stdsquare²
🎓 Kelas
stdsquare / materi / slides / pertemuan-13
Tema
Japan
Arcade
Dark Retro
Font
‹ Daftar slide Pertemuan 13: Perubahan Sosial dan Perilaku Masyarakat dalam Perspektif Etika Kristiani
Prodi Bisnis Digital • FEB UNDIP

Perubahan Sosial dan Perilaku Masyarakat dalam Perspektif Etika Kristiani

Pertemuan 13 — Pendidikan Agama Katolik

Membaca arus perubahan sosial dan pergeseran perilaku masyarakat digital bukan sebagai ancaman semata, melainkan medan panggilan untuk menghidupi nilai-nilai Kasih, martabat manusia, dan keadilan sosial.

RPS MINGGU 14 • DURASI 2 × 50 MENIT

Tujuan Pembelajaran Hari Ini

Setelah pertemuan ini, Anda diharapkan mampu menganalisis perubahan sosial di masyarakat digital dan mengevaluasinya melalui lensa etika Kristiani.

CAPAIAN 1 — KONSEP DASAR
PERUBAHAN SOSIAL
Menjelaskan pengertian, faktor pendorong, dan bentuk-bentuk perubahan sosial di masyarakat Indonesia.
CAPAIAN 2 — PERILAKU MASYARAKAT
PERGESERAN PERILAKU DIGITAL
Menganalisis pergeseran perilaku masyarakat akibat digitalisasi bisnis dan gaya hidup.
CAPAIAN 3 — FONDASI IMAN
AJARAN SOSIAL GEREJA
Memahami prinsip martabat manusia, bonum commune, subsidiaritas, dan solidaritas sebagai kompas moral.
CAPAIAN 4 — APLIKASI NYATA
ETIKA DALAM BISNIS DIGITAL
Mengevaluasi kasus nyata bisnis digital Indonesia dan merumuskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Dunia yang Berubah dalam Hitungan Bulan, Bukan Generasi

Dulu perubahan sosial butuh puluhan tahun. Kini, satu aplikasi bisa mengubah kebiasaan jutaan orang Indonesia dalam hitungan bulan.

DULU (SEBELUM ERA DIGITAL)
  • Belanja di pasar/warung, transaksi tunai, tawar-menawar langsung.
  • Relasi sosial terbentuk lewat tatap muka dan kepercayaan bertahun-tahun.
  • Informasi menyebar lambat, lewat mulut ke mulut atau media cetak.
SEKARANG (MASYARAKAT DIGITAL)
  • Belanja di marketplace (Tokopedia, Shopee), bayar via dompet digital.
  • Relasi dibangun lewat rating, ulasan, dan interaksi daring yang singkat.
  • Informasi menyebar dalam hitungan detik lewat media sosial.
Pertanyaannya bukan "apakah perubahan ini baik atau buruk", melainkan "nilai apa yang harus kita jaga di tengah kecepatan perubahan ini?"
Bagian 1 dari 3
Perubahan Sosial: Konsep dan Bentuknya
Memahami apa itu perubahan sosial, apa yang mendorongnya, dan bagaimana wujudnya di masyarakat Indonesia hari ini.

Apa Itu Perubahan Sosial?

"Perubahan sosial adalah pergeseran dalam struktur, nilai, norma, dan pola perilaku masyarakat dari satu kondisi ke kondisi lain, baik secara lambat maupun cepat."
FAKTOR INTERNAL
DARI DALAM
Pertumbuhan penduduk, penemuan baru, konflik dalam masyarakat.
FAKTOR EKSTERNAL
DARI LUAR
Globalisasi, pengaruh budaya asing, bencana alam, perang.
FAKTOR PERCEPATAN
TEKNOLOGI DIGITAL
Internet dan smartphone mempercepat difusi perubahan ke seluruh lapisan masyarakat.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Perubahan sosial tidak selalu sama bentuknya — ada yang pelan, ada yang mendadak; ada yang direncanakan, ada yang tidak.

EMPAT BENTUK UTAMA
BentukCiri UtamaContoh
EvolusiLambat, bertahap, dalam rentang waktu panjangPergeseran gotong royong ke individualisme perkotaan
RevolusiCepat, mendasar, sering memicu gejolakDisrupsi jasa transportasi oleh ojek daring (2015)
DirencanakanDisengaja oleh pihak berwenang/agen perubahanDigitalisasi UMKM lewat program pemerintah
Tidak DirencanakanTidak terduga, akibat sampingan dari faktor lainPerubahan gaya kerja "hybrid" pasca-pandemi
Glos: disrupsi = gangguan besar yang mengubah tatanan/cara kerja lama secara mendasar.

Perubahan Sosial di Indonesia: Era Ekonomi Digital

Indonesia mengalami salah satu transformasi ekonomi digital tercepat di Asia Tenggara.

