stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-10
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 10: Anggaran Fleksibel, Biaya Standar, dan Analisis Varians
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Akuntansi Bisnis

Pertemuan 10 — Anggaran Fleksibel, Biaya Standar, & Analisis Varians

Membongkar alasan biaya aktual berbeda dari anggaran — memisahkan efek volume, harga, dan efisiensi secara terukur.

RPS MINGGU 11 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda mampu menyusun dan menganalisis varians biaya untuk pengendalian manajemen. Secara spesifik:

CAPAIAN 1
STATIS VS FLEKSIBEL
Membedakan anggaran statis dan anggaran fleksibel, serta menyusun anggaran fleksibel dari data volume aktual.
CAPAIAN 2
3 LEVEL VARIANS
Menghitung Static-Budget Variance, Sales-Volume Variance, dan Flexible-Budget Variance secara berjenjang.
CAPAIAN 3
BIAYA STANDAR
Memecah selisih biaya langsung menjadi Price Variance (harga) dan Efficiency Variance (pemakaian) memakai biaya standar.
CAPAIAN 4
PENGENDALIAN
Menerapkan Management by Exception untuk menindaklanjuti hasil varians dalam operasi bisnis digital.

Studi Kasus: Kaos.id Melonjak Order

Kaos.id, UMKM konveksi kaos custom di Semarang, menganggarkan produksi 1.000 kaos. Setelah viral di TikTok Shop, realisasinya 1.200 kaos dengan total biaya produksi lebih tinggi dari anggaran awal.

DUGAAN AWAL PEMILIK
"TIM PRODUKSI BOROS"
Biaya total naik jauh melebihi anggaran, sehingga pemilik langsung menyalahkan manajer produksi.
KEMUNGKINAN SEBENARNYA
VOLUME NAIK 20%
Order naik dari 1.000 ke 1.200 kaos — wajar jika biaya total juga naik. Perbandingan mentah tidak adil.
Anggaran statis (static budget — anggaran satu volume tetap yang disusun di awal periode) tidak bisa dibandingkan mentah dengan aktual jika volumenya berbeda. Di sinilah kita butuh anggaran fleksibel.
Bagian 1 dari 3
Dari Anggaran Statis ke Anggaran Fleksibel
Memahami mengapa anggaran satu-volume tidak cukup, dan bagaimana menyusun anggaran yang menyesuaikan volume aktual.
Static Budget Flexible Budget 3 Level Varians

Anggaran Statis (Static Budget)

Anggaran Statis adalah anggaran yang disusun untuk satu tingkat volume aktivitas yang direncanakan sejak awal periode, dan tidak berubah walau volume aktual berbeda.
CONTOH KAOS.ID
1.000 KAOS
Harga jual dianggarkan Rp 85.000/kaos, biaya variabel dianggarkan Rp 45.000/kaos, biaya tetap dianggarkan Rp 12.000.000.
MASALAHNYA
TIDAK ADIL
Selisih Aktual − Static Budget tercampur oleh dua penyebab sekaligus: perbedaan volume dan perbedaan harga/efisiensi.

Selisih ini disebut Static-Budget Variance — bisa bersifat Favorable (F) (menguntungkan laba) atau Unfavorable (U) (merugikan laba).

Mengenal Anggaran Fleksibel

Anggaran Fleksibel (Flexible Budget) menyesuaikan pendapatan dan biaya yang dianggarkan dengan volume output aktual yang benar-benar dicapai, memakai harga & tarif standar yang sama.

RUMUS DASAR ANGGARAN FLEKSIBEL
KomponenStatic BudgetFlexible Budget
Dasar VolumeVolume direncanakan (1.000)Volume aktual (1.200)
Harga & TarifHarga/tarif dianggarkanHarga/tarif dianggarkan (sama)
Biaya TetapDianggarkanDianggarkan (sama, dalam rentang relevan)
Anggaran fleksibel menjawab: "Berapa seharusnya pendapatan dan biaya kita, kalau sejak awal kita tahu akan menjual tepat 1.200 kaos?"

Hitung dari Nol — HDN-1: Susun Flexible Budget

Kaos.id realisasi produksi & jual 1.200 kaos. Harga jual dan biaya variabel per unit memakai angka standar yang sama dengan anggaran statis.

