stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-02
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 2: Sistem Biaya Pesanan (Job Order Costing) 📥 Excel
Program Studi Akuntansi • FEB

Akuntansi Biaya

Pertemuan 2 — Sistem Biaya Pesanan

Mempelajari bagaimana perusahaan mengumpulkan, mencatat, dan menghitung biaya produksi untuk produk yang bersifat unik dan diproduksi berdasarkan pesanan pelanggan (Job Order Costing).

RPS MINGGU 2 • JOB ORDER COSTING • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami dan menerapkan sistem biaya pesanan (Job Order Costing). Secara rinci:

CAPAIAN 1 — KARAKTERISTIK
KONSEP DASAR
Memahami perbedaan karakteristik produksi massa dengan produksi berdasarkan pesanan serta kecocokan metodenya.
CAPAIAN 2 — DOKUMEN
JOB COST SHEET
Mengenali fungsi dan komponen Kartu Harga Pokok Pesanan sebagai buku pembantu biaya.
CAPAIAN 3 — ALIRAN BIAYA
SIKLUS BIAYA
Menelusuri pergerakan biaya dari bahan baku, WIP (Barang Dalam Proses), hingga Barang Jadi.
CAPAIAN 4 — JURNAL
PENCATATAN AKUNTANSI
Membuat ayat jurnal untuk setiap tahap produksi dalam metode harga pokok pesanan dengan akurat.

Jas Tailor Custom vs Kaos Konveksi Massal

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana penjahit mematok harga untuk jas custom, dibanding pabrik kaos polos?

PABRIK KAOS POLOS
PRODUKSI MASSAL
Memproduksi ribuan kaos identik. Total biaya bulan ini dibagi jumlah kaos yang dihasilkan = Process Costing.
PENJAHIT JAS CUSTOM
BERDASARKAN PESANAN
Tiap jas ukurannya beda, kainnya beda, kancingnya beda. Biaya harus dihitung satu per satu untuk tiap pelanggan = Job Order Costing.
Job Order Costing memastikan pelanggan A tidak mensubsidi pelanggan B. Biaya yang dibebankan pasti sesuai dengan sumber daya yang dikonsumsi pesanan tersebut.
Bagian 1 dari 4
Karakteristik Sistem Biaya Pesanan
Mengapa produk yang unik membutuhkan pendekatan perhitungan biaya yang unik pula? Mari kita lihat prinsip dasarnya.

Dua Metode Akumulasi Biaya Produksi

Secara umum, akuntansi biaya mengenal dua sistem utama untuk melacak biaya pada produk:

1. JOB ORDER COSTING
  • Produk bervariasi (kustom/unik)
  • Biaya diakumulasi per pesanan/pekerjaan
  • Menuntut pencatatan yang sangat detail
  • Dokumen inti: Job Cost Sheet
  • Contoh: Konstruksi, percetakan, konsultan
2. PROCESS COSTING
  • Produk homogen (seragam)
  • Biaya diakumulasi per departemen/proses
  • Menghitung rata-rata biaya per unit
  • Dokumen inti: Laporan Biaya Produksi
  • Contoh: Pabrik semen, kilang minyak
Pertemuan ini akan berfokus sepenuhnya pada Job Order Costing. Process Costing akan dipelajari di pertemuan mendatang.

Karakteristik Job Order Costing

Sifat Produksi
TERPUTUS-PUTUS
Produksi dilakukan berdasarkan pesanan, bukan untuk stok gudang. Jika tak ada pesanan, tidak ada produksi.
Identitas Produk
UNIK & DAPAT DILACAK
Setiap produk dapat diidentifikasi dengan jelas dari awal hingga selesai sebagai pesanan spesifik (misal: Job #101).
Perhitungan Biaya
BERDASARKAN JOB
Setiap pesanan punya "keranjang" biaya sendiri-sendiri. Biaya per unit = Total Biaya Pesanan dibagi Jumlah Unit Dipesan.

Kelebihan & Tantangan Metode Pesanan

KELEBIHAN UTAMA
  • Akurasi Tinggi: Harga pokok sangat spesifik per produk, menghindarkan distorsi harga.
  • Evaluasi Profitabilitas: Manajemen bisa tahu persis pesanan mana yang untung besar dan mana yang merugi.
  • Dasar Penetapan Harga: Memudahkan penawaran harga pada pesanan sejenis di masa depan.
TANTANGAN / KEKURANGAN
  • Administrasi Rumit: Sangat banyak dokumen dan pencatatan (paperwork) untuk setiap pesanan.
  • Biaya Sistem Tinggi: Memerlukan tenaga kerja pencatat atau software akuntansi yang canggih.
  • Risiko Kesalahan: Human-error tinggi dalam alokasi bahan atau jam kerja antar pesanan.

