stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-03
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 3: Konsep dan Klasifikasi Biaya untuk Perusahaan Manufaktur dan Jasa
Prodi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Akuntansi Bisnis

Pertemuan 3 — Konsep dan Klasifikasi Biaya untuk Perusahaan Manufaktur dan Jasa

Sebelum bisa menghitung harga pokok atau menyusun anggaran, kita harus sepakat dulu tentang bahasa dasarnya: apa itu biaya, bagaimana ia dikelompokkan, dan mengapa kelompok yang berbeda dipakai untuk keputusan yang berbeda.

RPS MINGGU 3 • 2X50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu mengklasifikasikan biaya sesuai konteks manufaktur maupun jasa (Sub-CPMK 3). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — DEFINISI
BEDAKAN BIAYA & BEBAN
Menjelaskan pengertian biaya (cost), membedakannya dari beban (expense) dan kerugian (loss), serta mengenal objek biaya.
CAPAIAN 2 — KLASIFIKASI
KELOMPOKKAN BIAYA
Mengklasifikasikan biaya menurut elemen produk, perilaku terhadap volume, dan keterlacakan ke objek biaya.
CAPAIAN 3 — LAPORAN
SUSUN LAPORAN LABA-RUGI
Menyusun laporan laba-rugi format kontribusi dan format tradisional, serta menjelaskan bedanya.
CAPAIAN 4 — JASA
TERAPKAN DI PERUSAHAAN JASA
Menerapkan klasifikasi biaya pada konteks perusahaan jasa digital, bukan hanya manufaktur.

Biaya, Beban, dan Kerugian: Tiga Istilah yang Sering Tertukar

Dalam bahasa sehari-hari ketiganya terasa sama. Dalam akuntansi, ketiganya punya arti teknis yang berbeda.

IstilahArtiContoh
Biaya (Cost)Pengorbanan sumber daya untuk memperoleh sesuatu yang bermanfaat di masa depan (aset atau jasa)Beli bahan baku Rp 10 juta -> jadi Persediaan
Beban (Expense)Biaya yang manfaatnya sudah habis di periode berjalan, dibebankan ke laporan laba-rugiBahan baku terpakai jadi HPP saat produk terjual
Kerugian (Loss)Penurunan aset bersih dari transaksi insidental, di luar aktivitas normalGudang kebakaran, persediaan hangus
Semua biaya bisa menjadi beban ketika manfaatnya habis. Tapi tidak semua beban berawal dari biaya yang disengaja — kerugian bersifat tak terduga.

Objek Biaya: "Biaya Ini Untuk Apa?"

Objek biaya (cost object) adalah apa pun yang biayanya ingin kita ukur secara terpisah — produk, jasa, pelanggan, proyek, atau departemen.

CONTOH OBJEK BIAYA — MANUFAKTUR
  • Produk: satu unit sepatu Compass
  • Batch produksi: 500 pasang sepatu ukuran 42
  • Lini produk: seluruh kategori sepatu kulit
  • Pabrik: unit produksi cabang Semarang
CONTOH OBJEK BIAYA — JASA DIGITAL
  • Layanan: satu transaksi pengiriman GoSend
  • Pelanggan: akun merchant Tokopedia tertentu
  • Fitur aplikasi: modul pembayaran digital
  • Wilayah operasi: layanan area Semarang-Demak
Bagian 1 dari 3
Klasifikasi Menurut Elemen Biaya Produk
Tiga komponen utama yang membentuk harga pokok produksi: bahan, tenaga kerja, dan overhead.
Bahan Baku Langsung Tenaga Kerja Langsung Overhead Pabrik

Tiga Elemen Biaya Produksi Manufaktur

BAHAN BAKU LANGSUNG
Direct Material
Bahan yang menjadi bagian fisik produk jadi dan bisa ditelusuri langsung. Contoh: kulit sintetis untuk sepatu.
TENAGA KERJA LANGSUNG
Direct Labor
Upah pekerja yang langsung mengubah bahan jadi produk jadi. Contoh: upah operator mesin jahit sepatu.
OVERHEAD PABRIK
Factory Overhead
Semua biaya produksi selain bahan dan tenaga langsung. Contoh: listrik pabrik, penyusutan mesin, gaji supervisor.
Biaya Utama (Prime Cost) = Bahan Langsung + Tenaga Kerja Langsung  |  Biaya Konversi (Conversion Cost) = Tenaga Kerja Langsung + Overhead Pabrik

Hitung dari Nol — Harga Pokok Produksi per Unit

UMKM sepatu "Java Kulit" memproduksi 200 pasang sepatu bulan ini. Berikut rincian biayanya.

