stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-11
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 11: Flexible Budgets, Overhead Cost Variances, dan Management Control
Program Studi Akuntansi • FEB

Akuntansi Biaya

Pertemuan 11 — Flexible Budgets, Overhead Cost Variances, & Management Control

Mengevaluasi efisiensi operasi sesungguhnya: dari anggaran statis ke anggaran fleksibel, membedah selisih biaya overhead, dan menggunakannya untuk pengendalian manajemen.

RPS MINGGU 11 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menguasai 4 hal berikut:

CAPAIAN 1 — KONSEP
ANGGARAN FLEKSIBEL
Memahami perbedaan anggaran statis dan anggaran fleksibel serta pentingnya penyesuaian volume aktual.
CAPAIAN 2 — VARIABEL
VOH VARIANCES
Menghitung dan menganalisis spending variance dan efficiency variance untuk overhead variabel.
CAPAIAN 3 — TETAP
FOH VARIANCES
Menghitung spending variance dan production-volume variance untuk overhead tetap.
CAPAIAN 4 — APLIKASI
MANAGEMENT CONTROL
Menggunakan analisis varians untuk pengendalian biaya dan pengambilan keputusan oleh manajer.

Ilusi "Kinerja Buruk" dari Anggaran Statis

Misalkan Anda menargetkan biaya produksi Rp 100 juta untuk 1.000 unit. Akhir bulan, biaya ternyata Rp 110 juta. Apakah Anda overbudget dan kinerjanya buruk?

PENILAIAN AWAL
Lebih Rp 10 Juta
Unfavorable (U) Variance
Secara sekilas, realisasi biaya lebih besar dari anggaran. Manajer produksi bisa ditegur karena dianggap boros.
FAKTA TERSEMBUNYI
Produksi Aktual: 1.200 unit
Ternyata ada pesanan melonjak
Biaya seharusnya untuk 1.200 unit adalah Rp 120 juta. Dengan realisasi Rp 110 juta, manajer justru menghemat Rp 10 juta!
Kita butuh Anggaran Fleksibel untuk mengevaluasi manajer secara adil pada tingkat output yang benar-benar terjadi. Membandingkan aktual dengan anggaran statis ibarat membandingkan apel dan jeruk.
Bagian 1 dari 4
Konsep Anggaran Fleksibel
Membedah perbedaan mendasar antara Static Budget dan Flexible Budget, serta langkah-langkah menyusunnya.
Static Budget Flexible Budget Apple-to-Apple

Static Budget vs Flexible Budget

STATIC BUDGET (ANGGARAN STATIS)
  • Disusun di awal periode berdasarkan tingkat output yang direncanakan.
  • Tidak berubah meskipun tingkat aktivitas/output aktual berbeda.
  • Cocok untuk perencanaan makro, tetapi kurang pas untuk evaluasi kinerja operasional tingkat manajer.
FLEXIBLE BUDGET (ANGGARAN FLEKSIBEL)
  • Menghitung ulang pendapatan dan biaya berdasarkan tingkat output aktual.
  • Menjawab pertanyaan: "Berapa seharusnya biaya yang keluar jika kita tahu kita memproduksi X unit?"
  • Menciptakan perbandingan apple-to-apple untuk analisis varians biaya.
Varians Anggaran Statis (Static-budget Variance) = Hasil Aktual − Anggaran Statis.
Varians ini dapat dipecah menjadi dua bagian yang lebih bermakna: Flexible-budget variance dan Sales-volume variance.

Langkah Menyusun Flexible Budget

Menyusun anggaran fleksibel membutuhkan 3 langkah sistematis di akhir periode ketika output aktual sudah diketahui.

LANGKAH 1
IDENTIFIKASI OUTPUT
Tentukan kuantitas output aktual yang benar-benar diproduksi/dijual pada periode tersebut.
LANGKAH 2
HITUNG PENDAPATAN
Kalikan kuantitas aktual dengan harga jual standar yang dianggarkan.
LANGKAH 3
HITUNG BIAYA
Biaya Variabel = Kuantitas Aktual × Biaya Variabel Standar per Unit.

