‹ Daftar slidePertemuan 5: Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Akuntansi Bisnis
Pertemuan 5 — Activity-Based Costing (ABC) dan Activity-Based Management
Mengapa pembebanan biaya berbasis unit sering menyesatkan, dan bagaimana ABC membebankan biaya overhead lebih akurat lewat cost driver berbasis aktivitas.
RPS MINGGU 5 • 2×50 MENIT
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dan menerapkan Activity-Based Costing untuk pembebanan biaya yang lebih akurat. Secara rinci:
CAPAIAN 1
MASALAH
Menjelaskan mengapa sistem biaya tradisional berbasis unit bisa mendistorsi biaya produk.
CAPAIAN 2
MEKANISME
Menerapkan dua tahap ABC: cost pool aktivitas, lalu cost driver ke produk.
CAPAIAN 3
ABM
Menjelaskan Activity-Based Management untuk efisiensi proses & profitabilitas pelanggan.
CAPAIAN 4
HITUNG
Menghitung tarif overhead ABC dan membandingkannya dengan tarif tradisional.
Kasus Pembuka: Dua Produk, Satu Pabrik
PT Konveksi Nusantara memproduksi dua lini: Kaus Polos (100.000 unit/tahun, proses sederhana, jarang ganti setting mesin) dan Kaus Custom Sablon (5.000 unit/tahun, banyak variasi desain, sering ganti setting, butuh inspeksi kualitas ekstra).
Sistem akuntansi lama membebankan seluruh overhead pabrik berdasarkan jam tenaga kerja langsung — padahal Kaus Custom jauh lebih banyak memicu aktivitas setup mesin, inspeksi, dan penanganan pesanan per unitnya.
Pertanyaan untuk Anda renungkan: apakah harga jual Kaus Custom selama ini sudah menutup biaya sebenarnya? Atau justru Kaus Polos yang diam-diam mensubsidi Kaus Custom? Kita jawab dengan angka nanti.
Bagian 1 dari 3
Mengapa Sistem Biaya Tradisional Bisa Menyesatkan
Dari pembebanan berbasis volume ke masalah distorsi biaya produk.
Satu Cost Driver, Dua Jenis Distorsi
Tarif Overhead = Total Overhead Pabrik ÷ Total Jam Tenaga Kerja Langsung
Asumsi tersembunyi: semakin banyak jam kerja langsung (JTKL) yang dipakai suatu produk, semakin besar overhead yang "pantas" dibebankan ke produk itu. Asumsi ini lemah untuk pabrik dengan produk beragam.
OVER-COSTING
TERLALU BESAR
Produk sederhana & bervolume tinggi menyerap overhead lebih besar dari yang sebenarnya dikonsumsi.
UNDER-COSTING
TERLALU KECIL
Produk kompleks & bervolume rendah menyerap overhead lebih kecil dari yang sebenarnya dikonsumsi.
Kapan ABC Paling Dibutuhkan?
ABC memberi manfaat terbesar ketika perusahaan menghadapi kondisi berikut:
Keragaman Produk
Lini produk beragam dengan volume & kompleksitas jauh berbeda — seperti kaus polos massal vs. custom sablon satuan.
Overhead Besar
Biaya overhead menjadi porsi besar dari total biaya, bukan lagi biaya kecil pelengkap tenaga kerja langsung.
Persaingan Ketat
Keputusan harga jual butuh akurasi biaya tinggi — kesalahan kecil bisa membuat kalah tender atau rugi diam-diam.
Prinsip ini berlaku juga untuk perusahaan jasa digital (mis. platform yang melayani UMKM kecil vs. klien enterprise dengan integrasi kompleks) — bukan hanya manufaktur.
Bagian 2 dari 3
Mekanisme ABC & Hitung dari Nol
Dari cost pool aktivitas ke tarif produk, dibuktikan dengan angka.
Konsep Kunci: Aktivitas & Cost Driver
Aktivitas (Activity)
Pekerjaan spesifik yang dilakukan untuk menghasilkan produk/jasa — contoh: setup mesin, inspeksi kualitas, penanganan pesanan.
