Akuntansi Biaya
Pertemuan 2 — Sistem Biaya Pesanan
Mempelajari bagaimana perusahaan mengumpulkan, mencatat, dan menghitung biaya produksi untuk produk yang bersifat unik dan diproduksi berdasarkan pesanan pelanggan (Job Order Costing).
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami dan menerapkan sistem biaya pesanan (Job Order Costing). Secara rinci:
Jas Tailor Custom vs Kaos Konveksi Massal
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana penjahit mematok harga untuk jas custom, dibanding pabrik kaos polos?
Dua Metode Akumulasi Biaya Produksi
Secara umum, akuntansi biaya mengenal dua sistem utama untuk melacak biaya pada produk:
- Produk bervariasi (kustom/unik)
- Biaya diakumulasi per pesanan/pekerjaan
- Menuntut pencatatan yang sangat detail
- Dokumen inti: Job Cost Sheet
- Contoh: Konstruksi, percetakan, konsultan
- Produk homogen (seragam)
- Biaya diakumulasi per departemen/proses
- Menghitung rata-rata biaya per unit
- Dokumen inti: Laporan Biaya Produksi
- Contoh: Pabrik semen, kilang minyak
Karakteristik Job Order Costing
Kelebihan & Tantangan Metode Pesanan
- Akurasi Tinggi: Harga pokok sangat spesifik per produk, menghindarkan distorsi harga.
- Evaluasi Profitabilitas: Manajemen bisa tahu persis pesanan mana yang untung besar dan mana yang merugi.
- Dasar Penetapan Harga: Memudahkan penawaran harga pada pesanan sejenis di masa depan.
- Administrasi Rumit: Sangat banyak dokumen dan pencatatan (paperwork) untuk setiap pesanan.
- Biaya Sistem Tinggi: Memerlukan tenaga kerja pencatat atau software akuntansi yang canggih.
- Risiko Kesalahan: Human-error tinggi dalam alokasi bahan atau jam kerja antar pesanan.
Siapa Saja yang Menggunakan Sistem Ini?
Tidak terbatas pada pabrik, sistem ini juga banyak dipakai di sektor jasa dan konstruksi.
Kartu Harga Pokok Pesanan (Job Cost Sheet)
Job Cost Sheet adalah dokumen inti dalam Job Order Costing. Berfungsi sebagai Buku Pembantu Barang Dalam Proses (WIP).
- Tempat Akumulasi: Mengumpulkan biaya Bahan Baku, Tenaga Kerja Langsung, dan BOP yang dibebankan.
- Dasar Harga Pokok Penjualan: Saat produk selesai dan diserahkan, kartu ini menjadi dasar pencatatan HPP.
- Alat Pengendalian: Membandingkan estimasi biaya dengan realisasi aktual.
Anatomi Job Cost Sheet
| KARTU HARGA POKOK PESANAN | |||
|---|---|---|---|
| Pemesan: PT ABC Produk: Meja Rapat Custom Tgl Pesan: 10 Feb | Job No: 102 Kuantitas: 1 Set Tgl Selesai: 25 Feb | ||
| Bahan Baku (DM) | Tenaga Kerja (DL) | Overhead Pabrik (BOP) | |
| Bukti #11: Rp 2.000.000 | Kartu #1: Rp 1.500.000 | 100 Jam Mesin × Rp 5.000 = Rp 500.000 | |
| Bukti #15: Rp 1.000.000 | Kartu #3: Rp 1.000.000 | 50 Jam Mesin × Rp 5.000 = Rp 250.000 | |
| Total DM: Rp 3.000.000 | Total DL: Rp 2.500.000 | Total BOP: Rp 750.000 | |
| Total Biaya Pesanan #102: Rp 6.250.000 | |||
Coba Sendiri: Susun Kartu Harga Pokok Pesanan
Masukkan angka DM, DL, dan BOP suatu pesanan, lalu lihat kartu dan totalnya terbentuk otomatis.
Tiga "Pemasok Data" ke Job Cost Sheet
Data di Job Cost Sheet tidak muncul secara gaib; ia berasal dari dokumen sumber operasional di lantai pabrik.
1. Transaksi Bahan Baku
Dibeli bahan baku kayu seharga Rp 10.000.000 secara kredit.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Bahan Baku | 10.000.000 | |
| Utang Dagang | 10.000.000 |
Permintaan bahan langsung untuk Job #102 sebesar Rp 3.000.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Barang Dalam Proses (WIP) - Job #102 | 3.000.000 | |
| Persediaan Bahan Baku | 3.000.000 |
2. Transaksi Tenaga Kerja
Gaji dan upah dibayarkan, dan kemudian dibebankan ke spesifik job yang sedang dikerjakan pekerja.
Berdasarkan kartu jam kerja, buruh pabrik menghabiskan senilai Rp 2.500.000 untuk mengerjakan Job #102.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Barang Dalam Proses (WIP) - Job #102 | 2.500.000 | |
| Gaji dan Upah (atau Utang Gaji) | 2.500.000 |
3. Tantangan Biaya Overhead Pabrik (BOP)
Bahan dan upah mudah dilacak ke Job. Bagaimana dengan tagihan listrik pabrik? Kita tak mungkin membagi listrik persis per meja.
Jurnal Pembebanan BOP
Perusahaan menetapkan Tarif BOP Rp 5.000/Jam Mesin. Job #102 memakan waktu 150 Jam Mesin.
→ BOP Dibebankan = 150 × Rp 5.000 = Rp 750.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Barang Dalam Proses (WIP) - Job #102 | 750.000 | |
| BOP yang Dibebankan (Applied FOH) | 750.000 |
Jika Dibebankan > Aktual = Overapplied.
Jika Dibebankan < Aktual = Underapplied.
4. Barang Jadi (Selesai Diproduksi)
Ketika Job #102 telah selesai, kita mentotal biaya dari Job Cost Sheet dan memindahkan fisiknya ke gudang barang jadi.
Total Biaya dari Job Cost Sheet #102: DM 3jt + DL 2,5jt + BOP 750k = Rp 6.250.000.
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Persediaan Barang Jadi (Finished Goods) | 6.250.000 | |
| Barang Dalam Proses (WIP) | 6.250.000 |
5. Penyerahan ke Pemesan (HPP)
Barang diserahkan ke PT ABC. Perusahaan menagih Rp 9.000.000 atas Job #102 ini (Laba kotor).
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Piutang Dagang (atau Kas) | 9.000.000 | |
| Pendapatan Penjualan | 9.000.000 |
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Harga Pokok Penjualan (COGS) | 6.250.000 | |
| Persediaan Barang Jadi | 6.250.000 |