‹ Daftar slidePertemuan 2: Allah dalam Kepercayaan Kristen
Pendidikan Agama Kristen • Bisnis Digital
Allah dalam Kepercayaan Kristen
Pertemuan 2 — Wahyu, Sifat Allah, dan Allah Tritunggal
Mengenal bagaimana Allah menyatakan diri-Nya, sifat-sifat-Nya, serta doktrin Allah Tritunggal sebagai fondasi iman Kristen — dan relevansinya bagi integritas Anda di dunia bisnis digital.
RPS minggu 2 · 2x50 menit
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menjelaskan dasar kepercayaan Kristen tentang Allah (Sub-CPMK 2). Secara rinci:
CAPAIAN 1 — WAHYU
SUMBER PENGENALAN ALLAH
Membedakan wahyu umum dan wahyu khusus sebagai dua cara Allah menyatakan diri kepada manusia.
CAPAIAN 2 — ALKITAB
STRUKTUR FIRMAN ALLAH
Mengenal struktur dan jumlah kitab Alkitab sebagai kesaksian tertulis wahyu khusus Allah.
CAPAIAN 3 — SIFAT ALLAH
ATRIBUT ALLAH
Menjelaskan sifat-sifat Allah (Maha Tahu, Maha Kuasa, Maha Hadir, Kudus, Kasih) dan implikasinya.
CAPAIAN 4 — TRITUNGGAL
ALLAH BAPA, ANAK, ROH KUDUS
Memahami doktrin Allah Tritunggal dan relevansinya bagi kehidupan serta etika berbisnis.
Renungan: Bagaimana Manusia Mengenal Allah?
Hampir semua kebudayaan di dunia — termasuk Nusantara sebelum agama-agama besar masuk — punya gagasan tentang sesuatu yang Ilahi. Tapi dari mana gagasan itu berasal?
FAKTA 1 — KESADARAN UNIVERSAL
Nurani & Alam Semesta
Keteraturan alam semesta dan suara hati nurani manusia membuat hampir semua budaya meyakini adanya Pribadi Ilahi di balik ciptaan — inilah yang dalam iman Kristen disebut wahyu umum.
FAKTA 2 — KEKHASAN KRISTEN
Allah yang Menyatakan Diri
Iman Kristen meyakini Allah tidak berhenti pada kesan umum itu — Ia secara aktif menyatakan diri-Nya secara khusus melalui Alkitab dan pribadi Yesus Kristus.
Pertanyaan untuk Anda renungkan: jika Allah memang ada, apakah Ia hanya bisa "ditebak" dari alam, atau Ia juga bisa "berbicara" secara langsung kepada manusia?
Bagian 1 dari 3
Mengenal Allah: Wahyu dan Sifat-Nya
Dari dua jalan pengenalan akan Allah, struktur Alkitab sebagai Firman-Nya, hingga sifat dan nama-nama Allah dalam kepercayaan Kristen.
WahyuAlkitabSifat Allah
Dua Jalan Mengenal Allah
Wahyu (dari bahasa Latin revelatio, artinya "penyingkapan") adalah cara Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia. Iman Kristen mengenal dua jenis wahyu:
WAHYU UMUM
Melalui Alam & Nurani
Tersedia bagi semua manusia tanpa kecuali, melalui keteraturan alam semesta dan suara hati (Roma 1:20). Sifatnya umum — cukup untuk menyadari adanya Allah, tapi belum cukup mengenal-Nya secara pribadi.
WAHYU KHUSUS
Melalui Alkitab & Kristus
Allah berbicara secara langsung dan rinci melalui Alkitab dan puncaknya melalui Yesus Kristus (Ibrani 1:1-2). Inilah sumber utama ajaran Kristen tentang siapa Allah.
Hitung dari Nol: Struktur Alkitab sebagai Firman Allah
Alkitab (kanon Protestan) bukan satu buku, melainkan kumpulan kitab yang ditulis oleh banyak penulis. Mari kita hitung strukturnya:
PERHITUNGAN JUMLAH KITAB ALKITAB
Langkah
Perhitungan
Nilai
1. Kitab Perjanjian Lama (PL)
Taurat + Sejarah + Puisi + Nabi-nabi
39
2. Kitab Perjanjian Baru (PB)
Injil + Kisah Para Rasul + Surat + Wahyu
27
3. Total Kitab Alkitab
39 + 27
66
TOTAL KITAB ALKITAB
66
Ditulis ~40 penulis dalam rentang ~1.500 tahun, namun diyakini satu kesaksian yang konsisten tentang Allah.
Sifat-Sifat Allah (Atribut Ilahi)
Alkitab menggambarkan Allah memiliki sifat-sifat yang tidak dimiliki manusia mana pun. Tiga yang paling mendasar:
OMNISCIENT
Maha Tahu
Allah mengetahui segala sesuatu — masa lalu, kini, dan akan datang — termasuk isi hati manusia yang tersembunyi (Mazmur 139:1-4).
