stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-09
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 9: Master Budgeting: Menyusun Anggaran Induk Perusahaan
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Master Budgeting

Pertemuan 9 — Menyusun Anggaran Induk Perusahaan

Mempelajari bagaimana perusahaan merangkai anggaran penjualan, produksi, biaya, dan kas menjadi satu peta keuangan terpadu untuk satu periode ke depan.

RPS minggu 10 · 2x50 menit

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menyusun anggaran induk (master budget) perusahaan manufaktur secara berurutan dan saling terhubung.

CAPAIAN 1 — KONSEP
Peran & Struktur Anggaran
Memahami fungsi anggaran sebagai alat perencanaan, koordinasi, dan pengendalian, serta struktur master budget.
CAPAIAN 2 — OPERASIONAL
Anggaran Operasional
Menyusun anggaran penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik secara berurutan.
CAPAIAN 3 — KEUANGAN
Anggaran Keuangan
Menyusun anggaran kas dan memproyeksikan laporan laba rugi serta neraca (budgeted financial statements).
CAPAIAN 4 — APLIKASI
Konteks Indonesia
Menerapkan proses penganggaran pada kasus UMKM manufaktur digital dan memahami tren teknologi penganggaran modern.

Tanpa Anggaran, Bagaimana Anda Tahu Harus Beli Bahan Baku Berapa?

Bayangkan Anda memimpin UMKM sepatu yang lakunya bergantung tren TikTok. Dua cara mengelola produksi kuartal depan:

CARA A — TANPA ANGGARAN
Produksi & Beli "Feeling"
Reaktif, sering meleset
Beli bahan baku sesuka hati, produksi menumpuk atau malah kurang saat pesanan Shopee membludak. Kas sering seret tanpa peringatan dini.
CARA B — DENGAN MASTER BUDGET
Rencana Berurutan & Terukur
Proaktif, terukur
Proyeksi penjualan menuntun kebutuhan produksi, bahan baku, tenaga kerja, hingga kas — semua sudah dihitung sebelum uang keluar.
Master budget mengubah pengelolaan bisnis dari "menebak-nebak" menjadi peta keuangan yang bisa diverifikasi angka demi angka.
Bagian 1 dari 3
Konsep Dasar Anggaran Induk
Memahami definisi, fungsi, dan peta komponen master budget sebelum masuk ke perhitungan detail.
Definisi Peta Komponen Proses Penyusunan

Apa Itu Master Budget?

Master budget (anggaran induk) adalah kumpulan seluruh anggaran operasional dan anggaran keuangan perusahaan untuk satu periode, yang disusun secara berurutan dan saling terhubung.

"Anggaran bukan alat untuk membatasi kreativitas manajer, melainkan peta jalan kuantitatif agar seluruh unit organisasi bergerak ke arah yang sama." — prinsip dasar akuntansi manajemen
TIGA FUNGSI UTAMA
  • Perencanaan (Planning): memaksa manajemen memikirkan masa depan secara kuantitatif.
  • Koordinasi: menyelaraskan bagian penjualan, produksi, dan keuangan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
  • Pengendalian (Control): menjadi tolok ukur (benchmark) untuk membandingkan kinerja aktual.
MENGAPA "INDUK"?
  • Disebut induk karena merangkum seluruh anggaran fungsional dalam satu paket.
  • Setiap anggaran adalah input bagi anggaran berikutnya — bersifat berurutan.
  • Hasil akhirnya adalah proyeksi laporan laba rugi dan neraca perusahaan.

Peta Komponen Master Budget

Master budget terbagi menjadi dua cabang besar: anggaran operasional dan anggaran keuangan, yang bermuara pada laporan keuangan proyeksi.

Anggaran PenjualanAnggaran ProduksiAnggaran KasBahan Baku · TKL · OverheadNeraca AnggaranHPP & Beban Penjualan/Adm.(Laba Rugi Anggaran)MASTER BUDGET (ANGGARAN INDUK)

Bagaimana Anggaran Disusun di Lapangan?

Ada tiga pendekatan umum, masing-masing dengan kelebihan dan risiko yang berbeda dalam praktik perusahaan Indonesia.

PENDEKATAN 1
Top-Down
Manajemen puncak menetapkan target, lalu diturunkan ke divisi. Cepat, tetapi rawan target tidak realistis di lapangan.
PENDEKATAN 2
Bottom-Up
Tiap divisi mengajukan proyeksinya sendiri, lalu digabungkan. Lebih realistis, tetapi rawan target sengaja direndahkan.
PENDEKATAN 3
Partisipatif
Kombinasi keduanya: negosiasi antara manajemen puncak dan divisi. Paling umum dipakai perusahaan modern.
Banyak perusahaan menengah di Indonesia, termasuk startup digital, memakai pendekatan partisipatif agar target penjualan tim marketing tetap ambisius namun tim produksi/operasional tetap sanggup memenuhinya.
Bagian 2 dari 3
Menyusun Anggaran Operasional
Mengikuti kasus PT Sepatu Nusantara Digital: dari penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja, hingga overhead pabrik.
Penjualan Produksi Biaya

Hitung dari Nol: Anggaran Penjualan

Kasus: PT Sepatu Nusantara Digital memproyeksikan penjualan kuartal I sebanyak 5.000 pasang sepatu dengan harga jual Rp250.000/pasang.