Cost Driver Aktivitas
Ukuran kuantitatif seberapa besar suatu produk "mengonsumsi" aktivitas — contoh: jumlah setup, jam inspeksi, jumlah pesanan.
Prinsip inti ABC: "Aktivitas mengonsumsi sumber daya, produk mengonsumsi aktivitas." Maka biaya harus mengikuti jejak aktivitas yang benar-benar dipakai tiap produk.
Diagram Dua Tahap ABC
Tarif Aktivitas = Biaya Cost Pool ÷ Total Cost Driver
Data Kasus: PT Konveksi Nusantara
Total Overhead Pabrik Setahun
Setup mesin: Rp 40.000.000 (200 kali setup)
Inspeksi kualitas: Rp 30.000.000 (1.000 jam inspeksi)
Penanganan pesanan: Rp 30.000.000 (500 pesanan)
Total overhead: Rp 100.000.000
Data Konsumsi per Produk
Kaus Polos: 100.000 unit, 8.000 JTKL, 20 setup, 200 jam inspeksi, 100 pesanan
Kaus Custom: 5.000 unit, 2.000 JTKL, 180 setup, 800 jam inspeksi, 400 pesanan
Total JTKL pabrik: 10.000 jam
Kaus Custom hanya 20% dari JTKL tapi memicu 90% aktivitas setup & 80% aktivitas inspeksi. Di sinilah distorsi tradisional akan terjadi.
Hitung dari Nol #1: Tarif Overhead Tradisional
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tarif overhead per JTKL
Rp 100.000.000 ÷ 10.000 jam
Rp 10.000/jam
2. Overhead ke Kaus Polos
Rp 10.000 × 8.000 jam
Rp 80.000.000
3. Overhead/unit Kaus Polos
Rp 80.000.000 ÷ 100.000 unit
Rp 800/unit
4. Overhead ke Kaus Custom
Rp 10.000 × 2.000 jam
Rp 20.000.000
5. Overhead/unit Kaus Custom
Rp 20.000.000 ÷ 5.000 unit
Rp 4.000/unit
TRADISIONAL — POLOS
Rp 800
overhead per unit
TRADISIONAL — CUSTOM
Rp 4.000
overhead per unit
Hitung dari Nol #2: Tarif & Pembebanan ABC
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Tarif setup
Rp 40.000.000 ÷ 200 setup
Rp 200.000/setup
2. Tarif inspeksi
Rp 30.000.000 ÷ 1.000 jam
Rp 30.000/jam
3. Tarif pesanan
Rp 30.000.000 ÷ 500 pesanan
Rp 60.000/pesanan
4. Overhead Custom (setup)
Rp 200.000 × 180
Rp 36.000.000
5. + inspeksi & pesanan Custom
(Rp 30.000×800)+(Rp 60.000×400)
Rp 48.000.000
6. Total overhead ABC Custom
Rp 36.000.000 + Rp 48.000.000
Rp 84.000.000
7. Overhead ABC/unit Custom
Rp 84.000.000 ÷ 5.000 unit
Rp 16.800/unit
ABC — CUSTOM
Rp 16.800
vs Rp 4.000 (tradisional)
ABC — POLOS
Rp 160
sisa Rp 16.000.000 ÷ 100.000
Perbandingan: Tradisional vs. ABC
Produk
Overhead Tradisional/unit
Overhead ABC/unit
Selisih
Kaus Polos
Rp 800
Rp 160
Over-costed ~5× sebelumnya
Kaus Custom
Rp 4.000
Rp 16.800
Under-costed ~4,2× sebelumnya
Kesimpulan kasus: dugaan kita di slide pembuka benar — Kaus Polos selama ini mensubsidi Kaus Custom. Kalau harga jual Kaus Custom ditetapkan berdasar biaya tradisional yang lebih rendah, produk ini berpotensi dijual di bawah biaya sebenarnya.
Bagian 3 dari 3
Activity-Based Management & Penutup
Dari akurasi biaya ke keputusan mengelola aktivitas dan pelanggan.
