Kondisi: Strategi masuk pasar baru, penentuan harga reguler produk.
Biaya Relevan:Semua biaya (Full Costs)—baik fixed maupun variable cost relevan dan harus ditutupi.
Fokus: Laba operasional jangka panjang yang berkelanjutan.
Bagian 2 dari 4
Target Costing (Market-Based Approach)
Menetapkan harga berdasarkan nilai yang siap dibayar pelanggan, kemudian mendesain produk agar biayanya sesuai.
Target Cost = Target Price − Target Operating Income
Market-Based Approach & Target Costing
Dalam pasar yang kompetitif, pasar (pelanggan & pesaing) yang menentukan harga. Pendekatan yang tepat adalah Market-Based Approach.
TARGET PRICE
Berapa Pelanggan Rela Bayar?
Estimasi harga pasar berdasarkan pemahaman mendalam tentang nilai pelanggan dan respons pesaing.
TARGET COST
Biaya Maksimal yang Diizinkan
Bukan apa yang telah kita keluarkan, melainkan biaya yang harus dicapai untuk mendapat margin yang diinginkan.
Logika terbalik: Jangan hitung biaya dulu lalu tentukan harga. Tentukan harga dulu, potong margin, sisanya adalah target biaya.
5 Langkah Implementasi Target Costing
Target Costing diimplementasikan selama fase desain produk, karena sebagian besar biaya "terkunci" (locked-in) pada fase ini.
Langkah-Langkah (Sequential)
Step
Tindakan
Fokus
1
Pilih produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan
Riset pasar, pain points
2
Tentukan Target Price
Berdasarkan persepsi pelanggan & pesaing
3
Kurangi dengan Target Operating Income
Margin keuntungan yang dikehendaki investor
4
Dapatkan Target Cost per unit
Biaya maksimum yang diperbolehkan
5
Lakukan Value Engineering
Mendesain ulang produk agar mencapai target cost
Value Engineering (Rekayasa Nilai)
Value Engineering adalah evaluasi sistematis terhadap semua fungsi rantai nilai (R&D, desain, produksi, dll) untuk mengurangi biaya tanpa mengorbankan utilitas bagi pelanggan.
VALUE-ADDED COSTS
Biaya Bernilai Tambah
Biaya yang jika dihilangkan, akan menurunkan nilai atau kegunaan produk di mata pelanggan. Contoh: Sensor kamera canggih pada smartphone premium.
NON-VALUE-ADDED COSTS
Biaya Tanpa Nilai Tambah
Biaya yang jika dihilangkan, tidak mempengaruhi kualitas atau nilai di mata pelanggan. Contoh: Rework (pengerjaan ulang akibat cacat), downtime mesin.(Harus dieliminasi)
Locked-in Costs vs Incurred Costs
Mengapa Value Engineering sangat penting di tahap R&D dan Desain?
Karakteristik Kurva Biaya
Locked-in Costs (Designed-in Costs): Biaya yang belum terjadi/dikeluarkan secara kas, namun sudah "ditentukan" karena pilihan desain. (Contoh: Memilih material titanium alih-alih plastik pada fase desain berarti Anda mengunci biaya material yang mahal ke depannya).
Incurred Costs: Biaya yang benar-benar dikeluarkan saat produksi berjalan.
Fakta: Sekitar 80% dari total biaya suatu produk "terkunci" (locked-in) di tahap riset dan desain, meskipun biaya secara fisik baru dikeluarkan (incurred) di tahap produksi. Oleh karena itu, penghematan harus direncanakan sejak desain!
Hitung dari Nol — HDN-1: Target Costing
PT Atlas ingin meluncurkan kursi gaming baru. Harga pesaing terdekat Rp 2.000.000. Perusahaan menginginkan margin laba operasional 20% dari harga jual.
LANGKAH DEMI LANGKAH
Langkah
Perhitungan
Nilai
Target Price
Mengikuti pesaing
Rp 2.000.000
Target Laba (20%)
20% × 2.000.000
Rp 400.000
Target Cost
2.000.000 − 400.000
Rp 1.600.000
Cost Aktual (Saat ini)
Rancangan awal
Rp 1.850.000
COST REDUCTION TARGET
Rp 250.000
Selisih Aktual dan Target
Desainer harus melakukan Value Engineering untuk menekan biaya dari Rp 1.850.000 menjadi Rp 1.600.000 sebelum masuk tahap produksi masaal.
Bagian 3 dari 4
Cost-Plus Pricing (Cost-Based Approach)
Menghitung seluruh biaya, lalu menambahkan persentase keuntungan (markup) untuk menentukan harga jual. Sering dipakai untuk produk yang terspesialisasi.