LangkahPerhitunganNilai
1. Bahan baku langsungKulit + lem + benang untuk 200 pasangRp 24.000.000
2. Tenaga kerja langsungUpah penjahit & perakit, 200 pasangRp 10.000.000
3. Overhead pabrikListrik + sewa bengkel + penyusutan mesinRp 6.000.000
4. Total HPP produksi24.000.000 + 10.000.000 + 6.000.000Rp 40.000.000
5. HPP per pasang40.000.000 ÷ 200 pasangRp 200.000
CEK MASUK AKAL
Rp 200.000/pasang
Jika harga jual Rp 280.000, margin kotor sebelum biaya non-produksi ≈ 29% dari harga jual.
Bagian 2 dari 3
Klasifikasi Menurut Perilaku Biaya
Bagaimana total biaya bereaksi ketika volume aktivitas naik atau turun?
Biaya Variabel Biaya Tetap Biaya Campuran

Biaya Variabel vs Biaya Tetap

BIAYA VARIABEL (VARIABLE COST)
  • Total berubah proporsional dengan volume
  • Per unit tetap konstan
  • Contoh: bahan baku, komisi penjualan, biaya kemasan
BIAYA TETAP (FIXED COST)
  • Total tidak berubah dalam rentang relevan
  • Per unit menurun saat volume naik
  • Contoh: sewa gudang, gaji supervisor, penyusutan garis lurus
TOTAL BIAYA VARIABELVolume ProduksiTOTAL BIAYA TETAPVolume Produksi

Biaya Campuran (Mixed Cost)

Gabungan komponen tetap dan variabel dalam satu akun biaya — paling sering ditemui di dunia nyata.

Total Biaya Campuran = Komponen Tetap + (Tarif Variabel × Volume)
CONTOH — TAGIHAN LISTRIK PABRIK
Abonemen + Pemakaian
Ada biaya abonemen bulanan tetap (fixed) ditambah tarif per kWh yang naik seiring jam operasi mesin (variabel).
CONTOH — GAJI KURIR GOSEND
Gaji Pokok + Insentif
Kurir menerima gaji pokok tetap per bulan ditambah insentif per pengiriman yang diselesaikan (variabel).
Metode pemisahan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel — misalnya metode tinggi-rendah — akan kita bahas tuntas Pertemuan 4.
Bagian 3 dari 3
Klasifikasi Menurut Keterlacakan ke Objek Biaya
Apakah biaya bisa ditelusuri langsung ke satu objek biaya, atau harus dialokasikan?
Biaya Langsung Biaya Tidak Langsung Laporan Kontribusi vs Tradisional

Biaya Langsung vs Biaya Tidak Langsung

BIAYA LANGSUNG (DIRECT COST)

Bisa ditelusuri secara ekonomis ke satu objek biaya tertentu.

  • Kulit untuk sepatu model X -> objek biaya: sepatu model X
  • Gaji kurir yang hanya melayani satu merchant tertentu
BIAYA TIDAK LANGSUNG (INDIRECT COST)

Dipakai bersama banyak objek biaya, harus dialokasikan.

  • Gaji manajer pabrik yang mengawasi semua lini produk
  • Biaya server aplikasi yang melayani seluruh merchant
Sifat "langsung" atau "tidak langsung" bergantung pada objek biaya yang dipilih (lihat kembali Slide 4) — biaya yang sama bisa berubah status jika objek biayanya berubah.

Dua Format Laporan Laba-Rugi

Klasifikasi biaya yang berbeda melahirkan format laporan laba-rugi yang berbeda pula.

AspekFormat TradisionalFormat Kontribusi
Dasar pengelompokanFungsi (produksi vs non-produksi)Perilaku (variabel vs tetap)
Angka kunciLaba kotor (gross margin)Margin kontribusi (contribution margin)
Pengguna utamaPelaporan eksternal (investor, pajak)Keputusan internal manajemen
Cocok untukLaporan keuangan sesuai standar akuntansiAnalisis biaya-volume-laba (Pertemuan 6)

Hitung dari Nol — Laporan Laba-Rugi Format Kontribusi

Java Kulit menjual 200 pasang sepatu @Rp 280.000. Biaya variabel per unit Rp 200.000 (HPP dari Slide 7), biaya tetap non-produksi Rp 8.000.000/bulan.