LANGKAH PERHITUNGAN
Revenue FB1.200 × Rp 85.000Rp 102.000.000
Biaya Variabel FB1.200 × Rp 45.000Rp 54.000.000
Kontribusi Margin FB102.000.000 − 54.000.000Rp 48.000.000
Biaya Tetap FB= anggaran statisRp 12.000.000
LABA OPERASI FLEXIBLE BUDGET
48.000.000 − 12.000.000
Rp 36.000.000
Static Budget OI (1.000 kaos) = Rp 28.000.000

Kerangka Analisis Varians Berjenjang

Analisis varians disusun bertingkat seperti mengupas lapisan bawang, agar penyebab selisih laba dapat diisolasi satu per satu:

LEVEL 1: STATIC-BUDGET VARIANCE(Aktual vs Static Budget)LEVEL 2A: SALES-VOLUME VAR.(Flexible Budget vs Static Budget)LEVEL 2B: FLEXIBLE-BUDGET VAR.(Aktual vs Flexible Budget)LEVEL 3: PRICE & EFFICIENCY VARIANCERincian biaya bahan baku & tenaga kerja langsung(dibahas di Bagian 2)
Bagian 2 dari 3
Biaya Standar & Direct-Cost Variance
Membedah Level 3: memisahkan selisih biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung menjadi faktor harga dan faktor pemakaian.
Biaya Standar Price Variance Efficiency Variance

Biaya Standar (Standard Cost)

Biaya Standar adalah biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk satu unit input, ditetapkan di muka dari dua komponen: harga standar dan kuantitas standar.

BAHAN BAKU LANGSUNG — KAIN
0,5 M × Rp 40.000
Standar kebutuhan 0,5 meter kain per kaos, dengan harga standar Rp 40.000/meter = Rp 20.000/kaos.
TENAGA KERJA LANGSUNG — JAHIT
0,25 JAM × Rp 60.000
Standar waktu jahit 0,25 jam per kaos, dengan tarif standar Rp 60.000/jam = Rp 15.000/kaos.
Sisa biaya variabel per kaos (sablon & packing) Rp 10.000/kaos dianggap sesuai standar — total biaya variabel standar = Rp 45.000/kaos, sesuai anggaran fleksibel di slide sebelumnya.

Rumus Umum: Price & Efficiency Variance

Setiap biaya langsung (bahan baku maupun tenaga kerja) dipecah dengan logika yang sama:

Price Variance = (AP − BP) × AQ
Efficiency Variance = (AQ − BQ) × BP
GLOSARIUM SIMBOL
  • AP = Actual Price (harga/tarif riil per unit input)
  • BP = Budgeted Price (harga/tarif standar)
  • AQ = Actual Quantity (kuantitas input riil dipakai)
  • BQ = Budgeted Quantity Allowed (kuantitas standar untuk output aktual)

Hitung dari Nol — HDN-2: Varians Bahan Baku

Produksi aktual 1.200 kaos. Realisasi: dipakai 650 meter kain senilai total Rp 24.700.000.

PERHITUNGAN KOMPONEN
AP (Actual Price)Rp 24,7 jt ÷ 650 mRp 38.000
BP (Budgeted Price)Standar harga kainRp 40.000
AQ (Actual Qty)Kain terpakai650 m
BQ (Budgeted Qty)1.200 kaos × 0,5 m600 m
PRICE VARIANCE
(38.000 − 40.000) × 650
Rp 1.300.000 F
EFFICIENCY VARIANCE
(650 − 600) × 40.000
Rp 2.000.000 U
Bagian pembelian sukses nego kain lebih murah Rp 2.000/m (F). TAPI pemotongan pola custom boros 50 meter kain (U). Net varians bahan baku = 2.000.000 U − 1.300.000 F = Rp 700.000 U.

Coba Sendiri: Bongkar Varians Harga & Efisiensi Bahan Baku

Geser harga aktual dan kuantitas terpakai lalu amati bagaimana price variance dan efficiency variance berubah, termasuk kapan masing-masing berbalik dari favorable ke unfavorable.

Hitung dari Nol — HDN-3: Varians Tenaga Kerja

Sama, produksi 1.200 kaos. Realisasi: dipakai 280 jam jahit dengan total biaya upah Rp 18.200.000.

PERHITUNGAN KOMPONEN
AP (Actual Rate)Rp 18,2 jt ÷ 280 jamRp 65.000
BP (Budgeted Rate)Standar tarif jahitRp 60.000
AQ (Actual Hours)Jam jahit aktual280 jam
BQ (Budgeted Hours)1.200 kaos × 0,25 jam300 jam
RATE (PRICE) VARIANCE
(65.000 − 60.000) × 280
Rp 1.400.000 U
EFFICIENCY VARIANCE
(280 − 300) × 60.000
Rp 1.200.000 F
Kaos.id membayar tarif lembur lebih mahal (Rate Variance 1,4 juta U), TETAPI penjahit bekerja lebih cepat pakai mesin baru (Efficiency Variance 1,2 juta F). Net varians tenaga kerja = Rp 200.000 U — hampir impas.

Hitung dari Nol — Rekonsiliasi 3 Level Varians

Sekarang kita satukan semua level. Laba operasi aktual Kaos.id (Revenue Rp 99.600.000 − Variabel Rp 54.900.000 − Tetap Rp 12.500.000) = Rp 32.200.000.