Biaya Tetap = Total Biaya Tetap Anggaran.
Catatan Penting: Biaya tetap tidak diubah dalam anggaran fleksibel asalkan masih dalam rentang relevan (*relevant range*). Hanya total pendapatan dan biaya variabel yang menyesuaikan kuantitas aktual.

Membedah Varians Total (Static-Budget Variance)

Anggaran Fleksibel menjembatani hasil Aktual dan Anggaran Statis untuk mengungkap dua varians spesifik.

HASIL AKTUALHarga Aktual x Kuantitas AktualFLEXIBLE BUDGETHarga Standar x Kuantitas AktualSTATIC BUDGETHarga Standar x Kuantitas StandarFlexible-Budget Variance(Fokus pada Efisiensi & Harga)Sales-Volume Variance(Fokus pada Volume Penjualan)
Flexible-Budget Variance: Timbul karena biaya aktual atau harga input meleset dari standar. Ini tanggung jawab manajer produksi/pembelian.
Sales-Volume Variance: Timbul semata-mata karena jumlah unit yang dijual/diproduksi berbeda dari rencana awal. Ini tanggung jawab manajer pemasaran.
Bagian 2 dari 4
Variable Overhead (VOH) Variances
Menganalisis selisih pada biaya overhead yang jumlahnya berubah-ubah sesuai volume produksi, seperti utilitas pabrik dan perlengkapan.
VOH Spending Variance VOH Efficiency Variance

Dua Cabang Varians VOH

Varians VOH dalam anggaran fleksibel selalu dipecah menjadi dua komponen utama:

1. SPENDING VARIANCE
HARGA/TARIF INPUT
Mengukur perbedaan antara tarif VOH aktual per unit basis alokasi (misal: per jam mesin) dengan tarif standar yang dianggarkan. Penyebabnya bisa karena tarif listrik naik, atau harga perlengkapan melonjak.
2. EFFICIENCY VARIANCE
PEMAKAIAN BASIS ALOKASI
Mengukur perbedaan jumlah basis alokasi aktual yang dipakai dengan jumlah standar yang seharusnya dipakai untuk output aktual. Penyebabnya bisa karena mesin rusak sehingga boros listrik atau operator kurang terlatih.
Perhatikan: Efficiency Variance pada VOH mengukur efisiensi penggunaan BASIS ALOKASI (seperti jam tenaga kerja atau jam mesin), bukan efisiensi penggunaan item overhead itu sendiri secara langsung.

Menghitung VOH Spending Variance

Mengukur selisih karena pengeluaran per unit basis alokasi berbeda dari standar.

VOH Spending Variance = (Tarif Aktual − Tarif Standar) × Kuantitas Input Aktual
ILUSTRASI: PABRIK TEKSTIL (Basis: Jam Mesin)
  • Tarif VOH standar: Rp 30.000 / Jam Mesin
  • Jam Mesin aktual digunakan: 4.500 Jam
  • Total VOH Aktual terjadi: Rp 144.000.000 (Setara Rp 32.000/Jam Mesin)
LangkahPerhitunganHasil
Tarif Aktual (AR)Rp 144.000.000 ÷ 4.500 jamRp 32.000 / jam
Varians TarifRp 32.000 − Rp 30.000+ Rp 2.000 (Lebih mahal)
Spending VarianceRp 2.000 × 4.500 jam aktualRp 9.000.000 U (Unfavorable)

Menghitung VOH Efficiency Variance

Mengukur selisih VOH akibat pemborosan atau penghematan penggunaan jam/basis alokasi.

