‹ Daftar slidePertemuan 10: Karakter Bangsa dan Profil Lulusan UNDIP
Prodi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Pendidikan Agama Kristen
Pertemuan 10 — Karakter Bangsa dan Profil Lulusan UNDIP
Bagaimana iman Kristen membentuk karakter kebangsaan, dan bagaimana karakter itu menyatu dengan profil lulusan UNDIP yang siap bekerja secara berintegritas di dunia bisnis digital.
RPS minggu 11 • 2x50 menit
Bagian 1 dari 3
Karakter Bangsa dan Fondasi Iman
Mengapa karakter menjadi persoalan bangsa, dan apa yang ditawarkan iman Kristen sebagai fondasinya.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan keterkaitan karakter bangsa dengan profil lulusan UNDIP dan menerapkannya dalam simulasi situasi kerja nyata. Secara rinci:
CAPAIAN 1
FONDASI
Menjelaskan makna karakter bangsa dan akarnya pada Pancasila serta buah Roh dalam iman Kristen.
CAPAIAN 2
PROFIL
Menguraikan unsur profil lulusan UNDIP: kompetensi akademik, karakter, dan kepedulian sosial.
CAPAIAN 3
SINERGI
Menghubungkan nilai iman dengan tuntutan profesional di industri bisnis digital.
CAPAIAN 4
APLIKASI
Menerapkan karakter berintegritas dalam simulasi dilema kerja yang realistis.
Mengapa Karakter Bangsa Jadi Persoalan?
Indonesia punya kekayaan sumber daya dan jumlah penduduk besar, tetapi berbagai survei menunjukkan indeks integritas dan kepercayaan publik masih menjadi tantangan besar bangsa ini.
Gejala di lapangan: kasus korupsi birokrasi, kecurangan laporan keuangan perusahaan (mis. kasus Garuda Indonesia 2018), manipulasi data pengguna di sejumlah platform digital, hingga rendahnya budaya antre dan tertib berlalu lintas.
Akar masalah: bukan kekurangan aturan, melainkan kekurangan karakter — kualitas batin yang membuat seseorang bertindak benar walau tak ada yang mengawasi.
Di sinilah pendidikan karakter — termasuk pendidikan agama di kampus — punya peran strategis: membentuk generasi profesional yang bisa dipercaya, bukan sekadar pintar secara teknis.
Apa Itu Karakter Bangsa?
Karakter bangsa = nilai-nilai luhur yang disepakati bersama sebagai warga negara, tertanam dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Karakter bangsa bukan sekadar sopan santun individu, melainkan identitas kolektif yang menyatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan ratusan suku dan agama menjadi satu bangsa Indonesia.
DIMENSI SPIRITUAL
Iman kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral — sila pertama Pancasila.
DIMENSI SOSIAL
Gotong royong, toleransi, dan keadilan dalam relasi antarwarga yang majemuk.
DIMENSI PRIBADI
Kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab yang dibawa ke ruang kerja dan kampus.
Empat Pilar Kebangsaan Indonesia
Sebagai warga negara sekaligus umat Kristen, Anda hidup di bawah kerangka kebangsaan yang sama dengan seluruh rakyat Indonesia:
Efesus 4:3 menyerukan umat Kristen "memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera" — semangat yang sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika ("berbeda-beda tetapi tetap satu").
Buah Roh: Fondasi Karakter dari Iman
Galatia 5:22–23 menyebut buah Roh (fruit of the Spirit) — kualitas karakter yang tumbuh dalam diri orang percaya sebagai hasil kerja Roh Kudus, bukan sekadar usaha moral sendiri.
SEMBILAN BUAH ROH (GALATIA 5:22–23)
Kasih
Sukacita
Damai sejahtera
Kesabaran
Kemurahan
Kebaikan
Kesetiaan
Kelemahlembutan
Penguasaan diri
Perhatikan: kesetiaan dan penguasaan diri adalah dua kualitas yang paling langsung diuji dalam dunia kerja — kesetiaan pada kebenaran, penguasaan diri terhadap godaan jalan pintas.
