stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-06
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 6: Menciptakan Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Pendidikan Agama Kristen

Pertemuan 6 — Menciptakan Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia

Mengapa kerukunan bukan sekadar toleransi pasif, dan bagaimana iman Kristen mendorong mahasiswa bisnis digital merawat kemajemukan di kampus, dunia kerja, dan masyarakat.

RPS MINGGU 6 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Mengapa Kerukunan Penting bagi Indonesia yang Majemuk?
Potret kemajemukan Indonesia dan dasar teologis kerukunan dalam iman Kristen.

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami empat hal berikut (Sub-CPMK Minggu 6).

TUJUAN 1
01
Menjelaskan potret kemajemukan agama dan etnis di Indonesia serta risikonya bila tidak dikelola.
TUJUAN 2
02
Menguraikan dasar teologis Kristen untuk kerukunan dan kasih kepada sesama tanpa syarat.
TUJUAN 3
03
Membedakan tiga kerangka kerukunan umat beragama (Trikerukunan) dan menerapkannya pada konteks kampus.
TUJUAN 4
04
Mengidentifikasi peran konkret mahasiswa bisnis digital dalam merawat kerukunan, termasuk di ruang digital.

Potret Kemajemukan Indonesia

KERAGAMAN AGAMA & BUDAYA
  • Indonesia mengakui enam agama: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Khonghucu.
  • Lebih dari 1.300 kelompok etnis dan ~700 bahasa daerah tersebar di ribuan pulau.
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika — “berbeda-beda tetapi tetap satu” — menjadi perekat resmi bangsa.
RISIKO BILA TIDAK DIKELOLA
  • Konflik bernuansa agama pernah pecah di berbagai daerah, meninggalkan trauma sosial jangka panjang.
  • Ujaran kebencian dan hoaks berbasis SARA kini menyebar cepat lewat media sosial.
  • Ketegangan lintas iman bisa merusak kepercayaan tim kerja dan basis pelanggan sebuah bisnis digital.

Dasar Teologis Kerukunan dalam Iman Kristen

Yesus mengajarkan Hukum Kasih: mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri — tanpa syarat kesamaan agama.

Glosarium: Kerukunan berbeda dari sekadar “toleransi”. Toleransi berarti membiarkan yang berbeda hidup tanpa gangguan; kerukunan lebih jauh lagi — membangun relasi aktif, saling menghormati, dan bekerja sama demi kebaikan bersama.

Dalam perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25–37), Yesus justru menjadikan orang dari kelompok yang dianggap “berbeda” sebagai teladan kasih sejati kepada sesama, melampaui sekat agama dan suku.

Tiga Alasan Teologis untuk Merawat Kerukunan

KerukunanCitra AllahSetiap manusia bermartabatDamai SejahteraSyalom bagi semua, bukan segelintirGaram & TerangKesaksian lewat perbuatan baik

Ketiganya bermuara pada satu sikap: orang Kristen dipanggil menjadi pembawa damai (peacemaker), bukan penambah konflik, di tengah masyarakat majemuk.

Kerukunan Bukan Berarti Menyamakan Semua Agama

YANG DIMAKSUD KERUKUNAN
  • Menghormati hak orang lain untuk beribadah sesuai keyakinannya.
  • Bekerja sama dalam hal-hal kemanusiaan lintas agama: bencana, kemiskinan, pendidikan.
  • Tetap teguh pada iman sendiri sambil menghormati iman orang lain.
YANG BUKAN KERUKUNAN
  • Sinkretisme: mencampur ajaran berbagai agama menjadi satu keyakinan baru.
  • Relativisme yang mengatakan “semua agama sama saja” sehingga kebenaran iman diabaikan.
  • Diam saja terhadap ketidakadilan demi menghindari “konflik”.
Intinya: kerukunan berarti “setuju untuk berbeda, tetapi tetap saling menghargai dan bekerja sama” — bukan meniadakan perbedaan itu sendiri.
Bagian 2 dari 3
Kerangka Kerukunan di Indonesia
Trikerukunan umat beragama, dasar hukum, dan tantangan nyata di era digital.