LANGKAH PERHITUNGAN
LangkahPerhitunganNilai
1. Proyeksi unit terjualRiset pasar + data historis5.000 pasang
2. Harga jual per unitDitetapkan tim marketingRp250.000
3. Total penjualan (sebelum PPN)5.000 × Rp250.000Rp1.250.000.000
4. PPN Keluaran (efektif 11%)11% × Rp1.250.000.000Rp137.500.000
5. Total tagihan ke pembeliRp1.250.000.000 + Rp137.500.000Rp1.387.500.000
ANGGARAN PENJUALAN (SEBELUM PPN)
Rp1.250.000.000
Basis untuk anggaran produksi

Walkthrough: Dari Anggaran Penjualan ke Anggaran Produksi

Unit yang harus diproduksi bukan sama dengan unit yang terjual — perusahaan perlu menjaga persediaan barang jadi.

RUMUS DASAR ANGGARAN PRODUKSI
  • Unit terjual (dari anggaran penjualan) = 5.000 pasang
  • + Persediaan akhir barang jadi yang diinginkan = 600 pasang
  • − Persediaan awal barang jadi (sisa kuartal lalu) = 500 pasang
  • = Unit yang harus diproduksi = 5.000 + 600 − 500 = 5.100 pasang
Persediaan akhir yang diinginkan biasanya ditetapkan sebagai kebijakan (misal ~12% dari proyeksi penjualan kuartal berikutnya) agar tidak kehabisan stok saat lonjakan pesanan.

Hitung dari Nol: Anggaran Pembelian Bahan Baku

Setiap pasang sepatu membutuhkan 1,2 kg kulit sintetis seharga Rp45.000/kg.

LANGKAH PERHITUNGAN
LangkahPerhitunganNilai
1. Kebutuhan bahan produksi5.100 unit × 1,2 kg6.120 kg
2. + Persediaan akhir bahan diinginkanKebijakan gudang600 kg
3. Total kebutuhan bahan baku6.120 kg + 600 kg6.720 kg
4. − Persediaan awal bahan bakuSisa kuartal lalu550 kg
5. Kebutuhan pembelian6.720 kg − 550 kg6.170 kg
6. Total anggaran pembelian6.170 kg × Rp45.000Rp277.650.000
ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN BAKU
Rp277.650.000
6.170 kg kulit sintetis

Anggaran Tenaga Kerja Langsung, Overhead, dan HPP

Tiga komponen biaya produksi digabungkan untuk membentuk Harga Pokok Penjualan (HPP) anggaran.

TENAGA KERJA LANGSUNG (TKL)
  • 5.100 unit × 0,5 jam kerja = 2.550 jam
  • 2.550 jam × Rp30.000/jam = Rp76.500.000
OVERHEAD PABRIK
  • Variabel: 5.100 unit × Rp12.000 = Rp61.200.000
  • Tetap (sewa, listrik, penyusutan): Rp40.000.000
  • Total overhead = Rp101.200.000
Total Biaya Produksi = Rp275.400.000 (bahan terpakai) + Rp76.500.000 (TKL) + Rp101.200.000 (OH) = Rp453.100.000
Biaya per unit ~Rp88.843 (Rp453.100.000 ÷ 5.100 unit); HPP untuk 5.000 unit terjual ~Rp444.215.000.

Anggaran Beban Penjualan & Administrasi

Selain biaya produksi, perusahaan perlu menganggarkan biaya non-produksi untuk menjual produk dan menjalankan operasional kantor.

BEBAN PENJUALAN (VARIABEL)
  • Komisi/fee marketplace (Tokopedia & Shopee) ~5% dari penjualan.
  • 5% × Rp1.250.000.000 = Rp62.500.000
  • Biaya iklan digital & ongkos kirim disubsidi, dianggarkan terpisah per kampanye.
BEBAN ADMINISTRASI (TETAP)
  • Gaji staf admin, sewa gudang, dan utilitas kantor.
  • Dianggarkan tetap per kuartal = Rp70.000.000
Total Beban Penjualan & Administrasi = Rp62.500.000 + Rp70.000.000 = Rp132.500.000
Bagian 3 dari 3
Anggaran Keuangan, Studi Kasus & Penutup
Merangkai anggaran kas dan laporan proyeksi, lalu melihat penerapannya pada UMKM digital Indonesia.
Kas Laporan Proyeksi Studi Kasus

Walkthrough: Menyusun Anggaran Kas

Anggaran kas menjawab pertanyaan paling praktis bagi pemilik bisnis: apakah kas kita cukup?