Sales-Volume Variance36.000.000 (FB) − 28.000.000 (Static)Rp 8.000.000 F
Flexible-Budget Variance32.200.000 (Aktual) − 36.000.000 (FB)Rp 3.800.000 U
Static-Budget Variance (cek)8.000.000 F − 3.800.000 URp 4.200.000 F
Laba aktual tetap Rp 4.200.000 lebih tinggi dari anggaran statis (Favorable) — lonjakan volume (8 jt F) jauh menutupi inefisiensi biaya langsung (3,8 jt U). Kesimpulan: order melonjak itu berkah, bukan bukti pemborosan tim produksi.
Bagian 3 dari 3
Analisis Varians untuk Pengendalian Manajemen
Menghubungkan hasil hitungan varians dengan tindakan manajerial nyata di bisnis digital.
Mgmt. by Exception Keterkaitan Divisi

Prinsip Management by Exception

Management by Exception adalah praktik memusatkan perhatian manajemen pada bidang yang hasilnya menyimpang signifikan (exception) dari anggaran.

KENAPA DILAKUKAN?
WAKTU MANAJER TERBATAS
Manajer tidak mungkin menyelidiki semua biaya setiap hari. Varians di bawah ambang wajar (misalnya <5%) cukup dipantau, tidak diinvestigasi.
SAAT VARIANS BESAR MUNCUL
INVESTIGASI PENYEBAB
Varians signifikan (mis. pemborosan kain Rp 2 juta U) menjadi red flag yang wajib ditindaklanjuti sebelum berulang bulan depan.
Varians besar tidak selalu buruk. Varians Favorable besar pun perlu dicek — jangan sampai bagian pembelian menekan harga dengan membeli kain kualitas rendah.

Keterkaitan Antar Divisi: Jangan Evaluasi Terisolasi

Seringkali varians di satu divisi adalah penyebab dari varians di divisi lain — evaluasi harus komprehensif.

STUDI KASUS: PEMBELIAN VS PRODUKSI
  • Skenario: Bagian pembelian mengejar Price Variance Favorable dengan membeli kain grade B yang lebih murah.
  • Dampak di produksi: Kain grade B lebih sering sobek/cacat saat dipotong pola custom.
  • Efek lanjutan: Muncul Efficiency Variance Unfavorable karena banyak bahan terbuang.
Temuan varians juga bisa dipakai memperbaiki standar (biaya/kuantitas) untuk penyusunan anggaran periode berikutnya — inilah continuous improvement.

Biaya Standar di Konteks Bisnis Digital

Prinsip yang sama berlaku luas di luar manufaktur — di mana pun ada proses berulang dengan volume yang bisa berubah cepat.

DROPSHIP / FULFILLMENT
BIAYA PACKING STANDAR
Standar biaya kardus & bubble wrap per pesanan Tokopedia/Shopee — dianalisis varians saat lonjakan flash sale.
LAYANAN DIGITAL BERLANGGANAN
BIAYA SERVER STANDAR
Standar biaya cloud per 1.000 pengguna aktif — efficiency variance muncul saat traffic melonjak tak wajar.
TIM SUPPORT/CS OUTSOURCE
TARIF & WAKTU STANDAR
Standar tarif per jam & waktu tangani tiket — price variance saat memakai agensi CS baru yang lebih mahal.

Latihan Mandiri

Kerjakan sebelum pertemuan berikutnya. UMKM "Kopi Nako" menganggarkan produksi 500 cup kopi kemasan botol, harga jual dianggarkan Rp 25.000/cup, biaya variabel dianggarkan Rp 12.000/cup, biaya tetap dianggarkan Rp 3.000.000.

DATA REALISASI (VOLUME AKTUAL 600 CUP)
  • Standar kopi bubuk: 20 gram/cup @ Rp 300/gram. Realisasi: 13.000 gram dipakai, total biaya Rp 3.510.000.
  • Standar tenaga barista: 0,1 jam/cup @ Rp 50.000/jam. Realisasi: 55 jam kerja, total biaya Rp 2.970.000.
  • Biaya tetap aktual Rp 3.100.000. Harga jual aktual tetap Rp 25.000/cup.
Tugas: (1) susun flexible budget, (2) hitung Sales-Volume & Flexible-Budget Variance, (3) hitung Price & Efficiency Variance untuk kopi bubuk dan tenaga barista. Kumpulkan sebagai file Excel di LMS.

Rangkuman: Inti Pertemuan 10

1. APPLE TO APPLE
FLEXIBLE BUDGET
Bandingkan realisasi dengan anggaran yang disesuaikan volume aktual, bukan anggaran statis, agar evaluasi objektif.
2. HIRARKI VARIANS
3 LEVEL BERJENJANG
Sales-Volume Variance mengisolasi efek volume; Flexible-Budget Variance mencerminkan efisiensi & harga murni.
3. BIAYA STANDAR
PRICE VS EFFICIENCY
Biaya langsung dipecah menjadi Price Variance (tanggung jawab pembelian) & Efficiency Variance (tanggung jawab produksi).
4. TUJUAN AKHIR
TINDAKAN, BUKAN ANGKA
Management by Exception mengarahkan angka varians menjadi tindakan perbaikan lintas divisi, bukan sekadar laporan.

📖 Baca juga: Dcf Valuation — penjelasan mendalam dan contoh numerik.