UMKM NAIK KELAS
DARI TOKO KE MARKETPLACE
Jutaan UMKM Indonesia kini berjualan lewat Tokopedia, Shopee, dan media sosial — menembus pasar yang dulu tak terjangkau.
EKONOMI NON-TUNAI
DOMPET DIGITAL & QRIS
Transaksi tunai bergeser ke QRIS dan dompet digital, mengubah kebiasaan menabung dan berbelanja masyarakat.
Perubahan ini nyata memberdayakan — tapi juga memunculkan tantangan baru: siapa yang tertinggal dari transformasi ini?

Pergeseran Perilaku Masyarakat Digital

KONSUMERISME
BELANJA JADI HIBURAN
Diskon dan flash sale mendorong belanja impulsif; kepemilikan barang jadi ukuran status.
INDIVIDUALISME
RELASI JADI SEKILAS
Interaksi bertetangga digantikan interaksi anonim lewat ulasan dan chat singkat.
BUDAYA INSTAN
SERBA CEPAT
Ekspektasi kepuasan seketika (pesan-antar 15 menit) menggeser kesabaran dan daya juang.
Perilaku ini tidak selalu buruk — efisiensi itu baik. Yang perlu diwaspadai adalah ketika efisiensi mengikis kepekaan terhadap sesama.

Studi Kasus — Langkah demi Langkah: Warung Bu Siti "Naik Kelas"

Kasus: Bu Siti berjualan sembako di warung fisik selama 20 tahun. Tahun 2023, anaknya mendorongnya berjualan lewat marketplace. Mari kita telusuri perubahan sosialnya tahap demi tahap.

LangkahAnalisis KasusSimpulan
1 — Kondisi AwalWarung fisik, transaksi tunai, radius pelanggan hanya RT/RW sekitar rumah.Relasi erat, jangkauan sempit
2 — Pemicu PerubahanAnak Bu Siti (mahasiswa) mendorongnya buka toko di Shopee & grup WhatsApp.Faktor internal + teknologi
3 — Proses AdaptasiBelajar memotret produk, menulis deskripsi, membalas chat pembeli dengan cepat.Perilaku baru terbentuk
4 — Hasil PerubahanOmzet naik ~40%, jangkauan meluas ke luar kota — namun obrolan tatap muka dengan pelanggan lama berkurang.Perubahan sosial nyata: struktur + relasi berubah
Poin refleksi: Perubahan ini menguntungkan secara ekonomi (ciri perubahan sosial: cepat & meluas), tetapi juga menggeser pola interaksi manusiawi Bu Siti dengan pelanggannya.
Bagian 2 dari 3
Dilema Etis & Fondasi Etika Kristiani
Ketika perubahan sosial menimbulkan pertanyaan moral, ke mana kita mencari kompas? Ajaran Sosial Gereja memberi jawabannya.

Dilema Etis di Balik Perubahan Sosial Digital

Kemajuan teknologi bisnis digital tidak datang tanpa konsekuensi moral yang perlu diwaspadai.

TIGA DILEMA UTAMA
  • Privasi Data: Data pribadi pengguna dikumpulkan dan diperjualbelikan demi target iklan, sering tanpa persetujuan penuh.
  • Kesenjangan Digital: Masyarakat tanpa akses internet/gawai memadai makin tertinggal dari yang terhubung.
  • Disrupsi Lapangan Kerja: Otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) menggantikan pekerjaan manusia, sering tanpa masa transisi yang layak.
Perubahan sosial yang cepat kerap mengutamakan efisiensi ekonomi, sambil "melupakan" manusia yang terdampak di baliknya.

Ajaran Sosial Gereja: Kompas Moral Menghadapi Perubahan

Ajaran Sosial Gereja (ASG) adalah kumpulan ajaran Gereja Katolik tentang keadilan sosial dan kehidupan bermasyarakat.

MARTABAT MANUSIA
HUMAN DIGNITY
Setiap manusia diciptakan menurut citra Allah — tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai alat/data ekonomi.
BONUM COMMUNE
KESEJAHTERAAN BERSAMA
Kemajuan harus menguntungkan seluruh masyarakat, bukan hanya sekelompok kecil pemilik modal.
SUBSIDIARITAS
HORMATI YANG KECIL
Keputusan sebaiknya melibatkan dan memberdayakan pihak yang paling terdampak, bukan sepihak dari atas.
SOLIDARITAS
KEPEDULIAN BERSAMA
Kita bertanggung jawab satu sama lain, terutama kepada mereka yang paling rentan terhadap perubahan.

Kasih (Agape) sebagai Motor Penggerak Etika

Semua prinsip ASG bermuara pada satu sumber: kasih tanpa syarat yang diteladankan Yesus Kristus.

"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Markus 12:31)
AGAPE
KASIH TANPA SYARAT
Bukan sekadar perasaan, melainkan tindakan nyata mengutamakan kebaikan orang lain, termasuk dalam keputusan bisnis.
PREFERENTIAL OPTION FOR THE POOR
KEBERPIHAKAN PADA YANG LEMAH
Ketika membuat keputusan, dahulukan dampaknya pada pihak paling rentan — pedagang kecil, pekerja informal, kelompok tertinggal digital.