OMNIPOTENT
Maha Kuasa
Allah memiliki kuasa penuh atas seluruh ciptaan, termasuk menciptakan alam semesta dari tidak ada menjadi ada (Kejadian 1:1).
OMNIPRESENT
Maha Hadir
Allah hadir di segala tempat pada waktu yang sama, tidak terbatas ruang seperti manusia (Mazmur 139:7-10).
Selain tiga sifat "Maha" di atas, Allah juga Kudus (terpisah dari dosa) dan Kasih (1 Yohanes 4:8) — dua sifat yang jadi pusat pembahasan kita minggu-minggu berikutnya.
Hitung dari Nol: Sepuluh Perintah sebagai Cermin Karakter Allah
Sepuluh Perintah Allah (Dasa Titah, Keluaran 20) mencerminkan sifat kudus dan adil Allah. Mari kita hitung strukturnya:
Alkitab memakai berbagai nama untuk menekankan aspek berbeda dari karakter Allah yang sama.
EMPAT NAMA ALLAH YANG PALING SERING MUNCUL
Elohim — nama umum, menekankan Allah sebagai Pencipta yang berkuasa (Kejadian 1:1).
YHWH / Yahweh — nama pribadi Allah, berarti "Aku Adalah Aku" (Keluaran 3:14), menunjukkan keberadaan-Nya yang kekal dan tak bergantung apa pun.
El Shaddai — berarti "Allah Yang Mahakuasa", menekankan kemampuan-Nya mencukupi kebutuhan umat-Nya.
Adonai — berarti "Tuan/Tuhan", menekankan otoritas Allah atas hidup manusia.
Nama-nama ini bukan menunjukkan Allah yang berbeda-beda, melainkan satu Allah dengan berbagai aspek karakter yang ditonjolkan sesuai konteks kisahnya.
Bagian 2 dari 3
Allah Tritunggal (Trinitas)
Doktrin paling khas dalam iman Kristen: satu Allah yang hadir dalam tiga pribadi — Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Allah BapaAllah AnakAllah Roh Kudus
Satu Allah, Tiga Pribadi: Peta Konsep Trinitas
Trinitas (dari bahasa Latin trinitas, "ketigaan") adalah istilah teologi — bukan kata yang tertulis harfiah di Alkitab — untuk menjelaskan bahwa Allah itu esa (satu) dalam hakikat-Nya, namun ada dalam tiga pribadi berbeda.
Pribadi Pertama: Allah Bapa
PERAN ALLAH BAPA DALAM IMAN KRISTEN
Pencipta: Sumber dari segala sesuatu yang ada, termasuk alam semesta dan manusia (Kejadian 1:1).
Bapa: Istilah "Bapa" menekankan relasi yang penuh kasih dan personal, bukan sekadar Penguasa yang jauh.
Perencana: Mengatur rencana keselamatan bagi manusia sejak semula, yang kemudian digenapi melalui Allah Anak.
Yesus sendiri mengajarkan murid-Nya berdoa "Bapa kami yang di surga..." (Matius 6:9) — menunjukkan relasi yang dekat dan penuh kepercayaan, bukan sekadar rasa takut.
Pribadi Kedua: Allah Anak (Yesus Kristus)
PERAN ALLAH ANAK DALAM IMAN KRISTEN
Inkarnasi (Allah menjadi manusia): Yesus Kristus diyakini sebagai Allah yang mengambil rupa manusia (Yohanes 1:14).
Penebus: Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Ia diyakini menebus dosa manusia (1 Korintus 15:3-4).
Teladan: Cara hidup dan ajaran-Nya menjadi standar etika dan karakter Kristen yang akan kita bahas di Pertemuan 4.
Pribadi Ketiga: Allah Roh Kudus
PERAN ALLAH ROH KUDUS DALAM IMAN KRISTEN
Penolong: Diutus untuk mendampingi dan menguatkan orang percaya setelah kenaikan Yesus ke surga (Yohanes 14:16-17).
Penuntun: Membimbing manusia memahami kebenaran dan membedakan yang benar dari yang salah.
Pengubah Karakter: Menghasilkan "buah Roh" seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran (Galatia 5:22-23).
Roh Kudus dipercaya hadir secara personal dalam hati setiap orang percaya — bukan kekuatan abstrak, melainkan pribadi Allah yang aktif membimbing keputusan sehari-hari, termasuk keputusan etis di tempat kerja.
Bagian 3 dari 3
Allah dalam Kehidupan & Dunia Bisnis Digital
Menerjemahkan pemahaman tentang Allah menjadi kesadaran etis dalam kehidupan kampus dan dunia kerja Anda kelak.
Pencipta & PemeliharaIntegritas KerjaStudi Kasus
Allah Pencipta & Pemelihara: Tanggung Jawab atas Ciptaan
Karena Allah adalah Pencipta segala sesuatu, orang Kristen meyakini manusia diberi mandat untuk mengelola, bukan mengeksploitasi, ciptaan-Nya (Kejadian 1:28; 2:15).