Langkah Demi Langkah: Dilema Magang di Startup
Kasus: Anda magang sebagai content moderator di sebuah platform e-commerce dan diminta atasan menyembunyikan ulasan negatif produk mitra UMKM agar rating tetap tinggi.
Langkah
Situasi yang Dihadapi
Respons Berkarakter
1
Atasan meminta menyembunyikan ulasan jujur pelanggan
Menyadari ini bertentangan dengan kejujuran (Amsal 12:22)
2
Ada tekanan target & rasa takut dianggap tak kooperatif
Menguji diri dengan penguasaan diri, bukan bertindak impulsif
3
Mencari jalan tengah yang tetap etis
Mengusulkan kebijakan moderasi yang transparan ke tim
4
Jika permintaan tetap dipaksakan
Melaporkan ke komplians/HR, bersandar pada kesetiaan pada kebenaran
HASIL PEMBELAJARAN
INTEGRITAS > KENYAMANAN
Bagian 2 dari 3
Profil Lulusan UNDIP
Dari nilai iman dan kebangsaan, kita turun ke tuntutan konkret almamater terhadap setiap lulusannya.
Tiga Unsur Profil Lulusan UNDIP
Sebagai universitas riset, UNDIP mengarahkan lulusannya menjadi pribadi yang unggul secara akademik sekaligus berkarakter kuat dan peduli pada masyarakat — sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat).
KOMPETENSI AKADEMIK
Menguasai bidang keilmuan, mis. analitik data dan strategi bisnis digital, dengan standar riset yang kredibel.
KARAKTER & INTEGRITAS
Jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan taat etika profesi — termasuk etika penggunaan data pengguna.
KEPEDULIAN SOSIAL
Peka pada persoalan masyarakat sekitar, siap mengabdi lewat karya dan usaha, sesuai semangat "Untuk Indonesia, Untuk Dunia".
Sinergi Nilai Iman dan Profil Lulusan
Ketiga unsur profil lulusan UNDIP ternyata memiliki padanan langsung dengan nilai iman Kristen yang telah kita pelajari:
Unsur Profil Lulusan UNDIP
Padanan Nilai Iman Kristen
Kompetensi akademik
Bekerja "seperti untuk Tuhan" — Kolose 3:23, sungguh-sungguh & bertanggung jawab
Karakter & integritas
Buah Roh: kesetiaan, penguasaan diri, kejujuran
Kepedulian sosial
Menjadi garam dan terang — Matius 5:13–16
Iman Kristen tidak menuntut Anda memisahkan "hidup rohani" dari "hidup profesional" — keduanya justru dipanggil menyatu dalam karakter yang sama.
Lulusan Bisnis Digital yang Berkarakter
Industri digital Indonesia tumbuh cepat — e-commerce, fintech, marketplace UMKM — tetapi juga rawan godaan etika karena kecepatan dan minimnya pengawasan langsung.
TANTANGAN KHAS INDUSTRI DIGITAL
Godaan memanipulasi data pengguna demi metrik pertumbuhan
Tekanan "growth at all cost" dari investor
Minimnya pengawasan langsung saat kerja jarak jauh (remote)
Kerentanan privasi data pelanggan (mis. skandal kebocoran data)
Persaingan tidak sehat antar-platform e-commerce
Godaan menyalahgunakan algoritma untuk memanipulasi konsumen
Justru di sinilah lulusan berkarakter menjadi nilai jual profesional — perusahaan sekelas BCA atau Astra mencari talenta digital yang bisa dipercaya memegang data sensitif.
Langkah Demi Langkah: Manipulasi Data Pengguna
Kasus: Anda sudah lulus dan bekerja sebagai data analyst di sebuah marketplace. Manajer meminta Anda menaikkan angka active users secara artifisial untuk laporan ke investor.