Studi Kasus — Langkah demi Langkah: PHK Massal karena Otomatisasi AI

Kasus: Sebuah startup fintech mengganti 200 staf layanan pelanggan dengan chatbot AI dalam satu bulan demi efisiensi biaya, tanpa pemberitahuan sebelumnya.

LangkahAnalisis EtisSimpulan
1 — Fakta Kasus200 karyawan diberhentikan mendadak dalam 1 bulan, digantikan chatbot AI.Efisiensi tinggi, dampak sosial besar
2 — Uji Martabat ManusiaKaryawan diberi tahu H-3 tanpa pelatihan ulang atau kompensasi transisi.Martabat manusia dilanggar
3 — Uji SubsidiaritasKeputusan diambil sepihak dari manajemen pusat, tanpa dialog dengan karyawan terdampak.Prinsip subsidiaritas gagal dipenuhi
4 — Simpulan EtisOtomatisasi itu sendiri bukan dosa, tapi caranya melanggar Ajaran Sosial Gereja.Perlu transisi & pesangon layak
Poin kunci: Etika Kristiani tidak menolak teknologi/efisiensi, tetapi menuntut agar manusia selalu diperlakukan sebagai tujuan, bukan semata alat mencapai laba.
Bagian 3 dari 3
Aplikasi Praktis & Peran Mahasiswa
Dari prinsip menuju tindakan: bagaimana etika Kristiani hidup nyata dalam bisnis digital Indonesia dan dalam diri Anda sebagai mahasiswa.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Berlandaskan Kasih

CSR (Corporate Social Responsibility) sejati bukan sekadar donasi, melainkan wujud kasih yang terstruktur.

CSR SEKADAR CITRA
FORMALITAS
Donasi seremonial demi publikasi, tanpa mengubah praktik bisnis inti yang merugikan pihak lemah.
CSR BERLANDASKAN KASIH
TRANSFORMATIF
Program jangka panjang memberdayakan UMKM/pekerja terdampak, terintegrasi dalam strategi bisnis inti.
Contoh nyata: program pelatihan UMKM digital yang diselenggarakan platform e-commerce besar di Indonesia untuk mendampingi pedagang kecil naik kelas, bukan sekadar bagi-bagi sembako.

Sorotan Indonesia: Bisnis Digital dan Tanggung Jawab Sosial

Regulator dan pelaku pasar Indonesia mulai mendorong bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

TREN NYATA DI PASAR INDONESIA
  • OJK & Prinsip ESG: Otoritas Jasa Keuangan mendorong perusahaan tercatat di BEI melaporkan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, Governance) dalam laporan keberlanjutan.
  • Perlindungan Data Pribadi: UU Pelindungan Data Pribadi (PDP) mewajibkan platform digital menjaga privasi data pengguna — sejalan dengan prinsip martabat manusia.
  • Ekonomi Inklusif: Program digitalisasi UMKM oleh pemerintah dan platform swasta bertujuan menekan kesenjangan digital antarwilayah.

Peran Anda sebagai Mahasiswa Bisnis Digital

Anda adalah calon pengambil keputusan bisnis masa depan — keputusan Anda kelak akan berdampak pada banyak orang.

SEBAGAI CALON PROFESIONAL
INTEGRITAS DI TEMPAT KERJA
Berani menyuarakan keberatan etis saat kebijakan perusahaan mengabaikan martabat manusia, misalnya PHK tanpa transisi layak.
SEBAGAI CALON PENGUSAHA
BISNIS YANG MEMANUSIAKAN
Merancang model bisnis yang menyeimbangkan efisiensi digital dengan keberpihakan pada pihak rentan sejak awal.

Kesimpulan: Etika Kristiani di Tengah Perubahan Sosial

  • Perubahan Sosial adalah keniscayaan — didorong faktor internal, eksternal, dan dipercepat teknologi digital; wujudnya bisa evolusi, revolusi, direncanakan, atau tidak.
  • Perilaku Masyarakat Digital bergeser ke arah konsumerisme, individualisme, dan budaya instan — membawa efisiensi sekaligus risiko mengikis kepekaan sosial.
  • Ajaran Sosial Gereja (martabat manusia, bonum commune, subsidiaritas, solidaritas) menjadi kompas untuk menilai dan mengarahkan perubahan tersebut.
  • Kasih (Agape) adalah motor penggerak semua prinsip ini — menuntut kita mendahulukan martabat manusia di atas efisiensi semata, dalam setiap keputusan bisnis digital.
Waktunya Refleksi & Diskusi
Setelah Semua Prinsip Ini, Apa yang Akan Anda Ubah?
Diskusikan dalam kelompok kecil (5–10 menit): pilih satu kasus bisnis digital nyata yang pernah Anda dengar, lalu nilai dengan empat prinsip Ajaran Sosial Gereja yang sudah kita pelajari.
1. Apa dampak kasus tersebut pada martabat manusia yang terlibat?
2. Apakah pihak paling rentan sudah dilibatkan/didengar?
3. Apa satu perubahan konkret yang bisa membuatnya lebih beretika?