‹ Daftar slidePertemuan 1: Agama dan Fungsinya bagi Kehidupan Manusia
Program Studi Bisnis Digital • FEB UNDIP
Pendidikan Agama Kristen
Pertemuan 1 — Agama dan Fungsinya bagi Kehidupan Manusia
Mengapa manusia beragama, apa saja unsur pokok agama, dan bagaimana fungsi agama menjadi fondasi karakter serta etika kerja mahasiswa bisnis digital.
RPS MINGGU 1 • 2 × 50 MENIT
Bagian 1 dari 3
Apa Itu Agama dan Mengapa Manusia Beragama?
Definisi, akar kata, dan unsur-unsur pokok agama sebagai titik berangkat mata kuliah.
Tujuan Pembelajaran Hari Ini
Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu memahami empat hal berikut (Sub-CPMK Minggu 1).
TUJUAN 1
01
Menjelaskan pengertian agama, akar katanya, dan unsur-unsur pokok yang membentuknya.
TUJUAN 2
02
Menganalisis fungsi-fungsi agama bagi individu (psikologis) dan masyarakat (sosial).
TUJUAN 3
03
Mengaitkan fungsi agama dengan pembentukan karakter dan etika kerja di dunia bisnis digital.
TUJUAN 4
04
Mengenal peta 14 pertemuan, metode, dan sistem penilaian mata kuliah selama satu semester.
Definisi dan Akar Kata Agama
AKAR KATA (ETIMOLOGI)
Bahasa Latin religio, dari religare (mengikat kembali) atau relegere (membaca ulang, memperhatikan dengan cermat) — relasi yang mengikat manusia dengan Yang Ilahi.
Bahasa Sanskerta a-gama: “a” (tidak) + “gama” (kacau/pergi) — sistem yang teratur, tidak kacau, memberi pedoman hidup.
DEFINISI OPERASIONAL
Sistem kepercayaan dan praktik yang terorganisasi tentang relasi manusia dengan Tuhan atau Yang Transenden.
Mengarahkan makna hidup, pedoman moral, dan cara manusia memahami dirinya, sesama, dan alam semesta.
Dalam iman Kristen, agama bukan sekadar sistem, melainkan relasi hidup dengan Allah — topik yang akan diperdalam mulai pertemuan 2.
Mengapa Manusia Beragama? Homo Religiosus
Sepanjang sejarah, hampir tidak ada peradaban manusia yang sepenuhnya tanpa bentuk kepercayaan kepada Yang Ilahi. Para antropolog menyebut manusia sebagai homo religiosus — makhluk yang secara kodrati mencari makna transenden.
Glosarium:Homo religiosus — istilah yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang secara alami berorientasi pada yang sakral/transenden, berbeda dari homo sapiens (manusia berakal) yang menekankan rasio semata.
Tiga kebutuhan dasar yang mendorong manusia beragama: (1) kebutuhan akan makna eksistensial — untuk apa saya hidup; (2) kebutuhan rasa aman menghadapi ketidakpastian dan kematian; (3) kebutuhan relasi dengan Yang Transenden yang melampaui diri sendiri.
Empat Unsur Pokok Agama
Keempat unsur ini hadir dalam Kekristenan: kepercayaan pada Allah Tritunggal, ibadah & sakramen, ajaran moral Alkitab, dan persekutuan jemaat/gereja.
Fungsi Agama bagi Individu dan Masyarakat
FUNGSI BAGI INDIVIDU (PSIKOLOGIS)
Memberi rasa aman menghadapi ketidakpastian hidup, kegagalan, dan kematian.
Memberi makna hidup — menjawab pertanyaan eksistensial tentang tujuan keberadaan.
Menjadi sumber pengharapan saat menghadapi krisis pribadi maupun profesional.
FUNGSI BAGI MASYARAKAT (SOSIAL)
Menjadi perekat yang mempersatukan komunitas dengan nilai bersama.
Berfungsi sebagai kontrol sosial — norma yang mencegah perilaku merugikan orang lain.