VOH Efficiency Variance = (Kuantitas Input Aktual − Kuantitas Input Standar*) × Tarif Standar

*Kuantitas Input Standar = Unit Diproduksi Aktual × Standar input per unit

LANJUTAN ILUSTRASI SEBELUMNYA
  • Unit baju diproduksi aktual: 2.000 Unit
  • Standar jam mesin per unit baju: 2 Jam Mesin / Unit
  • Jam Mesin aktual digunakan: 4.500 Jam (dari slide sblmnya)
  • Tarif VOH standar: Rp 30.000 / Jam
LangkahPerhitunganHasil
Input Standar Diizinkan2.000 unit × 2 jam/unit4.000 jam mesin
Varians Pemakaian (Efisiensi)4.500 jam − 4.000 jam+ 500 jam (Boros waktu)
Efficiency Variance500 jam boros × Rp 30.000 tarif stdRp 15.000.000 U (Unfavorable)
Bagian 3 dari 4
Fixed Overhead (FOH) Variances
Tantangan biaya tetap: totalnya tidak berubah terhadap volume produksi, namun dalam sistem standard costing diserap seolah-olah variabel.
FOH Spending Variance Production-Volume Variance

Mengapa FOH Berbeda dari VOH?

TIDAK ADA "EFFICIENCY VARIANCE"
  • Biaya tetap total tidak terpengaruh oleh seberapa efisien manajer menggunakan mesin atau tenaga kerja di bulan tersebut.
  • Sewa pabrik Rp 100 juta tidak akan jadi Rp 110 juta hanya karena karyawan butuh waktu lebih lama merakit produk.
  • Karena itu, FOH Efficiency Variance selalu nol (atau tidak ada).
TARIF ALOKASI SEBAGAI FIKSI
  • Perusahaan membebankan FOH ke produk menggunakan tarif standar (misal Rp 10rb per unit).
  • Tarif ini dihitung dari Budgeted FOH dibagi Budgeted Capacity (Denominator Level).
  • Jika produksi aktual beda dari kapasitas yg direncanakan, timbullah *Production-Volume Variance*.
Karena biaya tetap tidak berubah sejalan dengan volume produksi, anggaran fleksibel untuk FOH sama saja dengan anggaran statisnya. (Lump sum).

Menghitung FOH Spending Variance

Hanya selisih murni berupa uang yang dibayarkan vs yang dianggarkan (Lump sum). Sering juga disebut *Budget Variance*.

FOH Spending Variance = Aktual FOH Terjadi − Budgeted FOH (Statis)
ILUSTRASI BIAYA TETAP
  • Anggaran Statis Sewa & Asuransi (FOH): Rp 150.000.000
  • Tingkat kapasitas direncanakan (Denominator): 10.000 Jam Mesin
  • Tarif FOH Standar = Rp 150.000.000 / 10.000 = Rp 15.000 / Jam Mesin
  • Aktual FOH yang dibayar bulan ini: Rp 155.000.000 (asuransi ternyata naik)
LangkahPerhitunganHasil
Bandingkan TotalRp 155.000.000 − Rp 150.000.000+ Rp 5.000.000
KesimpulanBiaya naik Rp 5jt dari plafon awalRp 5.000.000 U (Unfavorable)

Production-Volume Variance

Varians unik yang muncul karena "Kapasitas yang digunakan untuk menghitung tarif" berbeda dari "Unit standar aktual yang dicapai". Mengukur biaya kapasitas yang menganggur.

Volume Variance = Budgeted FOH − FOH Allocated to Product
atau: (Kapasitas Denominator − Standar Kapasitas Diizinkan) × Tarif FOH
LANJUTAN ILUSTRASI (Tarif FOH = Rp 15.000 / Jam Mesin)
  • Kapasitas Denominator (rencana awal): 10.000 Jam Mesin
  • Unit Diproduksi Aktual: 4.000 Unit
  • Standar jam mesin per unit: 2 Jam / Unit
  • Standar Kapasitas Diizinkan (Kapasitas Terserap): 4.000 × 2 = 8.000 Jam Mesin
LangkahPerhitunganHasil
FOH Terserap (Allocated)8.000 jam × Rp 15.000 tarifRp 120.000.000
Volume VarianceRp 150.000.000 (Budget) − Rp 120.000.000Rp 30.000.000 U (Unfavorable)

Sistem Analisis 4-Variance

Perusahaan modern sering menggunakan gabungan analisis varians untuk overhead (VOH & FOH).