SALDO KAS AKHIR KUARTAL I
  • Saldo kas awal kuartal = Rp150.000.000
  • + Penerimaan kas (90% dari total tagihan Rp1.387.500.000 tertagih kuartal ini) = Rp1.248.750.000
  • − Pengeluaran kas (bahan baku + TKL + OH + beban penjualan/adm. + PPh Badan) = Rp735.972.700
  • = Saldo kas akhir = Rp150.000.000 + Rp1.248.750.000 − Rp735.972.700 = Rp662.777.300
Jika kebijakan kas minimum perusahaan adalah Rp300.000.000, maka tersedia surplus ~Rp362.777.300 yang bisa dialokasikan untuk investasi mesin baru atau pelunasan utang bank.

Proyeksi Laporan Laba Rugi & Neraca

Seluruh anggaran sebelumnya bermuara pada budgeted financial statements — laporan keuangan yang belum terjadi, tetapi sudah dapat diprediksi.

ANGGARAN LABA RUGI (KUARTAL I)
  • Penjualan (sebelum PPN) = Rp1.250.000.000
  • − HPP (~) = Rp444.215.000 → Laba kotor ~Rp805.785.000
  • − Beban penjualan & administrasi = Rp132.500.000 → Laba sebelum pajak ~Rp673.285.000
  • − PPh Badan 22% = Rp148.122.700 → Laba bersih ~Rp525.162.300
Anggaran neraca disusun dengan cara serupa: saldo awal tiap akun (kas, persediaan, piutang, utang) disesuaikan dengan seluruh transaksi yang telah dianggarkan di atas.

Studi Kasus: Master Budget di UMKM Digital Indonesia

Prinsip yang sama berlaku untuk bisnis skala kecil — hanya dengan tingkat formalitas dan alat yang lebih sederhana.

CONTOH: PENJUAL FASHION DI SHOPEE
  • Proyeksi penjualan dari histori transaksi & jadwal Shopee Live/9.9, 11.11.
  • Anggaran stok disesuaikan agar tidak stockout saat "flash sale".
  • Anggaran kas menjaga agar dana talangan ongkir & cashback tidak menggerus modal.
CONTOH: UMKM KULINER RUMAHAN
  • Anggaran bahan baku disusun mingguan karena bahan makanan mudah rusak.
  • Anggaran tenaga kerja fleksibel: tambah tenaga harian saat pesanan Ramadan/Lebaran naik.
  • Anggaran kas krusial untuk membayar pemasok bahan segar secara tunai.
Skala boleh berbeda, tetapi logikanya identik: penjualan menuntun produksi/stok, produksi menuntun biaya, dan semuanya bermuara pada kecukupan kas.

Tantangan & Teknologi Penganggaran Modern

Penyusunan anggaran tradisional (statis, tahunan) mulai digeser oleh pendekatan yang lebih adaptif.

TANTANGAN UTAMA
Anggaran Statis vs Pasar Dinamis
Anggaran yang disusun setahun sekali cepat usang saat tren pasar (misal algoritma TikTok) berubah dalam hitungan minggu.
SOLUSI MODERN
Rolling Forecast & Software
Rolling forecast (revisi berkala tiap bulan) dan software ERP/akuntansi cloud membantu update anggaran secara real-time.
Teknologi hanya alat bantu — dasar logikanya tetap sama seperti yang Anda pelajari hari ini: penjualan menuntun produksi, produksi menuntun biaya, biaya menuntun kas.

Latihan Mandiri: Susun Anggaran Anda Sendiri

Kerjakan secara individu, lalu kita bahas bersama pada 15 menit terakhir pertemuan ini.

KASUS: UMKM TAS RANSEL "RANTAS.ID"
  • Proyeksi penjualan kuartal II = 3.000 unit @ harga jual Rp320.000.
  • Persediaan akhir barang jadi diinginkan = 400 unit; persediaan awal = 300 unit.
  • Kebutuhan bahan baku (kanvas) = 0,8 meter/unit seharga Rp60.000/meter; persediaan akhir bahan diinginkan 250 meter, persediaan awal 200 meter.
Tugas Anda: (1) hitung anggaran penjualan, (2) hitung anggaran produksi, (3) hitung anggaran pembelian bahan baku kanvas — tunjukkan setiap langkah perhitungan seperti contoh di slide sebelumnya.

Ringkasan Eksekutif

Poin-poin utama yang harus Anda ingat dari sesi Akuntansi Bisnis hari ini:

INTISARI 1
Anggaran Itu Berurutan
Anggaran penjualan adalah titik awal yang menuntun anggaran produksi, biaya, hingga kas — bukan komponen yang berdiri sendiri.
INTISARI 2
Produksi ≠ Penjualan
Selalu perhitungkan persediaan akhir dan awal saat mengonversi target penjualan menjadi target produksi atau pembelian.
Takeaway: Master budget mengubah pengelolaan bisnis — dari UMKM sepatu hingga perusahaan besar — dari sekadar tebakan menjadi peta keuangan yang terukur dan bisa diverifikasi setiap angkanya.