Siapa Saja yang Menggunakan Sistem Ini?

Tidak terbatas pada pabrik, sistem ini juga banyak dipakai di sektor jasa dan konstruksi.

MANUFAKTUR CUSTOM
PERCETAKAN & MEBEL
Cetak undangan pernikahan, pembuatan kapal, perakitan mesin pesawat, bengkel fabrikasi furnitur custom.
SEKTOR JASA
KONSULTAN & HUKUM
Kantor akuntan publik (audit klien A), firma hukum (kasus B), agensi periklanan (kampanye C).
KONSTRUKSI
KONTRAKTOR BANGUNAN
Pembangunan jembatan, renovasi rumah, atau instalasi sistem kelistrikan gedung bertingkat.
Bagian 2 dari 4
Kartu Harga Pokok Pesanan
Inilah "KTP" dan "Buku Tabungan" bagi setiap pesanan. Mengupas anatomi Job Cost Sheet.

Kartu Harga Pokok Pesanan (Job Cost Sheet)

Job Cost Sheet adalah dokumen inti dalam Job Order Costing. Berfungsi sebagai Buku Pembantu Barang Dalam Proses (WIP).

Jika di buku besar Anda melihat saldo "Barang Dalam Proses Rp 50.000.000", rincian Rp 50 juta itu ada di kumpulan Job Cost Sheet yang sedang dikerjakan.
FUNGSI UTAMA
  • Tempat Akumulasi: Mengumpulkan biaya Bahan Baku, Tenaga Kerja Langsung, dan BOP yang dibebankan.
  • Dasar Harga Pokok Penjualan: Saat produk selesai dan diserahkan, kartu ini menjadi dasar pencatatan HPP.
  • Alat Pengendalian: Membandingkan estimasi biaya dengan realisasi aktual.

Anatomi Job Cost Sheet

CONTOH KARTU PESANAN (JOB #102)
KARTU HARGA POKOK PESANAN
Pemesan: PT ABC
Produk: Meja Rapat Custom
Tgl Pesan: 10 Feb
Job No: 102
Kuantitas: 1 Set
Tgl Selesai: 25 Feb
Bahan Baku (DM)Tenaga Kerja (DL)Overhead Pabrik (BOP)
Bukti #11: Rp 2.000.000Kartu #1: Rp 1.500.000100 Jam Mesin × Rp 5.000 = Rp 500.000
Bukti #15: Rp 1.000.000Kartu #3: Rp 1.000.00050 Jam Mesin × Rp 5.000 = Rp 250.000
Total DM: Rp 3.000.000Total DL: Rp 2.500.000Total BOP: Rp 750.000
Total Biaya Pesanan #102: Rp 6.250.000

Coba Sendiri: Susun Kartu Harga Pokok Pesanan

Masukkan angka DM, DL, dan BOP suatu pesanan, lalu lihat kartu dan totalnya terbentuk otomatis.

Tiga "Pemasok Data" ke Job Cost Sheet

Data di Job Cost Sheet tidak muncul secara gaib; ia berasal dari dokumen sumber operasional di lantai pabrik.

UNTUK BAHAN BAKU
BUKTI PERMINTAAN BAHAN
Materials Requisition Form. Surat pengantar bahan dari gudang ke pabrik. Wajib mencantumkan Nomor Job yang akan memakai bahan tersebut.
UNTUK TENAGA KERJA
KARTU JAM KERJA
Time Ticket. Karyawan mencatat jam berapa mulai dan jam berapa selesai mengerjakan suatu Job tertentu. Dikalikan dengan tarif upah.
UNTUK OVERHEAD
TARIF DIMUKA
Predetermined Overhead Rate. Karena nota listrik/sewa baru turun akhir bulan, BOP dibebankan ke Job pakai estimasi (misal Rp 5.000 per jam).
Bagian 3 dari 4
Aliran Biaya & Jurnal Akuntansi
Bagaimana merangkum dinamika pabrik ke dalam bahasa akuntansi berupa debet dan kredit.

1. Transaksi Bahan Baku

A. PEMBELIAN BAHAN BAKU

Dibeli bahan baku kayu seharga Rp 10.000.000 secara kredit.

AkunDebitKredit
Persediaan Bahan Baku10.000.000
   Utang Dagang10.000.000
B. PEMAKAIAN BAHAN BAKU (KE DALAM PRODUKSI)

Permintaan bahan langsung untuk Job #102 sebesar Rp 3.000.000.

