNAL
Waktu pengiriman, tingkat cacat produk, efisiensi proses
PEMBELAJARAN & PERTUMBUHAN
Pelatihan karyawan, inovasi, tingkat turnover

Walkthrough: Rantai Sebab-Akibat Balanced Scorecard

TahapApa yang TerjadiPerspektif
1Perusahaan investasi pelatihan karyawan customer servicePembelajaran & Pertumbuhan
2Waktu respons keluhan pelanggan lebih cepat & akuratProses Internal
3Kepuasan pelanggan naik, rating aplikasi meningkatPelanggan
4Pelanggan loyal berbelanja lebih sering, laba naikFinansial
Inilah inti Balanced Scorecard: ukuran non-finansial hari ini adalah "petunjuk awal" (leading indicator) hasil finansial di masa depan.

Hitung dari Nol: Membandingkan Dua Manajer Segmen

Dua kepala cabang UMKM ritel dibandingkan atasannya. Cabang A: penjualan Rp200 juta, biaya variabel Rp120 juta, biaya tetap terkendali Rp30 juta. Cabang B: penjualan Rp150 juta, biaya variabel Rp80 juta, biaya tetap terkendali Rp20 juta.

LangkahPerhitunganNilai
Margin Segmen Terkendali – Cabang A(Rp200jt − Rp120jt) − Rp30jtRp50 juta
Margin Segmen Terkendali – Cabang B(Rp150jt − Rp80jt) − Rp20jtRp50 juta
KESIMPULAN
Kinerja setara, skala beda
Rp50 juta = Rp50 juta secara absolut, tapi rasio margin Cabang B (33%) lebih tinggi dari Cabang A (25%) — sinyal efisiensi lebih baik

Diskusi Kelas

Kasus: Anda manajer divisi customer service sebuah startup fintech. Margin segmen terkendali divisi Anda naik 15% tahun ini, tapi kantor pusat baru saja menambahkan alokasi biaya sewa gedung baru senilai Rp40 juta ke laporan divisi Anda, membuat margin segmen final divisi Anda turun.

Pertanyaan diskusi:

  • Angka mana yang seharusnya dipakai atasan Anda untuk menentukan bonus tahunan Anda — margin segmen terkendali atau margin segmen final? Mengapa?
  • Apakah wajar bila kinerja Anda "terlihat buruk" akibat keputusan sewa gedung yang diambil kantor pusat?

Latihan Mandiri

Divisi Elektronik sebuah marketplace: Penjualan Rp800 juta, biaya variabel Rp520 juta, biaya tetap terkendali Rp90 juta, biaya tetap tak terkendali (alokasi pusat) Rp70 juta.

Tugas Anda: Hitung (1) Margin Kontribusi, (2) Margin Segmen Terkendali, (3) Margin Segmen final. Lalu tentukan angka mana yang paling tepat dipakai untuk menilai bonus manajer divisi ini.
PETUNJUK
Ikuti pola tiga rumus berjenjang di slide 10 dan slide 12

Rangkuman: Peta Konsep Hari Ini

KonsepInti
DesentralisasiDelegasi wewenang keputusan ke manajer level lebih rendah
4 Pusat PertanggungjawabanBiaya → Pendapatan → Laba → Investasi (makin luas tanggung jawabnya)
Controllability PrincipleManajer hanya dinilai dari yang benar-benar bisa dia kendalikan
Margin Segmen TerkendaliAngka paling adil untuk MENILAI MANAJER
Margin Segmen (final)Angka untuk menilai KELAYAKAN SEGMEN itu sendiri
Balanced Scorecard4 perspektif: Finansial, Pelanggan, Proses Internal, Pembelajaran & Pertumbuhan
Kesalahan paling umum di ujian: memakai margin segmen final (bukan terkendali) untuk menilai manajer, dan membandingkan skala absolut tanpa rasio margin.

Menuju Pertemuan 12

MINGGU DEPAN

Kita akan mendalami Pusat Investasi: cara menghitung Return on Investment (ROI), Residual Income (RI), dan isu transfer pricing antar-divisi.

TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 12
Selesaikan Latihan Mandiri slide 21. Bawa hasil hitungan Anda — akan dibahas singkat di awal pertemuan berikutnya sebagai pemanasan.