LangkahPerhitunganNilai
1. Penjualan200 × Rp 280.000Rp 56.000.000
2. Biaya variabel200 × Rp 200.000(Rp 40.000.000)
3. Margin kontribusi56.000.000 − 40.000.000Rp 16.000.000
4. Biaya tetapSewa kantor + gaji admin bulanan(Rp 8.000.000)
5. Laba operasi16.000.000 − 8.000.000Rp 8.000.000
MARGIN KONTRIBUSI PER UNIT
Rp 80.000/pasang
280.000 − 200.000 = Rp 80.000 — setiap pasang terjual menyumbang Rp 80.000 untuk menutup biaya tetap dan laba.

Klasifikasi Biaya di Perusahaan Jasa

Konsep yang sama berlaku di perusahaan jasa, hanya istilahnya sedikit berbeda karena tidak ada persediaan fisik.

MANUFAKTUR (SEPATU)
  • Bahan baku langsung -> kulit, lem
  • Tenaga kerja langsung -> upah penjahit
  • Overhead pabrik -> sewa bengkel, listrik
  • Hasil: persediaan barang jadi yang bisa disimpan
JASA DIGITAL (GOSEND / GOJEK)
  • "Bahan" langsung -> bensin/BBM per pengantaran
  • Tenaga kerja langsung -> insentif per pengiriman kurir
  • Overhead layanan -> server, sewa kantor operasional
  • Hasil: jasa dikonsumsi seketika, tidak bisa disimpan
Perbedaan utama: perusahaan jasa tidak punya persediaan barang jadi karena output-nya tidak berwujud dan langsung dikonsumsi pelanggan.

Walkthrough — Menentukan Klasifikasi Satu Biaya

Studi kasus: Toko roti online "Rotiku" membeli oven baru seharga Rp 15.000.000, disusutkan 5 tahun.

LANGKAH PENALARAN
  • 1. Objek biaya? -> satu jenis roti tawar
  • 2. Elemen produk? -> bukan bahan, bukan tenaga kerja -> overhead pabrik
  • 3. Perilaku terhadap volume? -> penyusutan tetap tiap bulan -> biaya tetap
  • 4. Keterlacakan? -> oven dipakai untuk semua jenis roti -> biaya tidak langsung
KESIMPULAN
Overhead, Tetap, Tidak Langsung
Biaya penyusutan oven adalah overhead pabrik yang bersifat tetap dan tidak langsung terhadap roti tawar spesifik.

Walkthrough — Kasus Kedua: Biaya Kurir Merchant Tunggal

Studi kasus: sebuah usaha katering "Dapur Bunda" mempekerjakan satu kurir motor yang hanya mengantar pesanan katering ini.

LANGKAH PENALARAN
  • 1. Objek biaya? -> usaha katering Dapur Bunda
  • 2. Elemen jasa? -> mendukung penyerahan jasa langsung ke pelanggan
  • 3. Perilaku terhadap volume? -> gaji pokok tetap + bensin naik per antar -> biaya campuran
  • 4. Keterlacakan? -> kurir ini hanya melayani Dapur Bunda -> biaya langsung
KESIMPULAN
Campuran & Langsung
Biaya kurir bersifat campuran (ada komponen tetap dan variabel) namun langsung terhadap objek biaya Dapur Bunda.
Sesi Latihan
Saatnya Anda Mencoba Sendiri
Terapkan empat langkah penalaran klasifikasi biaya pada kasus baru yang akan diberikan.

Latihan Kelas — Klasifikasikan Biaya Ini

Kerjakan berkelompok (3-4 orang), waktu 15 menit. Kasus: warung makan "Bu Marni" yang mulai berjualan lewat GoFood.

DAFTAR BIAYA YANG PERLU DIKLASIFIKASIKAN
  • Bahan baku ayam dan bumbu untuk setiap porsi ayam geprek
  • Biaya kemasan plastik/kertas nasi per porsi terjual
  • Sewa kios bulanan yang dibayar tetap setiap bulan
  • Komisi platform GoFood 20% dari setiap transaksi
  • Gaji juru masak tetap yang memasak semua jenis menu
Untuk setiap item, tentukan: (1) elemen biaya, (2) perilaku terhadap volume, (3) keterlacakan ke objek biaya "menu ayam geprek".

Ringkasan Pertemuan 3

TIGA CARA MENGELOMPOKKAN
Elemen • Perilaku • Keterlacakan
Biaya yang sama bisa dilihat dari tiga sudut pandang sekaligus, tergantung kebutuhan analisisnya.
DUA FORMAT LAPORAN
Kontribusi vs Tradisional
Format kontribusi untuk keputusan internal, format tradisional untuk pelaporan eksternal.
Pertemuan berikutnya (P4): kita akan belajar memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel memakai metode tinggi-rendah dan regresi kuadrat terkecil.