Trikerukunan Umat Beragama di Indonesia

Konsep resmi pemerintah Indonesia untuk menjaga harmoni antaragama, terdiri dari tiga dimensi kerukunan yang saling melengkapi.

DIMENSI 1
Kerukunan intern umat beragama — harmoni antardenominasi/aliran dalam satu agama, misalnya antar-gereja Protestan yang berbeda tradisi.
DIMENSI 2
Kerukunan antarumat beragama — harmoni antara pemeluk agama yang berbeda, misalnya Kristen dengan Islam, Hindu, Buddha, Khonghucu, Katolik.
DIMENSI 3
Kerukunan umat beragama dengan pemerintah — relasi saling percaya antara komunitas agama dan negara sebagai pengayom.

Dasar Hukum Kebebasan Beragama di Indonesia

Sumber HukumIsi Pokok
Pancasila, sila pertamaKetuhanan Yang Maha Esa — negara mengakui keberadaan Tuhan tanpa memihak satu agama
UUD 1945, Pasal 29 ayat 2Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk memeluk agamanya dan beribadat menurut keyakinannya
UU No. 39/1999 tentang HAMKebebasan beragama termasuk hak asasi yang tidak dapat dikurangi (non-derogable rights)

Kerangka hukum ini menegaskan: menjaga kerukunan bukan sekadar anjuran moral, melainkan kewajiban konstitusional setiap warga negara Indonesia.

Tantangan Kerukunan di Era Digital

Media sosial mempercepat penyebaran informasi, tetapi juga mempercepat penyebaran konten yang mengancam kerukunan.

Fenomena DigitalAncaman terhadap KerukunanSikap yang Diperlukan
Hoaks & disinformasi bernuansa SARAMenyulut prasangka dan kebencian antaragama secara cepatVerifikasi sumber sebelum membagikan (cek fakta)
Ujaran kebencian (hate speech) di kolom komentarMenormalisasi hinaan terhadap simbol/keyakinan agama lainTidak ikut menyebar, laporkan konten via fitur pelaporan
Filter bubble/algoritma media sosialMahasiswa hanya terpapar pandangan sepihak, menguatkan biasSengaja mencari perspektif dari kelompok berbeda
Bagian 3 dari 3
Peran Mahasiswa Bisnis Digital dalam Merawat Kerukunan
Studi kasus, hitungan komposisi keragaman kampus, dan latihan refleksi penutup.

Studi Kasus: Tim Startup Lintas Agama

Kasus: Sebuah startup fintech di Jakarta memiliki tim inti sepuluh orang dari lima agama berbeda. Saat merayakan hari besar keagamaan, perusahaan menjadwalkan cuti bersama yang adil bagi semua kelompok dan membuka ruang doa yang bisa dipakai bergantian sesuai kebutuhan.
DAMPAK BAGI BISNIS
  • Karyawan merasa dihargai identitasnya, loyalitas dan produktivitas tim meningkat.
  • Startup dipandang inklusif oleh calon talenta dan investor.
DAMPAK BAGI KERUKUNAN
  • Praktik kerja sehari-hari menjadi teladan hidup Trikerukunan di skala kecil.
  • Karyawan belajar memahami hari besar agama lain lewat interaksi langsung, bukan stereotip.

Hitung dari Nol: Ilustrasi Komposisi Agama di Kelas

Contoh ilustrasi satu kelas Bisnis Digital berisi 40 mahasiswa dengan komposisi agama beragam — menghitung persentase tiap kelompok.

LangkahPerhitunganNilai
Mahasiswa muslim: 24 dari 4024 ÷ 40 × 100%60%
Mahasiswa Kristen Protestan: 8 dari 408 ÷ 40 × 100%20%
Mahasiswa Katolik: 4 dari 404 ÷ 40 × 100%10%
Mahasiswa Hindu, Buddha & Khonghucu: 4 dari 404 ÷ 40 × 100%10%
Total kelompok minoritas non-muslim di kelas ini20% + 10% + 10%40%
EMPAT DARI SEPULUH MAHASISWA
40%
Berasal dari agama selain mayoritas kelas

Coba Sendiri: Geser Komposisi Agama di Indonesia

Geser proporsi tiap kelompok agama dan amati bagaimana visualisasi komposisi nasional berubah, lalu bandingkan dengan ilustrasi kelas tadi.