Selling Price = Cost Base + Markup
Cost-Based (Cost-Plus) Pricing
Pendekatan ini kebalikan dari Target Costing. Dimulai dari menghitung biaya, kemudian menambahkan persentase laba untuk sampai pada Harga Jual.
KAPAN DIGUNAKAN?
Produk yang memiliki tingkat diferensiasi tinggi atau monopolistik.
Industri di mana biaya sangat berfluktuasi (kontrak proyek jangka panjang).
Perusahaan perangkat lunak custom, konsultan, dan kontraktor pertahanan.
KOMPONEN RUMUS
Base + Markup
Cost Base: Dasar biaya yang dipilih (mis. Full Product Cost, Variable Manufacturing Cost, dll). Markup: Tambahan laba yang diinginkan (biasanya didasarkan pada Target ROI).
Menentukan Markup dengan Target ROI
Markup tidak bisa asal sebut. Umumnya berasal dari Target Rate of Return on Investment (ROI) yang diminta pemegang saham.
RUMUS TARGET OPERATING INCOME
Target Operating Income = Target ROI × Invested Capital
Invested Capital: Total aset yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan produk (misal: pabrik, mesin, modal kerja).
Setelah mendapat Target Operating Income (Total), dibagi dengan jumlah unit yang diestimasi terjual untuk mendapat Target Laba per Unit.
Target Laba per unit ini menjadi Markup yang ditambahkan ke Base Cost.
Hitung dari Nol — HDN-2: Cost-Plus Pricing
Investasi Rp 10 Miliar. Target ROI 15%. Estimasi volume 10.000 unit. Total Full Cost per unit Rp 600.000. Berapa harga jualnya?
LANGKAH DEMI LANGKAH
Langkah
Perhitungan
Nilai
Target Op. Inc.
15% × 10.000.000.000
Rp 1.500.000.000
Markup per Unit
1.500.000.000 ÷ 10.000
Rp 150.000
Markup % (ke Cost)
150.000 ÷ 600.000
25%
Harga Jual
600.000 + 150.000
Rp 750.000
SELLING PRICE
Rp 750.000
Markup 25% dari Cost
Dengan menetapkan harga Rp 750.000 per unit, jika terjual 10.000 unit, perusahaan akan mencapai Target ROI 15% dari total investasi Rp 10 M.
Bagian 4 dari 4
Manajemen Biaya Lanjutan
Life-Cycle Budgeting & Strategi Penyesuaian Harga (Price Discrimination & Peak-Load).
Life-Cycle Budgeting & Costing
Life-Cycle Costing memperkirakan seluruh pendapatan dan biaya mulai dari riset (R&D) awal hingga layanan purna jual (customer service).
MENGAPA PENTING?
Banyak biaya besar terjadi sebelum produksi (R&D) dan setelah penjualan (garansi, pembuangan).
Sistem akuntansi tradisional sering menganggap R&D sebagai beban periodik, menutupi biaya riil suatu produk.
Harga harus memulihkan seluruh biaya siklus hidup, bukan sekadar biaya produksi.
VISIBILITAS PENUH
Cradle to Grave
Manajer dapat melihat secara utuh apakah sebuah proyek menguntungkan dari "buaian hingga liang lahat". Sangat krusial untuk industri farmasi dan otomotif.
Diskriminasi Harga & Peak-Load Pricing
Untuk memaksimalkan laba, perusahaan menetapkan harga yang berbeda untuk pelanggan yang berbeda atau di waktu yang berbeda.
PRICE DISCRIMINATION
Beda Pelanggan, Beda Harga
Menetapkan harga berbeda untuk produk yang sama karena perbedaan segmentasi pelanggan (Willingness to Pay). Contoh: Tiket pesawat untuk turis vs pebisnis; diskon mahasiswa untuk software.
PEAK-LOAD PRICING
Beda Waktu, Beda Harga
Mengenakan harga lebih tinggi pada saat permintaan memuncak (kapasitas terbatas) dan harga rendah saat sepi. Contoh: Tarif hotel saat musim liburan, tarif taksi online saat hujan lebat (surge pricing).
RINGKASAN & KESIMPULAN
Keputusan Harga = Keputusan Strategis
Short-run vs Long-run: Dalam jangka pendek, fixed cost diabaikan. Jangka panjang, semua biaya harus tertutup.
Dua Pendekatan:Target Costing dipakai di pasar persaingan ketat (Price = penentu Cost), sedangkan Cost-Plus dipakai di produk unik/diferensiasi (Cost = penentu Price).
Value Engineering: Adalah kunci mencapai target cost karena ~80% biaya terkunci (locked-in) saat tahap desain produk.
Pricing Lanjutan:Price Discrimination dan Peak-Load Pricing membantu menangkap nilai maksimal dari struktur pelanggan dan batasan kapasitas yang ada.
Next: Minggu depan kita akan membahas Cost Allocation dan Joint Products!