AkunDebitKredit
Barang Dalam Proses (WIP) - Job #1023.000.000
   Persediaan Bahan Baku3.000.000
*Catatan: Segera setelah di-debit ke WIP, angka Rp 3.000.000 juga langsung ditulis di Job Cost Sheet #102.

2. Transaksi Tenaga Kerja

Gaji dan upah dibayarkan, dan kemudian dibebankan ke spesifik job yang sedang dikerjakan pekerja.

PENCATATAN & PEMBEBANAN TENAGA KERJA LANGSUNG (DL)

Berdasarkan kartu jam kerja, buruh pabrik menghabiskan senilai Rp 2.500.000 untuk mengerjakan Job #102.

AkunDebitKredit
Barang Dalam Proses (WIP) - Job #1022.500.000
   Gaji dan Upah (atau Utang Gaji)2.500.000
Perhatian: Jika karyawan pabrik melakukan tugas tidak langsung (misal petugas kebersihan pabrik), biayanya masuk ke Overhead Pabrik Aktual, BUKAN ke Barang Dalam Proses.

3. Tantangan Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Bahan dan upah mudah dilacak ke Job. Bagaimana dengan tagihan listrik pabrik? Kita tak mungkin membagi listrik persis per meja.

BOP AKTUAL (SESUNGGUHNYA)
YANG NYATA TERJADI
Biaya listrik bulan ini, depresiasi mesin, bahan penolong. Dicatat di Debit akun "BOP Aktual" saat tagihan datang atau dibayar.
BOP DIBEBANKAN (APPLIED)
YANG DIALOKASIKAN KE JOB
Biaya taksiran yang dimasukkan ke WIP agar harga produk bisa cepat dihitung. Menggunakan Tarif BOP Ditentukan Dimuka dikali Jam Mesin/Tenaga Kerja.
BOP Dibebankan = Tarif BOP × Kapasitas Sesungguhnya (mis. Jam Kerja)

Jurnal Pembebanan BOP

PEMBEBANAN BOP KE DALAM PRODUKSI

Perusahaan menetapkan Tarif BOP Rp 5.000/Jam Mesin. Job #102 memakan waktu 150 Jam Mesin.
→ BOP Dibebankan = 150 × Rp 5.000 = Rp 750.000.

AkunDebitKredit
Barang Dalam Proses (WIP) - Job #102750.000
   BOP yang Dibebankan (Applied FOH)750.000
Pada akhir periode, "BOP Aktual" akan dibandingkan dengan "BOP Dibebankan".
Jika Dibebankan > Aktual = Overapplied.
Jika Dibebankan < Aktual = Underapplied.

4. Barang Jadi (Selesai Diproduksi)

Ketika Job #102 telah selesai, kita mentotal biaya dari Job Cost Sheet dan memindahkan fisiknya ke gudang barang jadi.

JURNAL PENYELESAIAN PRODUK (JOB #102 SELESAI)

Total Biaya dari Job Cost Sheet #102: DM 3jt + DL 2,5jt + BOP 750k = Rp 6.250.000.

AkunDebitKredit
Persediaan Barang Jadi (Finished Goods)6.250.000
   Barang Dalam Proses (WIP)6.250.000
*Momen perpindahan saldo aset dari WIP ke Finished Goods.

5. Penyerahan ke Pemesan (HPP)

Barang diserahkan ke PT ABC. Perusahaan menagih Rp 9.000.000 atas Job #102 ini (Laba kotor).

A. PENGAKUAN PENDAPATAN
AkunDebitKredit
Piutang Dagang (atau Kas)9.000.000
   Pendapatan Penjualan9.000.000
B. PENGAKUAN BEBAN (HPP)
AkunDebitKredit
Harga Pokok Penjualan (COGS)6.250.000
   Persediaan Barang Jadi6.250.000

Kesimpulan & Takeaway

SISTEM TERFOKUS
JOB = PUSAT BIAYA
Job Order Costing melacak Bahan Baku, Tenaga Kerja, dan BOP untuk setiap pesanan spesifik, bukan merata-rata seluruh produksi.
DOKUMEN KUNCI
JOB COST SHEET
Kartu pesanan adalah Buku Pembantu WIP. Total seluruh kartu yang belum selesai = Saldo WIP di Neraca.
Aliran Akuntansi: Persediaan (Material) → Pabrik (WIP) → Gudang (Finished Goods) → Tangan Pelanggan (HPP).