MANDAT BUDAYA
Mengelola, Bukan Merusak
Manusia diberi akal untuk mengembangkan teknologi dan ekonomi — termasuk ekonomi digital — namun tetap bertanggung jawab menjaga kelestarian ciptaan Allah.
RELEVANSI BISNIS DIGITAL
Inovasi yang Bertanggung Jawab
Membangun aplikasi atau platform yang bermanfaat bagi banyak orang — misalnya platform yang membantu UMKM naik kelas — sejalan dengan mandat mengelola ciptaan Allah.
Tema tanggung jawab atas ciptaan ini akan kita perdalam lagi di Pertemuan 7 (Penjaga Ciptaan Allah) — hari ini cukup Anda pahami akar teologisnya dari sifat Allah sebagai Pencipta.
Allah Maha Tahu: Implikasi bagi Integritas Kerja
Jika Allah benar-benar mengetahui segala sesuatu, termasuk yang tersembunyi dari atasan atau sistem audit, bagaimana ini membentuk cara Anda bekerja?
TANPA KESADARAN INI
Etika "Asal Tidak Ketahuan"
Karyawan memanipulasi laporan performa iklan digital, atau membocorkan data pengguna aplikasi untuk kepentingan pribadi, selama tidak diketahui atasan atau auditor.
DENGAN KESADARAN INI
Etika "Allah Melihat"
Karyawan tetap jujur melaporkan hasil kerja meski tidak sedang diawasi, karena meyakini Allah yang Maha Tahu selalu melihat setiap tindakan (Amsal 15:3).
Latihan Reflektif: Diskusi Kelompok Kecil
Bentuk kelompok 4-5 orang. Diskusikan pertanyaan berikut selama 10 menit, lalu satu perwakilan kelompok menyampaikan hasilnya secara singkat.
INSTRUKSI TUGAS
Pertanyaan 1: Ceritakan satu situasi nyata (kuliah, kerja paruh waktu, organisasi) di mana Anda tergoda berbuat curang "karena tidak akan ketahuan". Apa yang akhirnya Anda putuskan?
Pertanyaan 2: Jika Anda percaya Allah Maha Tahu dan Maha Hadir, apakah itu mengubah keputusan Anda pada situasi tersebut? Jelaskan alasannya.
Pertanyaan 3: Bagaimana nilai kejujuran ini bisa diterapkan sebagai kebijakan nyata di sebuah startup atau perusahaan digital?
Tidak ada jawaban benar/salah mutlak — tujuan diskusi ini adalah melatih Anda menghubungkan pemahaman teologis dengan pengalaman hidup nyata.
Studi Kasus: Kepercayaan sebagai Modal Bisnis
Prinsip Alkitab "neraca yang benar itu perkenan TUHAN, tetapi timbangan serong itu tidak baik" (Amsal 11:1) sangat relevan dengan ekonomi digital masa kini.
KASUS: MARKETPLACE
Sistem Ulasan & Rating
Platform seperti Tokopedia bergantung pada kejujuran ulasan pembeli dan penjual. Ulasan palsu merusak kepercayaan seluruh ekosistem — mirip "timbangan serong" versi digital.
KASUS: UMKM & PERBANKAN
Laporan Keuangan Jujur
UMKM yang jujur menyusun laporan keuangannya lebih mudah mendapat pembiayaan dari bank seperti BBCA, karena kepercayaan (trust) adalah modal utama dalam relasi bisnis jangka panjang.
Bagi orang Kristen, kejujuran bukan sekadar strategi bisnis yang menguntungkan, melainkan wujud ketaatan kepada Allah yang Kudus dan mengasihi kebenaran.
Kesimpulan Utama
RINGKASAN PEMBELAJARAN (TAKEAWAYS)
Dua Jalan Wahyu: Allah dikenal melalui wahyu umum (alam & nurani) dan wahyu khusus (Alkitab & Kristus), dengan Alkitab terdiri atas 66 kitab (39 PL + 27 PB).
Sifat Allah: Allah bersifat Maha Tahu, Maha Kuasa, Maha Hadir, Kudus, dan Kasih — sifat yang tercermin dalam Sepuluh Perintah Allah (4 tentang Allah, 6 tentang sesama).
Allah Tritunggal: Satu Allah dalam tiga pribadi — Bapa (Pencipta), Anak (Penebus), dan Roh Kudus (Penolong) — bukan tiga Allah terpisah.
Relevansi Praktis: Kesadaran bahwa Allah Maha Tahu dan Kudus mendorong integritas nyata dalam kehidupan kampus dan dunia bisnis digital, seperti kejujuran laporan dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Minggu depan kita lanjutkan dengan Pertemuan 3: Manusia menurut Ajaran Kristen — bagaimana manusia diciptakan segambar dengan Allah yang telah kita pelajari hari ini.