Menumbuhkan solidaritas dan kepedulian antarwarga, termasuk gotong royong.
Intinya: agama menjawab kebutuhan batin perorangan sekaligus merajut ikatan sosial — dua fungsi ini saling menguatkan, bukan berdiri terpisah.
Bagian 2 dari 3
Fungsi-Fungsi Agama bagi Kehidupan Manusia
Peran psikologis, sosial, dan moral agama — serta kaitannya dengan etika bisnis digital.
Fungsi Agama dan Dunia Kerja Bisnis Digital
Fungsi moral agama tidak berhenti di ruang ibadah — ia menjadi kompas etika yang terus dipakai saat Anda mengambil keputusan bisnis sehari-hari.
SEBAGAI KARYAWAN
Bekerja jujur di startup atau perusahaan e-commerce — tidak memanipulasi laporan kinerja atau data pengguna.
SEBAGAI WIRAUSAHA
Membangun usaha digital (toko daring, aplikasi jasa) yang benar-benar memberi nilai bagi pelanggan dan mitra UMKM.
SEBAGAI PEMIMPIN
Mengambil keputusan bisnis yang mempertimbangkan dampak sosial, tidak semata mengejar pertumbuhan angka.
Studi Kasus: Iman sebagai Sumber Etika Bisnis Digital
Kasus: Seorang product manager di sebuah platform e-commerce diminta atasan menjual data perilaku pengguna ke pihak ketiga demi tambahan pendapatan. Ia menolak, meski berisiko dinilai kurang “team player”, karena meyakini kepercayaan pengguna adalah amanah yang harus dijaga.
DILIHAT DARI SISI BISNIS
Kehilangan potensi pendapatan tambahan jangka pendek.
Berisiko dianggap menghambat target pertumbuhan perusahaan.
DILIHAT DARI FUNGSI AGAMA
Menjaga amanah dan kejujuran sebagai wujud iman dalam tindakan konkret.
Fungsi moral agama menjadi pengendali diri saat aturan perusahaan tidak melarang secara eksplisit.
Fungsi Moral Agama: Kompas Etika dalam Bisnis Digital
Industri bisnis digital penuh dengan situasi yang menguji integritas. Fungsi moral agama melatih Anda mengenali dan merespons situasi tersebut dengan nurani yang terbentuk baik.
Situasi di Industri Digital
Godaan Umum
Fungsi Agama sebagai Kompas
Mengelola data pelanggan e-commerce
Menjual data ke pihak ketiga tanpa izin
Menjaga amanah & kepercayaan pelanggan
Menulis ulasan produk di marketplace
Membuat ulasan/rating palsu
Ulasan jujur berdasarkan pengalaman nyata
Melaporkan kinerja startup ke investor
Menggelembungkan angka pengguna aktif
Transparansi data sesuai kondisi sebenarnya
Bagian 3 dari 3
Iman Kristen sebagai Fondasi Karakter & Peta Satu Semester
Fungsi khusus iman Kristen, metode pembelajaran, dan gambaran 14 pertemuan ke depan.
Tiga Fungsi Agama bagi Pembentukan Karakter Mahasiswa
INTEGRITAS PRIBADI
Selarasnya kata, sikap, dan tindakan — termasuk saat tidak ada yang mengawasi, misalnya saat bekerja dari rumah mengelola akun bisnis digital.
KEPEKAAN MORAL
Kemampuan mengenali mana keputusan bisnis yang benar, bukan sekadar yang menguntungkan atau legal secara teknis.
KETAHANAN SPIRITUAL
Ruang batin yang menjaga Anda tetap tenang dan berpegang pada nilai, di tengah tekanan target dan kompetisi industri digital.