Activity-Based Management: Dari Data ke Keputusan
ABM memakai informasi ABC untuk mengelola aktivitas, bukan sekadar menghitung biaya produk. Dua fokus utama:
Analisis Nilai-Tambah
Value-added activity: menambah nilai bagi pelanggan (mis. menjahit, sablon).
Non-value-added activity: tidak menambah nilai, kandidat dikurangi (mis. pemindahan barang berulang, inspeksi ulang akibat cacat).
Perbaikan Proses
ABM mengarahkan manajemen ke aktivitas berbiaya tinggi tapi nilai tambah rendah — misalnya terlalu sering setup akibat perencanaan buruk — untuk direkayasa ulang.
Analisis Profitabilitas Pelanggan
ABM juga membebankan biaya layanan pelanggan (bukan hanya biaya produksi) untuk melihat pelanggan mana yang benar-benar menguntungkan.
Contoh: Dua Pelanggan Grosir
Pelanggan A: pesan jumlah besar, jarang retur/ekspres → biaya layanan rendah, margin bersih tinggi.
Pelanggan B: pesan kecil-kecil tapi sering minta ekspres & retur → walau omzet mirip Pelanggan A, margin bersihnya bisa negatif.
Implikasi strategis: perusahaan bisa menegosiasikan ulang syarat layanan, menaikkan harga untuk pelanggan berbiaya tinggi, atau bahkan "memberhentikan" pelanggan yang tidak menguntungkan.
Batasan & Biaya Implementasi ABC
BIAYA IMPLEMENTASI
MAHAL & MAKAN WAKTU
Mengidentifikasi aktivitas, driver, dan mengumpulkan data konsumsi butuh waktu & sistem informasi.
SUBJEKTIVITAS
TETAP ADA JUDGMENT
Pemilihan cost pool & driver melibatkan judgment manajemen — ABC mengurangi distorsi, bukan menghilangkannya.
ABC paling bermanfaat ketika manfaat keputusan yang lebih akurat > biaya membangun & memelihara sistemnya — bukan untuk semua perusahaan, terutama UMKM sangat kecil dengan produk homogen.
Latihan Kelas & Cek Pemahaman
Diskusi berkelompok (8 menit): Warung Digital ID (jasa pembuatan website UMKM) punya 3 jenis proyek — Landing Page Sederhana, Toko Online Menengah, Sistem Custom Kompleks. Sebutkan ≥3 aktivitas tim, usulkan cost driver-nya, dan proyek mana paling berisiko under-costed bila hanya memakai jam kerja.
CEK CEPAT 1: BENAR/SALAH?
"ABC selalu bikin biaya lebih rendah"
Salah — ABC bisa menaikkan biaya produk tertentu (Custom) dan menurunkan produk lain (Polos).
CEK CEPAT 2: ISIAN
Urutan 2 tahap ABC?
(1) biaya sumber daya → cost pool aktivitas, (2) cost pool → produk via cost driver.
Rangkuman: ABC dalam Satu Halaman
Konsep
Inti
Masalah sistem tradisional
Satu driver berbasis volume → over/under-costing pada produk beragam
Prinsip ABC
Aktivitas mengonsumsi sumber daya, produk mengonsumsi aktivitas
Tahap 1
Bebankan biaya sumber daya ke cost pool aktivitas
Tahap 2
Bebankan cost pool ke produk via cost driver aktivitas
ABM
Kelola aktivitas (value vs. non-value-added) & evaluasi profitabilitas pelanggan
Batasan
Mahal diimplementasikan; cocok saat produk beragam & overhead besar
Penutup & Persiapan Pertemuan Berikutnya
Minggu Depan: Pertemuan 6
Hubungan Biaya-Volume-Laba (CVP) — margin kontribusi, titik impas (BEP), target laba, dan margin of safety. Bawa kalkulator Anda kembali.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 6
LATIHAN SOAL ABC
Kerjakan 2 soal perhitungan tarif ABC (dibagikan di LMS) — bawa hasil kerjaan Anda untuk dibahas singkat di awal pertemuan berikutnya.