Langkah
Situasi yang Dihadapi
Respons Berkarakter
1
Diminta memanipulasi laporan demi citra ke investor
Mengenali ini sebagai kesaksian dusta (Keluaran 20:16)
2
Ancaman implisit terhadap posisi/karier jika menolak
Berdoa & mencari nasihat mentor/rohaniwan sebelum bertindak
3
Perlu menyampaikan penolakan secara profesional
Menjelaskan risiko hukum & reputasi perusahaan, bukan hanya menolak
Menerima risiko dengan tenang, sebagaimana teladan Daniel di Babel
HASIL PEMBELAJARAN
KEBENARAN BERISIKO, TAPI BERBUAH
Menjadi Garam dan Terang di Kampus dan Karier
Matius 5:13–16: Yesus menyebut umat-Nya sebagai "garam dunia" (memberi rasa & mencegah kebusukan) dan "terang dunia" (menerangi kegelapan) — bukan panggilan untuk menarik diri, melainkan untuk berdampak di tengah masyarakat.
Di kampus: aktif di organisasi kemahasiswaan tanpa kompromi kejujuran, membantu teman kesulitan akademik, menolak budaya contek dan plagiarisme.
Di dunia kerja: menjaga kejujuran laporan, menghormati rekan lintas agama, menjadi teladan etos kerja bagi tim, seperti alumnus UNDIP yang berkiprah di berbagai perusahaan nasional.
Bagian 3 dari 3
Membangun Karakter dari Kampus ke Bangsa
Menutup pertemuan dengan peta perjalanan karakter dan latihan reflektif untuk Anda bawa pulang.
Dari Pribadi ke Bangsa: Lingkaran Dampak Karakter
Karakter tidak berhenti di diri sendiri — ia menjalar keluar seperti riak air, dari pribadi hingga akhirnya membentuk wajah bangsa.
Setiap keputusan jujur yang Anda ambil di kampus hari ini adalah investasi langsung bagi karakter bangsa dua puluh tahun mendatang — sebab Andalah yang akan memimpin institusi itu.
Diskusi Kelompok (15 Menit)
Bentuk kelompok 4–5 orang. Diskusikan salah satu pertanyaan berikut, lalu satu perwakilan menyampaikan hasilnya ke kelas:
Pertanyaan 1: Sebutkan satu kebiasaan kampus (positif/negatif) yang menurut Anda paling berpengaruh membentuk karakter mahasiswa Bisnis Digital.
Pertanyaan 2: Jika Anda menjadi pemimpin startup, kebijakan apa yang akan Anda buat agar tim tetap jujur meski dikejar target investor?
Pertanyaan 3: Bagaimana buah Roh (Galatia 5:22–23) bisa menjadi "kompas" praktis saat menghadapi tekanan kerja?
Rangkuman: Cheat Sheet Hari Ini
Konsep
Inti
Karakter bangsa
Nilai kolektif (spiritual, sosial, pribadi) yang menyatukan bangsa majemuk
Empat pilar kebangsaan
Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika
Buah Roh (Galatia 5:22–23)
Fondasi karakter iman: kasih, kesetiaan, penguasaan diri, dsb.
Profil lulusan UNDIP
Kompetensi akademik + karakter/integritas + kepedulian sosial
Garam & terang (Matius 5:13–16)
Berdampak aktif di kampus & dunia kerja, bukan menarik diri
Tugas Individu: Refleksi Tertulis
Instruksi: Tulis refleksi 300–400 kata (dikumpulkan minggu depan sebelum kelas) menjawab: "Karakter apa dari diri Anda yang paling perlu diperkuat agar Anda siap menjadi lulusan UNDIP yang berintegritas di dunia bisnis digital? Sebutkan satu langkah konkret yang akan Anda mulai minggu ini."
FORMAT
Ketik rapi, sertakan minimal satu ayat Alkitab yang relevan sebagai pijakan refleksi Anda.
PENGUMPULAN
Unggah ke sistem pembelajaran daring sebelum pertemuan minggu depan dimulai.
Penutup & Persiapan Minggu Depan
MINGGU DEPAN: PERTEMUAN 11
Topik: Mengelola Waktu Pribadi — bagaimana iman Kristen memandu kedisiplinan dan prioritas hidup mahasiswa yang sibuk kuliah, organisasi, dan magang.
TUGAS SEBELUM MINGGU DEPAN
Kumpulkan refleksi tertulis (slide sebelumnya) melalui sistem pembelajaran daring.
Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini. Bawalah karakter yang kita bahas ini bukan hanya sebagai catatan kuliah, melainkan sebagai komitmen hidup yang Anda praktikkan mulai besok pagi.