OVERHEAD VARIABEL (VOH)
  • 1. VOH Spending Variance
    Tarif Aktual vs Tarif Standar. (Faktor eksternal harga input).
  • 2. VOH Efficiency Variance
    Kuantitas Basis Alokasi Aktual vs Standar. (Tanggung jawab manajer operasional pabrik).
OVERHEAD TETAP (FOH)
  • 3. FOH Spending Variance
    Aktual Lumpsum vs Anggaran Lumpsum. (Efisiensi negosiasi kontrak).
  • 4. Production-Volume Variance
    Budget FOH vs FOH yang Dialokasikan. (Tanggung jawab top level & sales karena kapasitas nganggur).
Keempat varians ini ditambahkan bersama akan menghasilkan Total Overhead Variance (Under/Over-allocated Overhead) yang di akhir tahun di-adjust ke COGS.

Coba Sendiri: Bedah Empat Varians Overhead Sekaligus

Ubah tarif, kuantitas basis alokasi, dan kapasitas terpakai, lalu lihat bagaimana keempat varians overhead bergerak masing-masing.

Bagian 4 dari 4
Management Control & Aplikasi
Bagaimana manajer tidak sekadar membaca laporan varians, tapi menggunakannya sebagai kemudi operasi.
Exception Reporting Performance Evaluation Continuous Improvement

Management by Exception (MBO)

Manajer tidak punya waktu melihat semua data operasi setiap hari. Mereka mengandalkan laporan varians untuk menemukan area yang "bermasalah".

PENGGUNAAN LAPORAN
FOKUS PADA ANOMALI
Manajer hanya akan menyelidiki (investigasi) varians yang signifikan secara material (misal: di atas 5% dari budget). Varians kecil diabaikan sebagai fluktuasi normal.
INVESTIGASI AKAR MASALAH
MENCARI "WHY"
VOH Efficiency Unfavorable besar? Mungkin kualitas bahan mentah buruk, sehingga mesin sering macet (jam bertambah panjang). Salahkan supplier, bukan mandor.
Interaksi Antar-Varians: Varians yang Favorable belum tentu selalu baik. Manajer pembelian mendapat harga murah (Favorable Material Price Variance), namun karena jelek, mesin rusak (Unfavorable VOH Efficiency).

Pencatatan Jurnal Overhead (Standard Costing)

Dalam sistem standard costing, VOH dan FOH diakumulasi dulu, lalu dialokasikan ke WIP. Varians ditutup di akhir periode.

1. PENCATATAN AKTUAL (Saat Biaya Terjadi)
Variable Overhead Control ............. 144.000.000
   Accounts Payable / Cash .................. 144.000.000
2. PENGALOKASIAN KE PRODUK (Berdasarkan Jam Standar Diizinkan)
Work in Process Control (4.000 jam × 30.000) .. 120.000.000
   Variable Overhead Allocated ........................ 120.000.000
3. MENUTUP AKUN & MENCATAT VARIANS (Akhir Bulan)
Variable Overhead Allocated ........... 120.000.000
VOH Spending Variance (Unfavorable) .....   9.000.000
VOH Efficiency Variance (Unfavorable) ...  15.000.000
   Variable Overhead Control ........................ 144.000.000

Kesimpulan & Takeaways

1. APPLE-TO-APPLE
FLEXIBLE BUDGET
Jangan pernah menghukum manajer produksi karena overbudget akibat penjualan yang meroket. Gunakan Anggaran Fleksibel untuk evaluasi objektif.
2. VOH VS FOH
SIFAT BERBEDA
VOH punya varians efisiensi karena dipicu aktivitas operasional. FOH tidak punya efisiensi, namun memunculkan varians kapasitas/volume menganggur.
3. ALAT KENDALI
EXCEPTION REPORTING
Varians hanyalah kompas. Tugas manajer sejati adalah mencari tahu penyebab di balik varians dan memperbaiki kelemahan sistem operasi.

Persiapan Minggu Depan: Inventory Management & JIT (Just-in-Time)