Hitung dari Nol: Total Jam Tatap Muka Semester

Mata kuliah ini berbobot 2 SKS teori, tatap muka 2 × 50 menit setiap pertemuan, selama 14 pertemuan mengajar.

LangkahPerhitunganNilai
Durasi per pertemuan (2 SKS × 50 menit)2 × 50100 menit
Total menit selama 14 pertemuan mengajar100 × 141.400 menit
Konversi ke jam (1.400 menit ÷ 60)1.400 ÷ 60~23,3 jam
TOTAL TATAP MUKA
~23,3 jam
Sepanjang satu semester (di luar UTS/UAS)

Peran Konkret Mahasiswa Bisnis Digital dalam Kerukunan

DI KAMPUS
Aktif dalam organisasi lintas agama, tidak memilih teman kelompok hanya berdasarkan kesamaan keyakinan.
DI RUANG DIGITAL
Menyaring dan tidak membagikan konten SARA yang provokatif; menjadi “garam & terang” lewat unggahan positif.
DI DUNIA KERJA KELAK
Merancang produk/kebijakan tim yang inklusif bagi pengguna dan kolega lintas agama, seperti kasus fintech tadi.

Sikap yang Perlu Dihindari Mahasiswa Kristen

EKSKLUSIVISME BERLEBIHAN
  • Menganggap hanya kelompoknya yang layak dihormati dan didengar.
  • Menolak bekerja sama dalam proyek kampus hanya karena rekan berbeda agama.
RELATIVISME TANPA DASAR
  • Mengaburkan identitas iman sendiri demi terlihat “netral” di media sosial.
  • Diam saat menyaksikan ujaran kebencian karena takut dianggap “tidak toleran” bila menegur.
Kerukunan sejati berdiri di antara dua ekstrem ini — teguh pada iman, terbuka pada sesama, dan berani menegur ketidakadilan dengan cara yang santun.

Latihan Refleksi Diri

Tuliskan jawaban singkat (3–5 kalimat) di buku catatan Anda, akan didiskusikan dalam kelompok kecil 10 menit ke depan.

PERTANYAAN REFLEKSI
  • Ceritakan satu pengalaman nyata Anda berinteraksi baik dengan teman/kolega dari agama berbeda — apa yang Anda pelajari?
  • Konten seperti apa yang pernah Anda lihat di media sosial yang mengancam kerukunan? Bagaimana sikap Anda saat itu?
  • Sebagai calon praktisi bisnis digital, kebijakan atau kebiasaan kerja apa yang ingin Anda terapkan agar tim/produk Anda inklusif lintas agama?
Tidak ada jawaban benar atau salah — tujuan latihan ini adalah membiasakan Anda berefleksi jujur tentang sikap Anda terhadap kemajemukan di sekitar Anda.

Rangkuman Pertemuan 6

KonsepInti
Kemajemukan IndonesiaEnam agama resmi, ribuan etnis & bahasa, direkatkan Bhinneka Tunggal Ika
Dasar teologis kerukunanHukum Kasih, citra Allah pada semua manusia, panggilan jadi garam & terang
Kerukunan vs sinkretismeSetuju untuk berbeda & bekerja sama, bukan menyamakan semua agama
Trikerukunan IndonesiaIntern umat, antarumat, dan umat beragama dengan pemerintah
Peran mahasiswa bisnis digitalInklusif di kampus, bijak di ruang digital, adil dalam kebijakan kerja

Penutup: Menuju Pertemuan 7

PERTEMUAN 7 (RPS MINGGU 7)
  • Topik: Manusia sebagai Penjaga Ciptaan Allah — etika lingkungan dalam perspektif Kristen.
  • Baca sekilas Kitab Kejadian 2:15 sebagai bahan renungan awal.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 7
1 halaman
Tulis refleksi singkat: satu tindakan konkret yang akan Anda lakukan minggu ini untuk merawat kerukunan di sekitar Anda.
Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini — sampai jumpa di pertemuan berikutnya!