Hitung dari Nol: Proporsi Umat Kristen Protestan di Indonesia
Estimasi jumlah pemeluk Kristen Protestan berdasarkan data Sensus Penduduk 2020 (BPS), dibulatkan untuk kemudahan hitung.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Populasi Indonesia (SP2020, dibulatkan)
—
270 juta jiwa
Persentase pemeluk Kristen Protestan (~SP2020)
—
~7,5%
Perkalian: 270 juta × 7,5%
270 × 0,075
20,25 juta jiwa
ESTIMASI PEMELUK KRISTEN PROTESTAN
~20,25 juta
~7,5% dari total populasi Indonesia (SP2020)
Hitung dari Nol: Total Jam Tatap Muka Semester
Mata kuliah ini berbobot 2 SKS teori, tatap muka 2 × 50 menit setiap pertemuan, selama 14 pertemuan mengajar.
Langkah
Perhitungan
Nilai
Durasi per pertemuan (2 SKS × 50 menit)
2 × 50
100 menit
Total menit selama 14 pertemuan mengajar
100 × 14
1.400 menit
Konversi ke jam (1.400 menit ÷ 60)
1.400 ÷ 60
~23,3 jam
TOTAL TATAP MUKA
~23,3 jam
Sepanjang satu semester (di luar UTS/UAS)
Peta Perjalanan: Gambaran 14 Pertemuan
Empat pertemuan pertama membangun fondasi pemahaman agama, Allah, dan manusia; sisanya memperluas ke etika, relasi sosial, karakter bangsa, dan isu praktis kehidupan mahasiswa.
Metode Pembelajaran: Reflektif-Dialogis
CIRI METODE
Reflektif: setiap topik diawali pertanyaan renungan, bukan definisi kering.
Dialogis: diskusi kelompok dan berbagi pengalaman pribadi diutamakan.
Studi kasus: konteks nyata Indonesia — kehidupan kampus, dunia kerja, masyarakat majemuk.
PERAN ANDA SEBAGAI MAHASISWA
Aktif bertanya dan berbagi pandangan, termasuk yang berbeda pendapat.
Membawa pengalaman nyata dari kehidupan kampus atau organisasi.
Terbuka pada refleksi pribadi, bukan sekadar mengejar nilai.
Latihan Refleksi Diri
Tuliskan jawaban singkat (3–5 kalimat) di buku catatan Anda, akan didiskusikan dalam kelompok kecil 10 menit ke depan.
PERTANYAAN REFLEKSI
Menurut Anda, apa fungsi agama yang paling terasa dalam hidup Anda sejauh ini — rasa aman, makna hidup, atau ikatan komunitas?
Bagaimana Anda membayangkan iman akan menjadi kompas etika saat Anda bekerja di industri bisnis digital kelak?
Satu hal apa yang Anda harapkan dari mata kuliah Pendidikan Agama Kristen semester ini?
Tidak ada jawaban benar atau salah — tujuan latihan ini adalah membiasakan Anda berefleksi jujur, kebiasaan yang akan terus dipakai sepanjang mata kuliah ini.
Rangkuman Pertemuan 1
Konsep
Inti
Definisi agama
Religio (Latin, mengikat) & a-gama (Sanskerta, tidak kacau) — sistem relasi manusia-Tuhan
Homo religiosus
Manusia secara kodrati mencari makna, rasa aman & relasi transenden
Empat unsur agama
Kepercayaan, ritual & ibadah, moral & etika, komunitas
Fungsi individu & sosial
Psikologis (makna, rasa aman) & sosial (perekat, kontrol sosial)
Fungsi agama & bisnis digital
Iman sebagai kompas etika, bukan sekadar urusan ruang ibadah
Penutup: Menuju Pertemuan 2
PERTEMUAN 2 (RPS MINGGU 2)
Topik: Allah dalam Kepercayaan Kristen — siapa Allah dan bagaimana Ia dikenal manusia.
Baca sekilas Kejadian 1:1 dan Roma 1:20 sebagai bahan renungan awal.
TUGAS SEBELUM PERTEMUAN 2
1 halaman
Tulis refleksi singkat: pengalaman pribadi Anda mencari atau meragukan kehadiran Tuhan dalam hidup sehari-hari.
Terima Kasih atas partisipasi Anda hari ini — sampai jumpa di pertemuan berikutnya!